Anda di halaman 1dari 25

TUMOR PADA LEHER

DISUSUN OLEH

BAYU SETYA PRATAMA


(0910070100019 )

PEMBIMBING :
dr. M Afdol Martias, Sp.B
Anatomi Regio Colli
MACAM MACAM Tumor pada
leher
A. STRUMA
Definisi
Kelainan glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi
seperti tirotosikosis atau perubahan susunan kelenjar dan
morfologinya, seperti penyakit tiroid noduler.

Berdasarkan patologinya, pembesaran tiroid umumnya


disebut struma.
Klasifikasi dan Etiologi
Berdasarkan American Society for Study of Goiter,
terdapat 4 macam klasifikasi struma, yaitu:
A. Struma Nontoksik Difusa
B. Struma Toksik Difusa
C. Struma Toksik Nodusa
Diagnosis
A. Struma Nontoksik
Diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang. Anamnesis harus memeperoleh semua
data tentang keadaan benjolan dan riwayat benjolan yang terjadi.
Inspeksi :
Nampak suatu benjolan pada leher bagian depan bawah yang
bergerak ke atas pada waktu penderita menelan ludah.
Diperhatikan kulit di atasnya apakah hiperemi, seperti kulit jeruk,
ulserasi.

Palpasi
Harus diperhatikan lokalisasi benjolan terhadap trakea (mengenai
lobus kiri, kanan atau keduanya), ukuran (diameter terbesar dari
benjolan, nyatakan dalam sentimeter), konsistensi, mobilitas,
infiltrat terhadap kulit/jaringan sekitar, apakah batas bawah
benjolan dapat diraba (bila tak teraba mungkin ada bagian yang
masuk ke retrosternal).
Struma Nontoksik

Auskultasi
Menetukan adanya bruit pada pembesaran tiroid atau tidak. Pada
struma nontoksik, tidak ditemukan bruit. Bruit hanya khas pada
Graves disease.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium :
Diukur untuk kasus ini adalah Free T4 dan TSH (Thyroid Stimulating
Hormone). Hasil pemeriksaan biasanya normal karena nontoksik.

Pemeriksaan radiologi :
Pemeriksaan sidik tiroid dan pemeriksaan USG.

Pemeriksaan patologi :
Biasanya untuk curiga keganasan, biasanya adalah biopsi jarum halus.
B. Struma Toksik
1. Graves Disease (Struma Toksik Difusa)
Gejala-gejala :
hipertiroidisme berupa manifestasi hipermetabolisme dan
aktivitas simpatis yang berlebihan.
Pasien mengeluh lelah, gemetar, tidak tahan panas, keringat
semakin banyak bila panas, kulit lembab, berat badan menurun,
sering disertai dengan nafsu makan meningkat, palpitasi,
takikardi, diare, dan kelemahan serta atrofi otot.
Manifestasi ekstratiroidal :
Berupa oftalmopati dan infiltrasi kulit lokal yang biasanya
terbatas pada tungkai bawah.

Oftalmopati ditandai dengan mata melotot, fisura palpebra


melebar, kedipan berkurang, lid lag (keterlambatan kelopak
mata dalam mengikuti gerakan mata), dan kegagalan
konvergensi.
Struma Toksik

Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada umumnya sama


dengan pemeriksaan pada struma nontoksik.
Namun, pada auskultasi ditemukan bruit yang khas.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium :
Pengukuruan TSH, TSAb (Thyroid Stimulating Antibody), TSH,
dan FT4.
Hasilnya adalah TSAb meningkat, TSH turun, dan FT4 naik.
Struma Toksik

2. Plummers Disease (Struma Toksik Nodusa)


Anamnesis dan pemeriksaan fisik sama dengan struma
lainnya. Pemeriksaan penunjang sama dengan Graves
disease hanya saja tidak ditemukan TSAb.
Struma Nontoksik &Toksik

Penatalaksanaan
Semua keadaan struma harus dioperasi untuk indikasi
kosmetik, keganasan, penekanan saluran napas, dan
gangguan menelan atau berbicara.
Pada struma, apabila hanya 1 lobus tiroid yang
terkena dilakukan lobektomi.
Namun jika sudah 2 lobus yang terkena, maka
dilakukan subtotal tiroidektomi.
Setelah dilakukan operasi, pasien dengan struma
nontoksik biasanya akan diberikan preparat hormon
tiroid, misalnya Thyrax.
Pada struma toksik, biasanya diberi obat antitiroid
seperti misalnya propiltiourasil dan kemudian
dilakukan operasi.
MACAM MACAM Tumor pada
leher

B. LIMFADENOPATI
Definisi
Ketidaknormalan kelenjar getah bening dalam ukuran,
konsistensi ataupun jumlahnya.

Pada daerah leher (cervikal), pembesaran kelenjar


getah bening didefinisikan bila kelenjar membesar lebih
dari diameter satu sentimeter.

Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher


sering terjadi pada anak-anak.
Etiologi
Penyebab yang paling sering adalah hasil dari proses infeksi dan
infeksi yang biasanya terjadi adalah infeksi oleh virus pada
saluran pernapasan bagian atas (rinovirus, virus parainfluenza,
influenza, respiratory syncytial virus (RSV), coronavirus,
adenovirus atau reovirus).
Bakteri pada peradangan KGB (limfadenitis) dapat disebabkan
Streptokokus beta hemolitikus Grup A atau stafilokokus aureus.
Bakteri anaerob bila berhubungan dengan caries dentis (gigi
berlubang) dan penyakit gusi.
Keganasan seperti leukimia, neuroblastoma,
rhabdomyosarkoma dan limfoma juga dapat menyebabkan
limfadenopati.
Obat-obatan juga menyebabkan limfadenopati umum.
Limfadenopati daerah leher perah dilaporkan setelah imunisasi
(DPT,polio atau tifoid).
Gejala Klinis
Anamnesis Keterangan
Lokasi pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran kelenjar getah bening pada dua sisi leher secara
mendadak biasanya disebabkan oleh infeksi virus saluran
pernapasan bagian atas. Pada infeksi oleh penyakit kawasaki
umumnya pembesaran KGB hanya satu sisi saja. Apabila
berlangsung lama (kronik) dapat disebabkan infeksi oleh
mikobakterium, toksoplasma, ebstein barr virus atau
citomegalovirus.
Gejala - gejala penyerta (symptoms) Demam, nyeri tenggorok dan batuk mengarahkan kepada penyebab
infeksi saluran pernapasan bagian atas. Demam, keringat malam dan
penurunan berat badan mengarahkan kepada infeksi tuberkulosis
atau keganasan. Demam yang tidak jelas penyebabnya, rasa lelah
dan nyeri sendi meningkatkan kemungkinan oleh penyakit kolagen
atau penyakit serum (serum sickness-ditambah riwayat obat-obatan
atau produk darah).
Anamnesis Keterangan

Riwayat penyakit sekarang dan dahulu Adanya peradangan tonsil (amandel) sebelumnya mengarahkan
kepada infeksi oleh streptokokus; luka lecet pada wajah atau leher
atau tanda-tanda infeksi mengarahkan penyebab infeksi stafilokokus;
dan adanya infeksi gigi dan gusi juga dapat mengarahkan kepada
infeksi bakteri anaerob. Transfusi darah sebelumnya dapat
mengarahkan kepada citomegalovirus, epstein barr virus atau HIV.
Penggunan obat-obatan Limfadenopati dapat timbul setelah pemakaian obat-obatan seperti
fenitoin dan isoniazid. Obat-obatan lainnya seperti allupurinol,
atenolol, captopril, carbamazepine, cefalosporin, emas, hidralazine,
penicilin, pirimetamine, quinidine, sulfonamida, sulindac).
Pembesaran karena obat umumnya seluruh tubuh (generalisata)
Paparan terhadap infeksi Paparan/kontak sebelumnya kepada orang dengan infeksi saluran
napas atas, faringitis oleh streptokokus, atau tuberkulosis turut
membantu mengarahkan penyebab limfadenopati.
Riwayat perjalanan atau pekerjaan Perjalanan ke daerah-daerah afrika dapat mengakibatkan terkena
tripanosomiasis, orang yang bekerja dalam hutan dapat terkena
tularemia
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Keterangan
fisik
Secara umum Malnutrisi atau pertumbuhan yang terhambat mengarahkan kepada penyakit kronik (berjalan lama)
seperti tuberkulosis, keganasan atau gangguan sistem kekebalan tubuh
Karakteristik dari KGB dan daerah sekitarnya harus diperhatikan. Kelenjar getah bening harus diukur untuk perbandingan
kelenjar berikutnya. Harus dicatat ada tidaknya nyeri tekan, kemerahan, hangat pada perabaan, dapat bebas
getah bening digerakkan atau tidak dapat digerakkan, apakah ada fluktuasi, konsistensi apakah keras atau kenyal.
Ukuran : normal bila diameter <1cm (pada epitroclear >0,5cm dan lipat paha >1,5cm dikatakan
abnormal)
Nyeri tekan : umumnya diakibatkan peradangan atau proses perdarahan
Konsistensi : keras seperti batu mengarahkan kepada keganasan, padat seperti karet mengarahkan
kepada limfoma; lunak mengarahkan kepada proses infeksi; fluktuatif mengarahkan telah terjadinya
abses/pernanahan
Penempelan/bergerombol : beberapa KGB yang menempel dan bergerak bersamaan bila digerakkan.
Dapat akibat tuberkulosis, sarkoidosis, keganasan.
Pembesaran KGB leher bagian posterior (belakang) terdapat pada infeksi rubela dan mononukleosis.
Supraklavikula atau KGB leher bagian belakang memiliki risiko keganasan lebih besar daripada
pembesaran KGB bagian anterior.
Karakteristik dari Pembesaran KGB leher yang disertai daerah lainnya juga sering disebabkan
kelenjar getah bening oleh infeksi virus.
Keganasan, obat-obatan, penyakit kolagen umumnya dikaitkan degnan
pembesaran KGB generalisata.
Pada pembesaran KGB oleh infeksi virus, KGB umumnya bilateral (dua sisi-
kiri/kiri dan kanan), lunak dan dapat digerakkan. Bila ada infeksi oleh bakteri,
kelenjar biasanya nyeri pada penekanan, baik satu sisi atau dua sisi dan dapat
fluktuatif dan dapat digerakkan. Adanya kemerahan dan suhu lebih panas dari
sekitarnya mengarahkan infeksi bakteri dan adanya fluktuatif menandakan
terjadinya abses. Bila limfadenopati disebabkan keganasan tanda-tanda
peradangan tidak ada, KGB keras dan tidak dapat digerakkan (terikat dengan
jaringan di bawahnya)
Pada infeksi oleh mikobakterium pembesaran kelenjar berjalan minguan-bulan,
walaupun dapat mendadak, KGB menjadi fluktuatif dan kulit diatasnya
menjadi tipis, dan dapat pecah dan terbentuk jembatan-jembatan kulit di
atasnya.
Pemeriksaan fisik Keterangan

Tanda-tanda penyerta Adanya tenggorokan yang merah, bercak-bercak putih pada tonsil, bintik-
(sign) bintik merah pada langit-langit mengarahkan infeksi oleh bakteri
streptokokus. Adanya selaput pada dinding tenggorok, tonsil, langit-langit
yang sulit dilepas dan bila dilepas berdarah, pembengkakan pada jaringan
lunak leher (bull neck) mengarahkan kepada infeksi oleh bakteri difteri.
Faringitis, ruam-ruam dan pembesaran limpa mengarahkan kepada infeksi
epstein barr virus. Adanya radang pada selaput mata dan bercak koplik
mengarahkan kepada campak. Adanya pucat, bintik-bintik perdarahan (bintik
merah yang tidak hilang degnan penekanan), memar yang tidak jelas
penyebabnya, dan pembesaran hati dan limpa mengarahkan kepada leukomia.
Demam panjang yang tidak berespon dengan obat demam; kemerahan pada
mata; peradangan pada tenggorok, strawberry tongue; perubahan pada
tangan dan kaki (bengkak, kemerahan pada telapak tangan dan kaki);
limfadenopati satu sisi (unilateral) mengarahkan kepada penyakit kawasaki.
Tatalaksana
Tatalaksana pembesaran KGB leher didasarkan kepada
penyebabnya. Banyak kasus dari pembesaran KGB leher sembuh
dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun
selain dari observasi.
Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi
indikasi untuk dilaksanakan biopsi kelenjar getah bening.
Biopsi dilakukan bila terdapat tanda dan gejala yang
mengarahkan kepada keganasan, KGB yang menetap atau
bertambah besar dengan pengobatan yang tepat, atau diagnosis
belum dapat ditegakkan.
Pembesaran KGB pada anak-anak biasanya disebabkan oleh virus dan
sembuh sendiri, walaupun pembesaran KGB dapat berlangsung
mingguan. Pengobatan pada infeksi KGB oleh bakteri (limfadenitis)
adalah antibiotik oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari
pertama flucloxacillin 25mg/kgBB empat kali sehari. Bila ada reaksi
alergi terhadap antibiotik golongan penisilin dapat diberikan
cephalexin 25mg/kg (sampai dengan 500mg) tiga kali sehari atau
eritromisin 15mg/kg (sampai 500mg) tiga kali sehari.
Bila penyebab limfadenopati adalah mikobakterium tuberkulosis
maka diberikan obat anti tuberkulosis selama 9-12 bulan.
Bila disebabkan mikobakterium selain tuberkulosis maka memerlukan
pengangkatan KGB yang terinfeksi atau bila pembedahan tidak
memungkinkan atau tidak maksimal diberikan antibiotik golongan
makrolida dan antimikobakterium.
MACAM MACAM Tumor pada
leher

C. KISTA DUCTUS TIROGLOSUS


Definisi
Kista duktus tiroglosus adalah kantung berisi cairan yang
terdapat saat lahir, pada garis tengah leher. Terjadi karena
penutupan inkomplit dari suatu segmen duktus tiroglosus;
struktur seperti tabung yang normalnya menutup saat
perkembangan embrio.
Patofisiologi
Saat perkembangan janin, kelenjar tiroid yang berasal dari
dalam mulut (pangkal lidah). Di antara kelenjar tiroid dan dasar
lidah akan dihubungkan oleh duktus tiroglosus. Kemudian
selama perkembangan embrionik, kelenjar tiroid akan turun
mencapai daerah leher dan di duktus tiroglosus akan berubah
menjadi sinus tiroglosus.

Secara fisiologis sinus ini akan mengalami atrofi dan obliterasi.


Namun, ada beberapa kasus di mana sinus ini menetap, yang
akhirnya sinus ini akan terisi cairan mukoid dan berkembang
menjadi kista duktus tiroglosus.
Etiologi
Duktus tiroglosus tidak obliterasi atau atrofi oleh karena :
Infeksi tenggorokan berulang akan merangsang sisa epitel
tractus sehingga terjadi degenerasi kistik.
Sumbatan ductus tiroglosus menyebabkan penumpukan sekret
sehingga terbentuk kista.
Gejala Klinis dan Diagnosis
Biasanya ditemukan sebelum usia 5 tahun, tetapi bisa juga muncul
disegala usia.lokasinya yaitu di daerah tirohyoid (terbanyak),
suprahyoid, suprasternal atau intralingual.
Teraba massa di garis tengah leher, asimtomatis jika di bawah
tingkatan tulang hyoid.
Massa teraba bulat, licin, kecil di bagian tengah leher. Massa ikut
bergerak jika menelan, lembek dan berwarna kemerahan.
Nyeri pada leher, disfagia, kadang bisa sampai sesak napas
Dengan pembukaan kecil di kulit dekat massa maka bisa dilakukan
drainase mucus dai kista duktus tiroglossus.
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan
diagnosis yaitu USG leher (jaringan tiroid normal terlihatt, untuk
membedakan massa kistik atau solid), CT scan atau MRI (untuk
mengetahui ukuran, lokasi, dan hubungan dengan struktur lainnya)
dan FNAB (jika ragu suatu massa neoplastik).
Penatalaksanaan
Dengan dilakukan operasi prosedur sistrunk. Indikasi dilakukan
operasi yaitu untuk alasan kosmetik (mengganggu penampilan)
dan jika terjadi infeksi berulang.

Prosedur operasi sistrunk yaitu dengan memotong os hyoid


bagian sentral 1-1,5 cm (memotong saluran kista yang melekat
di os hyoid), kemudian elevasi os hyoid dan kista ke cranial.
Lihat dan ikuti saluran sampai ke pangkal lidah, aspirasi
sebagian isi kista, kemudian masukkan methylene blue untuk
memudahkan penglihatan. Ikuti saluran kista lagi dan bebaskan
ke proksimal sampai dengan ujungnya, lakukan ligasi dan
potong di distal ligasi.
KESIMPULAN

Benjolan yang ditemukan pada leher bisa bermacam


macam asal dan penyebabnya. Mulai dari kulit sampai dengan
organ yang paling dalam daerah leher. Jika ditinjau dari asalnya,
benjolan tersebut bisa berasal dari kulit, jaringan otot, jaringan
saraf, jaringan pembuluh darah, jaringan tulang dan tulang
rawan , kelenjar getah bening, kelenjar tiroid, atau bisa juga bisa
berasal dari kelenjar parotis. Penyebabnya pun bisa karena
infeksi dan inflamasi, neoplasia, kista, metastasis, dan lain lain.
kasus kasus tersering yang ditemukan apabila terdapat
benjolan leher , yaitu pembesaran kelenjar tiroid (struma),
pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati), dan kista
duktus tiroglosus.