Anda di halaman 1dari 19

Oleh :

Prof. Dr. H. Dadang Sadeli, M.Si


Laba Akuntansi adalah laba atau rugi bersih
selama satu periode sebelum dikurangi beban
pajak yang dihitung berdasarkan SAK dan
lebih ditujukan untuk menilai kinerja
ekonomi.
Laba Fiskal adalah laba/rugi selama satu
periode yang dihitung berdasarkan Peraturan
Perpajakan dan lebih ditujukan untuk
menjadi dasar penghitungan PPh.
Beda waktu artinya secara keseluruhan
beban atau pendapatan akuntansi maupun
perpajakan sebenarnya sama, tetapi berbeda
alokasi setiap tahun
Beda waktu akan menimbulkan aset atau
kewajiban pajak tangguhan, sementara beda
tetap tidak.
Beban PPh terdiri atas :
1.Beban Pajak kini
2.Beban Pajak tangguhan/Pendapatan Pajak
tangguhan
Pajak kini (current tax) adalah jumlah PPh
terutang atas Penghasilan Kena Pajak pada
suatu periode.
Beban pajak tangguhan akan menimbulkan
kewajiban pajak tangguhan sedangkan
pendapatan pajak tangguhan menimbulkan
aset pajak tangguhan.
Aset pajak tangguhan (deferred tax asset)
timbul apabila beda waktu menyebabkan
terjadi koreksi positif sehingga beban pajak
menurut akuntansi lebih kecil drpd beban
pajak menurut peraturan perpajakan.
Aset pajak tangguhan adalah jumlah PPh
terpulihkan pada periode mendatang sebagai
akibat adanya perbedaan temporer yang
boleh dikurangkan.
Kewajiban pajak tangguhan (deferred tax
liabilities) timbul apabila beda waktu
menyebabkan terjadinya koreksi negatif
sehingga beban pajak menurut akuntansi
lebih besar drpd beban pajak menurut
peraturan perpajakan.
Kewajiban pajak tangguhan adalah jumlah
PPh terutang untuk periode mendatang
sebagai akibat adanya perbedaan temporer
Laba sebelum pajak ........................ xxx
PPh:
Pajak Kini ...................... xxx
Pajak Tangguhan .............. xxx
(xxx)
Laba setelah pajak xxx
Harga Perolehan Aset Tetap Rp 3.000.000, taksiran umur
ekonomis 5 tahun
Pajak Perusahaan
Metode garis Metode Jumlah Selisih
lurus angka tahun
Th
1. Rp 600.000 5/15 x Rp 3.000.000 = Rp 1.000.000 Rp 400.000
2. 600.000 4/15 x Rp 3.000.000 = 800.000 200.000
3. 600.000 = 600.000 -
4. 600.000 = 400.000 (200.000)
5. 600.000 = 200.000 (400.000)
Rp 3.000.000 Rp 3.000.000 -
Laba sebelum pajak Rp 6.000.000
Kredit Pajak :
PPh 22 Rp 100.000
PPh 23 200.000
Tahun ke 1
Laba sebelum pajak Rp 6.000.000
Koreksi beda waktu :
+/+ penyusutan 400.000
Penghasilan Kena Pajak Rp 6.400.000
Pajak terutang 10 % x Rp 6.400.00 = Rp 640.000
Kredit PPh 22 , 23 300.000
PPh kurang Bayar (PPh 29) 340.000
Aset Pajak tangguhan 10% x Rp 400.000 = Rp 40.000
PPh Badan- pajak kini Rp 640.000
Aset pajak tangguhan 40.000
Pendapatan pajak tangguhan 40.000
PPh 22 dibayar dimuka 100.000
PPh 23 dibayar dimuka 200.000
Utang PPh 29 340.000

Penyajian di Lap Laba Rugi


Laba sebelum pajak Rp 6.000.000
PPh :
Pajak kini Rp 640.000
Pajak tangguhan (40.000)
Rp 600.000
Laba bersih Rp 5.400.000
Tahun ke 4
Laba sebelum pajak Rp 6.000.000
Kredit Pajak :
PPh 22 Rp 150.000
PPh 23 250.000
Laba sebelum pajak Rp 6.000.000
Koreksi beda waktu :
-/- penyusutan 200.000
Penghasilan Kena Pajak Rp 5.800.000
Pajak terutang 10 % x Rp 5.800.00 = Rp 580.000
Kredit PPh 22 , 23 400.000
PPh kurang Bayar (PPh 29) 180.000
Kewajiban Pajak tangguhan 10% x Rp 200.000 = Rp2 0.000
PPh Badan- pajak kini Rp 580.000
Beban pajak tangguhan 20.000
Kewajiban pajak tangguhan 20.000
PPh 22 dibayar dimuka 150.000
PPh 23 dibayar dimuka 250.000
Utang PPh 29 180.000

Penyajian di Lap Laba Rugi


Laba sebelum pajak Rp 6.000.000
PPh :
Pajak kini Rp 580.000
Pajak tangguhan 20.000
Rp 600.000
Laba bersih Rp 5.400.000
Laba sebelum pajak tahun 2006 Rp 900.000.000. Koreksi
fiskal atas laba tersebut adalah :
- Pendapatan bunga deposito Rp 60.000.000
- Beban jamuan tanpa daftar nominatif Rp 40.000.000
- Penyusutan fiskal lebih kecil Rp 15.000.000 drpd
penyusutan komersial
- Angsuran PPh 25 Rp 20.000.000 per bulan
Tugas anda :
a. Tentukan Penghasilan Kena Pajak
b. Tentukan PPh kurang/lebih bayar
c. Tentukan aset atau kewajiban pajak tangguhan
d. Buat jurnal dan penyajiannya.
1. Jurnal timbulnya aset pajak tangguhan
Aset Pajak tangguhan ......... xxx
Pendapatan Pajak tangguhan xxx

2. Jurnal timbulnya kewajiban pajak


tangguhan
Beban Pajak tangguhan ..... xx
Kewajiban Pajak tangguhan xxx
Laba sebelum pajak Rp 900.000.000
Koreksi beda tetap :
-/- Pendapatan bunga depoito (Rp 60.000.000)
+/+ Beban jamuan Rp 40.000.000
Total beda tetap (Rp 20.000.000)
Rp 880.000.000
Koreksi beda waktu :
+/+ Penyusutan Rp 15.000.000
Penghasilan Kena Pajak Rp 895.000.000
10% x Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000
15% x Rp 50.000.000 = Rp 7.500.000
30% x Rp 795.000.000 = Rp 238.500.000
Rp 251.000.000
Kredit PPh 25 (Rp 240.000.000)
PPh kurang bayar (PPh 29) Rp 11.000.000

Aset pajak tangguhan = 30% x Rp 15.000.000


= Rp 4.500.000
PPh Badan pajak kini Rp 251.000.000
Aset pajak tangguhan 4.500.000
Pendapatan pajak tangguhan Rp 4.500.000
PPh 25 dibayar di muka 240.000.000
Utang PPh 29 11.000.000
Laba sebelum pajak 900.000.000
PPh :
Pajak kini 251.000.000
Pajak tangguhan ( 4.500.000)
246.500.000
Laba bersih 653.500.000