Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

ULKUS MOLE
Muchamad Melvin Nur
Perceptor:
dr. Mahdar Johan., Sp.KK.

Departemen Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin


Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah jakarta
RSUD R. Syamsudin, SH.
Sukabumi
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. ED
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 27 tahun
Alamat : Kp. Cibuntu RT 016/006
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Tanggal Pemeriksaan : 9 Mei 2017
Anamnesis
Keluhan Utama :
Luka seperti sariawan di kelamin sejak 4 hari SMRS
Keluhan tambahan :
Pasien mengeluhkan luka semakin membesar
Pasien merasakan panas dan nyeri pada luka di kemaluannya
Riwayat Perjalanan Penyakit

Pasien mulai
mengeluh ada Dari benjolan tersebut
benjolan yang Benjolan dirasa keluar darah dan
kemerahan di bertambah besar, nanah, pasien merasa
kemaluannya memerah seperti nyeri dan panas pada
berjumlah empat sariawan. kemaluannya
7 hari
SMRS 4 hari
SMRS HMRS
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat penyakit dahulu disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga

Suami pasien mengalami keluhan yang sama tetapi tidak separah pasien

Riwayat Pengobatan

Pasien belum pernah berobat untuk keluhan seperti ini sebelumnya

Riwayat Alergi

Pasien mengaku tidak memiliki alergi baik obat, makanan, maupun perubahan
cuaca.

Riwayat Sosial

suami pasien bekerja sebagai sopir bus


Pasien menyangkal mempunyai multiple sex partner
pasien sering memakai celana ketat dan tidak memakai tisu saat membersihkan
alat kelaminnya
Pemeriksaan Generalis
Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang

Kesadaran : Compos Mentis

Laju nadi : 84 x/menit

Laju napas : 20 x/menit

Suhu : 36.7oC

BB : 48 kg

TB : 155 cm

IMT : 19,98 kg/m2


Status venereologis
Inguinal region : KGB tidak terdapat pembesaran.
Pubis : kutu (-), telur kutu (-).
Labia mayor : eritema, ulkus.
Labia minor : eritema, ulkus.
Orifisium vagina : fluor albus berwarna keabuan dan
berbusa
Vulva : eritem, ulkus.
Urethra : dalam batas normal.
Pemeriksaan Dermatologis
Distribusi : regional Sifat UKK
Penyebaran : Sirkumskripta Warna: Eritematous
Regio/Letak Lesi : Ukuran: 1mm-2cm
Vulva vagina Tepi: tegas
Efloresensi: Nyeri tekan: sangat nyeri
Primer : papul (awal gejala) Susunan/bentuk : anular
Sekunder : ulkus Jumlah : multiple
Pemeriksaan Anjuran
Pewarnaan gram.
Kultur
Polymerase Chain Reaction (PRC)
Resume
Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Syamsudin, SH
dengan keluhan terdapat luka seperti sariawan pada daerah kelamin sejak 4
hari SMRS. awalnya terlihat benjolan kecil oleh suami pasien ketika hendak
melakukan hubungan suami istri 7 hari yang lalu. Benjolan kecil dan
kemerahan berjumlah empat dan ukurannya tidak terlalu besar, kemudian
benjolan dirasa bertambah besar, memerah seperti sariawan, dan dari luka
tersebut keluar darah dan nanah serta pasien merasa nyeri dan panas pada
kemaluannya sejak 4 hari SMRS.
Dari hasil pemeriksaan fisik, status generalis pasien didapatkan
kesadaran compos mentis dan keadaan umum tampak sakit ringan. Pada
pemeriksaan genitalia ditemukan adanya fluor albus yang berwarna keabuan
dan berbusa, pada pemeriksaan dermatologis pada daerah vagina didapatkan
ulkus multipel dengan diameter bervariasi antara 5-10 mm, tepi ulkus
sedikit menggaung, dasar kotor, mudah berdarah, kulit disekitar ulkus tampak
mengalami peradangan yang jika dilakukan perabaan akan terasa lunak dan
sangat nyeri, tampak gambaran kissing ulcer.
Diagnosis Banding
Ulkus Mole
Ulkus Durum (sifilis stadium I)
Herpes Genitalis
Dermatitis Kontak Dermatitis Kontak
Miliaria rubra Eritroderma
Alergi Iritan
Gambaran Bercak Papul merah Batas tegas, Eritem dan
lesi eritematos atau papul eritema, dema, skuama
berbatas jelas vesikular vesikel, bula, generalisata
kemudian diikuti ekstrafolikular trauma kimia
edema,
papulovesikel,
vesikel atau bula
Kronis kulit
kering,
berskuama,
papul, dan
likenifikasi
Distribusi Generalis kecuali Bagian yang Tangan dan lengan Universal
kepala, telapak tertutup bawah
tangan dan telapak
kaki

Onset Tiba-tiba, 1-2 hari Reaksi berlangsung Tiba-tiba, beberapa jam Segera hingga
pada individu yang segera hingga 5 hari setelah beberapa bulan
tersensitisasi terpajan
Ulkus Mole Ulkus Durum Herpes genital

Gamba Ulkus multipel, dangkal, tidak Papul lentikular yang Eritematosa, vesikel
ran lesi terdapat indurasi, sangat nyeri. permukaannya bergerombol, ulserasi
Bagian tepi bergaung, rapuh, tidak menjadi erosi multipel, erosi, lesi
rata, kulit atau mukosa sekeliling kemudian menjadi dengan krusta
ulkus eritematosa. Dasar ulkus ulkus. Ulkus tersebut tergantung pada
dilapisi oleh eksudat nekrotik kuning bulat, solitar, indolen, tingkat infeksinya
keabu-abuan dan mudah berdarah teraba indurasi.
jika lapisan tersebut diangkat.
Ditribu Regional di daerah genital. Dapat Di bagian genital Di sekitar vagina,
si menyebar ke perineum, anus, eksterna. Pada pria penis, atau di daerah
skrotum, tungkai atas, atau paling sering di sulkus anus, skrotum,
abdomen bagian bawah. Ulkus koronarius. Lidah, bokong, atau paha.
dapat terjadi di dalam uretra. tonsil dan anus.

Onset 3-7 hari jarang sampai 14 hari. Masa tunasnya bisa 2- Luka muncul 4-7 hari
4 minggu setelah infeksi
Diagnosis Kerja
Ulkus Mole
Penatalaksanaan
Non farmakologi:
- Pasien dianjurkan untuk menjaga higienitas, terutama daerah kelamin dengan mengganti
dengan pakaian bersih dan kering agar tidak semakin lembab serta meminimalisir resiko
infeksi sekunder

- Menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan karena infeksi virus yang ditularkan secara
seksual dan menyarankan pasien untuk tidak melakukan seks bebas

- Menyarankan pasangan pasien untuk memeriksakan diri


Penatalaksanaan
Farmakologis:
Sistemik pilihan:

- Ciprofloxacin 2 x 500 mg/hari/p.o, selama 3 hari

- Eritromicin 4 x 500 mg/hari/p.o, selama 7 hari

- Azitromicin 1 gram p.o, dosis tunggal

- Ceftriaxone 250 mg inj im, dosis tunggal


Topikal:

Kompres dengan larutan salin atau yodium povidon dengan kasa 2-3x
sehari, selama 15 menit.
Prognosis
Quo ad Vitam : ad bonam
Quo ad Functionam : ad bonam
Quo ad Sanationam : ad bonam
ANALISIS KASUS
TEORI KASUS
Epidemiologi Perempuan : laki-laki (1:3) Perempuan
Transmisi penularan Ditularkan melalui hubungan seksual dan higiene yang Suami pasien mempunyai keluhan yang sama
kurang baik

Gejala Masa inkubasi 3-7 hari, jarang sampai 14 hari. gejala awal mulai muncul 7 hari SMRS
Tanpa gejala prodormal lesi muncul begitu saja tanpa ada gejala
Diawali dengan papul inflamasi yang cepat keluhan memberat menjadi berdarah dan terdapat nanah
berkembang menjadi ulkus dalam 1-2 hari pada lesi

Lokasi Menginfeksi kulit genitalia dan sekitarnya, permukaan vulva vagina


predileksi mukosa, serta kelenjar getah bening dan sekitarnya

Karakteristik Efloresensi Pada pemeriksaan didapatkan ulkus multipel dengan


Lesi Primer : papul (awal gejala) diameter bervariasi antara 5-10 mm, tepi ulkus sedikit
Sekunder : ulkus multipel, kissing ulcer menggaung, dasar kotor, mudah berdarah, kulit disekitar
Sifat UKK ulkus tampak mengalami peradangan yang jika
Warna: eritematous dilakukan perabaan akan terasa lunak dan sangat nyeri,
Ukuran: 1mm-2cm tampak gambaran kissing ulcer, fluor albus berwarna
Batas: tegas keabuan
Nyeri tekan: sangat nyeri
Susunan/bentuk : anular
Penyebarandanlokalisasi :
Regional

Pemeriksaan Pewarnaan gram Tidak dilakukan pemeriksaan


penunjang Kultur
Daftar Pustaka
Daili SF, Makes WIB, Zubier F. Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia; 2014.
Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual 2011. Kementeri Kesehat RI Dir
Jenderal Pengendali Penyakit Dan Penyehatan Lingkung. 2011;
Burns T, Breathnach S, Cox N, Griffith C. Rooks Textbook of Dermatology. 8th ed. New
Jersey: Wiley-Blackwell; 2010.
Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ. Fitzpatricks Dermatology
in General Medicine. 7th ed. New York, NY: McGraw Hill Medical; 2008.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatricks Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 6th ed.
United States: McGraw Hill Education; 2009.
Sonnex DNL, Keirs T. UK National Guidelines on the Management of Anogenital Warts 2015.
[cited 2017 May 14]; Available from: https://www.bashhguidelines.org/media/1075/uk-
national-guideline-on-warts-2015-final.pdf
Lacey CJN, Woodhall SC, Wikstrom A, Ross J. 2012 European guideline for the management of
anogenital warts: Management of anogenital warts. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2013
Mar;27(3):e26370.
Menaldi SLS, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 7th ed. Jakarta: Badan
Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.