Anda di halaman 1dari 29

PENGARUH AKTIVITAS DAN OLAHRAGA TERHADAP

KEJADIAN KEKAMBUHAN URTIKARIA DITINJAU


DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Disusun Oleh :
ANNISA DIENDA AMANDA P.S
110.2010.028

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2016
Bagaimana hubungan
terjadinya kekambuhan
urtikaria yang disebabkan
oleh olahraga?

Apa pengobatan yang tepat


terhadap kekambuhan
Permasalahan urtikaria yang disebabkan
oleh olahraga?

Bagaimana pengaruh
aktivitas dan olahraga
terhadap kejadian
kekambuhan urtikaria
ditinjau dari kedokteran
dan islam?
Urtikaria

Reaksi vaskular di kulit akibat bermacam-macam


sebab, biasanya ditandai dengan edema setempat
yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan,
berwarna pucat dan kemerahan, meninggi di
permukaan kulit, sekitarnya dapat dikelilingi halo
Spanyol perempuan 0.48% >
laki-laki 0.12%

Mengenai semua ras

Berdasarkan usia menunjukkan bahwa urtikaria akut paling sering terjadi pada anak dan
dewasa muda, sedangkan CIU lebih sering terjadi pada dewasa dan wanita setengah baya
Pada penyelidikan ternyata hampir 80%

tidak diketahui penyebabnya.


Anatomi

Gambar 2. Anatomi Kulit.


Penyebab
Urtikaria
Klasifikasi
Klasifikasi urtikaria, berdasarkan
lamanya serangan berlangsung:

Urtikaria Akut :
Berlangsung <6 minggu / selama 4 minggu timbul setiap
hari.

Urtikaria kronik
Berlangsung > 6 minggu berlangsung 4-36 jam
Urtikaria berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi:
Reaksi imunologi:
Autoimun
Reaksi tipe IV/urtikaria kontak
Reaksi kompleks imun

Reaksi non imunologi


Urtikaria fisik
Dermographism Urticaria
Solar Urticaria
Cold Urticaria
Vibratory Urticaria
Cholinergic Urticaria

Urtikaria akibat terapi obat

Idiopatik
Urtikaria Fisik salah satunya terdiri dari
urtikaria kolinergik penyebab urtikaria non
imunologi

Mekanisme kerjanya

Disebabkan karena faktor fisik yang dapat


menjadi pemicu pelepasan histamin dari sel mast
Frekuensi UK sekitar 11.2% pada dewasa muda
(16-35 tahun).

Urtikaria kolinergik dapat muncul dengan


berolahraga, mandi, meningkatkan suhu tubuh,
dan emosional.
Pengaruh Aktivitas dan Olahraga Terhadap
Kejadian Kekambuhan Urtikaria

Olahraga merupakan kata kerja yang diartikan gerak badan agar sehat yang
bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera jasmani dan sejahtera
rohani).

Manfaat olahraga:
Memperlancar sirkulasi darah
Memperkuat otot
Meningkatkan kekebalan tubuh
Menjaga keseimbangan dan koordinasi otot
Membakar kalori untuk mengurangi berat badan yang berlebih

Olahraga berat
Olahraga ringan
Olahraga sedang sekali
Menembak Olahraga berat
Bulutangkis Balap
Golf Renang
Bola basket sepeda
Bowling Tinju
Hockey Angkat besi
Memanah. Gulat
Soft ball Marathon
Olahraga dapat menjadi pencetus terjadinya kolinergik urtikaria.

Olahraga sedang seperti jogging, bersepeda, senam, sepak bola, bola


basket dan bulu tangkis adalah olahraga yang banyak mengeluarkan
keringat sehingga dapat menjadi pencetus urtikaria kolinergik.

Aktivitas seperti pekerjaan rumah tangga, dan menari juga dapat


menyebabkan gatal-gatal dan erupsi.

Kolinergik urtikaria ditandai dengan bercak yang berukuran kecil


yang sangat gatal dan biasanya dipicu oleh stimuli fisik.
Patogenesis CU (Cholinergic Urticaria) telah difokuskan pada
keringat sendiri atas dasar bukti bahwa letusan unik ini terjadi setelah
berkeringat.

Oklusi duktal pada


acrosyringium yang dangkal Kebocoran keringat ke lapisan dermis

Menyebabkan urtikaria kolinergik

Peningkatan histamin juga terlihat setelah dilakukan tes olahraga


pada pasien urtikaria kolinergik
OLAHRAGA Peningkatan suhu tubuh Hipotalamus
(Prngaturan suhu, lapar, haus dan lelah)

Pengeluaran keringat
(Sebagai kompensasi tubuh untuk
menurunkan suhu )

Flush Skin / Kulit


Kemerahan

Rasa sangat Gatal Memicu


Histamin
Ujung-ujung neuron
Bintik-bintik merah Kecil dilepaskan

Rasa sengatan yang Mengeluarkan


menusuk

Degranulasi
sel mast Asetilkolin
(pada jaringan sekitar kulit)
Menyebabkan

Urtikaria kolinergik dapat muncul dalam beberapa menit setelah munculnya keringat
dan dapat berlangsung selama sekitar satu jam.
Penelitian menyelidiki pelepasan histamin dari basofil pada 17
pasien dengan urtikaria kolinergik dan 10 pasien sehat, yang
` terkontrol setelah diinkubasi dengan keringat autologus.

Dari 17 pasien pasien urtikaria kolinergik dengan


pelepasan basofil 10 (58,8%) menunjukan respon
positif (lebih dari 5% pelepasan histamin) setelah
inkubasi dengan 1/100 keringat autologus urtikaria
kolinergik.

Sedangkan pada 10 pasien yang sehat tidak


mendapatkan hasil positif setelah diberikan
keringat aoutolgus yang diencerkan 1/100.

Nilai keseluruhan presentase pada pelepasan histamin pasien dengan


urtikaria kolinergik secara signifikan > subjek yang sehat.
Diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang
Exercise or sweat test
Misalnya berjalan atau lari pada sebuah treadmill. Pada prosedur tes ini,
dokter dapat mengamati gejala sebelum latihan atau menjadi panas.
Tatalaksana
Urtikaria kolinergik ringan:
Antihistamin
Imunosupresif
Inhibitor leukotriene.

Kombinasi H1 dan H2 antagonis lebih efektif


mencegah kekambuhan rendah.

Sebuah serangan urtikaria dapat dicegah dengan


pendinginan cepat sinar ultraviolet (UV)
URTIKARIA

First-line Therapy Second-line Therapy Third-line Therapy


Edukasi Farmakologi Immunomodulatory
Langkah non-medis
agent
Antidepresan
Kortikosteroid Cyclosporine
Antihistamin
Leukotriene Tacrolimus
Plasmapheresis
receptor
antagonist Obat lain:

Colchicine
Non-farmakologi Dapsone
Hydroxychloroquine
PUVA
Terbutaline

Tabel 1. Alur Penatalaksanaan Urtikaria.


Komplikasi
Bentuk paling parah dari urtikaria kolinergik
dapat mengakibatkan
Angioedema
Asma
Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat mencegah munculnya urtikaria


kolinergik.

Pasien mungkin diminta untuk menahan diri dari melakukan


kegiatan, seperti olahraga, mandi sauna dan stres emosional yang
dapat memicu serangan.
PENGARUH OLAHRAGA TERHADAP KEKAMBUHAN
KEJADIAN URTIKARIA DITINJAU DARI ISLAM

Rasulullah SAW. menganjurkan semua muslim berolahraga


sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan kesegaran jasmani.
Dalam hadits sabda beliau:




Ajarilah anakmu (olahraga) berenang,memanah dan menunggang kuda (HR.ad-
Dailami).
Olahraga memiliki manfaat yang baik untuk tubuh seperti,
meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan stress dan membakar kalori
dalam tubuh, namun disisi lain olahraga dan aktivitas berat juga dapat menjadi
pemicu terjadinya kekambuhan urtikaria kolinergik, sehingga perlu untuk
setiap individu memperhatikan olahraga apa saja dan kegiatan apa yang sesuai,
seperti kesimpulan dari Ibnu Taimiyah di mana beliau pernah berkata,

Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan
tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan
dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan (Ibnu Taimiyah).
Urtikaria merupakan penyakit kulit yang gejalanya terdapat
ruam-ruam merah diseluruh tubuh dan sangat gatal. Penyakit kulit
bukanlah suatu penyakit yang baru ditemukan pada masa modern.

Penyakit ini sudah pernah terjadi pada masa Nabi Ayyub AS.
Pada kisah Nabi Ayyub, Nabi Ayyub AS terkena penyakit kulit.
Penyakit kulit itu menggerogoti seluruh tubuh Nabi Ayyub, bahkan,
tubuh Nabi Ayyub AS dipenuhi bintik merah yang berdarah dan
bernanah, serta ditemukan banyak ulat pada tubuhnya.
Urtikaria dapat diobati dengan obat-obatan, sebagaimana
Rasulullah telah memotivasi manusia untuk bisa melakukan banyak
penelitian guna pengobatan dari segala penyakit fisik dan psikis,
sebagaimana tampak dalam sabdanya:

Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali diturunkan pula


penawarnya. (H.R. Al-Bukhari)
Penyakit kulit seperti urtikaria dapat dicegah dengan menjaga
kebersihan diri, agama dan ajaran Islam menaruh perhatian amat
tinggi pada kebersihan, sebagaimana kebiasaan hidup bersih bagi
umat islam telah diterapkan dalam Al-Quran:

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-


orang yang suci (Q.S. Al-Baqarah, (2): 222)
Olahraga yang mengeluarkan keringat, olahraga sedang jogging,
Pengaruh senam, bersepeda , bulu tangkis, sepak bola dan bola basket. Aktivitas
Olahraga dan seperti membersikan rumah dan menari dapat menyebabkan
peningkatan suhu tubuh.
Aktivitas Berat
Terhadap Sebagai kompensasi hipotalamus menurunkan suhu tubuh keringat,
Kekambuhan merangsang saraf perifer kolinergik asetilkolin sel mast dan
Urtikaria basophil pelepasan histamine gejala bercak berukuran kecil pada
kulit, kemerahan dan rasa yang sangat gatal (khas Urtikaria Kolinergik)

Edukasi kepada pasien seperti menghindari penyebab jika sudah


Pengobatan diketahui penyebabnya.

urtikaria Antihistamin ,Imunosupresin dan Inhibitor leukotriene.

Pandangan Islam
terhadap pengaruh Olahraga diperbolehkan apabila tidak dilakukan secara berlebihan.
olahraga dan
aktivitas berat Islam lebih mengutamakan maslahah dibandingkan dengan mudharat.,
oleh karena itu apabila lebih kearah keburukan lebih baik ditinggalkan
dengan atau memilih olahraga yang tepat bagi setiap individu agar tidak terjadi
kekambuhan kekambuhan urtikaria.
Urtikaria
Janganlah berputus asa. Selalu

Saran
memohon segala sesuatu kepada
Penderita Allah SWT. Selalu berfikir positif &
terbuka. Serta menjalani terapi
dengan teratur.

Melaksanakan tugas semaksimal


mungkin dalam membantu
pasien. Serta tidak lupa
memberikan pesan religi kepada Dokter
pasien selain dari memberikan
terapi.

Memberikan perhatian bagi


Keluarga/ penderita urtikaria &
Masyarakat membantunya agar segera dapat
ditangani dengan ahlinya.
Terimakasih