Anda di halaman 1dari 37

STUDI KASUS OKUPASI

KONJUNGTIVITIS ALERGIKA

Oleh :
Fatullah Distra Sudirman, S.Ked
Meilisa Sri Suzana, S.Ked
Selfianti, S.Ked

Pembimbing :
dr. Fitri Desimilani
dr. Mona Frisca

KEPANITERAAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS


UPTD PKM KUALA LEMPUING KOTA BENGKULU
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BENGKULU
2016
Berkas Okupasi

UPTD Puskesmas Kuala


Lempuing

No Berkas : -

No Rekam Medis: 011625


Pasien Keterangan
Nama Tn. M
Alamat Jl. Lempuing RT 16 RW 2 kel.
Ratu Agung
Umur 40 tahun
Kedudukan dalam keluarga Ayah
Jenis kelamin Laki-laki
Agama Islam
Pendidikan SMA
Pekerjaan Petugas penyapu jalan Dinas Pekerjaan
Umum Kota
Bengkulu
Status perkawinan Menikah
Kedatangan yang ke 1 Pasien datang sendiri
Tidak
Telah diobati sebelumnya
ANAMNESIS
Keluhan Mata merah sejak 1
utama minggu yang lalu
Keluhan
tambahan:

Kekhawatiran
Mata merah bertambah Nyeri pada
berat dan tidak sembuh tengkuk, leher
bagian belakang
dan punggung.

Harapan
Keluhan hilang dan dapat
bekerja dengan baik

Penyakit ini dikarenakan


Persepsi
mata sering terkena debu
Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang

Sejak 1 minggu yang lalu, pasien mengeluhkan kedua


matanya merah disertai dengan keluarnya air mata yang
banyak, mata bengkak dan sangat gatal, terdapat kotoran
tetapi berwarna bening atau jernih. Menurut pasien
walaupun mata merah namun ketajaman mata masih baik.
Pasien merasa di matanya ada yang mengganjal sehingga
menimbulkan rasa tidak nyaman. Penglihatan kabur (-),
silau (-), nyeri (-). Keluhan makin memberat saat berada di
tempat kerja.
Sejak 1 bulan lalu, pasien juga mengeluh nyeri
pada tengkuk, leher bagian belakang, dan
punggung. Nyeri awalnya dirasakan terutama
saat pasien menyapu jalan. Nyeri tidak menjalar
ke bahu dan lengan. Pasien merasa keluhan
nyeri berkurang bila diurut. Pasien juga merasa
lebih membaik jika beristirahat.
Pasien belum mengobati keluhan ini
sebelumnya.
2 bulan lalu pasien mengeluhkan mata merah dan berair.
Cairan yang keluar berwarna bening, kotoran pada mata
tidak ada, kelopak mata tidak bengkak, tetapi mata terasa
sangat gatal. Keluhan tersebut bertambah berat saat
pasien bekerja di jalan. Pasien merasa keluhan membaik
bila pasien berteduh dan beristirahat. Pasien belum pernah
mengobati keluhan ini sebelumnya. Keluhan ini dirasakan
kurang lebih 3 hari.
Riwayat penyakit dahulu
Pasien pernah mengalami keluhan kedua mata
merah 10 tahun lalu dan sering berulang, tetapi
keluhan tidak terlalu berat seperti sekarang.
Riwayat alergi (+)
Riwayat kencing manis (-)
Riwayat darah tinggi (-)
Riwayat asam urat (-)
Riwayat kolesterol (-)
Riwayat nyeri punggung (-)
Riwayat trauma (-)
Riwayat penyakit keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami


keluhan yang sama
Riwayat atopi dalam keluarga (+), ibu pasien
memiliki riwayat asma, saudara laki-laki pasien
juga menderita asma, anak perempuan pasien
sering mengeluh bersin-bersin pagi hari dan bila
terkena debu.
Riwayat Sosioekonomi dan
kebiasaan
Pasien tinggal bersama istri dan kedua anaknya.
Pasien seorang perokok, pasien merokok 8-10
batang rokok per hari. Pasien merokok sejak
usia 32 tahun. Berdasarkan indeks brinkman
pasien termasuk kategori perokok ringan.
Tingkat ekonomi pasien yaitu menengah ke
bawah.
Pasien tinggal di pemukiman yang padat
penduduk dengan sanitasi yang baik.
Lingkungan di sekitar rumah cukup bersih.
ANAMNESIS OKUPASI
1. Jenis Pekerjaan
Uraian Tugas Rutin
Bahaya Potensial

Bahaya Potensial
Gangguan Risiko
Urutan kesehatan kecelakaa
kegiatan
Fisik Kimia Biologi Ergonomi Psiko yang n kerja
mungkin

Menyapu Bising dari Debu Bakteri Posisi - Konjungtivitis Kecelakaan


jalan Mesin jalanan Virus menyapu Myalgia lalu-lintas
mobil dan Asap ISPA
motor kendaraan LBP
Hubungan pekerjaan dengan penyakit
yang dialami
Pasien bekerja rata-rata 6 jam per hari. Pasien sering
melakukan pekerjaan tanpa menggunakan alat
pelindung diri seperti kaca mata dan topi pelindung. Hal
ini menjadi faktor resiko terpapar debu jalanan terus
menerus yang bisa menyebabkan kedua mata merah.

Pasien mengalami kemerahan pada mata. Mata juga


terasa gatal dan berair. Terutama jika pasien berada di
tempat kerja. Awalnya mata terasa gatal kemudian
pasien mengucek mata berkali-kali dengan tangan yang
kotor, mata menjadi merah dan berair.

Pasien juga mengeluh nyeri pada tengkuk, leher bagian


belakang, dan punggung yang bertambah berat bila
pasien menyapu terus menerus, berkurang bila diurut
dan beristirahat
Body Discomfort
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang
Kolesterol total
Saran Rontgen servikotorakal AP/lateral
Hasil Body Map
Nyeri pada tengkuk, leher bagian belakang,
dan punggung

Hasil Brief Survey


Nyeri pada tengkuk dan leher bagian
belakang (skor 4): Risiko tinggi
Nyeri pada Punggung (skor 4): Risiko tinggi
DIAGNOSIS KERJA
Konjungtivitis Alergika ec asap dan debu jalanan
Myalgia

DIAGNOSIS DIFERENSIAL
Konjungtivitis viral
Konjungtivitis vernal
Dislipidemia
Langkah Diagnosis Pertama
1. Diagnosis Konjungtivitis Alergi
Klinis Myalgia

Dasar Seorang laki-laki berusia 40 tahun, bekerja sebagai


pekerja tukang sapu-sapu jalan di pemerintah kota
diagnosis Bengkulu mengeluhkan kedua matanya merah yang
(anamnesis, dialami sejak 1 minggu yang lalu yang disertai dengan
keluarnya air mata yang banyak, mata bengkak dan
pemeriksaan sangat gatal, terdapat kotoran tetapi berwarna bening
fisik, atau jernih. Menurut pasien walaupun mata merah namun
ketajaman mata masih baik. Pasien merasa di matanya
pemeriksaan ada yang mengganjal sehingga menimbulkan rasa tidak
penunjang, nyaman. Penglihatan ganda (-), silau (-), nyeri (-), rasa
pusing pada kepala (-). Keluhan makin memberat saat
body map, berada di tempat kerja.
brief survey)
Dasar Sejak 1 bulan lalu, pasien juga mengeluh nyeri pada
tengkuk, leher bagian belakang, dan punggung. Nyeri
diagnosis awalnya dirasakan terutama saat pasien menyapu jalan.
(anamnesis, Nyeri tidak menjalar ke bahu dan lengan. Pasien merasa
keluhan nyeri berkurang bila diurut. Pasien juga merasa
pemeriksaan lebih membaik jika beristirahat. Pasien belum mengobati
fisik, keluhan ini sebelumnya. Pasien tidak mengeluhkan nyeri
pada pinggang. Nyeri dan bengkak pada kedua tangan
pemeriksaan disangkal. Tangan terasa kaku disangkal. Pasien tidak
penunjang, mengeluhkan nyeri sendi bahu, siku, pergelangan tangan,
jari-jari tangan, sendi lutut, pergelangan kaki dan jari-jari
body map, kaki. Kesemutan pada tangan dan kaki disangkal.
brief survey) Riwayat pengobatan tidak ada. Riwayat trauma tidak ada.
Riwayat demam tidak ada. Riwayat keluarga dan
lingkungan sekitar dengan gejala yang sama disangkal.
Riwayat Hipertensi disangkal. Riwayat kencing manis
disangkal. Riwayat alergi obat dan makanan disangkal.
Riwayat trauma mata disangkal..
Dasar Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 HR: 89,
RR: 16 x/menit, S: 36,90 C. Pemeriksaan Visus
diagnosis didapatkan visus mata baik, hiperemis pada konjungtiva
(anamnesis, mulai dari konjungtiva superior et inferior, serta adanya
edema ringan pada palpebra. Pemeriksaan fisis lainnya
pemeriksaan dalam keadaan normal. Setiap harinya pasien terpapar
fisik, debu jalanan zat kimia lainnya dalam melakukan
pekerjaannya sebagai tukang sapu-sapu jalanan. Pada
pemeriksaan saat melakukan pekerjaan pasien tidak menggunakan
penunjang, kacamata dan masker sebagai alat pelindung diri.
Lingkungan kerja yang hanya memiki satu tempat
body map, pembungan sampah juga dapat menjadi pemicu
brief survey) terpaparnya pasien dengan debu.
2.Pajanan di Faktor kimia debu dan asap kendaraan
tempat kerja Posisi menyapu

3.Evidence Insidensi konjungtivitis di Indonesia: 2-75%. Penderita


Based penyakit mata di Indonesia: 10% dari seluruh golongan
umur penduduk per tahun dan pernah menderita
konjungtivitis. Dari 10 penyakit mata utama, konjungtivitis
menduduki tempat kedua (9,7%) setelah kelainan refraksi
(25,35%). Menurut WHO: 2 juta orang di seluruh dunia
secara rutin terpapar debu pada saat bekerja.

Hubungan debu tehadap terjadinya Konjungtivitis.


Debu >> masuk mata reaksi hipersensitivitas tipe I
diperantarai IgE Allergen masuk berkontak dengan sel
mast konjungtiva pecahnya sel mast pelepasan
histamin dan mediator inlamasi lain.
Epidemiolgi myalgia
Myalgia ditandai dengan nyeri otot yang menyebar, nyeri dan kram
dengan ada atau tidak adanya kelemahan otot. Myalgia tidak
disertai dengan peningkatan dalam creatine kinase. Sementara
manifestasi mungkin ringan, gejala seperti kram otot dan nyeri atau
nyeri otot non-spesifik.

Hubungan Posisi menyapu yang terus menerus tehadap


kejadian myalgia
Posisi menyapu yang terus menerus selama 6 jam dan dilakukan
setiap hari tanpa ada istirahat dapat menyebabkan kontraksi otot
yang terus menerus sehingga terjadi kelelahan otot akibat dari
glikogen otot berkurang. Oleh karena itu, sebagian besar kelelahan
adalah akibat dari ketidakmampuan proses kontraksi dan
metabolism serabut-serabut otot untuk terus memberikan hasil
kerja yang sama.
4. Apakah pajanan cukup Ya

Masa kerja 1 tahun

Jumlah jam terpajan/ hari 6 jam

Pemakaian APD Topi dan sepatu boot

Konsentrasi pajanan Sulit dinilai

Kesimpulan jumlah pajanan dan Sulit dinilai


dasar perhitungannya
5. Apa ada faktor individu yang Sering mengucek mata dengan tangan

berpengaruh thd timbulnya yang kotor.


Posisi menyapu yang salah dan aktivitas
diagnosis klinis? Bila ada,
menyapu secara terus menerus dapat
sebutkan.
menyebabkan nyeri otot.

6 . Apa terpajan bahaya potensial Ya, di rumah dan lingkungan sekitar


yang sama spt di langkah 3 luar rumah
tempat kerja?
Bila ada, sebutkan

7 . Diagnosis Okupasi Konjungtivitis alergi ec zat kimia berupa


debu dan asap kendaraan merupakan
penyakit yang diperberat akibat kerja
serta myalgia merupakan Penyakit Akibat
Kerja
KATEGORI KESEHATAN
Kesehatan baik (sehat untuk bekerja = physical fitness)

PROGNOSIS
Klinik
ad vitam : bonam
ad sanasionam : bonan
ad fungsionam : bonam
Okupasi : bonam
ad vitam : bonam
ad sanasionam : bonan
ad fungsionam : bonam
Foto Pasie pasien bekerja

Sebelum dilakukan
intervensi
Foto Pasien saat Bekerja

Setelah dilakukan
intervensi
Foto Pasien Saat Bekerja

Setelah dilakukan
intervensi
TERIMA KASIH