Anda di halaman 1dari 30

Pembimbing : dr. Ratna Hutapea Sp.

An
Disusun Oleh : Priscilla Charmelita Sikone
Michael P. Tambunan
Bergitha Inawa Galla Manglili

KEPANITERAAN ILMU ANESTESI


PERIODE 24 JULI 26 AGUSTUS 2017
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2017
DEFINISI

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus


Dengue, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan juga dapat
ditularkan oleh nyamuk Aedes albopictus
EPIDEMIOLOGI
Etiologi dan Faktor Risiko

Demam Berdarah Dengue


ditularkan nyamuk Aedes aegypti
dan Ae. Albopictus yang terinfeksi.
Virus dengue termasuk ke dalam
famili Flaviridae dan genus
Flavivirus,yang terdiri dari 4 serotipe
yaitu: Den1, Den2, Den3 dan Den4

Faktor Risiko lain yang turut


mempengaruhi angka kejadian
Demam Berdarah Dengue,
adalah:
1. Kepadatan Penduduk
2. Lingkungan tempat tinggal
3. Pendidikan yang rendah
4. Kemiskinan
5. Pengelolaan Limbah
PATOGENESIS
MANIFESTASI KLINIS

Fase
Fase Demam Fase Kritis
Penyembuhan
Demam tinggi Terjadi KU membaik
mendadak penurunan suhu Nafsu Makan
40C 37.5-38C kembali
Eritema kulit Penurunan Gejala
Myalgia Jumlah platelet Gastrointestinal
Arthralgia Peningkatan membaik
Nyeri retro Hematokrit Status
orbital hemodinamik
Fotofobia stabil
Sakit kepala
Mual,muntah
DD/DBD Derajat Tanda dan Gejala Laboratorium

DD Demam disertai minimal 2 gejala : Leukopenia


Nyeri Kepala Trombositopenia
Nyeri Retro-orbital Peningkatan Hematokrit 5%-
Nyeri Otot 10%
Nyeri Sendi/Tulang Tidak ada bukti kebocoran
Ruam Kulit Makulopapular plasma plasma
Manifestasi Perdarahan
Tidak ada tanda perembesan plasma
DBD I Gejala diatas dan Uji Bendung (+) Trombositopenia
Peningkatan hematokrit
20%
DBD II Seperti gejala diatas ditambah perdarahan Trombositopenia
spontan Peningkatan hematokrit
20%
DBD* III Seperti derajat I atau II ditambah kegagalan Trombositopenia
sirkulasi ( nadi lemah, tekanan nadi 20mmHg, Peningkatan hematokrit
hipotensi, gelisah, akral dingin ) 20%
Bukti ada kebocoran plasma
DBD* IV Syok hebat dengan TD dan nadi yang tidak Trombositopenia
terdeteksi Peningkatan hematokrit
20%
Bukti ada kebocoran plasma
Diagnosis Infeksi Dengue:
Gejala Klinis + Trombositopenia+Hemokonsentrasi,
dikonfirmasi dengan deteksi NS-1 dan atau uji
serologi anti dengue positif
Pemeriksaan Penunjang

NS1 H2TL

Uji Serologi
Protein/Albumin
IgM/IgG
Tatalaksana pada Anak
Prinsip umum terapi dengue ialah sebagai berikut:
Pemberian cairan kristaloid isotonik selama periode kritis, kecuali pada bayi usia
< 6 bulan yang disarankan menggunakan NaCl 0,45%
Penggunaan cairan koloid hiperonkotik, dapat dipertimbangkan pada pasien
dengan kebocoran plasma yang berat, dan tidak ada perbaikan yang
adekuat setelah pemberian kristaloid
Jumlah cairan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan rumatan
(maintenence) ditambah 5% untuk dehidrasi.
Durasi pemeberian terapi cairan intravena tidak boleh melebihi 24-48 jam pada
kasus syok. Pada kasus tanpa syok, durasi terapi tidak lebih dari 60 72 jam;
Pada pasien obesitas, perhitungan volume cairan sebaiknya menggunakan
berat badan ideal.
Pemberian cairan selalu disesuaikan dengan kondisi klinis.
Pemberian transfusi trombosit tidak direkomendasikan pada anak.
Laju Pemebrian Infus pada Anak(WHO 2011)

Laju pada Anak Laju pada Dewasa


(mL/KgBB/jam) (ml/jam)

Setengah rumatan 1,5 40-50


Rumatan 3 80-100
Rumatan + defisit 5% 5 80-100
Rumatan + defisit 7% 7 120-150
Rumatan + defisit 10% 10 300-500
Tersangka DBD
DBD derajat I dan II
DBD Derajat II dengan peningkatan Ht
DBD Derajat III dan IV
Treatment of Dengue Haemorrhagic Fever

Fluids
Rest
Antipyretics (avoid aspirin and non-steroidal anti-
inflammatory drugs)
Monitor blood pressure, hematocrit, platelet count, level of
consciousness
Tatalaksana DBD pada
Dewasa
Protokol 1
Penanganan Tersangka ( Probable ) DD/DBD dewasa tanpa syok

Protokol 2
Pemberian cairan pada tersangka DBD dewasa di ruang rawat

Protokol 3
Penatalaksanaan DBD dengan peningkatan Ht > 20 %

Protokol 4
Penatalaksanaan Perdarahan Spontan pada DBD dewasa

Protokol 5
Tatalaksana sindroma syok Dengue pada dewasa
Protokol 1.
Penanganan Tersangka
( Probable )
DD / DBD Dewasa tanpa syok
Keluhan DBD
(Kriteria WHO 1997)

Hb, Ht Normal Hb, Ht normal Hb, Ht meningkat


Tromb > Trombo < Trombo N / turun
100.000/mm 100.000

Observasi
Rawat jalan Rawat Inap
Periksa Hb, Ht dan (Protokol 2)
leuko, tromb/24 jam
Protokol 2.
Pemberian cairan pada tersangka DBD dewasa di ruang rawat

Suspek DBD
Perdarahan Spontan dan Masif (-)
Syok (-)

Hb,Ht (n) Hb,Ht 10-20% Hb,Ht > 20%


Tromb. <100.000 Tromb. <100.000 Tromb.<100.000

Infus Kristaloid Infus Kristaloid


Hb,Ht,Tromb. Hb,Ht,Tromb. Protokol 3
tiap 24 jam tiap 12 jam
Volume cairan kristaloid per hari yang diperlukan:

1500 + 20 X ( BB dalam kg 20 )

Contoh :

BB 50 kg : 1500 + 20 X ( 50 20)
= 1500 + (20 x 30)
= 1500 + 600
= 2100 ml

(Pan American Health Organization: Dengue and Dengue


Hemorrhagic Fever: Guidelines for Prevention and Control. PAHO:
Washington,D.C,1994:67).
5 % defisit cairan

Kristaloid 6 7 ml/kg/jam

3-4 jam
PERBAIKAN TIDAK MEMBAIK
3 jam
Kristaloid 5 ml/kg/jam Kristaloid 10 ml/kg/jam
2 jam
PERBAIKAN PERBAIKAN TIDAK MEMBAIK

Kristaloid 3 ml/kg/jam Kristaloid 15 ml/kg/jam

PERBAIKAN
MEMBURUK SYOK
24-48 jam

STOP CAIRAN PERBAIKAN PROTOKOL 4 / 5


Protokol 4.
Penatalaksanaan Perdarahan Spontan pada DBD dewasa

KASUS DBD :
Perdarahan Spontan dan Masif : - Epistaksis tidak terkendali
- Hematemesis melena
Syok (-) - Perdarahan otak

Hb, Ht, Trombo, Leuko, Pemeriksaan KID +:


Hemostasis (KID) HEPARINISASI
Golongan darah, uji cocok serasi
5000 10.000 / 24J

Transfusi komponen darah :


* PRC (Hb<10 g %)
* FFP (APTT > 1,5 X normal )
* TC (Tromb.<100.000)
* Pemantauan Hb, Ht, Tromb. Tiap 4-6 jam
* Ulang pemeriksaan hemostasis 24 jam kemudian
Protokol 5.
Tatalaksana Syok pasien Dewasa

AIRWAY
BRAETHING : O2 2 4 l/menit
PERBURUKAN
CIRCULATION : 10 20 ml/kgBB

PERBAIKAN 20 30 MENIT TETAP SYOK

Inotropik , Vasoaktif Kristaloid 20-30 ml/kgBB


20-30 menit
Koreksi : As/Bs, Electr,Glikemia,
Anemia, KID, Infeksi Sekunder TETAP SYOK

KRISTALOID TETAP SYOK


Ht k Ht k
Hipovolemik Normovolemik
Koloid 10-20 ml/kg/BB Transfusi PRC
Pasang CVP tetes cepat 10-15 menit 10 ml/kgBB

TETAP Koloid hingga


TETAP SYOK
SYOK maksimal 30 ml/kgBB
Protokol 5. Tatalaksana Syok pasien Dewasa
AIRWAY
BREATHING : O2 1 4 l/menit
CIRCULATION : 10 20 ml/kgBB TETAP SYOK

Kristaloid 20 30 MNT
7 ml/kg/jam dalam 1 PERBAIKAN
jam

PERBAIKAN PERBURUKAN

Kristaloid
5 ml/kg/jam dalam 1
jam

PERBAIKAN

Kristaloid
3 ml/kg/jam dalam 1 STABIL 24 48 JAM
jam
Protokol pemberian zat inotropik / zat vasoaktif
Dopamin
5 mg/kg/mnt dititrasikan sampai 10 mg/kg/mnt
Sasaran : MAP > 60 mmHg.

Gagal

Dobutamin 5 mg/kg/mnt + Norepinefrin 0,05 0,1 mg/kg/mnt

10 mg/kg/mnt 1 mg/kg/mnt

Epinefrin 0,1 mg/kg/mnt


Dititrasikan setiap 0,1 mg/kg/mnt
GAGAL ?

Max 2 mg/kg/mnt
Indikasi masuk ICU :

Syok yang tidak dapat teratasi maksimal 2 jam

Syok berulang

Syok dengan perdarahan hebat

Syok dengan penyulit seperti : kegagalan pernafasan,

ensefalopati, gagal jantung, dll.


Kriteria Pemulangan pasien DBD

1. Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik


2. Nafsu makan membaik
3. Klinis tampak perbaikan
4. Hematokrit stabil
5. Tiga hari setelah renjatan teratasi
6. Jumlah trombosit > 50.000
7. Tidak dijumpai distres pernafasan