Anda di halaman 1dari 38

ILMU SOSIAL & POLITIK

KESEHATAN
(HEALTH POLICY)

OLEH ; Dr.Rahmat Suryadi,MPH.


Konsep Sehat/sakit

Pengertian
Sehat dan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan
rangkaian proses yang berjalan terus menerus dalam
kehidupan. Secara sederhana konsep sehat-sakit dapat
dianggap bergerak dari suatu titik sehat ke titik sakit.

SEHAT PROSES SAKIT

Secara awam sehat diartikan

Keadaan seseorang yang dalam kondisi


tidak sakit, tidak ada keluhan, dapat
menjalankan kegiatan sehari-hari, dan
sebagainya.
MENURUT BATASAN ILMIAH

Suatu keadaan sempurna baik fisik,mental


dan sosial dan tidak hanya bebas dari
penyakit dan cacat, serta dapat hidup
produktif secara ekonomi dan sosial.
( UU KES No. 23 Tahun 1992 yang
diangkat menurut WHO ).
Etika & Kode Etik Profesi Dokter,
Perawat, Ahli Farmasi & Non
Kesehatan

Kuliah Pengantar Oleh :

Dr.Rahmat Suryadi,MPH

Fk Unima Lhokseumawe, Januari 2009


Pengertian
Dalam kamus Webster , ethos didefinisikan
sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai
panduan tingkah laku bagi seseorang,
sekelompok,atau sebuah institusi ( guiding belief
of a person,group or institution). Jadi ethos
kerja dapat diartikan sebagai doktrin tentang
kerja yang diyakini oleh seseorang atau
sekelompok orang sebagai baik dan benar yang
mewujud nyata secara khas dalam perilaku
kerja.
PENGERTIAN
1. Etik berasal dari kata Yunani ethos , yang berarti perilaku
yang baik, yang layak, yang profesional.

2. Etik Profesi yang tertua adalah etik kedokteran, yang


merupakan prinsip-prinsip moral atau asas-asas akhlak yang
harus diterapkan oleh para dokter dalam hubungannya
dengan pasien, teman sejawatnya dan masyarakat
umumnya.

3. Etik merupakan seperangkat perilaku yang benar atau


norma-norma dalam suatu profesi.

4. Etika kedokteran adalah pengetahuan tentang perilaku


profesional para dokter dalam menjalankan pekerjaannya.
Perilaku Kerja Negatif
1. Munafik atau hipokrit. Suka berpura-pura. Lain
didepan lain dibelakang. Lain dimulut lain
dihati. Suka menyembunyikan apa yang
dirasakannya.
2. Enggan bertanggung jawab. Suka mencari
kambing hitam ke atas maupun kebawah jika
menemui kegagalan.
Perilaku Kerja Negatif
3. Berjiwa Feodal. Bentuk feodalisme modern :
gemar upacara, lebih mementingkan status dari
pada prestasi,mengutamakan dihormati dari
pada menghormati.
4. Percaya takhyul : gemar akan takhyul, hal-hal
keramat, perkara yang mistis, gemar membuat
semboyan-semboyan baru. Suka
membicarakan,menyeminarkan, dan
mendiskusikan suatu masalah tanpa niat untuk
melaksanakannya di lapangan.
Perilaku kerja Negatif

5. Berwatak lemah : kurang kuat


mempertahankan keyakinannya, gampang
terkena intimidasi, mudah terpengaruh,
dan bersikap plin-plan.Mudah
disogok,gampang dibeli, dan sebaliknya
suka menyogok dan gemar menyuap
orang-orang yang ingin dipengaruhinya.
Perilaku Kerja Positif
1. Aku bekerja tulus penuh syukur.
2. Aku bekerja benar penuh tanggung jawab.
3. Aku bekerja tuntas penuh integritas.
4. Aku bekerja keras penuh semangat.
5. Aku bekerja serius penuh kecintaan.
6. Aku bekerja kreatif penuh sukacita.
7. Aku bekerja tekun penuh keunggulan.
8. Aku bekerja sempurna penuh kerendahan hati.
Perilaku kerja positif
Kedelapan doktrin perilaku kerja positif tersebut
mengandung arti bahwa : kerja adalah rahmat,
kerja adalah amanah, kerja adalah panggilan,
kerja adalah aktualisasi, kerja adalah ibadah,
kerja adalah seni,kerja adalah kehormatan, dan
kerja adalah pelayanan.
Conclusion: If you want to get the fruit, take
care of the root ( Henry David Thoreau ).
THE HIPPOCRATIC OATH
(460 377 S.M)
I swear by apollo Physician and Aslepius and Hygieia and Panaceia and
all the godesses, making them my witnesses, that l will fulfil
according to my ability and judgement this oath and this covenant :
To hold him who has taught me this art as equal to my parents
and to live my life in partnership with him, and if he is in need of
money to give him a share of mine, and to regard his offspring as
equal to my brothers in male lineage and to teach this art if they
desire to learn it without fee and covenant ; to give a share of
precepts and oral instruction and all the other learning to my sons
and to be sons of him who was instructed me and to pupils who
have signed the covenant and have taken an oath according to the
medical law, but to no one else.
l will apply dietetic measures for the benefit of the sick
according tomy ability and judgement ; l will keep from harm and in
justice.
HIPPOCRATIC OATH
(460 377 S.M)
l will neither give a deadly drug to anybody if asked for it, nor will l
make a suggestion to this effect. Similarly l will not give to woman
an abortive remedy. ln purity and holiness l will guard my life and
my art.
l will not use the knife, not even on sufferers from stone, but will
withdraw in favor of such men as are engaged in this work.
What ever houses l my visit, l will come for the benefit of the
sick, remaining free of all intentional injustice, of all mischief and in
particular of sexual relations with both female and male persons, be
the free or slaves.
What l may see or hear in the course of the treatment in regard
to the life of men, which on no account one must spread abroad, l
will keep to my self holding such things shameful to be spoken
about.
If l fulfil this oath and do not violate it, may it be granted to me
to enjoy life and art, being honored with fame among all men for all
-
HIPPOCRATIC OATH
(460 377 S.M)
time to come, if l transgress it and swear falsely,may the opposite of
all this be my lot.
DALAM BAHASA INDONESIA
1. Saya akan memperlakukan guru yang telah mengajarkan ilmu ini
dengan penuh kasih sayang sebagaimana terhadap orang tua saya
sendiri, jika perlu akan saya bagikan harta saya untuk dinikmati
bersamanya.

2. Saya akan memperlakukan anak-anaknya sebagai saudara kandung


saya dan saya akan mengajarkan ilmu yang telah saya peroleh dari
ayahnya, kalau mereka memang mau mempelajarinya, tanpa
imbalan apapun.

3. Saya akan meneruskan ilmu pengetahuan ini kepada kepada anak


anak saya sendiri, dan kepada anak anak guru saya, dan kepada
mereka yang telah mengikatkan diri dengan janji dan sumpah untuk
mengabdi kepada ilmu pengobatan, dan tidak kepada hal-hal yang -
HIPPOCRATIC OATH
(460 377 S.M)
4. Saya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan
dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita, dan
tidak akan merugikan siapapun.
5. Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapapun
meskipun diminta, atau menganjurkan kepada mereka untuk tujuan
itu. Atas dasar yang sama, saya tidak akan memberikan obat untuk
menggugurkan kandungan.
6. Saya ingin menempuh hidup yang saya baktikan kepada ilmu saya
ini dengan tetap suci dan bersih.
7. Saya tidak akan melakukan pembedahan terhadap seseorang,
walaupun ia menderita penyakit batu, tetapi akan menyerahkannya
kepada mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan ini.
8. Rumah siapapun yang saya masuki, kedatangan saya itu saya
tujukan untuk kesembuhan yang sakit dan tanpa niat-niat buruk
atau mencelakaan, dan lebih jauh lagi tanpa niat berbuat cabul
terhadap wanita ataupun pria, baik merdeka maupun hamba
sahaya.
HIPPOCRATIC OATH
(460 377 S.M)
9. Apapun yang saya dengar atau lihat tentang
kehidupan seseorang yang tidak patut
disebarluaskan, tidak akan saya ungkapkan
karena saya harus merahasiakannya.
10. Selama saya tetap mematuhi sumpah saya ini,
izinkanlah saya menikmati hidup dalam
mempraktekkan ilmu saya ini, dihormati oleh
semua orang, di sepanjang waktu! Tetapi jika
sampai saya mengkhianati sumpah ini,
balikkanlah nasib saya.
Nelson Mandela: Long walk to
freedom
l found that one can bear the unbearable if
one can keep ones spirit strong even
when ones body is being tested.
Strong convictions are the secret of
surviving deprivation : your spirit can be
full even when your stomach is empty.
AL - QURAN : Surat Luqman ayat
16.
Hai anakku, sesungguhnya jika ada
sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan
berada dalam batu atau dilangit atan
didalam perut bumi, niscaya ALLAH akan
mendatangkannya ( membalasinya ).
Sesungguhnya ALLAH maha halus lagi
maha mengetahui.
Kode Etik Kedokteran Indonesia
(KODEKI)

1.Sejak awal sejarah ummat manusia, sudah


dikenal hubungan kepercayaan antara dua insan
yaitu manusia penyembuh dan penderita.
2.Sejak terwujudnya praktek
kedokteran,masyarakat mengetahui dan
mengakui adanya beberapa sifat mendasar yang
melekat secara mutlak pada diri seorang dokter
yang baik dan bijaksana, yaitu kemurnian niat,
kesungguhan kerja, kerendahan hati serta
integritas ilmiah dan moral.
Pasal pasal KODEKI
1. Kewajiban Umum.
Pasal 1. Setiap dokter harus menjunjung
tinggi, menghayati dan mengamalkan
sumpah Dokter.
Pasal 2. Setiap Dokter harus senantiasa
melakukan pekerjaan profesinya
menurut ukuran yang tertinggi.
Pasal Pasal KODEKI
Pasal 3. Dalam melakukan pekerjaan
kedokterannya, seorang dokter
tidak boleh dipengaruhi oleh
pertimbangan keuntungan pribadi.
Pasal 4. Perbuatan berikut dipandang
bertentangan dengan etik :
a. Setiap perbuatan yang bersifat
memuji diri sendiri.
Pasal Pasal KODEKI

b. Secara sendiri atau bersama-sama


menerapkan pengetahuannya dan
ketrampilan kedokteran dalam segala
bentuk, tanpa kebebasan profesi.
c. Menerima imbalan selain dari pada yang
layak sesuai dengan jasanya, kecuali
dengan keikhlasan, sepengetahuan dan
atau kehendak penderita.
Pasal Pasal KODEKI
Pasal 5. Tiap perbuatan atau nasehat yang
mungkin melemahkan daya tahan
makhluk insani, baik jasmani
maupun rohani, hanya diberikan
untuk kepentingan penderita.
Pasal 6. Setiap Dokter harus senantiasa berhati-
hati dalam mengumumkan dan
menerapkan setiap penemuan teknik atau
pengobatan baru yang belum diuji
kebenarannya.
Pasal Pasal KODEKI
Pasal 7. Seorang dokter hanya memberi keterangan
atau pendapat yang dapat
dibuktikan kebenarannya.
Pasal 8. Dalam melakukan pekerjaannya, seorang
dokter harus mengutamakan/mendahulukan
kepentingan masyarakat dan memperhatikan
semua aspek pelayanan kesehatan yang
menyeluruh (promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif), serta berusaha menjadi pendidik
dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya.
Pasal Pasal KODEKI

Pasal 9. Setiap dokter dalam bekerja sama


dengan para pejabat di bidang
kesehatan dan bidang lainnya
serta masyarakat, harus
memelihara saling pengertian
sebaik-baiknya.
Pasal Pasal KODEKI
II. Kewajiban Dokter terhadap Penderita.

Pasal 10. Setiap dokter harus senantiasa


mengingat akan kewajibannya
melindungi hidup makhluk insani.
Pasal 11. Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan
mempergunakan segala ilmu dan
keterampilannya untuk kepentingan penderita.
Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan atau pengobatan, maka ia wajib
merujuk penderita kepada dokter lain yang
mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.
Pasal Pasal KODEKI
Pasal 12. Setiap dokter harus memberikan
kesempatan pada penderita agar
senantiasa dapat berhubungan dengan
keluarga dan penasehatnya dalam
beribadat dan atau dalam
masalah lainnya.
Pasal 13. Setiap dokter wajib merahasiakan
segala sesuatu yang diketahuinya
tentang seorang penderita,bahkan juga
setelah penderita itu meninggal dunia.
Pasal Pasal KODEKI

Pasal 14. Setiap dokter wajib melakukan


pertolongan darurat sebagai
suatu tugas kemanusiaa, kecuali
bila ia yakin ada orang lain
bersedia dan mampu
memberikannya.
Pasal Pasal KODEKI
III. Kewajiban Dokter terhadap Teman Sejawat.

Pasal 15. Setiap dokter memperlakukam teman


sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin
diperlakukan.
Pasal 16. Setiap dokter tidak boleh mengambil alih
penderita dari teman sejawatnya tanpa
persetujuannya.
Pasal Pasal KODEKI
IV. Kewajiban Dokter terhadap Diri Sendiri.

Pasal 17. Setiap dokter harus memelihara


kesehatanya, supaya dapat bekerja
dengan baik.
Pasal 18. Setiap dokter hendaknya senantiasa
mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan tetap setia kepada
cita-citanya yang luhur.
Sejarah tentang prilaku manusia
Aristotales ; - anima vegetatifa, anima
sensitiva, anima intelektiva.

Ki Hajar Dewantara : - kekuatan yang


menyebabkan hidupnya manusia, dapat
berfikir,berperasaan, dan berkehendak,
mengerti atau insyaf akan segala
gerak/jiwanya.
Konsep dan Teori Prilaku

Perilaku atau aktivitas adalah merupakan


manifestasi kehidupan psikis.

Perilaku atau aktivitas pada organisme


tidak timbul dengan sendirinya, tetapi
sebagai akibat adanya rangsangan
(stimulus).
Konsep dan Teori Perilaku.

Formula :
R = f (S,O).
R : Respon
F : Fungsi
S : stimulus
O : Organisme.
Sumber Thorndike & Pavlov
RELEVANSI
Era Modern.
Era Milenium.
Era Digital Global.
Era Superinternet.
Tuntutan SDM : - Pekerja Otak.
- Kecerdasan
- Kreativitas.
- Imajinasi.
THE ATTITUDE HABIT
Reality number one : Problems are an integral
ongoing part of the living experiences.
Reality number Two : The Natural Law of
Balance.
Reality Number Three : The Law of averages.
Reality Number Four : Through the power of the
mind, its possible to excert a great deal control
over your destiny
AL - QURAN
Katakanlah, Hai kaum-Ku bekerjalah
sepenuh kemampuanmu
(Profesional).Sesungguhnya Akupun
bekerja pula. Kelak kamu akan
mengetahui, siapakah yang akan
memperoleh hasil baik dari dunia
ini.Sesungguhnya orang-orang yang
dholim itu tidak akan mendapatkan
keberuntungan.