Anda di halaman 1dari 10

Job Efficiency and Equipment

Availability
Disusun oleh : Marliantoni, S.T
Job Efficiency
Efisiensi kerja adalah perbandingan antara
waktu kerja produktif dengan waktu kerja yang
tersedia, dinyatakan dalam persen (%). Efisiensi
kerja ini akan mempengaruhi kemampuan
produksi dari suatu alat. Faktor manusia, mesin
(alat), keadaan cuaca dan kondisi kerja secara
keseluruhan akan menentukan besarnya
efisiensi kerja.
Efisiensi kerja dapat digunakan untuk
menilai baik tidaknya pelaksanaan suatu
pekerjaan. Dalam waktu kerja tidak semua
waktu kerja yang tersedia dapat digunakan
secara optimal, ada beberapa hambatan yang
sering terjadi dalam bekerja.
Adapun hambatan-hambatan yang terjadi
terdiri dari hambatan-hambatan yang dapat
dihidari dan hambatan yang tidak dapat
dihindari.
Hambatan yang dapat dihindari
Hambatan yang dapat dihindari merupakan hambatan yang terjadi karena
adanya penyimpangan-penyimpangan terhadap waktu kerja yang telah
dijadwalkan termasuk dalam hambatan ini, adalah :
Terlambat memulai bekerja diawal shift
Disebabkan operator terlambat memulai bekerja dari waktu yang telah
ditentukan.
Berhenti bekerja sebelum istirahat.
Disebabkan operator melakukan istirahat sebelum waktu yang telah
ditetapkan.
Terlambat bekerja setelah istirahat.
Disebabkan operator beristirahat melebihi waktu istirahat yang telah
ditetapkan.
Keperluan operator
Disebabkan karena keperluan dari operator sebelum memulai atau pada
saat bekerja.
Cepat berakhir kerja diakhir shift
Terhentinya pekerjaan karena operator berhenti bekerja sebelum waktu
yang telah ditentukan.
Hambatan yang tidak dapat dihindari
Merupakan hambatan yang terjadi pada waktu jam kerja yang menyebabkan
hilangnya waktu kerja, yang termasuk hambatan-hambatan ini, adalah :
Pemeriksaan dan persiapan alat
Waktu yang digunakan untuk pengecekan ringan terhadap kerusakan-
kerusakan kecil serta pemanasan terhadap alat.
Pindah posisi penempatan alat.
Waktu yang digunakan untuk memindahkan alat dari suatu tempat ketempat
lain dalam operasi penambangan.
Mengisi bahan bakar
Pengisian bahan bakar terhadap alat agar alat tersebut siap untuk
dioperasikan.
Kerusakan atau perawatan alat di tempat
Terhentinya kerja alat karena mengalami kerusakan dan harus dilakukan
perbaikan.
Perbaikan front penambangan
Perbaikan front penambangan oleh alat, dikarenakan front penambangan
berubah.
Hujan
Terhentinya kerja alat karena hujan.
Pengeringan jalan setelah Hujan
Terhentinya kerja alat karena menunggu jalan kering setelah terjadi hujan.
Waktu kerja efektif adalah waktu kerja yang benar benar
digunakan oleh operator bersama alat untuk operasi produksi.
Waktu kerja efektif berpengaruh terhadap efisiensi kerja.
Waktu kerja efektif dapat dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut :

We= Wt ( Wtd + Whd)

Ek = (We / Wt ) x 100 %

Keterangan :
We = Waktu kerja efektif, menit.
Wt = Waktu kerja yang tersedia, menit.
Whd = Waktu hambatan yang dapat dihindari, menit.
Wtd = Waktu hambatan yang tidak dapat dihindari, menit.
Ek = Efisiensi kerja, %.
Equipment Availability
Kesediaan Mekanis ( Mechanical Availability )
Kesediaan mekanik (MA) ini menunjukkan secara nyata
kesediaan alat karena adanya waktu akibat masalah
mekanik. Persamaan dari kesediaan mekanik (MA)sebagai
berikut :
MA = (W / (W + R)) x 100 %

Kesediaan Fisik (Physical Availability)


Merupakan catatan mengenai keadaan fisik dari alat yang
dipergunakan dalam beroperasi. Faktor ini meliputi adanya
pengaruh dari segala waktu akibat permasalahan yang ada.
Persamaan dari keadaan fisik (PA), sebagai berikut :
PA = ((W + S) / (W + R + S)) x 100%
Kesediaan Pemakaian (Use Of Availability)
Menunjukkan jumlah persen waktu yang dipergunakan oleh
suatu alat untuk beroperasi pada saat alat tersebut dapat
dipergunakan (available). Persamaan dari kesediaan
pemakaian (UA), sebagai berikut :
UA = (W / (W + S)) x 100%

Penggunaan Efektif (Effective Utilization)


Menunjukkan jumlah persen dari seluruh waktu kerja yang
tersedia dapat dimanfaatkan untuk kerja produktif,
persamaannya adalah :
EU = (W / (W + R + S)) x 100%
Keterangan :
W (Working hours) : Waktu yang dibebankan kepada seorang
operator suatu alat yang dalam kondisi dapat dioperasikan,
artinya tidak rusak. Waktu ini meliputi pula tiap hambatan
(delay time) yang ada. Termasuk dalam hambatan tersebut
adalah waktu untuk pulang pergi ke permukaan kerja, pindah
tempat, pelumasan dan pengisian bahan bakar, hambatan
karena keadaan cuaca, dll
R (Repair hours) : Waktu untuk perbaikan dan waktu yang
hilang karena menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu
untuk penyediaan suku cadang (spare parts) serta waktu
untuk perawatan preventif.
S (Stand by hours) : Jumlah jam suatu alat yang tidak dapat
dipergunakan padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam
keadaan siap beroperasi.
W + R + S (Schedule hours) : Jumlah seluruh jam jalan alat
dijadwalkan untuk beroperasi.
Angka use of availability (UA) biasanya dapat
memperlihatkan seberapa efektif suatu alat
yang tidak sedang rusak dapat dimanfaatkan.
Hal ini dapat menjadi ukuran seberapa baik
pengelolaan peralatan yang dipergunakan.
Penggunaan efektif (EU) berguna untuk
mengetahui seberapa efektif waktu kerja yang
digunakan untuk berproduksi yang berpengaruh
terhadap hasil produksi kerja sehingga dapat
untuk mengetahui kemampuan produktivitas
alat yang bekerja.