Anda di halaman 1dari 73

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM GIZI

BERDASARKAN KEPATUHAN KUNJUNGAN POSYANDU


BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALUASE

OLEH :
ANGGUN WIWI SULISTIN N 111 15 016
KARIN KURNIATI NURFATMAH N 111 15 023
SITI CHAIRUNNISA N 111 15 040

PEMBIMBING:
dr. I Njoman Widajadnja, M.Kes
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Visi Kementrian Kesehatan adalah
mencapai masyarakat yang mandiri
untuk hidup sehat, dengan misi
membuat masyarakat sehat melalui
beberapa strategi.

Kegiatan Posyandu diasumsikan


sebagai salah satu pendekatan
yang tepat untuk menurunkan
angka kematian dan kesakitan
balita serta dapat meningkatkan
status gizi balita
Di Puskesmas Baluase, jumlah balita (S) yang ada di
wilayah desa yaitu 1355 balita, jumlah balita yang datang
ditimbang (D) pada bulan penimbangan 1023 balita,
jumlah balita yang naik berat badannya (N) pada bulan
penimbangan 757 balita, Adapun partisipasi masyarakat
(D/S) 75,49%, keberhasilan program (N/D) 73%
Rumusan Masalah
Bagaimanakah pelaksanaan program gizi
berdasarkan kepatuhan kunjungan posyandu
balita di Puskesmas Baluase?
Tujuan Penelitian

Tujuan umum
Untuk mengetahui pelaksanaan
program gizi berdasarkan
kepatuhan kunjungan posyandu
balita di Puskesmas Baluase
Tujuan khusus
Untuk Untuk Untuk
mengevaluasi mengevaluasi mengevaluasi
pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan
program gizi program gizi program gizi
dinilai dari dinilai dari dinilai dari
aspek input aspek process aspek output
Manfaat Penelitian

Bagi Institusi Pendidikan

Bagi Puskesmas

Bagi Peneliti

Bagi Masyarakat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Telaah Pustaka
proses yang memungkinkan kita untuk menetapkan kebenaran atau
nilai dari sesuatu
Evaluasi

Memperbaiki pelaksanaan dan perencanaan, sebagai alat untuk


memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan yang akan datang,
Tujuan untuk memperbaiki alokasi sumber dana, sumber daya managemen

Mengukur kemajuan.
Menunjang penyusunan rencana.
Fungsi Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali
Program gizi di Puskesmas Baluase :
a. Pemantauan pertumbuhan balita
b. Pemberian suplemen gizi yang terbagi atas:
1.Pemberian tablet penambah darah untuk ibu hamil
2.Pemberian kiapsul vitamin A untuk balita
3. Pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas
Definisi Kepatuhan
kepatuhan adalah perilaku individu (misalnya: minum
obat, mematuhi diet, atau melakukan perubahan gaya
hidup) sesuai anjuran terapi dan kesehatan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kepatuhan

pendidikan

Akomodasi

Modifikasi faktor lingkungan dan


sosial

Perubahan model terapi

Meningkatkan interaksi profesional


kesehatan dengan pasien
Definisi Partisipasi
partisipasi adalah keterlibatan masyarakat secara
sukarela dalam perubahan yang ditemukan sendiri
oleh masyarakat
Faktor-faktor yang mempengaruhi
partisipasi

Menurut Slamet Menurut Ife (2008) Faktor lain


(2012) Penghargaan Pengetahuan
Tingkat Dukungan Kebiasaan
pendidikan struktur Keberadaan
Mata masyarakat lembaga
pencaharian/ Dukungan sarana penyelenggara
pekerjaan Kebutuhan program
Usia masyarakat Kebermanfaatan
Lama tinggal program
Keluarga
Definisi Posyandu
Suatu tempat pelayanan dalam wilayah kerja tertentu dengan
kegiatan terpadu, yang bersifat dari oleh dan untuk masyarakat
secara terpadu dengan program-program dari instansi terkait untuk
mencapai tujuan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera atau KKBS
Tujuan
posyandu

Tujuan Tujuan
umum khusus
Sasaran
posyandu

Ibu hamil, ibu


Pasangan usia
Bayi Anak balita nifas, ibu
subur
menyusui
Fungsi Posyandu
Sebagai wadah
Sebagai wadah
pemberdayaan
untuk mendekatkan
masyarakat dalam
pelayanan
alih informasi dan
kesehatan dasar
keterampilan
Manfaat posyandu

Bagi kader,
pengurus
Bagi masyarakat Bagi puskesmas
posyandu, dan
tokoh masyarakat
Kegiatan utama

Kegiatan Kegiatan
posyandu pengembangan

Sistem 5 meja
Peyuluhan
Penyuluhan adalah penyampaian informasi dari
sumber informasi kepada seseorang atau sekelompok
orang mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan
suatu program
Kader Posyandu
Kader adalah warga masyarakat yang dipilih dan
ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara
sukarela.
Lokasi Posyandu
Berada di tempat yang mudah didatangi oleh
masyarakat
Posyandu Pratama

Posyandu Madya
Tingkat Perkembangan
Posyandu
Posyandu Purnama

Posyandu Mandiri
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
Landasan Teori

Evaluasi adalah penilaian secara sistemik


untuk menentukan atau menilai kegunaan,
keefektifan sesuatu yang didasarkan pada
kriteria tertentu dari program.
Keuntungan dari evaluasi bermanfaat untuk
perbaikan perencanaan.
Di dalam konteks psikologi kesehatan,
kepatuhan mengacu kepada situasi ketika
perilaku seorang individu sepadan dengan
tindakan yang dianjurkan
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
kepatuhan yaitu pendidikan, akomodasi, dan
modifikasi faktor lingkungan dan sosial
Program gizi yang dilaksanan dalam posyandu
balita di wilayah kerja Puskesmas Baluase
yaitu pemantauan pertumbuhan balita,
pemberian suplemen gizi.
BAB III METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
deskriptif. Penelitian ini menggambarkan,
mengungkapkan, menceritakan dan meringkas
berbagai kondisi dan situasi yang ada.
Subjektivitas Penelitian
Peneliti berperan aktif dalam pengumpulan
data dengan melakukan wawancara langsung
dengan bertatap muka.
Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Puskesmas


Lokasi Baluase dan Posyandu dalam wilayah
kerja Puskesmas Baluase Kecamatan
penelitian Dolo Selatan Kabupaten Sigi Kota Palu.

Waktu Waktu yang penelitian ialah dimulai


dari 11 Juli- 19 Juli 2017
penelitian
Subjek / Informan Penelitian
Subjek atau informan dalam penelitian ini
adalah stakeholder program gizi di Puskesmas
Baluase yaitu Kepala Puskesmas Baluase,
Penanggung jawab program gizi, kader dan ibu
balita.
Instrumen Penelitian
Dalam melakukan wawancara mendalam
digunakan pedoman wawancara yang berisi
pertanyaan terbuka tidak terstruktur yang
dapat mengeksplorasi lebih mendalam
Alat bantu yang digunakan oleh peneliti
adalah sebagai berikut: (a) buku catatan dan
alat tulis, (b) alat perekam, (c) kamera
Cara Pengumpulan Data
Pada penelitian ini cara pengumpulan data
adalah dengan wawancara mendalam dan
observasi.
Definisi Operasional

Input Proses Output


Teknik Analisis Data

Pengorganisasian data

Pengelompokan data

Penulisan laporan
Kesulitan Penelitian dan Keterbatasan
Penelitian
Sulitnya untuk mengatur jadwal
Kesulitan wawancara dengan informan.
peneliti Ada beberapa informan yang tidak
mengerti untuk berbahasa Indonesia.

Penelitian ini hanya dilakukan melalui


Keterbatasan jejak pendapat yaitu wawancara dengan
Penelitian beberapa informan yang dipilih, sehingga
data yang diperoleh tidak begitu akurat
BAB IV HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Puskesmas Baluase

Desa Baluase Kecamatan Dolo


LOKASI Selatan

WILAYAH 12 desa
KERJA Luas wilayah kerja 584,71 km

JUMLAH 16.092 jiwa


PENDUDUK
Hasil Wawancara

Informan dalam penelitian


ini sebanyak 15 orang
Input

SDM
Petugas program
gizi tidak
Tenaga Dokter
mendapat Adanya upaya
kesehatan dalam mempunyai
pelatihan dari penambahan
penyelenggaraan tugas rangkap
dinas kesehatan sumber daya
program gizi sementara
mengenai manusia
terdapat 1 orang petugas gizi tidak
pelaksanaan
program gizi
Sumber Dana
Upaya yang
dilakukan adalah
Anggaran
mengajukan
BOK (Bantuan Pendapatan Pengelolaan
usulan ke Dinas
Operasional Belanja Daerah dana program
Kesehatan untuk
Kegaiatan) (APBD) gizi tidak cukup
meminta
Kabupaten Sigi
tambahan
pendanaan
Sarana Prasana
Sarana dan prasarana
program gizi khususnya
posyandu belum lengkap
Process

Rencana
kegiatan

perencanaan
Diskusi
Rencana dengan
Kerjasama kepala
puskesmas
Pelaksanaan program
pemantauan pertumbuhan, ada sweping
balita yg tidak datang, kerja sama lintas
program dan sektor, dengan penyuluhan

Adanya dukungan dari keluarga dan


masyarakat

Adanya dukungan dari kader


Monitoring dan evaluasi

Adanya lokmin tiap bulan di


puskesmas

Pencatatan dengan
menggunakan sistem SKDN

Pertemuan tingkat kabupaten


2 kali dalam setahun
output

S 1355 balita

K 1355 balita

D 1023 balita

N 757 balita
D/S 75,49%

N/D 73%

K/S 100%
Masih ada masyarakat yang tidak rutin
mengikuti posyandu
BAB V PEMBAHASAN
Evaluasi Pelaksanaan Program gizi di
Puskesmas Baluase
Pelaksanaan program gizi di Puskesmas Baluase
sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun
dengan anggaran dana yang cukup terbatas.
Evaluasi yang selalu dilakukan dengan pencatatan
dan pelaporan lengkap.
Dukungan dari masyarakat dan kerja sama lintas
program .
Masyarakat kadang terkendala akses (jarak
tempat posyandu yang cukup jauh) dan informasi
mengenai posyandu balita.
Input Pelaksanaan Program Gizi Berdasarkan
Kepatuhan Kunjungan Posyandu Balita di Puskesmas
Baluase
1 orang dokter
dalam
puskesmas

1 orang Ahli
SDM
madya gizi

Rata-rata 5
orang kader tiap
posyandu
Program BOK

Sumber Dana Untuk kader APBD

Menutupi
Dana pribadi
kekurangan dana
Sarana dan prasarana
Yang harus ada: Yang telah ada:
Leaflet, Lembar balik, Materi - Tabel Antropometri
Materi Penyuluhan Timbangan : Dacin, Timbanan
Tabel Antropometri Injak, Timbangan bayi
Timbangan : Dacin, Timbanan Microtoice (hanya ada di Desa
Injak, Timbangan bayi Poi)
Microtoice/ Pengukur Tinggi Meja (masih kurang di semua
badan posyandu), Kursi, ATK, dan
Meja, Kursi, ATK, dan Blanko- Blanko-blanko laporan lain
blanko laporan lain Vit. A, Fe
Vit. A, Fe
Proses Pelaksanaan Program Gizi di
Puskesmas Baluase

Rencana
kegiatan

perencanaan
Diskusi
Rencana dengan
Kerjasama kepala
puskesmas
Teknis pelaksanaan program gizi
Penyelenggaraan program setiap hari kerja
mulai pukul 08.00-13.00 WITA
Pelaksanaan program gizi yang berlangsung
selama posyandu balita:
1. Pemantauan pertumbuhan balita
2. Pemberian suplemen gizi yang terbagi atas:
a. Pemberian tablet penambah darah untuk
ibu hamil
b. Pemberian kiapsul vitamin A untuk balita
c. Pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas
Untuk peaksanaan posyandu rutin dilakukan
setiap bulan di masing-masing desa.
Tiap desa telah mimiliki jadwal yang telah
ditentukan oleh petugas dari puskesmas
Baluase (tim posyandu).
Selama ini, untuk pelaksanaan posyandu
sendiri belum pernah berubah dari jadwal
yang telah ditentukan.
Monitoring dan evaluasi

Dinas 1 tahun 2 kali

Data dari Petugas gizi mengambil


data langsung ke
posyandu posyandu
Output Pelaksanaan Program Gizi di Posyandu
dalam Wilayah Kerja Puskesmas Baluase

S 1355 balita

K 1355 balita

D 1023 balita

N 757 balita
D/S 75,49%

N/D 73%

K/S 100%
Masalah dalam masyarakat

Pendidikan dan pengetahuan


Masih ada masyarakat Pengetahuan
yang memiliki tingkat masyarakat mengenai
pendidikan rendah, posyandu pada
bahkan ada yang tidak umumnya masih
memiliki pendidikan rendah
Akomodasi (dukungan sarana)
Kurangnya
Waktu informasi bagi
Jarak tempat pelaksanaan maysarakat
posyandu posyandu tidak yang tinggal di
mengganggu daerah
pegunungan
Modifikasi faktor lingkungan dan sosial

Keluarga Adanya upaya dari


mendukung kader untuk selalu
adanya kegiatan mengingatkan
posyandu masyarakat
BAB VI PENUTUP
Kesimpulan

Input

Pelaksanaan program Gizi di Puskesmas Baluase terdiri atas


tenaga kesehatan, sumber dana dan sarana-prasarana
kesehatan. Tenaga kesehatan khususnya pada program gizi di
Puskesmas Baluase terdiri dari 1 orang yakni selaku
penanggung jawab program adalah seorang Ahli Madya Gizi.
Dana yang digunakan berasal dari BOK (Bantuan Operasional
Kesehatan) namun dirasa belum cukup. Sarana prasarana
(fasilitas) posyandu pada program gizi di Puskesmas Baluase
masih kurang seperti microtoice dan meja.
Process

Dalam pelaksanaan program gizi terdiri atas


perencanaan, teknis pelaksanaan, dan kontrol
(pencatatan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi).
Secara umum sudah berjalan baik. Namun, kendala
yang dihadapi selama pelaksanaan program gizi di
lapangan yaitu pada sisi masyarakat dengan tempat
tinggal yang jauh dari tempat posyandu sehingga
mengurangi kepatuhan kunjungannya.
Output

Pelaksanaan program gizi di Puskesmas


Baluase, partisipasi masyarakat (D/S)
75,49%, keberhasilan program (N/D)
73%, kelestarian program (K/S) 100%.
Saran
Bagi Dinas Kesehatan untuk dapat melengkapi sarana prasarana dalam
bidang gizi terutama yang berkaitan dengan posyandu balita . Selain
melengkapi sarana prasana, diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah
sarana prasarana sehingga dapat dibuka pos baru untuk daerah-daerah
yang berada cukup jauh dari tempat posyandu yang telah ada sebelumnya.

Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan lagi kinerjanya,


dalam hal ini untuk promosi kesehatan. Kerjasama lintas program dan lintas
sektor dapat lebih ditingkatkan lagi.

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar lebih baik lagi dalam


mengevaluasi suatu program gizi sehingga dapat dilakukan evaluasi secara
lebih menyeluruh mengenai program gizi.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isbandi Rukminto. (2008). Perencanaan Partisipator Berbasis Aset Komunitas: Dari
Pemikiran Menuju Penerapan . Jakarta: FISIP UI Perss
Akdon, (2007) Strategic Management For Educational management. Bandung : Alfabeta.
Albery, Ian P. & Marcus Munafo. (2011). Psikologi Kesehatan Panduan Lengkap dan
Komprehensif Bagi Studi Psikologi Kesehatan. Cetakan I. Yogyakarta : Palmall.
Ambarwati, 2009. Asuhan Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Nuha Medika
Anas Sudijono, (2005) Pengantar Evaluasi Pendidikan. Ed.1 Cetakan.5. Jakarta : Raja
Grafindo Persada.
Azwar, Azrul, (2010) Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta : Binarupa Aksara.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta :
Departemen Kesehatan RI.
Effendi, Nasrul. (2005). Dasar-Dasar Keperawatan Masyarakat. Jakarta: EGC
Ife, Jun & Frank Tesoriero. (2008). Community Development: Alternatif Pengembangan
Masyarakat Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kementrian Kesehatan RI. (2011). Buku Panduan Kader Posyandu Menuju Keluarga Sadar
Gizi.
Kementrian Kesehatan RI. 2011. Pedoman Umum Posyandu.
Kozier. Erb, Berman. Snyder. (2010). Buku Ajar Fondamental Keperawatan : Konsep,
Proses & Praktik, Volume : 1, Edisi : 7, EGC : Jakarta