Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

OBSERVASI KESURAMAN DI HILUS KIRI DENGAN LIMFADENOPATI COLI E.C


SPESIFIK DIAGNOSIS BANDING MALIGNA DAN TB PARU

Pembing:
dr. Riana Sari, Sp.P

Jayeng sasmita fitri


J510165028

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT PARU


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. M
Umur : 58 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Boyolali
Pekerjaan : Petani
Status Pernikahan : Sudah menikah
Tanggal pemeriksaan : 20 juli 2017
No. RM : 107xxx
ANAMNESIS

Keluhan Utama : batuk

RPS
Pasien datang ke Poliklinik Balai Besar Kesehatan Paru
Masyarakat (BBKPM) surakarta pada tanggal 20 juli 2017
dengan dengan keluhan batuk kering yang sudah dirasa sejak 1
tahun lalu tapi dengan intensitas jarang. Batuk di rasakan
memberat sejak 3 bulan terakhir. Tiga bulan yang lalu pasien
mulai merasa pusing dan lemas . Oleh karena itu, pasien datang
berobat ke PKU dan mondok selama 3 hari. Dalam perjalanan
selama 3 bulan, pasien mengatakan batuk kering dirasakan
terus menerus, tidak ada perubahan walau sudah diberi obat.
LANJUTAN

Kurang dari satu bulan yang lalu, pasien merasa


kadang-kadang keluar keringat pada malam hari disertai
menggigil. Pasien merasa bertambah lemas, nafsu makan
yang berkurang di serta penurunan berat badan yang
biasanya 70 kg sekarang menjadi 64 kg , kadang-kadang
pasien mengaku sesak nafas dan juga mengaku sering
demam.
Pasien mengaku batuk tidak di sertai dahak ataupun
darah, tidak ada nyeri dada, tidak Suara serak , tidak ada
kesulitan menelan / sakit menelan Tidak ada diare, BAB
dan BAK lancar.
Riwayat penyakit serupa :di akui (Pasien
di rawat di PKU)
Riwayat alergi :disangkal
Riwayat Riwayat Hipertensi :disangkal
Penyakit Riwayat DM :disangkal
Dahulu Riwayat OAT :disangkal
Riwayat alergi obat :disangkal
Riwayat Asma :disangkal
Riwayat penyakit serupa : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat Riwayat diabetes mellitus : disangkal
Penyakit Riwayat asma : disangkal
Keluarga Riwayat penyakit TB paru : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
Pasien merupakan seorang petani.
Pasien memiliki kebiasaan merokok sejak usia
Riwayat muda, namun sudah berhenti merokok sejak 4
Pribadi bulan yang lalu
dan Pasien mempunyai bekerja di pabrik tembakau
Sosial Di lingkunan tempat tinggal tidak ada yeng
engalami keluhan serupa
Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran : Compos Mentis, GCS E4 M6 V5

Tanda vital
Tekanan darah : 104/67 mmHg
Nadi : 102 x/menit
Pernafasan : 20x/menit
Suhu : 37,6 C
Pemeriksaan Fisik

Kepala : normocephali. Rambut berwarna hitam keabu-abuan, distribusi merata, tidak


mudah dicabut, alopesia (-), uban (+)

Mata : oedem palpebral (-/-), benjolan (-/-). konjungtiva pucat (-/-), seklera ikterik (-/-),
pupil bulat isokor (+/+), reflek cahaya langsung dan tidak langsung (+/+), fotosensitivitas (-/-),
konjungtiva bulbi hiperemis (-/-), sekret (-/-), benjolan atau hordeolum (-/-).

Telinga : Normotia, bentuk dan ukuran dalam batas normal, benjolan (-/-), nyeri tekan
tragus (-/-), nyeri tekan mastoid (-/-), liang telinga lapang (+/+) serumen (-/-), sekret (-/-),
darah (-/-).
Hidung : Deformitas septum nasi (-/-), nafas cuping hidung(-/-), mukosa hiperemis(-/-),
konka eutrofi (+/+), sekret (-/-), darah (-/-), benjolan (-/-), nyeri tekan (-)

Mulut : Bibir kering (-), pucat (-), sianosis (-), mukosa mulut berwarna merah (+), sariawan
(-), gusi bengkak (-), lidah dalam batas normal, warna merah, lidah kotor (-), papil atrofi (-),
tremor (-),faring hiperemis (-)

Leher : JVP normal, trakea teraba letak ditengah, deviasi (-), kelenjar tiroid
dalam batas normal, pembesaran. Pembesaran kelenjar getah bening (+).
Thorax
Jantung
Abdomen

EKSTREMITAS
- Superior: clubbing finger (-/-), edema (-/-), akral hangat (+/+)
- Inferior : clubbing finger (-/-), edema (-/-), akral hangat(+/+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Radiologi

Cor : Normal

Pulmo : Corakan vaskuler


kasar, inviltrat (-), diafragma dan
sinus normal

Kesan : bronkhitis
DIAGNOSIS KERJA

Observasi kesuraman di hilus kiri dengan


limfadenopati coli e.c spesifik diagnosis banding
maligna dan tb paru
Usulan pemeriksaan penunjang
Darah lengkap
Sitologi sputum
CT- Scan
Sputum (BTA) Thorax
Biopsi jaringan
PENATALAKSANAAN

Non medikamentosa
- Nutrisi adekuat
Medikamentosa
-rifampisin tablet 600 mg 1x1
- isoniazid tablet 300 mg 1x1
- etambutol tablet 500 mg 1x3
- lansoprazole tablet 1x1
- lesichol tablet 300 mg 2x1
Tinjauan Pustaka

suatu jaringan yang tumbuh tanpa fungsi yang


jelas, yang bisa tumbuh dari bagian jaringan
Paru

Definisi

Penyakit yang ditandai dengan tidak


terkontrolnya pertumbuhan sel didalam paru
ETIOLOGI

Penyebab Tumor jinak belum begitu jelas, tapi pada umumnya ada masalah
dengan inflamasi akibat infeksi (histoplasmosis,
coccidioidomycosis, cryptococcosis,or aspergillosis). Dapat juga inflamasi
bukan karena infeksi namun akibat dari Rheumatoid arthritis, Wegener
granulomatosis. Sarcoidosis. Diantara penyebab lainnya adalah kelainan
bawaan (birth defect) seperti cistik paru dan malformasi paru9

Merokok, radiasi, genetik, Karsinogenik (asbes,


arsen, chromium, mustard gas, nikel),polusi udar
,radon,penyakit paru, diet,
Faktor 9
Risiko
Patogenesis
DETEKSI DINI

Sasaran Utama

Laki laki usia >40 th, perokok, paparan industri


tertentu (buruh pabrik )

Dengan satu atau lebih gejala :

Batuk darah, batuk kronik, sesak napas, nyeri


dada, berat badan menurun

Perempuan perokok pasif dengan gejala


Batuk darah, batuk kronik, sesak napas, nyeri
dada, berat badan menurun tanpa penyakit yang
jelas.
GEJALA KLINIS
Gejala-gejala dapat bersifat:
Lokal (tumor tumbuh setempat):
Batuk baru atau batuk lebih hebat Gejala Penyakit Metastasis
pada batuk kronis Pada otak, tulang, hati, adrenal
Hemoptosis Limfadenopati servikal dan
Mengi (wheezing, stridor) karena ada supraklavikula
obstruksi saluran napas Sindrom Paraneoplastik: terdapat pada
Kadang terdapat kavitas seperti abses 10% kanker paru dengan gejala:
paru Sistemik: penurunan BB, anoreksia,
Atelektasis demam
Invasi lokal Hematologi: leukositosis, anemia,
Nyeri dada hiperkoagulasi
Dispnoe karena efusi pleura Hipertrofi osteoartropati
Invasi ke perikardium. Neurologik: dementia, ataksia,
Sindroma vena kava superior tremor, neuropati perifer
Sindrom Horner Endokrin: sekresi berlebihan pada
Suara serak, karena penekanan pada hormon paratiroid (hiperkalsemia)
nervus laringeal rekurer Dermatoologik: eritema multiform,
hiperkeratosis, jari tabuh
LANJUTAN
Asimtomatis dengan kelainan radiologis:

o Sering terdapat pada perokok dengan PPOK/COPD yang terdeteksi secara


radiologis

o Kelainan berupa nodul soliter(1)

Tidak jarang yang pertama terlihat adalah gejala atau keluhan akibat
metastasis di luar paru, seperti kelainan yang timbul akibat kompresi hebat di
otak, pembesaran hepar, atau patah tulang kaki. Gejala dan keluhan yang tidak
khas, seperti:

Berat badan berkurang, Nafsu makan hilang

Demam hilang timbul

Sindrom paraneoplastik, seperti Hypertropic pulmonary osteoartheopathy,


trombosis vena perifer dan neuropatia
Diagnosis

Anamnesa

Pemeriksaan Pemeriksaan
lain fisik

diagnosis

Pemeriksaan Gambaran
invasif lain radiologis

Pemeriksaan
khusus
JENIS HISTOLOGI
Untuk menentukan jenis histologis, secara lebih rinci dipakai klasifikasi
histologis menurut WHO tahun 1999, tetapi untuk kebutuhan klinis cukup jika
hanya dapat diketahui:
1. Karsinoma skuamosa (karsinoma epidermoid)
2. Karsinoma sel kecil (small cell carcinoma)
3. Adenokarsinoma (adenocarcinoma)
4. Karsinoma sel besar (large Cell carcinoma) Berbagai keterbatasan sering
menyebabkan dokter specialis Patologi Anatomi mengalami kesulitan menetapkan
jenis sitologi/histologis yang tepat.
Karena itu, untuk kepentingan pemilihan jenis terapi, minimal harusditetapkan,
apakah termasuk kanker paru karsinoma sel kecil (KPKSK atau small cell lung
cancer, SCLC) atau kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK,
nonsmall cell lung cancer, NSCLC).
Penderajatan Tumor Paru

Stage T N M
Occult Tx N0 M0
carsinoma

0 Tis N0 M0
IA T1 N0 M0
IB T2 N0 M0
IIA T1 N1 M0
IIB T2 N1 M0
T3 N0

IIIA T1,T2 N2 M0
T3 N1, N2

IIIB T4 N3 M0

IV Any T Any N M1
Pembedahan

Rehabilitasi
Radioterapi
medik

Terapi

Terapi paliatif Kemoterapi


PROGNOSIS

NSSCLC : 5 years survival rate setelah reseksi


Stadium Stadium klinis Stadium bedah
IA 60 % 74 %
IB 38 % 61 %
IIA 34 % 55 %
IIB 23 % 39 %
IIIA 9 13 % 22 %
IIIB 37%
IV 1%
SCLC : 2 years survival rate setelah kemoterapi
Stadium Rata - rata Median
Limited 15 20 % 14 20 tahun
Extensive <3 % 8 13 tahun