Anda di halaman 1dari 14

REFERAT

AGE-RELATED MACULAR
DEGENERATION (ARMD)
DISUSUN
RISNA KUSUMAWATY

PEMBIMBING
dr. STELLA LENGKONG,Sp.M

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN-SMF OFTALMOLOGI
RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO
2017
DEFINISI
Makula degenerasi sering disebut sebagai Age-Related
Macular Degeneration (AMD), merupakan kelainan mata
yang berhubungan dengan usia yang mengakibatkan
gangguan penglihatan.

Degenerasi makula mengakibatkan perlahan-lahan


berkurangnya tajam penglihatan atau penglihatan sentral.
ANATOMI
Makula terletak di retina

bagian polus posterior di antara

arteri retina temporal superior

dan inferior dengan diameter

5,5 mm.

Makula adalah suatu daerah

cekungan di sentral berukuran

1,5 mm, secara anatomis disebut

juga dengan fovea.


LAPISAN RETINA
KLASIFIKASI
ARMD terdiri dari 2 bentuk klinis yaitu:
1. Non-neovaskuler (non-eksudatif )
atau tipe kering
70-90% lebih sering
terjadi,biasanya mengenai kedua mata.
Gejala yang sering muncul adalah
drusen, biasa ditemukan pada usia 60
tahun. Terlihat sebagai atrofi retina
geografik berupa hipopigmentasi atau
depigmentasi akibat atrofi sel Epitel
Pigmen Retina (EPR) sehingga pembuluh
darah koroid di bawahnya dapat terlihat
serta lapisan retina di atasnya tampak
menipis. Atrofi sel EPR dapat
mengakibatkan atrofi sel fotoreseptor
yang berada di atasnya, sehingga
menimbulkan gangguan penglihatan
KLASIFIKASI
2. Neovaskuler (eksudatif ) atau
tipe basah
Terjadi sekitar 10%.
Ditandai dengan adanya choroidal
neovascularization (CNV),
terdapatnya pembuluh darah
abnormal mulai timbul dibelakang
retina atau makula. Pembuluh
darah mudah bocor sehingga
mudah pecah. Perdarahan disertai
masuknya cairan ke dalam retina
dan jaringan parut mengakibatkan
kerusakan disertai penurunan tajam
penglihatan dengan cepat. Tanda
dini dari ARMD tipe basah adalah
bentuk garis lurus yang menjadi
bergelombang.
EPIDEMIOLOGI
Degenerasi makula merupakan degenerasi menahun
yang merupakan kelainan progresif yang mengenai
bagian sentral retina atau makula lutea yang
mengakibatkan berkurangnya kemampuan menglihat.
Kelainan ini bertambah dengan bertambahnya usia
terutama diatas 55 tahun, berkisar antara usia 70-80
tahun
Perempuan > laki-laki
FAKTOR RESIKO
1. Usia
2. Jenis kelamin
3. Faktor herediter
4. Ras
5. Keadaan bola mata
6. Merokok
7. Pajanan sinar matahari
8. Kardiovaskuler, tekanan darah, kolestrol, dan body
mass index
9. Genetika
10. Nutrisi
PATOGENESIS
GEJALA KLINIK
Awalnya ARMD sangat jarang menyebabkan keluhan.

1.Keluhan gangguan lapang pandang sentral, penurunan


tajam penglihatan, apabila telah terjadi neovaskularisasi
koroid (choroidal neovascularization) atau drusen lunak di
sentral makula

2.Distorsi gambar (metamorphopsia), makropsia, atau


micropsia. Sehingga sulit melakukan pekerjaan yang
membutuhkan resolusi tinggi seperti membaca, menjahit,
mengemudi, membedakan warna dan mengenali wajah.
GEJALA KLINIK

Drusen makula diskret, Drusen


makula besar berkelompok

Perdarahan Intraretinal

Jaringan Fibrosa
DIAGNOSIS
Diagnosis klinis dibuat dari tanda-tanda klinis yang
khas.
Pemeriksaan yang dapat digunakan untuk menegakkan
diagnosis :
1. Funduskopi
2. Kartu Amsler
3. Fundus Fluorescein Angiography (FFA)
4. Indocyanine Green Angiography (ICGA)
5. Optical Coherence Tomography (OCT)
TERAPI
Terapi yang digunakan adalah antioksidan dan
suplemen zinc dosis.
Kemudian dapat diberikan terapi :
1. Fotokoagulasi Laser
2. Photodynamic Therapi (PDT)
3. Transpupillary Thermotherapy (TTT)
4. Terapi Anti-Angiogenesis
5. Terapi Radiasi
6. Terapi Bedah
Click icon to add
picture

TERIMA
KASIH