Anda di halaman 1dari 27

PENGGUNAAN POLIMER

PADA BAHAN KONSTRUKSI

MUHAMMAD IRFAN NURDIN (141144020)


141144020
2 - TPPG
KONSEP DASAR POLIMER
Polimer merupakan senyawa kimia yang
mempunyai massa molekul sangat tinggi
dan tersusun dari unit ulangan sederhana
yang tergabung melalui proses
polimerisasi
KONSEP DASAR POLIMER
Klasifikasi polimer salah satunya
berdasarkan ketahanan terhadap panas
(termal). Klasifikasi polimer ini dibedakan
menjadi dua, yaitu polimer termoplastik
dan polimer termoseting.
KONSEP DASAR POLIMER
1. TERMOPLASTIK
Polimer termoplastik adalah polimer yang
mempunyai sifat tidak tahan terhadap panas. Jika
polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi
lunak dan didinginkan akan mengeras. Proses
tersebut dapat terjadi berulang kali, sehingga
dapat dibentuk ulang dalam berbagai bentuk
melalui cetakan yang berbeda untuk
mendapatkan produk polimer yang baru.
KONSEP DASAR POLIMER
2. TERMOSET
Polimer termoseting adalah polimer yang
mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jika
polimer ini dipanaskan, maka tidak dapat
meleleh. Sehingga tidak dapat dibentuk ulang
kembali. Susunan polimer ini bersifat permanen
pada bentuk cetak pertama kali (pada saat
pembuatan). Bila polimer ini rusak/pecah, maka
tidak dapat disambung atau diperbaiki lagi.
PENGGUNAAN POLIMER PADA
BAHAN KONSTRUKSI
1. BETON POLIMER
Polimer mempunyai daya rekat (adhesive) yang
tinggi. Oleh karena itu mulai digunakan dalam rekayasa
sipil. Kemampuan polimer sebagai polimer perekat ini
merupakan dasar dari penggunaan polimer sebagai
matriks dalam beton yang dapat menggantikan fungsi
semen, atau sebagai mortar yang dapat dikembangkan
untuk bahan perbaikan struktur beton.
1.1 Beton Polimer Semen (Polymer
Cement Concrete, PCC)

Pada pembuatan beton polimer semen ini,


monomer bersama-sama dengan semen
berfungsi sebagai matriks pengikat dalam
campuran beton
1.2 Polimer Impregnated Concrete (
PIC )

Pembuatan polymer impregnated concrete


bertujuan untuk menghaslkan beton dengan
porositas yang rendah. Beton yang digunakan
untuk polymer impregnated concrete, tidak
memerlukan kriteria campuran yang khusus.
1.3 Beton Polimer ( Polymer, PC)

Polymer concrete merupakan jenis beton


polimer yang paling berbeda dengan jenis lainnya.
Pembuatan beton polimer ini tidak menggunakan
semen Portland, walaupun semen Portland sudah
biasa digunakan sebagai agregat ataupun sebagai
filler pada pembuatan beton biasa
2. PVC ( POLIVINIL KLORIDA)
Polivinil klorida (IUPAC: Poli(kloroetanadiol)),
biasa disingkat PVC, adalah polimer termoplastik
urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di
dunia, setelah polietilena dan polipropilena. Di
seluruh dunia, lebih dari 50% PVC yang diproduksi
dipakai dalam konstruksi. Sebagai bahan bangunan,
PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah
dirangkai. PVC bisa dibuat lebih elastis dan
fleksibel dengan menambahkan plasticizer,
umumnya ftalat. PVC yang fleksibel umumnya
dipakai sebagai bahan pakaian, perpipaan, atap, dan
insulasi kabel listrik.
2. PVC ( POLIVINIL KLORIDA)
1. PIPA PLASTIK

Pipa plastic adalah salah satu contoh


dari PVC yang digunakan dalam bidang konstruksi
yang fungsinya sebagai pengalir air dalam bangunan
2. PVC ( POLIVINIL KLORIDA)
2. GENTENG PLASTIK

Genteng plastic juga merupakan aplikasi


dari PVC yang sekarang mulai digunakan
dalam dunia konstruksi
2. PVC ( POLIVINIL KLORIDA)
3. UPVC (JENDELA PLASTIK)

UPVC atau jendela plastik sekarang


menjadi bahan utama untuk jendela
jendela pada bangunan bangunan yang
rawan terhadap benturan karena UPVC
ini memiliki kekuatan yang lebih baik
dari kaca dan keelastisan yang baik
3. POLISTIRENA
Polystyrene ( IUPAC Poly (1-
phenylethane-1 ,2-diyl)), disingkat
berikut ISO Standard PS, adalah
sebuah aromatik polimer yang dibuat
dariaromatik monomerstyrene,
cairan hidrokarbon yang secara komersial
diproduksi dari minyak bumi oleh
di industri kimia . Polistirena adalah salah
satu dari banyak digunakan sebagian besar
jenis plastik .
3. POLISTIRENA
3. POLISTIRENA
1. EPS ( EXPANDED POLYSTYRENE)
Dalam bisnis konstruksi, lembaran-lembaran dan
papan-papan EPS digunakan untuk insulasi panas dan
suara di dinding, atap dan di lantai, sementara manik-
manik kendur digunakan sebagai sekumpulan bahan di
beton ringan, gips, dan rendering. Penggunaan-
penggunaan lainnya mencakup sistem-sistem pemanas
lantai bawah, papan-papan drainase, bekisting
permanen, fondasi dan sistem-sistem dinding
prafabrikasi.
Karena sisa-sisa EPS tidak terpengaruh oleh
mikro-organisme yang ada di dalam tanah, EPS sangat
ideal untuk insulasi geotermis di bawah jalanan, di
sekitar fondasi dan di tanggul-tanggul di mana EPS itu
mencegah keretakan tanah akibat beku.
3. POLISTIRENA
1. EPS ( EXPANDED POLYSTYRENE)
3. POLISTIRENA
1. INSULATOR ( KANEL LISTRIK)
Insulator adalah materi yang dapat
mencegah penghantaran panas,
ataupun muatan listrik. Lawan dari
insulator, adalah konduktor, yaitu materi
yang dapat menghantar panas ataupun
muatan listrik dengan baik. Adapun
contoh-contoh bahan insulator adalah
bahan-bahan non logam, seperti plastik,
ebonit, kertas, tubuh manusia, air, tanah,
dsb.
4. POLIBUTADIENA
1. BANTALAN KERETA API

Bantalan kereta api


menggunakan Polibutadiena
karena memiliki kekuatan tekan
yang sangat tinggi dan memilik
elastisitas yang cukup baik
4. POLIBUTADIENA
2. KARET ELASTOMER JEMBATAN

Karet Penyambung dalam jembatan


pun memerlukan bahan yang tahan
terhadap tekan yang tinggi dan
elastisitas yang baik, oleh karena itu
Polibutadiena juga cocok sebagai
karet elastomer jembatan
5. LEM BETON

Fungsi :
a. Penyambung beton lama dan baru.
b. Campuran untuk plasteran / mortar
dengan daya rekat yang tinggi.
c. Merekat permukaan beton / semen
dengan mortar.
6. ASPAL POLIMER
Aspal polimer adalah suatu material yang
dihasilkan dari modifikasi antara polimer alam
atau polimer sintetis dengan aspal. Modifikasi aspal
polimer (atau biasa disingkat dengan PMA) telah
dikembangkan selama beberapa dekade terakhir.
Umumnya dengan sedikit penambahan bahan
polimer (biasanyasekitar 2-6%) sudah dapat
meningkatkan hasil ketahanan yang lebih baik
terhadap deformasi, mengatasi keretakan-
keretakan dan meningkatkan ketahanan yang tinggi
dari kerusakan akibat umur sehingga dihasilkan
pembangunan jalan lebih tahan lama serta dapat
mengurangi biaya perawatan atau perbaikan jala
7. MELAMIN
Melamin merupakan polimer termoplas yang
dapat diperoleh melalui polimerisasi fenol- atau
melamin- formaldehida.
Fenol dan melamin merupakan senyawa yang
berbeda struktur, tetapi memperlihatkan beberapa
kesamaan pada sifat-sifat kimiawinya yaitu
berkaitan dalam hal bereaksi dengan formaldehida
baik dalam hal pemrosesan maupun aplikasi
polimer-polimer yang terbentuk. Formaldehida
merupakan bahan pengawet yang bersifat
karsigenik, akan tetapi sifat toxic tersebut akan
hilang karena telah menjadi satu senyawa, yaitu
melamin.
8. MELAMIN
1. BAHAN BANGUNAN DARI MELAMIN
8. MELAMIN
1. CAT MELAMIN
PENUTUP
TERIMA KASIH,SEMOGA PRESENTASI
YANG SAYA SAMPAIKAN
BERMANFAAT