Anda di halaman 1dari 57

PEMETAAN UPAYA KESEHATAN

BERSUMBERDAYA MASYARAKAT

PUSAT PROMOSI KESEHATAN


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
LATAR BELAKANG

Strategi Pertama Kementerian Kesehata pada RPJMN


2010-2014 : Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat
Fokus strategi pertama adalah meningkatkan upaya
promosi kesehatan dalam mencapai perubahan perilaku
(PHBS), meningkatkan mobilisasi masyarakat dalam rangka
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).
Poskesdes dan UKBM merupakan indikator kinerja
promosi kesehatan
IK mempersyaratkan ketersediaan data secara rutin setiap
tahun, sebagai dasar perencanaan pemb. kesehatan
PROMOSI KESEHATAN

Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui


pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar
mereka dapat menolong dirinya sendiri serta
mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat,
sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan
publik yang berwawasan kesehatan
Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan
kesehatan sangat penting, tercantum dalam UU Nomor 36
Tahun 2009
Hasil kajian ternyata 70% sumber daya pembangunan
nasional berasal kontribusi/partisipasi masyarakat
Pemberdayaan masyarakat/partisipasi masyarakat
berazaskan gotong royong, merupakan budaya
Perilaku masyarakat merupakan faktor penyebab utama,
terjadinya permasalahan kesehatan, oleh sebab itu
masyarakat sendirilah yang dapat menyelesaikan masalah
tersebut dengan pendampingan/bimbingan pemerintah
Pemerintah mempunyai keterbatasan sumber daya sedangkan
masyarakat mempunyai potensi yang cukup besar untuk
dapat dimobilisasi dalam upaya pencegahan di wilayahnya
Potensi yang dimiliki masyarakat diantaranya meliputi
community leadership, community organization, community
financing, community material, community knowledge,
community technology, community decision making process
Upaya pencegahan lebih efektif dan efisien dan masyarakat
mempunyai kemampuan untuk melakukan upaya pencegahan
apabila dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat terutama
untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Tujuan pemberdayaan Masyarakat

Meningkatnya UKBM, sehingga masyarakat mampu


mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara
mandiri dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) dengan lingkungan yang kondusif melalui pembinaan
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang
terintegrasi dan bersinergi oleh pemangku kepentingan
terkait.
SITUASI CAPAIAN INDIKATOR PROMKES

N Indikator 2012 2013 2014


o Target Capaian Target Capaian Target
1 Desa dan Kelurahan Siaga 40 65 55 67,1 70
Aktif
2 Poskesdes beroperasi 55.500 54.142 57.000 54.731 58.500
3 RT ber-PHBS 60 56,7 65 55,06 70

N Indikator 2012 2013


o Capaian Capaian
1 Jumlah Posyandu 275.942 280.341
UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT

wahana pemberdayaan masyarakat bid.kes


Dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola
oleh, dari, untuk dan bersama masy dengan
bimbingan petugas Puskesmas, lintas sektor dan
lembaga terkait lainnya.
Salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam
bangkes berbasis pada potensi sumberdaya yang
tersedia dan atau dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat.
Tujuan UKBM
menyadarkan, menggerakkan, dan
mengembangkan partisipasi masyarakat secara
mandiri untuk berinisiatif mengembangkan dan
mengelola upaya pemeliharaan kesehatan
keluarga dan masyarakatnya, secara
berkelanjutan.
LINGKUP KEGIATAN UKBM

Kegiatan utama:
pemeliharaan kesehatan keluarga dan masyarakatnya yang
mengutamakan promotif dan preventif.
proses belajar untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan
ketrampilannya dalam menangani masalah kesehatan
Kegiatan lainnya :
Pemanfaatan tanaman obat keluarga yang hasilnya
dipergunakan untuk pengelolaan UKBM, sebagai dana sehat
atau kegiatan pendukung pemeliharaan kesehatan yang lain
(perbaikan gizi keluarga, kesehatan lingkungan, dll)
PENYELENGGARA UKBM
Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 140/1508/SJ
Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Pembentukan POKJANAL dan Forum Desa dan
Kelurahan Siaga Aktif Daerah :
POKJANAL Desi dan Kelurahan Siaga
Forum Desa dan kelurahan Siaga Aktif
Pengelola Desa dan Kelurahan Siaga Aktif ( kelompok
masyarakat)
JENIS KEGIATAN UKBM
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)
Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren)
Pos Pembinaan Terpadu PTM (Posbindu PTM)
Pos Malaria Desa (Posmaldes)
Pos TB Desa
Kelompok Pemakai Air (Pokmair) dll
Poskesdes
Pos Kesehatan Desa mrupakan UKBM yang dibentuk di desa
dalam rangka mendekatkan dan menyediakan pelayanan
kesehatan dasar bagi masyarakat desa.

Poskesdes dibentuk sebagai upaya mendekatkan pelayanan


kesehatan dasar setiap hari bagi masyarakat di desa serta
sebagai sarana untuk mempertemukan upaya masyarakat
dan dukungan Pemerintah.

Pelayanan : meliputi upaya promotif, preventif dan kuratif


sesuai dengan kewenangannya yang dilaksanakan oleh nakes
(terutama bidan) dengan melibatkan kader kesehatan.
Tujuan
Terselenggaranya :
upaya pemb masy meningkatkan kemampuan
menolong dirinya utk sehat
Yandas yg dilaksanakan oleh Nakes (bidan) & kader
kesehatan.
pengamatan, pencatatan, dan pelaporan dalam
meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masy
terhadap risiko & bahaya yg dapat menimbulkan
gangguan kes : PM dan peny. yg berpotensi
menimbulkan KLB serta FR-nya
RUANG LINGKUP KEGIATAN

Upaya kesehatan mencakup promotif,


preventif, dan kuratif yang dilaksanakan oleh
Nakes (terutama bidan) dengan melibatkan
kader kesehatan
Kegiatan utama : Yankesdas yaitu bumil, ibu
menyusui, kes.anak, pengamatan dan
kewaspadaan dini (surveilans : penyakit, gizi,
perilaku berisiko, lingkungan, dan masalah
kesehatan lainnya), penanganan
kegawatdaruratan kesehatan, serta
kesiapsiagaan terhadap bencana
Kegiatan dilakukan berdasarkan pendekatan edukatif atau
kemasyarakatan yang dilakukan mel musyawarah mufakat
disesuaikan dengan kondisi dan potensi masy
Fungsi Poskesdes

fasyankes guna lebih


mendekatkan pelayanan
kesehatan dasar ke masy.
wahana kewaspadaan
dini terhadap berbagai
risiko dan masalah kes.
wahana pemberdayaan
masyarakat dalam bidang
kes
PENCATATAN DAN
PELAPORAN
1. Pencatatan
Pencatatan dilakukan dengan menggunakan format
yang ada, antara lain:
Buku catatan sasaran Poskesdes, yang mencatat
jumlah seluruh warga dan masyarakat sekitarnya.
Buku catatan rekapitulasi kegiatan pelayanan
Poskesdes.
Buku catatan kegiatan pertemuan yang
diselenggarakan oleh Poskesdes.
Dan lain-lain sesuai kegiatan yang dilaksanakan
dan kebutuhan Poskesdes yang bersangkutan.
PENCATATAN DAN PELAPORAN

2.Pelaporan
Kegiatan yang menyangkut pelayanan
kesehatan dengan mengacu format pelaporan
Puskesmas. Pelaporan dilakukan minimal satu
bulan sekali pada saat diselenggarakannya
Lokakarya Mini Puskesmas.
Puskesmas menunjuk petugas yang
bertanggungjawab untuk melakukan
pembinaan pencatatan dan pelaporan terkait
dengan pelayanan kesehatan dasar di
Poskesdes.
Posyandu

salah satu UKBM yang dikelola dan diselenggarakan dari,


oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan
kepada masyarakat dalam memperoleh Yankesdas
mempercepat penurunan AKI dan AKB.
Tujuan
Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka
Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan dan nifas)
Membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera
Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat
untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta
kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya
masyarakat sehat sejahtera
Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga
Sejahtera, Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan
Ekonomi Keluarga Sejahtera.
Sasaran dan Fungsi
Sasaran
Bayi; Balita; Ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas
dan ibu menyusui; Pasangan Usia Subur (PUS)

Fungsi
Wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih
informasi dan keterampilan dari petugas kepada
masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam
rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB
TINGKAT PERKEMBANGAN POSYANDU

no Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri

1 Frekuensi Penimbangan <8 >8 >8 >8


2 Rerata tugas kader 5 5 5 5
3 Rerata cakupan D/S < 50 % < 50 % 50 % 50 %

4 Cakupan kumulatif KIA < 50 % < 50 % 50 % 50 %

5 Cakupan Kumulatif KB < 50 % < 50 % 50 % 50 %

6 Cakupan Kumulatif Imunisasi < 50 % < 50 % 50 % 50 %

7 Prog. Tambahan - - + +
8 Cakupan Dana Sehat < 50 % < 50 % < 50 % 50 %
POS Lanjut Usia

Pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut


di suatu wilayah tertentu
suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di
masyarakat, yang proses pembentukan dan
pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama
lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor
pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi
sosial dan lain-lain, dengan menitik beratkan
pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan
preventif.
POS Lanjut Usia
Dapat diberikan pelayanan sosial, agama,
pendidikan, ketrampilan, olah raga dan seni budaya
serta pelayanan lain yang dibutuhkan para lanjut usia
Selain itu mereka dapat beraktifitas dan
mengembangkan potensi diri Posyandu lansia
melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang
penyelenggaraannya melalui program Puskesmas
(melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh
masyarakat dan organisasi sosial) dalam
penyelenggaraannya.
Tujuan pembentukan Poslansia

a. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan


lansia di masyarakat,
b. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan
peran serta masyarakat dan swasta dalam
pelayanan kesehatan disamping meningkatkan
komunikasi antara masyarakat usia lanjut.
Sasaran

Sasaran langsung: Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun)


Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas)
Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke
atas)
Sasaran tidak langsung: Keluarga dimana usia lanjut
berada
Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia
lanjut
Masyarakat luas
Kegiatan
Penimbangan dan pencatatan berat
badan,pengukuran dan pencatatan tinggi badan
serta penghitungan index massa tubuh (IMT)
Pemeriksaan dan pengobatan sederhana (tekanan
darah, gula darah, Hb dan pemberian vitamin, dan
lain - lain), kegiatan konseling (kesehatan, gizi dan
kesejahteraan).
pemberian informasi dan melakukan kegiatan sosial
(pemberian makan tambahan, bantuan modal
pendampingan, dan lain lain) sesuai kebutuhan
KELOMPOK PEMAKAI AIR

Dibentuk sebagai salah satu upaya


pemberdayaan masyarakat untuk mengawasi,
memelihara saluran air dan memperbaiki
kerusakan bilamana terjadi.
Pembentukan Pokmair merupakan wadah
peran serta masyarakat dalam pembangunan,
pemanfaatan, pemeliharaan dan
pengembangan sarana penyediaan air bersih.
POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK
MENULAR (POSBINDU PTM)

Posbindu PTM merupakan suatu bentuk kegiatan


Promosi Kesehatan untuk meningkatkan perilaku
masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan
faktor risiko Penyakit Tidak Menular

POSBINDU PTM merupakan peran serta masyarakat


dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan
pemantauan faktor resiko PTM Utama yang
dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik
Faktor risikopenyakit tidak menular (PTM)
POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK
MENULAR (POSBINDU PTM)

FR yang dikendalikan : merokok, konsumsi minuman


beraalkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas
fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi,
hiperkolesterol serta menindaklanjuti secara dini
faktor risiko yang ditemukan melalaui konseling
kesehatan
Kelompok PTM Utama :DM, kanker, penyakit jantung
dan pembuluh darah(PJPD), penyakit paru obstruktif
kronis (PPOK) dan gangguan akibat kecelakaan dan
tindak kekerasan.
POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK
MENULAR (POSBINDU PTM)

Fungsi menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan


kematian akibat Penyakit Tidak Menular secara
terpadu, komprehensif dan terintegrasi dengan
melibatkan stakeholder, masyarakat dan pemerintah.
Tujuan
Meningkatkan dukungan kebijakan pemerintah pusat,
provinsi, dan kabupaten/kota dalam pencegahan faktor
risiko Penyakit Tidak Menular
Meningkatkan aksi nyata dari berbagai komponen di
masyarakat dalam pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) terkait perilaku tidak merokok, aktivitas fisik,
dan peningkatan konsumsi sayur dan buah dalam upaya
pengendalian Penyakit Tidak Menular.
Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat
dalam pencegahan dan penanggulangan faktor risiko PTM.
Sasaran
Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat,
beresiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke
atas
Dapat dilaksnakan di salah stau rumah warga, balai
desa/kelurahan, salah satu kios di pasar, salah satu
ruang perkantoran/klinik perusahan, ruang khusus di
sekolah, salah satu ruangan di lingkungan tempat
ibadah.
Terintegrasi dengan upaya kesehatan bersumber
masyarakat yang sudah ada fan tenaga yang ada
Kegiatan
Posbindu PTM

35
Pelaksanaan dan Pembiayaan
Dilaksanakan dengan 5 tahapan layanan disebut
sistem 5 meja, namun dalam situasi tertentu dapat
disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan
bersama.
Dapat bersumber melalui Dana Sehat, atau lembaga
Dinor yang diajukan dengan proposal/usulan
kegiatan, ataupun CSR (Corporate Social
Responsibility ) serta dukungan dari Pemerintah
Daerah setempat.
Posbindu PTM Dasar
Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri

Cakupan
pemeriksaan IMT <5% sasaran 5%-29% sasaran 30%-50%sasaran >50% sasaran

Cakupan <5% sasaran 5%-29% sasaran 30%-50%sasaran >50% sasaran


pemeriksaan
lingkar perut

Cakupan
pengukuran
tekanan darah <5% sasaran 5%-29% sasaran 30%-50%sasaran >50% sasaran
POS UPAYA KESEHATAN KERJA
(POS UKK)
merupakan wadah dari serangkaian upaya
pemeliharaan kesehatan pekerja yang terencana,
teratur dan berkesinambungan yang diselenggarakan
dari, oleh dan untuk masyarakat pekerja.
bentuk UKBM yang memberikan pelayanan
kesehatan dasar bagi masyarakat pekerja terutama
pekerja informal.
dibentuk untuk meningkatkan kesehatan pekerja
sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.
dapat dibentuk di lokasi kelompok pekerja
dengan jumlah pekerja minimal 10 sampai
palingbanyak 50 pekerja dan diutamakan dari
jenis pekerjaan yang sama
Misal :
kelompok pertanian, nelayan, perkebunan,
kakilima, pasartradisional, kawasan dan sentra
industri, perajin, transportasi, industri rumah
tangga dsb.
Tujuan
meningkatnya kemampuan masyarakat pekerja, untuk
menolong dirinya sendiri, meningkatnya pelayanan kesehatan
kerja yang dilaksanakan oleh kader, masyarakat pekerja, dan
tenaga kesehatan terlatih kesehatan kerja, meningkatnya
kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat pekerja terhadap
resiko dan bahaya akibat kerja yang dapat menimbulkan
gangguan kesehatan
meningkatnya dukungan dari pengambil kebijakan terhadap
Pos UKK
meningkatnya peran aktif lintas proigram dan lintas sektor
terkait dalam penyelenggaraan Pos UKK
Jenis Pelayanan
a. Pelayanan Promotif
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Penyuluhan Kesehatan Kerja
Konsultasi kesehatan kerja sederhana (seperti
gizi, APD, berhenti merokok, kebigaran, dll )
Sarasehan untuk melakukan poerubahan
menuju norma sehat dalam bekerja
Pencatatan dan pelaporan
Jenis Pelayanan
b. Pelayanan Preventif
Mendata jenis pekerjaan agar dapat menegetahui
risiko yang mungkin timbul
Pengenalan risiko bahaya di tempat kerja
Penyediaan contoh dan kepatuhan penggunaan APD
Mendorong upaya perbaikan lingkungan kerja seperti
perbaiakan aliran udara, pengelahan limbah cair dan
perbaiakn ergonomi
Membantu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan awal
dan berkala oleh petugas Puskesmas
Jenis Pelayanan
c. Pelayanan Kuratif
P3K
Pencatatan dan pelaporan
Khusus pada pekerja wanita dalam
memberikan pelayanan perlu dikaitkan
dnegan kesehatan reproduksi, pemanfaatan
ASI dan penggunaan kontrasepsi (KB )
Pos Malaria Desa
wadah pemberdayaan masyarakat dalam
pencegahan dan penanggulangan Malaria yang
dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat secara
mandiri dan berkelanjutan.
upaya menumbuhkan kesadaran, kemauan,
kemampuan masyarakat dalam upaya Eliminasi
Malaria.
terbangun mobilisasi masyarakat untuk melakukan
penemuan dini kasus Malaria
Tujuan
Meningkatkan :
komitmen para penentu kebijakan khususnya di daerah
endemis Malaria untuk melakukan Eliminasi Malaria.
kapasitas petugas kesehatan dalam pengendalian Malaria.
kesadaran dan aksi nyata para mitra untuk berperan aktif
dalam Eliminasi Malaria.
penyebarluasan informasi melalui media massa lokal.
pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan masyarakat
untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya
pencegahan Malaria.
POS TB DESA
salah satu bentuk kemitraan yang menjadi bagian dari
kegiatan Desa atau Kelurahan Siaga Aktif.
Pos TB Desa lebih ditekankan dalam bentuk kegiatan
pelayanan dan tidak harus memerlukan adanya sarana
fisik khusus
dapat memanfaatkan sarana yang telah tersedia di desa
tersebut.
memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan TB
bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau dalam
rangka meningkatkan pencapaian keberhasilan program
pengendalian TB
Tujuan
Meningkatkan :
dukungan kebijakan dalam pengendalian TB dari para
pengambil keputusan di pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan
khususnya rumah sakitdalam penerapan strategi DOTS.
pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam
pencegahan dan pencarian pengobatan TB.
aksi nyata berbagai komponen masyarakat dalam
pengendalian TB.
penyebarluasan informasi tentang TB secara terkoordinasi dan
berkesinambungan.
Pos Kesehatan Pesantren

salah satu wujud UKBM di lingkungan pondok pesantren,


dengan prinsip dari, oleh dan warga pondok pesantren, yang
mengutamakan pelayanan promotif dan preventif tanpa
mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif dengan binaan
Puskesmas setempat.
Warga pondok pesantren : Kiai atau sebutan lain
Pimpinan/Pengasuh, santri, ustad/ustazah, pekerja/karyawan
serta pengelola.
Tujuan
meningkatkan pengetahuan warga pondok pesantren
dan masyarakat sekitarnya tentang kesehatan
meningkatkan sikap dan PHBS bagi warga pondok
pesantren dan masyarakt sekitarnya
meningkatkan peran serta aktif warga pondok
pesantrten dan warga masyarakat sektarnya dalan
penyelenggaraan upaya kesehatan
memenuhi layanan kesehatan dasar bagi warga
pondok pesantren dan masyarakt sekitarnya.
Pos Kesehatan Pesantren

Sebagai upaya Poskestren melakukan upaya pemberdayaan


warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam
bidang kesehatan
Peningkatan lingkungan yang sehat di pondok pesantren dan
wilayah sekitarnya
Pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan (santri husada)
dan kader siaga bencana (santri siaga bencana).
sasaran
Pondok pesantren
masyarakat pondok pesantren
warga pondok pesantren
masyarakat di lingkungan pondok pesantren
tokoh masyarakat
petugas kesehatan dan stakeholders lainnya.
Kegiatan
Pelayanan kesehatan dasar yang mengutamakan upaya
promotif ( konseling kesehatan, penyuluhan kesehatan,
olahraga teratur, lomba lingkungan bersih dan sehat,
mading poster)
preventif ( pemeriksaan kesehatan berkala, penjaringan
kesehatan santri, imunisasi, kesehatan lingkungan dan
kebersihan diri, pemberantasan nyamuk dan sarangnya,
penyediaan dan pemanfaatan air bersih, deteksi dini dan
gangguan jiwa dan NAPZA)
pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan (santri
husada) dan kader siaga bencana (santri siaga bencana)
Cara Perhitungan

Jumlah Poskesdes yang melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi


masyarakat desa setiap hari di satu wilayah

Keterangan :
satu wilayah = satu wilayah kerja Puskesmas
FORMAT PELAPORAN DATA POSKESDES YANG BEROPERASI
TINGKAT PUSKESMAS
Puskesmas :
Kecamatan :
Kab/Kota :
Provinsi :
Tahun :

KETERANGAN
NAMA BIDAN/PERAWAT
NO NAMA DESA
POSKESDES PENANGGUNGJAWAB

1.
2.
3.
Dst.
Cara Perhitungan

Jumlah Posyandu di suatu wilayah

Keterangan :
suatu wilayah = satu wilayah kerja Puskesmas
FORMAT PELAPORAN DATA POSYANDU
TINGKAT PUSKESMAS
Puskesmas :
Kecamatan :
Kab/Kota :
Provinsi :
Tahun :
TINGKAT
NO NAMA DESA NAMA POSYANDU PERKEMBANGAN
POSYANDU
1. 1.
2.
3.
2. 1.
2.
3.
dst. 1.
2.
3.