Anda di halaman 1dari 29

Peran Posyandu,

Puskesmas, dan
Masyarakat terhadap
Masalah Gizi

Yulita Hera
102011132
Skenario 6
Suatu hasil penelitian yang menganalisis faktor resiko stunting
pada anak Balita usia 24- 59 bulan di Sumatera. Desain penelitian
yang digunakan adalah cross sectional yang melibatkan sebanyak
1.239 anak Balita di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera
Selatan, Lampung. Pengumpulan data Riskesdas 2010
menggunakan kueisioner dan pengukuran antropometri. Analisis
Chi square dan regresi logistik digunakan untuk mengetahui
hubungan antara faktor resiko dengan kejadian stunting pada
Balita. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anak Balita
stunting 44,1%. Faktor resiko stunting adalah tinggi badan ibu
(OR = 1.36), tinggkat asupan lemak (OR=1.30), jumlah anggota
rumah tangga (OR= 1.38), dan sumber air minum (OR= 1.36).
Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada
balita adalah jumlah anggota rumah tangga. Keluarga disarankan
agar dapat membatasi jumlah anak sesuai dengan program
keluarga berencana (KB).
Istilah yang tidak
diketahui
Tidak ada
Masalah Gizi Indonesia
Kurang energi dan protein (KEP)
Kurang Vit.A (KVA)
Kurang Yodium (GAKY)
Kurang zat besi
Faktor Penyebab Gizi Buruk
Kelompok Rentan Gizi

Kelompok Bayi, umur 0-1 tahun.


Kelompok di Bawah Lima Tahun (Balita) ,
umur 1-5 tahun
Kelompok Anak Sekolah, umur 6-12 tahun
Kelompok Remaja, umur 13-20 tahun
Kelompok Ibu Hamil
Kelompok Ibu Menyusui
Gambar 1. Alur Pemeriksaan Anak Gizi buruk (sumber: Bagan
Tatalaksana Anak Gizi Buruk)
Alur Tatalaksana
Puskesmas
Ada tiga fungsi pokok Puskesmas, di antaranya adalah
sebagai berikut:
1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di
wilayahnya.
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya
dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup
sehat.
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh
dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.
Program Pokok Puskesmas
1. Upaya KIA dan KB
2. Pemberantas Penyakit Menular
3. Promosi Kesehatan
4. Perbaikan Gizi
5. Upaya Kesehatan Lingkungan
6. Upaya Pengobatan
Kegiatan Pokok KIA
1. Memeriksa kesehatan ibu hamil (ANC).
2. Mengamati perkembangan dan pertumbuhan anak-anak
balita, integrasi dengan program gizi.
3. Memberikan nasihat tentang makanan, mencegah timbulnya
masalah gizi karena kekurangan protein dan kalori dan
memperkenalkan jenis makanan tambahan (vitamin dan
garam yodium). Integrasi program PKM (konseling) dan gizi.
4. Memberikan pelayanan KB kepada pasangan usia subur.
5. Merujuk ibu-ibu atau anak-anak yang memerlukan
pengobatan.
6. Memberikan pertolongan persalinan dan bimbingan selama
masa nifas.
7. Mengadakan latihan untuk dukun bersalin dan kader
kesehatan Posyandu.
Keluarga Berencana
Perencanaan kehamilan, sehingga kehamilan
hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Jarak
antar kelahiran diperpanjang, dan kelahiran
selanjutnya dapat dicegah apabila jumlah anak
telah tercapai yang dikehendaki, untuk membina
kesehatan seluruh anggota keluarga dengan
sebaik-baiknya, menuju norma keluarga kecil
bahagia dan sejahtera (NKKBS)
Tujuan Khusus KB
Meningkatkan kesadaran
masyarakat/keluarga dalam penggunaan
alat kontrasepsi
Menurunnya jumlah angka kematian bayi
Meningkatkan kesehatan
masyarakat/keluarga dengan cara
penjarangan kelahiran bayi.
Kegiatan
Komunikasi, informasi, dan edukasi
Pelayanan kontrasepsi
Pembinaan dan pengayoman medis
kontrasepsi peserta KB
Pelayanan rujukan KB
Pencatatan dan pelaporan
Program Pokok Gizi
1. Menimbang berat badan bayi dan
memantau pertumbuhan anak tiap bulan
2. Pemeriksaan Hb dan berat badan ibu
hamil (ANC)
3. Pemberian PMT untuk balita kurang gizi
4. Memberikan penyuluhan gizi
5. Membagikan vitamin A 2x untuk bayi
dalam 1 tahun
Posyandu
Pelayanan kesehatan terpadu (yandu) adalah suatu
bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang
dilaksanakan di suatu wilayah kerja
Puskesmas. Tempat pelaksanaan pelayanan program
terpadu dibalai dusun, balai kelurahan, RW dan
sebagainya disebut dengan Pos pelayanan terpadu
(Posyandu).
Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di posyandu
adalah KIA, KB, P2M (imunisasi dan penanggulangan
diare), dan Gizi (penimbangan balita). Sasaran
penduduk yandu adalah ibu hamil, ibu menyusui,
pasangan usia subur (PUS), dan balita.
Sistem 5 meja
Pelaksanaan layanan Posyandu dilakukan
dengan sistem 5 meja, yaitu:
Meja I : pendaftaran
Menja II : penimbangan
Meja III : pengisian KMS
Meja IV : penyuluhan perorangan
berdasarkan KMS
Meja V : pelayanan kesehatan, berupa
imunisasi, pemberian vitamin A dosis tinggi,
pembagian pil KB atau kondom, pengobatan
ringan, dan konsultasi KB.
1. PENDAFTARAN OLEH 2. PENIMBANGAN BALITA
KADER OLEH KADER

3. PENGISIAN KMS
OLEH KADER

5. PELAYANAN
KESEHATAN
OLEH
PETUGAS

4. PENYULUHAN
OLEH KADER
Jadwal Imunisasi
Kartu Menuju Sehat
Ruang Lingkup Promosi
Kesehatan
Menurut Aspek kesehetan:
1. Promotif
2. Preventif
3. Kuratif
4. Rehabilitatif
Promotif
Pada kegiatan Promotif dan Preventif yang mencegah
anak menjadi makin jatuh ke dalam status yang lebih
parah antara lain adalah :
Penyadaran masyarakat secara keseluruhan dengan
bentuk promosi yang menarik . Media yang bisa
digunakan :
Spot Iklan
Poster dll
Penyadaran sasaran (ibu) untuk konsumsi yang baik
bagi balitanya melalui media bacaan ringan,
penyuluhan di posyandu dan PMT (pemberian
makanan tambahan
Pemberian Suplementasi :Vitamin,
Mikronutrien (Fe, Zink dll).
Untuk masyarakat miskin bisa diberikan
merata baik yang terkena gangguan gizi
maupun tidak adalah MP ASI untuk usia 6-24
bulan (bubur susu) dan usia 24-59 (biskuit)
Gizi Seimbang

Pola makan yang seimbang antar


zat gizi yang diperoleh dari aneka
ragam makanan dalam
memenuhi kebutuhan zat gizi
untuk hidup sehat, cerdas, dan
produktif.

Seimbang antara asupan dan


kebutuhan zat gizi, antara
kelompok pangan (sumber
tenaga, pembangun dan zat
pengatur), serta seimbang antar
waktu makan (pagi, siang, dan
malam).
Gambar 3. Piramida Pedoman Umum Gizi Seimbang
(sumber: Nutrition for health, fitness and sport)
Tabel 2. Tabel Angka Kecukupan Gizi 2004 Bagi Orang Indonesia (sumber:
http://gizi.depkes.go.id/download/AKG2004.pdf)
Surveilans Gizi
Tahap-tahap surveilans gizi:
1. Pengumpulan data
2. Pengolahan data dan analisis
3. Diseminasi informasi
Surveilans Gizi
Kesimpulan
Masalah gizi masyarakat bukan menyangkut aspek
kesehatan saja, melainkan aspek-aspek terkait yang
lain, seperti ekonomi, sosial-budaya, pendidikan,
kependudukan, dan sebagainya. Oleh sebab itu
penanganan atau perbaikan gizi tidak hanya
diarahkan kepada gangguan gizi atau kesehatan
saja, melainkan juga ke arah bidang-bidang yang
lain.