Anda di halaman 1dari 8

ETIKA FERTILITAS IN VITRO

& MANIPULASI GENETIK


Prof. Soewito
ETIKA : Norma atau standar yang terkait
dengan moralitas

MORALITAS: Perilaku (baik & tidak baik)


Fertilitas in vitro : bayi tabung

Sperma dan sel telur ditemukan pada laboratorium


Sangat bermanfaat bagi pasangan infertile
Angka keberhasilan 20% (sedikit)
Biaya mahal (40-50 juta)
Tidak alami dampak psikologis bagi orang tua
Bank sperma
Embrio yang tidak dipakai
Ibu sewaan (surrogate mother)
Dampak di masyarakat : hukum, etika, psikologi,
sosiokultural
Rekayasa Genetik (manipulasi)

Perkembangan teknologi bio : seluler dan


molekuler
Susunan tubuh manusia :
Fisik (jazat)
Organ
Bioseluler
Biomolekuler (struktur DNA/ RNA)
1953: Penemuan untaian DNA dalam
kromosom (Watson & Creek)
1960: Identifikasi kode genetik
1970: Manipulasi DNA:
gunting sambung dengan enzim
stek (cangkok) pada orang lain (rekombinan)
copy (PCR) Sampai jutaan kali
1990: Mulai pemetaan seluruh gen individu
proyek 15 tahun
Jumlah gen sekitar 100.000 an
Untuk mengetahui tiap fungsi gen : 50 tahun
Untuk mengetahui hubungan antara perubahan
gen dan penyakit yang timbul : 100 tahun
1990: Preimplantation Genetic Diagnosis
(PGD)
dilakukan sewaktu embrio : delapan sel pada
pembuahan in vitro.
seleksi penyakit genetik yang ketat
dipilih embrio yang sehat atau jenis kelamin
yang dikehendaki
baru sekitar 200 penyakit yang dapat dideteksi
Dampak Etika

Biaya puluhan juta rupiah


Hanya bagi kalangan elit perbesar jurang
perbedaan status sosial
Dari sekian buah embrio yang dimasukan rahim
hanya satu atau dua. Sisanya ?
Sulit untuk di deteksi semua penyakit genetik
perlu skala prioritas
Akurasi hasil untuk menangkal Ca. Kausa yang
multifaktor (gaya hidup, virus, radioaktif,
karsinogen, dll)
Deteksi positif ---- tidak menjadi Ca
Deteksi negatif ---- terjadi Ca
Abortus meningkat