Anda di halaman 1dari 42

MEKANISME SESAK

NAPAS

QOMARIYAH
FK YARSI
SESAK NAPAS DAN MEKANISMENYA

DISPNEA ATAU YANG BIASA DIKENAL DENGAN SESAK


NAPAS ADALA PERASAAN SULIT BERNAPAS DAN
BIASANNYA MERUPAKAN GEJALA UTAMA DARI
PENYAKIT KARDIOPULMONAL. ORANG YANG
MENGALAMI SESAK NAPAS SERING MENGELUH NAPAS
NYA TERASA PENDEK DAN DANGKAL.
GEJALA OBJEKTIF SESAK NAPAS TERMASUK JUGA
PENGGUNAAN OTOT OTOT PERNPASAN TAMBAHAN
SEPERTI STERNOCLEIDOMASTOIDSEUS, SCALENUS,
TRAPEZIUS, DAN PECTORALIS MAYOR, ADANYA
PERNAPASAN CUPING HIDUNG, TACHYPNEA DAN
HIPERVENTILASI. TACHYPNEA ADALAH FREKUENSI
PERNAPASAN YANG CEPAT, YAITU LEBIH DARI 20
KALI PERMENIT YANG DAPAT MUNCUL DENGAN
ATAU TANPA DISPNEA.
HIPERVENTILASI ADALAH VENTILASI YANG
LEBIH BESAR DARIPADA JUMLAH YANG
DIBUTUHKAN UNTUK MEMPERTAHAN KAN
PENGELUARAN CO2 NORMAL, HAL INI DAPAT
DIIDENTIFIKASI KAN DENGAN MEMANTAU
TEKANAN PARSIAL CO2 ARTERI, ATAU
TEGANGAN PA CO2 YAITU LEBIH RENDAH DARI
ANGKA NORMAL YAITU 40MMHG.
SUMBER PENYEBAB DISPNEA TERMASUK :

1. RESEPTOR RESEPTOR MEKANIK PADA OTOT OTOT


PERNAPASAN, PARU, DINDING DADA DALAM TEOTI
TEGANGAN PANJANG, ELEMEN ELEMEN SENSORIS,
GELENDONG OTOT PADA KHUSUSNYA BERPERAN PENTING
DALAM MEMBANDINGKAN TEGANGAN OTOT DENGAN
DRJAT ELASTISITAS NYA. DISPNEA DAPAT TERJADI JIKA
TEGANGAN YANG ADA TIDAK CUKUP BESAR UNTUK SATU
PANJANG OTOT.
2. KEMORESEPTOR UNTUK TEGANGAN CO2 DAN O2.

3. PENINGKATAN KERJA PERNAPASAN YANG


MENGAKIBATKAN SANGAT MENINGKAT NYA RASA
SESAK NAPAS.

4. KETIDAK SEIMBANGAN ANTARA KERJA


PERNAPASAN DENGAN KAPASITAS VENTILASI
BESARNYA TENAGA FISIK YANG DIKELUARKAN UNTUK

MENIMBULKAN DISPNEA BERGANTUNG PADA BEBERAPA HAL

BERIKUT :

1. USIA

2. JENIS KELAMIN

3. KETINGGIAN TEMPAT

4. JENIS LATIHAN FISIK

5. DAN TERLIBATNYA EMOSI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN

TERSEBUT.
DISPNEA NOKTURNA PAROKSISMAL
MENYATAKAN TIMBULNYA DISPNEA PADA
MALAM HARI DAN MEMERLUKAN POSISI
DUDUK DENGAN SEGERA UTNUK BERNAPAS,
ATAU DENGAN KATA LAIN TERBANGUN DARI
TIDUR UNTUK MELAKUKAN USAHA BERNAPAS
AGAR TIDAK TERASA SESAK.
PASIEN DENGAN GEJALA DISPNEA BIASANYA MEMILIKI SATU

DARI BEBERAPA KEADAAN SEPERTI BERIKUT YAITU :

1. PENYAKIT KARDIOVASKULAR

2. EMBOLI PARU

3. PENYAKIT PARU INTERSTISIAL ATAU ALVEOLAR

4. GANGGUAN DINDING DADA ATAU OTOT OTOT DADA

5. PENYAKIT OBSTRUKTIF PARU

6. KECEMASAN
DISPNEA ADALAH GEJALA UTAMA DARI EDEMA
PARU, GAGAL JANTUNG KONGESTIF DAN
PENYAKIT KATUP JANTUNG. EMBOLI PARU
DITANDAI OLEH DISPNEA MENDADAK. DISPNEA
ADALAH GEJALA YANG PALING NYATA PADA
PENYAKIT YANG MENYERANG PERCABANGAN
TRAKEO BRONCHIAL, PARENKIM PARU DAN
RONGGA PLEURA.
DISPNEA BIASANYA JUGA DIKAITKAN DENGAN
PENYAKIT RESTRIKTIF YAITU TERDAPAT PENINGKATAN
KERJA PERNAPASAN AKIBAT MEINGKT NYA RESISTENSI
ELASTIC PARU SEPERTI PADAPNEUMONIA, ATELEKTASIS
KONGESTIF ATAU DINDING DADA SEPERTI OBESITAS
DAN KIFOSKOLIOSIS. ATAU PENYAKITJALAN NAPAS
OBSTRUKTIF DENGAN MENINGKAT NYA RESISTENSI
NON ELASTIC BRONCHIAL SEPERTI EMFISEMA
BRONCHITIS DAN ASMA.
DISPNEA JUGA DAPAT TERJADI JIKA OTOT
PERNAPASAN LEMAH SEPERTI PADA PENYAKIT
MIASTENIA GRAVIS, LUMPUH, SEPERTI PADA
POLIO MIELITIS. LETIH AKIBAT MENINGKAT NYA
KERJA PERNAPASAN KURANG MAMPU
MELAKUKAN KERJA MEKANIS SEPERTI PADA
PENDERITA EMFISEMA YANG BERAT DAN
OBESITAS.
MEKANISME TERJADINYA SESAK NAPAS

DISPNEA ATAU SESAK NAPAS BISA TERJADI DARI


BERBAGAI MEKANISME SEPERTI JIKA RUANG
FISIOLOGI MENINGKAT MAKA AKAN DAPAT
MENYEBAB KAN GANGGUAN PADA PERTUKARAN
GAS ANTARA O2 DAN CO2 SEHINGGA
MENYEBABKAN KEBUTUHAN VENTILASI MAKIN
MENINGKAT SEHINGGA TERJADI SESAK NAPAS.
PADA ORANG NORMAL RUANG MATI INI
HANYA BERJUMLAH SEDIKIT DAN TIDAK
TERLALU PENTING, NAMUN PADA ORANG
DALAM KEADAAN PATOLOGIS PADA SALURAN
PERNAPASN MAKA RUANG MATI AKAN
MENINGKAT.
BEGITU JUGA JIKA TERJADI PENINGKATAN TAHANAN JALAN
NAPAS MAKA PERTUKARAN GAS JUGA AKAN TERGANGGU
DAN JUGA DAPAT MENEBAB KAN DISPNEA.

DISPNEA JUGA DAPAT TERJADI PADA ORANG YANG


MENGALAMI PENURNAN TERHADAP COMPLIANCE PARU,
SEMAKIN RENDAH KEMAMPUAN TERHADAP COMPLIANCE
PARU MAKA MAKINBESAR GRADIEN TEKANAN TRANSMURAL
YANG HARUSDIBENTUK SELAMA INSPIRASI UNTUK
MENGHASILKAN PENGEMBANGAN PARU YANG NORMAL.
PENYEBAB MENURUNNYA COMPLIANCE PARU
BISA BERMACAM SALAH SATU NYA ADALAH
DIGANTINYA JARINGAN PARU DENGAN
JARINGAN IKAT FIBROSA AKIBAT INHALASI
ASBSTON ATAU IRITAN YANG SAMA.
DAFTAR PUSTAKA

PRICE, SYLVIA ANDERSON DAN LORRAINE MW.


PATOFISIOLOGI VOL 1. ED 6. JAKARTA : EGC.
2005.
KASPER, ET AL.. HARRISONS PRINCIPLES OF
INTERNAL MEDICINE VOL 2. 16TH ED.
MCGRAW-HILL, 2005.
QOMARIYAH, DIKTAT FAAL PARU, FK UY
ASMA PADA ANAK
GEJALA KLINIS ASMA PADA ANAK

ANAK DENGAN BATUK MEMBANDEL, BISA JADI


MERUPAKAN GEJALA ASMA. BATUK MEMBANDEL
ADALAH BATUK YANG BERLANGSUNG LAMA (DUA
MINGGU LEBIH), SULIT SEMBUH, TIMBUL
BERULANG DALAM JANGKA PENDEK, ATAU
MEMBAIK SEBENTAR NAMUN TIMBUL LAGI.
GEJALA KLINIS ASMA BERVARIASI DARI YANG RINGAN
SAMPAI BERAT. GEJALA KHAS ASMA ADALAH ADANYA
SESAK NAPAS YANG BERULANG DISERTAI NAPAS
BERBUNYI. BATUK KERING MERUPAKAN GEJALA AWAL
YANG BIASANYA TERJADI PADA MALAM DAN
MENJELANG PAGI HARI SELANJUTNYA BATUK DISERTAI
DAHAK YANG KENTAL. GEJALA INI SERING DISERTAI
PILEK-PILEK (RINITIS ALERGIKA). GEJALA INI BIASANYA
TERJADI SETELAH 4 - 8 JAM KONTAK DENGAN PEMICU.
HAL YANG MENDUKUNG KE ARAH ASMA

DIANTARANYA

BATUK TIMBUL JIKA TERPAJAN DENGAN FAKTOR

PENCETUS YANG BANYAK SEKALI BENTUK DAN

MACAMNYA. BATUK ASMA PADA ANAK

MEMBERIKAN CIRI LAIN YANG LEBIH BERAT PADA

MALAM ATAU DINI HARI. TERKADANG, PERBEDAAN

INTENSITAS BATUK PADA SIANG DAN MALAM HARI,


DEMIKIAN EKSTREM. SIANG, TANPA BATUK

SAMA SEKALI, LALU MALAM JUSTRU HEBAT

SAMPAI ANAK TIDAK BISA TIDUR. TENTU

ORANG TUA IKUT TERGANGGU TIDURNYA.

AKIBATNYA ANAK MENGANTUK DI SEKOLAH,

DAN ORANG TUANYA MENGANTUK SAAT

BEKERJA.
HAL LAIN YANG MEMPERKUAT DIAGNOSIS ASMA
IALAH RESPONS YANG BAIK DENGAN OBAT ASMA.
SERING KARENA TIDAK TERDIAGNOSIS ASMA,
PASIEN DENGAN BATUK BANDEL DIBERIKAN OBAT
PENEKAN BATUK, TAPI BENTUKNYA MALAH KIAN
MENJADI. PASIEN ASMA MEMANG TIDAK BOLEH
DIBERIKAN OBAT TADI. PASIEN AKAN MEREDA
BATUKNYA JIKA DIBERIKAN OBAT ASMA.
UNTUK MENGONFIRMASI DIAGNOSIS ASMA,
PERLU DILAKUKAN PEMERIKSAAN KHUSUS
BERUPA UJI FUNGSI PARU. UNTUK
MELAKSANAKANNYA, PASIEN PERLU MELAKUKAN
JURUS YANG CUKUP KOMPLEKS. BIASANYA, ANAK
BERUSIA DIBAWAH TUJUH TAHUN BELUM MAMPU
MELAKUKANNYA SEHINGGA PEMERIKSSAAN INI
TERBATAS DIGUNAKAN PADA ANAK KECIL.
PENYEBAB ASMA

HINGGA SAAT INI PENYEBAB ASMA BELUM


DIKETAHUI. TELAH BANYAK PENELITIAN YANG
DILAKUKAN OLEH PARA AHLI DI BIDANG ASMA
UNTUK MENERANGKAN SEBAB TERJADINYA ASMA,
NAMUN BELUM SATU PUN TEORI ATAU HIPOTESIS
YANG DAPAT DITERIMA ATAU DISEPAKATI SEMUA
PARA AHLI.
ANAK PENDERITA ASMA MEMPUNYAI SIFAT

YANG HIPERRESPONSIF, MEMPUNYAI RESPON

BERLEBIH TERHADAP SUATU PENCETUS YANG

BAGI ANAK YANG TIDAK MENDERITA ASMA

TIDAK MENIMBULKAN RESPON. SEMUA

PENCETUS INI MENGHASILKAN REAKSI

SERUPA ;
SEL TERTENTU DI SALURAN UDARA

MELEPASKAN ZAT KIMIA. ZAT-ZAT INI

MENYEBABKAN SALURAN NAPAS MENJADI

MERADANG DAN BENGKAK DAN

MERANGSANG SEL OTOT PADA DINDING

SALURAN NAPAS MENGKERUT,


MENINGKATKAN PRODUKSI LENDIR PADA

SALURAN NAPAS.. SETIAP REAKSI INI MEMICU

PENGECILAN SALURAN NAPAS SECARA TIBA-

TIBA (SERANGAN ASMA). PADA KEBANYAKAN

ANAK-ANAK, SALURAN NAPAS KEMBALI

NORMAL DI ANTARA SERANGAN ASMA.


PENCETUS ASMA

DEBU RUMAH

TUNGAU DEBU RUMAH

BULU BINATANG ANJING, KUCING, AYAM, BURUNG

KECOA

KAPUK
MAKANAN

DINGIN
COKLAT
KACANG TANAH
TOMAT
RAMBUTAN
PENGAWET DAN PEWARNA MAKANAN
DAN YANG MENGANDUNG MSG
KEGIATAN JASMANI BERLEBIHAN

NAIK SEPEDA, LARI, AKTIVITAS FISIK LAINNYA

NAIKNYA ISI LAMBUNG KE ESOFAGUS /


GASTROESOFAGEAL REFLUKS (GER) TERJADI BILA
ANAK TIDUR DATAR

PSIKIS
STRESS
KOMBINASI
ASAP

ROKOK
OBAT NYAMUK
DIBAKAR
DISEMPROT
LISTRIK/ELEKTRIK
DAPUR
HAIRSPRAY
DEODORANT
BAU YANG TAJAM
PENGHARUM RUANGAN
PEMBAKARAN SAMPAH
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) :

ISPA- ATAS, (FLU, SINUSITIS)

ISPA - BAWAH
PENANGGULANGAN

1. UPAYA PENCEGAHAN

PENGHINDARAN FAKTOR PENCETUS. TERMASUK


PENCEGAHAN DINI MULAI PADA IBU HAMIL,
BAYI, IBU MENYUSUI, DAN SETERUSNYA.
2. UPAYA PENGOBATAN

PENGGUNAAN OBAT-OBAT UNTUK MELEBARKAN


SALURAN NAPAS YANG MENYEMPIT.

HASIL PENGOBATAN TERBAIK UNTUK JANGKA


PANJANG HANYA DAPAT DICAPAI BILA
DISAMPING PENGUNAAN OBAT JUGA
PENGHINDARAN TERHADAP FAKTOR.
PERANAN ORANG TUA

IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENCETUS

SERANGAN ASMA DAN HAL-HAL YANG DAPAT

MEMBERATKAN ASMA.

PENYEDIAAN OBAT DAN PEMBERIAN OBAT

YANG TEPAT.

PENGENALAN TANDA-TANDA AWAL SERANGAN.


MENGETAHUI KAPAN HARUS MEMBAWA

ANAKNYA KE DOKTER, RS, IGD.

MENJAGA KESEHATAN PADA UMUMNYA.

MEMBINA SUASANA KELUARGA.

MEMANTAU KEMAJUAN/KEMUNDURAN

KEADAAN ASMA ANAK.


TERIMA KASIH