Anda di halaman 1dari 28

Kejahatan Korporasi

Oleh :
I Wayan Puspa

1
Subyek Hukum
Subjek hukum pada pokoknya adalah manusia dan
segala sesuatu yang berdasarkan tuntutan kebutuhan
masyarakat, yang oleh hukum diakui sebagai
pendukung hak dan kewajiban (Ali Chidir, Badan
Hukum, Bandung, Alumni,1991,hlm 18).
Subjek hukum adalah segala sesuatu yang dapat
mempunyai hak dan kewajiban untuk bertindak dalam
hukum.

2
Dua macam subjek hukum dalam pengertian hukum
perdata :
1. Natuurlijkpersoon (natural person), yaitu manusia
pribadi (Pasal 1329 KUHPerdata).
2. Rechtspersoon (legal entitle), badan usaha yang
berbadan hukum.
Korporasi memasuki lingkup hukum pidana, sebagai
subjek hukum muncul di negara maju pada abad ke-
19.

3
Kejahatan korporasi didefinisikan sebagai :
...crimes committed either by a
corporation (i.e.,a business entity having
a sparate legal personality from the
natural persons that manage its
activities), or by individuals that may be
undetified with a corporation or other
business entity.

4
Perbedaan manusia dan badan hukum sbg
subjek hukum
NO MANUSIA BADAN HUKUM

01 Mahluk hidup ciptaan Tuhan, Badan ciptaan manusia berdasarkan


mempunyai akal, perasaan, hukum, dapat dibubarkan oleh
kehendak dan dapat mati pembentuknya.

02 Mempunyai kelamin sehingga Tidak punya kelamin dan tidak akan


dapat kawin, dapat beranak mempunyai keturunan

03 Manusia dapat menjadi ahli Badan hukum tidak dapat menjadi


waris ahli waris.

08/09/17
Pengertian Korporasi
Blacks Law Dictionary, : An entity (usually
a business) having authority under law to act as
a single person distinct from the shareholders
who own it and having rights to issue stock and
exist indefinitely, a group or succession of
person established in accordance with legal
rules into legal or juristic persons who make it
up, exists indefinitely a part form them, and
has the legal powers that is constitutions give
it. (Bryan A Garner, Black Law Dictionary, Ninth
Edition, St.Paul Minim West Publishing, Co.2009,
hal 391).

6
Secara Etimologis :
Belanda (corporate)
Inggris (corporation)
Jerman (korporation), yang berasal dari bahasa
Latin, corporatio, sebagai kata benda
(subatantivum), berasal dari kata kerja
corporare. Corporare, berasal dari kata corpus
(badan), yang berarti memberikan badan atau
membadankan. Dengan demikian corporatio, berarti
hasil dari pekerjaan membadankan, dengan perkataan
lain badan yang dijadikan orang, badan yang
diperoleh dengan perbuatan manusia sebagai lawan
terhadap badan manusia yang terjadi menurut hukum
alam.(Soetan K.Malikoel Adil, Pembaharuan Hukum
Pidana Kita, Jakarta, PT Pembangunan, 1995, hlm 83) 7
Menurut Utrech : korporasi adalah suatu gabungan
orang yang dalam pergaulan hukum bertindak bersama-
sama sebagai subyek hukum tersendiri suatu
personifikasi.
Korporasi adalah badan hukum yang beranggota, tetapi
mempunyai hak dan kewajiban sendiri terpisah dari
hak dan kewajiban anggota masing-masing.
Badan hukum setiap pendukung hak yang tidak berjiwa
atau lebih tepat yang bukan manusia. Badan hukum
sebagai gejala kemasyarakatan adalah sesuatu yang
riil, merupakan fakta yang sebenarnya dalam
pergaulan hukum, walaupun tidak berwujud manusia
atau benda yang dibuat dari besi, kayu dan
sebagainya, yang menjadi penting dalam pergaulan ini
adalah badan hukum mempunyai kekayaan (vermogen)
yang sama sekali terpisah dari kekayaan anggotanya,
yaitu dalam hal badan hukum ini berupa korporasi.
8
Menurut Yan Pramadya Puspa :
Korporasi atau badan hukum adalah suatu perseroan
yang merupakan badan hukum;
Korporasi atau peseroaan di sini yang dimaksud
adalah suatu kumpulan atau organisasi yang oleh
hukum diperlakukan seperti manusia (personal) ialah
sebagai pengembang (atau pemilik) hak dan kewajiban
memiliki hak menggunggat atau digugat dimuka
pengadilan . Contoh badan hukum ialah P.T
(perseroaan terbatas), N.V (Namloze Vennootschap)
dan yayasan (Sticthing); bahkan negarapun juga
merupakan badan hukum

9
Menurut Soetan Remy Sjahdeini, korporasi sebagai
badan hukum, korporasi merupakan figur hukum yang
eksistensi dan kewenangannya untuk dapat atau berwenang
melakukan perbuatan hukum diakui oleh hukum perdata.
(Hukum perdatalah yang mengakui eksistensi korporasi
dan memberikannya hidup untuk dpt berwenang melakukan
perbuatan hukum sebagai suatu figur hukum. Demikian
pula matinya korporasi Suatu korporasi hanya mati
secara hukum apabila matinya korporasi itu diakui oleh
hukum.(Sutan Remi Sjahdeini, Pertanggungjawaban Pidana
Korporasi, Grafiti Pers, Jakarta, 2006, hlm.43).

10
Satjipto Raharjo :
Suatu badan hasil ciptaan hukum. Badan yang diciptakannya
terdiri dari corpus yaitu struktur fisiknya dan ke
dalamnya hukum memasukannya unsur animus yang membuat
badan itu mempunyai kepribadian. Apa yang dinamakan badan
hukum sesungguhnya sekedar suatu ciptaan hukum, yaitu dengan
menunjuk kepada adanya suatu badan yang diberi status
sebagai subjek hukum, di samping subjek hukum yang berwujud
manusia alamiah (natuurlijk persoon). Badan ini dianggap
bisa menjalankan segala tindakan hukum dengan segala harta
kekayaan yang timbul dari perbuatan ini. Harta itu harus
dipandang sebagai harta kekayaan badan tersebut, terlepas
dari pribadi-pribadi manusia yang terhimpun di dalamnya,
termasuk badan itu sebagai subjek hukum yang dianggap mampu
bertanggung jawab (Satjioto Rahardjo, Ilmu Hukum, Alumni,
1986, hlm.110).

11
Chaidir Ali :
Manusia yang mempunyai kepentingan bersama, memperjuangkan suatu
tujuan atau kepentingan tertentu, berkumpul dan mempersatukan diri,
mereka menciptakan suatu organisasi, memiliki pengurus yang akan
mewakili mereka. Mereka memasukkan dan mengumpulkan harta kekayaan,
mereka menetapkan peraturan-peraturan tingkah laku untuk mereka
dalam hubungan satu dengan yang lain. Adalah tidak mungkin dalam
tiap-tiap hal mereka bersama-sama melakukan tindakan-tindakan itu
dalam rangka mencapai tujuan bersama tersebut. Pergaulan antar
manusia dalam kehidupannya menganggap perlu, bahwa dalam suatu
kerja sama itu semua anggota bersama-sama merupakan satu kesatuan
yang baru. Satu kesatuan yang mempunyai hak-hak sendiri terpisah
dari hak-hak para anggotanya secara pribadi. Kesatuan yang
mempunyai kewajiban sendiri terpisah dari kewajiban-kewajiban para
anggotanya secara pribadi. Subjek hukum yang baru dan berdiri
sendiri inilah yang dimaksudkan dengan badan hukum. (Eman
Rajagukguk, Badan Hukum Sebagai Subjek Hukum. Jakarta, Mitra
Management Centre, hlm,2)

12
DAVID J.R :
Korporasi memiliki 5 (lima) ciri yang sangat
penting :
1. Merupakan subjek hukum buatan yang memiliki
kedudukan hukum khusus.
2. Memiliki jangka waktu hidup tak terbatas.
3. Memperoleh kekuasaan (dari negara) untuk
melakukan kegiatan bisnis tertentu.
4. Dimiliki oleh pemegang saham/modal/aset.
5. Tanggung jawab pemegang saham terhadap kerugian
korporasi biasanya sebatas saham yang dimiliki

13
Yudi Prasetya : menyatakan secara umum
korporasi mempunyai unsur-unsur antara
lain
a)Kumpulan orang dan atau kekayaan;
b)Terorganisir;
c)Badan hukum; dan
d)Non badan hukum

14
AZ Abidin :
Koroporasi dipandang sebagai realitas sekumpulan
manusia yang diberikan hak sebagai unit hukum,
yang diberikan pribadi hukum, untuk tujuan
tertentu.
Wirjono Prodjodikoro :
Korporasi adalah suatu kumpulan orang, dalam
korporasi biasanya yang mempunyai kepentingan
adalah orang-orang yang merupakan anggota dari
korporasi itu, anggota manapun mempunyai kekuasaan
dalam peraturan korporasi berupa rapat anggota
sebagai alat kekuasaan yang tertinggi dalam
peraturan korporasi.

15
R Subekti :
Badan hukum pada pokoknya adalah
suatu badan atau perkumpulan yang
dapat memiliki hak-hak dan melakukan
perbuatann seperti manusia, serta
memiliki kekayaan sendiri, dapat
digugat atau menggugat di depan hakim

16
Kesimpulan :
Korporasi adalah merupakan badan hukum.
Badan hukum dianggap subjek hukum hal
tersebut dikarenakan dianggap sebagai
orang yang dapat menjalankan segala
tindakan hukum dengan segala resiko
yang timbul, sehingga badan hukum
tersebut dapat menuntut sebagai subjek
hukum maupun dituntut oleh subjek hukum
lainnya di muka pengadilan.

17
Korporasi sebagai subjek Hukum Pidana
Satjipto Raharjo : penempatan korporasi sebagai
subjek hukum pidana tidak lepas dari modernisasi
sosial.
Semakin modern masyarakat, semakin komplek sistem
sosial, ekonomi dan politik, yang terdapat di
situ, maka kebutuhan akan sistem pengendalian
kehidupan yang formal akan menjadi semakin besar
pula. Tanda-tanda adanya modernisasi tersebut
antara lain perlunya terutama yang menyangkut
kehidupan ekonomi menempatkan korporasi sebagai
subjek hukum pidana untuk menanggulangi dampak
negatif yang ditimbulkan oleh adanya korporasi.

18
AZ Abidin, mendukung ditempatkannya koroporasi
sebagai subjek hukum pidana :Pembuat delik yang
merupakan korporasi itu oleh Roling dimasukkan
functionale daderschaap,oleh karena korporasi
dalam dunia modernmempunyai peranan penting dalam
kehidupan ekonomi yang mempunyai banyak fungsi,
pemberi kerja, produsen, penentu harga, pemakai
devisa, dan lain-lain.

19
Dalam Hukum Positif di berbagai Negara
Di Belanda, korporasi tercantum dalam Pasal 15 ayat
(1) Wet Economic Delicten 1950.
Di Amerika Serikat,korporasi dipandang sebagai
realitas sekumpulan manusia yang diberikan hak sebagai
unit hukum, yang diberikan pribadi hukum untuk tujuan
tertentu. Tujuan pemidanaan korporasi ialah to deter
the corporation from permiting wrongful acts. Baru
pada tahun 1909 di Amerika menempatkan korporasi dapat
dipertanggungjawabkan dalam hukum pidana, yaitu
putusan Supreme Courts dalam kasus New York Central
and Hudson Riwer R.R.v United State.9Prof Dr.Muladi,
SH; Prof Dr.Dwidja Priyatno, SH.,MH,
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Kencana, 2012,
hlm.46).

20
Korporasi sebagai Subjek Hukum Pidana di Indonesia

Korporasi sebagai subjek hukum pidana sudah mulai


dikenal sejak tahun 1951, yaitu terdapat dalam undang-
undang Penimbunan Barang dan mulai dikenal secara luas
dalam Pasal 15 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 7
Tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi, juga
ditemukan dalam Pasal 17 ayat (1) Undang-undang Nomor
11 PNPS Tahun 1963 tentang Tindak Pidana Subversi,
Pasal 49 Undang-undang Nomor 9 Tahun 1976, Undang-
Undang tentang Tindak Pidana Narkotika, Undang-Undang
Psikotropika, Undang-undang Tindak Pidana Korupsi,
Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, Undang-
Undang Lingkungan Hidup.

21
PERBUATAN JAHAT/KEJAHATAN

Menurut kitab suci.


Pengertian kejahatan, seolah-olah
tidak bertepi dan terbatas
Kejahatan dpt dilihat dari : adat
istiadat, norma-norma, agama, hukum
tertulis maupun tidak tertulis.

08/09/17 22
Soemarno :

Crime adalah suatu gejala


masyarakat yang nyata seperti
hukum. Apabila ada hukum, tentu ada
pelanggaran-pelanggaran peraturan
itu yaitu crime.

08/09/17 23
Paul Moedikdo Moeliono :
Kejahatan adalah perbuatan
pelanggaran norma hukum yang
ditafsirkan atau patut ditafsirkan
masyarakat sebagai perbuatan yang
merugikan, menjengkelkan sehingga tak
boleh dibiarkan (negara bertindak).

08/09/17 24
Kesimpulan Soedjono D :
Penafsiran masyarakat terhadap kejahatan
bersifat subjektif, dalam arti
penafsirannya thd kejahatan dipengaruhi
oleh waktu dan tempat dimana masyarakat tsb
hidup.
Melarikan calon penganten atau kawin lari
selama kedua mempelai suka sama suka, tidak
merupakan suatu kejahatan dalam masyarakat
Bali, Lampung & Palembang.

08/09/17 25
Jenis Perbuatan Kejahatan :

Kejahatan pertama kali ialah


kejahatan terhadap Tuhan, dan kalu
dipandang dari sudut duniawi
merupakan kejahatan terhadap harta
benda, menyusul kejahatan thd sesama
manusia.

08/09/17 26
Jenis-jenis kejahatan menurut
Marshall B Clinard & Richard
Quinney :
1. Kejahatan thd seseorang
2. Kejahatan thd harta benda
3. Kejahatan yang berhubungan dgn jabatan
4. Kejahatan politik
5. Kejahatan umum : kejahatan yang ringan
tanpa korban jiwa.
6. Kejahatan Biasa
7. Kejahatan yang terorganisasi
8. Kejahatan yang menjadi mata pencarian

08/09/17 27
Jenis Kejahatan dalam KUHP
1. Kejahatan Politik. 13. Pencurian.
2. Kejahatan thd Kep Negara 14. Perampokan
3. Kejahatan thd ketertiban 15. Memeras/mengancam
4. Pembakaran 16. Penggelapan
5. Penyuapan 17. Merusak barang
6. Kejahatan mata uang 18. Kejahatan dlm jabatan
7. Pemalsuan meterai 19. Penadahan
8. Kejahatan Kesusilaan 20. lain-lain kejahatan
9. Perjudian 21. Kejahatan ekonomi.
10. Penculikan
11. Pembunuhan
12. Penganiayaan

08/09/17 28