Anda di halaman 1dari 20

POST STREPTOCOCCUS

GLOMERULONEPHRITIS

IP Ady Putra Astawan


102011141
Skenario
Seorang ibu membawa anak laki2nya yg berusia 5 th ke
poliklinik dengan keluhan bengkak pada kedua mata
setelah bangun tidur pagi ini
Rumusan masalah
Anak laki2 bengkak
pada kedua mata saat
bangun tidur pagi ini Hipotesis
Anak tersebut
menderita
glomerulonefritis akut
post infeksi
streptococus
Anamnesis

Komplikasi PF

Penatalaksa
PP
naan

RM

Patofisiologi DD

Epidemiologi WD

Etiologi
Anamnesis
Identitas pasien
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit terdahulu
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat pribadi

Hasil anamesis
- tidak ada gatal, muntah & kotoran pada mata
- Mempunyai riwayat infeksi traktus respiratorius
- Sakit tenggorokan 2 minggu yl
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran umum
Keadaan umum
TTV

Look ( inspeksi )
Feel ( palpasi )
Move ( gerak )

Hasil Pemeriksaan Fisik

- Palpebral edema ODS (+)


- TD : 140/90 mmHg
- Shifting dullnes (-)
- Pitting udem (-)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Urin
1. Proteinuria
Kualitatif : Negatif sampai dengan ++
Kuantitatif : Kurang dari 2 gram/m2 LPB/24 jam
2. Hematuria Mikroskopik
Urin : Eritrosit dismorfik dan kas eritrosit, kas granular dan
hialin dan
- mungkin juga ditemukan leukosit.
- Sampel : Urin segar pagi hari.
Pemeriksaan Darah
1. Reaksi Serologis
Antibodi antistreptolisin O (ASTO)

- Titer ini meningkat 70-80% pada GNAPS


- Titer ASTO meningkat pada GNAPS setelah infeksi saluran pernapasan
Antihialuronidase (AH ase)

Antideoksiribonuklease (AD Nase-B)

- Titer AD Nase meningkat setelah infeksi melalui kulit.


2. Aktivitas Komplemen
Komplemen C3 menurun 80-92% kasus GNAPS.

3. Laju Endap Darah


- LED >> pada fase akut & << setelah gejala klinik menghilang.
- tidak dapat digunakan sebagai parameter kesembuhan GNAPS, karena terdapat
kasus GNAPS dengan LED tetap tinggi walaupun gejala klinik sudah menghilang.
Working diagnosis

suatu bentuk peradangan glomerulus yang secara histopatologi


menunjukkan proliferasi & Inflamasi glomeruli yang didahului
oleh infeksi Streptokokus beta hemolitikus grup A dan ditandai
dengan gejala nefritik seperti hematuria, edema, hipertensi,
oliguria yang terjadi secara akut.
GNAPS Synd. nefrotik Nefropati IgA
Infeksi pada glomerolus Patognomonik peny glomerular Endapan protein IgA didlm
Edema anasarka, proteinuria filtrasi glomerulus
masif > 3.5g/hari
Hipolbuminemia < 3.5g/hari,
hiperkolesterolemia, dan
lipiduria.
5-8 th 2-7 th >
2x >

Streptococcus hemolitikus Idiopathic Genetik


Group A Glomerular damage infeksi
Kongenital

Proteinuria <3+ Proteinuria 3+ / 4+ Proteinuria


Hematuria + Hematuria + Hematuria
Hipertensi 50-90% Hipertensi pada beberapa anak Hipertensi
Edema + Edema + Edema pada tangan & kaki
Riwayat infeksi tenggorokan Hypoalbuminemia
Hyperkolestrol

Edema ringan anasarka


Diare (edema usus)
Gangguan napas (edema
paru, efusi pleura)
Anoreksia
Etiologi
Timbulnya GNA post streptococcus didahului oleh infeksi ekstra renal

terutama ditraktus respiratorius bagian atas dan kulit oleh kuman

streptococcus haemolyticus golongan A tipe 12, 4, 16, 25 dan 49

Masa laten 10 hari.

Bakteri : streptokokus grup C, meningococcocus, Streptoccocus

Viridans, Gonococcus, Leptospira, Mycoplasma Pneumoniae,

Staphylococcus albus, Salmonella typhi dll.

Virus

Parasit
Epidemiologi
Sosioekonomi rendah

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa infeksi melalui


ISPA terdapat pada 45,8% kasus sedangkan melalui kulit
sebesar 31,6%
Pria dibanding wanita adalah 2:1

Kelompok usia sekolah 6-15 tahun

Anak dibawah 2 tahun kejadiannya kurang dari 5%

Kejadian glomerulonefritis pasca streptokokus sudah mulai


menurun pada negara maju, namun masih terus berlanjut
pada negara berkembang
Patofisiologi
Klasifikasi GN berdasarkan Etiologi

Primary GN Secondary GN

Disebabkan imune response kepada Disebabkan penyakit sistemik


patogen

Contoh : infeksi streptococci, SLE


staphylococcus Thrombocytopenia
Purpura
Goodpastures disease (autoimune
menyerang kidney atau lung)
Manifestasi Klinis
Penatalaksanaan
Istirahat
Diet
Edema berat, diberikan makanan tanpa garam
Edema ringan, pemberian garam dibatasi sebanyak 0,5-1 g/hari.
Protein dibatasi bila kadar ureum meninggi, yaitu sebanyak 0,5-1
g/kgbb/hari.
Antibiotik
Golongan penisilin yaitu Amoksisilin 50 mg/kgbb dibagi dalam 3 dosis
selama 10 hari.
(+) Alergi penisilin, dapat diberi eritromisin dosis 30 mg/kgbb/hari.
Hipertensi
Hipertensi ringan : Dengan istirahat cukup dan pembatasan cairan
yang baik
Hipertensi sedang atau berat tanpa tanda-tanda serebral dapat diberi
kaptopril (0,3-2 mg/kgbb/hari)
Komplikasi
Ensefalopati hipertensi (EH)
Gangguan ginjal akut (Acute kidney injury/AKI)
Edema paru
Prognosis
Penyembuhan sempurna terjadi pada lebih daripada 95% anak dengan
glomerulonefritis akut post streptococcus
Kesimpulan
Anak laki2 tersebut menderita GNAPS (glomerulonefritis
akut post streptococus)