Anda di halaman 1dari 33

Konseling

Metode CEA
(Catharsis-Education-Action):

Denny Anggoro Prakoso


Oryzati Hilman

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan


UMY 2013
The good physician
cures sometimes
relieves often
comforts always.
(Sir William Osler, 1904)
Human as
Bio-psycho-social
Creature
Bio-psycho-social Model (Engel, 1980):
Emphasizes the unity of the body, mind, and
social context (= whole person approach)
Every illness has varying admixtures
of physical, psychological & social consequences
Shows that our concern as physicians is not just
the disease process
Patient-centered Model
(Steward et al,1995):
Exploring both the disease and illness experience
Dimensions of disease: history, physical exam, and
supporting exam
Dimensions of illness: feelings, ideas, effects on function,
and expectation
The family doctor believes that good
doctor- patient relationship is important to
help the patient improve his health status
& well-being distinguishes FM from all
other specialties (AAFP)
Impact of Illness (Bio-psycho-social impact)

Dampak Contoh
Dampak Komplikasi-komplikasi dari penyakit tsb yang
biologis menyebabkan kecacatan/kelumpuhan fisik &
(fisik) kematian
Dampak Penyakit kronis/terminal/fatal yang memerlukan
psikologis pengobatan jangka panjang mungkin berdampak:
(mental) Pasien sangat sedih, kepikiran dan menjadi
stress
Pasien menjadi tidak sabar/ gampak marah kpd
keluarga & orang lain
Pasien bertanya-tanya dan menyalahkan Tuhan
kenapa diberi sakit seperti itu
Pasien merasa rendah diri karena tidak mampu
menjalankan peran/fungsi dalam keluarga
sebagai mana mestinya (misal sebagai pencari
nafkah keluarga
Dll
Dampak Contoh
Penyakit kronis/terminal/fatal yang mengakibatkan berbagai
dampak fisik dan mental juga berpengaruh terhadap fungsi dan
interaksi sosial pasien dalam keluarga & masyarakat, misal:
Fungsi pasien sebagai pencari nafkah utama keluarga

(breadwinner) atau sebagai ibu rumah tangga yang mengurus


rumah tangga (homemaker) terganggu, sehingga harus
digantikan oleh anggota keluarga yg lain
Hubungan dengan anggota keluarga lainnya terganggu baik

Dampak karena kondisi fisik pasien menurun maupun masalah


sosial psikologis pasien
(interaksi Timbul konflik dalam keluarga karena hubungan yang

dlm keluarga terganggu dengan anggota keluarga lainnya akibat sakitnya


dan pasien
masyarakat) Pasien tidak dapat bekerja lagi dengan baik dalam

pekerjaannya, sehingga mungkin di-PHK atau dipensiunkan dini


Pasien dijauhi oleh teman kerjanya atau warga

kampungnya
dll......
Skenario
Sepasang suami istri datang kepada dokter layanan
primer untuk memeriksakan anaknya. Bidan yang membantu
persalinan anaknya tersebut mengatakan kalau anaknya
mengalami cacat bawaan (sindroma down). Kedua orangtua
tersebut masih meragukan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Mereka tidak percaya karena selama kehamilan ibu
tersebut rajin kontrol ke bidan dan selama ini ibunya tidak
pernah mengalami penyakit yang serius. Mereka merasa
malu dan rendah diri karena kondisi anaknya membuat
beberapa tetangga menjauhinya karena takut ketularan.
Konseling Metode CEA:
Latar Belakang
All illness is biopsychosocial in nature.
Sebagian besar pasien rawat jalan datang bukan
hanya dengan 1 masalah, tetapi 2 masalah:
the physical illness (the biological)
the anxiety that the physical illness has
produced (the psychosocial).
And between the two, it is oftentimes the
anxiety rather than the illness itself that has
prompted the consult.
To be truly holistic and biopsychosocial in our
approach to patient education:
It becomes necessary to address not just the
physical illness but also the emotional impact of
that illness.
Our patients seek good medical advice, but they
also seek comfortingthe alleviation of the
anxiety that has finally provoked them into
consulting.
Unfortunately, conventional methods of patient
education focus mainly upon pathophysiology &
pharmacology and too little upon the emotional
impact.
Hal-hal yang Diperlukan dalam
Melakukan Konseling Metode CEA

A. Gabungan Komunikasi Verbal &


Komunikasi Non-Verbal
B. Sikap Empati & Dapat Dipercaya
C. Ketrampilan Mendengar Aktif
D. Komponen Konseling Metode CEA
A. Komunikasi Verbal &
Komunikasi Non-Verbal

1. Komunikasi Verbal
Kata-kata yang diucapkan secara lisan
- Jelas
- Lugas
- Singkat
- Dapat dimengerti
2. Komunikasi Non-Verbal
Menjaga tatapan mata
Ekspresi wajah ramah, tersenyum
Postur tubuh terbuka
Artikulasi suara jelas & intonasi tepat
Penampilan bersih & rapi
B. Sikap Empati dan
Dapat Dipercaya

1. Empati
Kemampuan untuk mengenali,
memahami dan merasakan secara
langsung emosi orang lain
2. Dapat Dipercaya
Bisa menunjukkan integritas profesi
sesuai dengan kompetensi dokter
Memelihara dan menjaga harga diri
pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan
kerahasiaan pasien sepanjang waktu
C. Ketrampilan
Mendengarkan Aktif

Ketrampilan mendengarkan secara aktif


dengan melakukan:
Refleksi Isi
Refleksi Perasaan
Refleksi Pengalaman
KONSELING CEA
CEA Individu
CEA Keluarga
D. Komponen Konseling Metode CEA
1. Catharsis:
Pengeluaran emosi/ perasaan pasien
atas keadaan sakit yang dialaminya
2. Education:
Koreksi atas kesalahpahaman pasien
tentang keadaan sakitnya dan edukasi
tentang penyakit pasien
3. Action:
Tindakan untuk pengelolaan penyakit pasien
1. Catharsis
Tujuan : mendapatkan informasi yang
dibutuhkan dan mengeluarkan emosi/
perasaan pasien, sehingga emotionally
critical misperception (ECM) dari pasien
dapat teridentifikasi
[ECM = kesalahpahaman yang banyak
menimbulkan kecemasan atau yang
menyebabkan tekanan emosi terbesar]
Menggunakan ketrampilan mendengarkan
aktif (active listening skills)

Menggali keadaan sakit pasien (illness)


dengan 4 dimensi : pikiran, perasaan, efek
pada fungsi & harapan pasien
Menggunakan 4 langkah dasar :

a. Apa yang Bapak/Ibu pikirkan pada saat


Bapak/Ibu merasakan sakitnya ?

b. Apa yang Bapak/Ibu rasakan pada waktu


Bapak/Ibu berpikir seperti itu ?
[Catatan = Emosi dasar manusia :
marah, sedih, takut, gembira]
c. Hal apa dari penyakit Bapak/Ibu yang
paling membuat Bapak/Ibu merasa begitu ?

[Catatan = Pada kebanyakan kasus, jawaban


pada pertanyaan inilah muncul ECM yang akan
difokuskan pada edukasi pasien nantinya]

d. Menyimpulkan ECM dan perasaan-


perasaan yang berhubungan dengan ECM
tersebut.
2. Education : Correct the ECM
Kondisi Pasien saat ini :
a. Pasien sudah mengeluarkan emosi/
perasaannya yang tersembunyi.
b. Oleh karena tidak terbelenggu lagi oleh
emosi/ perasaannya, sekarang dia sudah
lebih siap & terbuka untuk mendengarkan
penjelasan dokter tentang penyakitnya. Ini
merupakan saat yang tepat untuk
mengedukasinya.
Setelah mengidentifikasi ECM, tugas dokter
harus segera memberikan perhatian pada
hal tsb sebelum menangani hal lainnya
ECM adalah kesalahpahaman yang
menimbulkan dorongan emosi yang
membawa pasien pergi ke dokter sehingga
perlu mendapat prioritas perhatian
Tujuan: memberikan edukasi kepada pasien
dengan mengkoreksi ECM terlebih dahulu
kemudian memberi penjelasan lainnya
tentang penyakit yang diderita
Menangani ECM secara langsung
mengkomunikasikan kepada pasien
bahwa dokter telah mendengarkan pasien
dan memahami kekhawatirannya, sehingga
adanya hubungan emosional seperti ini
dapat mempengaruhi hubungan dokter-
pasien secara bermakna
Dalam memberikan penjelasan biologis dari
keadaan sakit pasien, hal-hal yang harus
diperhatikan :
a. Menggunakan bahasa sederhana yang
dipahami pasien
b. Cobalah membuat analogi sederhana
dalam memberikan penjelasan
c. Mengkombinasikan penjelasan ilmiah
(EBM) dengan kesaksian (testimoni) hasil
kesembuhan pasien jauh lebih efektif, serta
mendorong pasien untuk bertemu &
berbicara dengan pasien yang
digambarkan dalam testimoni tersebut
d. ECM yang menyebabkan kecemasan
terbesar bagi pasien mungkin hanya
berhubungan dengan patofisiologi atau
farmakologi
e. Berhati-hati dalam upaya meredakan
kecemasan pasien. Dokter perlu menimbang
antara supaya pasien tidak terlalu menjadi
tidak berdaya akibat ketakutan, namun pada
saat yang sama juga menjaga agar terdapat
kecemasan yang cukup untuk memberikan
energi bagi pasien mengambil langkah-
langkah tepat menuju kesehatan (misal:
patuh pada pengobatan)
Edukasi meliputi :
a. Definisi :
Tekankan kronisitas jika masalah kesehatan
tsb membutuhkan kepatuhan jangka panjang
b. Etiologi :
Tekankan predisposisi genetik versus
penularan infeksi dan sebaliknya
c. Gejala & Tanda :
Tekankan komplikasi untuk meningkatkan
stress (penekanan) jika persepsi pasien
meminimalkan realitas
d. Terapi :
Tekankan ada terapi dalam rangka untuk
menenangkan pasien (meredakan perasaan/
kecemasan) jika persepsi pasien terlalu
melebih-lebihkan realitas
3. Action
Tujuan : menentukan tindakan selanjutnya
yang berkaitan dengan penatalaksanaan
pasien.
Langkah-langkah :
a. Menerangkan pengelolaan penyakit
b. Perception checking :
Klarifikasi pemahaman pasien untuk hal-hal
yang penting dari penyakit & pengelolaan
c. Feeling checking :
Klarifikasi perasaan pasien terhadap sakitnya
d. Membuat janji untuk follow-up meeting
Thank you for your attention!
Questions are most welcome!

Wassalamu alaikum Wr.Wb