Anda di halaman 1dari 57

DISAMPAIKAN DI UNIVERSITAS PERTAHANAN

PRODI EKONOMI PERTAHANAN


TGL 17 JULI 2017
OLEH:
MAYJEN TNI (MAR/PURN) DR. IR. SYAIFUL ANWAR, M.BUS, MA
1. Kekuasaan
2. Kekuasaan dan Pengaruh
3. Politik Organisasi
4. Implikasi Politik Organisasi bagi
Kepemimpinan
Fred Luthans, 2005, Perilaku Organisasi,
Edisi 10, Penerbit Andi, Yogyakarta.
John E. Bailey, et.al, 1991, Managing
Organisational Behaviour, John Wiley & Sons,
Melbourne.
Stephen P. Robbins and Timothy A. Judge,
2008, Perilaku Organisasi, Edisi 12, Penerbit
Salemba Empat, Jakarta.
Gary Yukl, 2010, Leadership in Organizations,
Seventh Edition, Pearson, New Jersey.
KEKUASAAN (Power)
1. Arti Kekuasaan
2. Sumber Kekuasaan
3. Dua Wajah Kekuasaan
4. Faktor Ketergantungan dlm Memperoleh
Kekuasaan
5. Taktik dlm Mendapatkan Kekuasaan
Max Weber: Kekuasaan adalah
kemungkinan adanya satu aktor dlm
hubungan sosial yg berada pada
posisi tertentu utk melakukan
kehendaknya tanpa perlawanan.
Jeffrey Pfeffer: Kekuasaan adalah
kemampuan utk mempengaruhi
perilaku, mengubah peristiwa,
mengatasi perlawanan, dan utk
meminta orang melakukan sesuatu yg
tdk ingin mereka lakukan.
B. M. Bass: Kekuasaan (power) mengacu
pada kemampuan yg dimiliki A utk
mempengaruhi perilaku B shg B bertindak
sesuai dg keinginan A.
Definisi ini mengimplikasikan sebuah
potensi yg harus diaktualisasikan agar
efektif dan sebuah hubungan
ketergantungan.
Semakin besar ketergantungan
(dependency) B pada A, semakin besar
pula kekuasaan A dlm hubungan tersebut.
Kekuasaan Formal:
Kekuasaan koersif (coercive power): Landasan
kekuasaan yg bergantung pada rasa takut.
Kekuasaan imbalan (reward power): Kepatuhan
yg dicapai berdasarkan kemampuan
memberikan imbalan yg dipandang bernilai
oleh orang lain.
Kekuasaan legitimasi (legitimate power):
Kekuasaan yg diterima oleh seseorang karena
posisinya dlm hierarki formal sebuah
organisasi.
Kekuasaan Pribadi:
Kekuasaan karena keahlian (expert power):
pengaruh berdasarkan keterampilan atau
pengetahuan khusus.
Kekuasaan rujukan (referent power): pengaruh
yang didasarkan pada kepemilikan sumber
daya atau sifat-sifat pribadi yg menyenangkan
dari seseorang.
1. Negatif: ditunjukkan dg perilaku
negatif, mengumpulkan suplai prestis,
penyalahgunaan kekuasaan,
berorientasi pada saya, pelecehan
seksual, orientasi utama pd jabatan dan
promosi (bukan kinerja).
2. Positif: kekuasaan sosial,
memperhatikan tujuan kelompok dlm
mencapai tujuan, berorientasi pada
kita.
1. Nilai penting. Untuk menciptakan
ketergantungan, hal-hal yang anda kontrol
haruslah hal-hal yang dipandang penting.
2. Kelangkaan. Suatu sumber daya harus bisa
dilihat sebagai sesuatu yang langka guna
menciptakan ketergantungan.
3. Keadaan tidak tergantikan. Semakin
sedikit pengganti yang tersedia bagi suatu
sember daya, semakin besar kekuasaan
yang diberikan oleh kontrol atas sumber
daya tersebut.
1. Legitimasi (dg 6. Seruan pribadi (bdsk
kewenangan atau persahabatan)
ketentuan) 7. Menyenangkan orang
2. Persuasi rasional lain (dg rayuan dan
(argumen logis)
3. Seruan inspirasional pujian)
(mengembangkan 8. Tekanan (dg
komitmen emosional) peringatan dan
4. Konsultasi (dg ancaman)
pelibatan) 9. Koalisi (dg
5. Tukar pendapat (dg menggunakan
imbalan) dukungan orang lain)
Menurut pendapat saudara, di dalam
organisasi di mana saudara bekerja,
bagaimana taktik yang tepat untuk
mendapatkan kekuasaan yang
memadai? Jelaskan!
KEKUASAAN DAN
PENGARUH
1. Influence
2. Kekuasaan, Otoritas dan Pengaruh
3. Hubungan Kepemimpinan dan Kekuasaan
4. Power Sources and the Influence Process
5. Taktik Kekuasaan Menurut Arah Pengaruh
6. Effects of Agent Power and Influence Behaviour on
Influence Outcomes
7. Three Dimensions of Leadership Power and
Influence
8. Model Kontingensi Kekuasaan
John Bailey: Influence is a behavioural
response to the exercise of power. It is an
outcome achieved through the use of
power. People are influenced when they
act in ways consistent with the desires of
someone else.
Kekuasaan sebagai kemampuan utk melakukan
sesuatumembuat orang berubah.
Otoritas mempunyai legitimasi dan merupakan
sumber kekuasaanmerupakan hak utk
memanipulasi atau mengubah orang lain.
Kekuasaan tdk mempunyai legitimasi.
Pengaruh dipahami lebih luas dari kekuasaan;
pengaruh mencakup kemampuan utk
mengubah orang lain, seperti mengubah
kepuasan dan kinerja.
Pengaruh lebih berhubungan dg
kepemimpinan dp kekuasaan, tetapi keduanya
jelas-2 terlibat dlm proses kepemimpinan.
Para pemimpin menggunakan kekuasaan
sbg sarana utk mewujudkan tujuan
kelompok.
Kekuasaan tdk mensyaratkan kesesuaian
tujuan, hanya ketergantungan; sebaliknya
kepemimpinan mensyaratkan keserasian
antara tujuan pemimpin dan mereka yg
dipimpin.
Kepemimpinan berfokus pd pengaruh ke
bawah kepada para pengikut; kekuasaan
tdk demikian.
Position
based: that gets
Reward someone to
Coercive do some-
Legitimate Provide that when becomes
power activated influence thing the
Person way you
based want it
Expert
Referent

The influence process


Pengaruh ke Pengaruh ke Bawah Pengaruh ke
Atas Samping
Persuasi Persuasi rasional Persuasi rasional
rasional
Seruan inspirasional Konsultasi
Tekanan Menyenangkan orang
lain
Konsultasi Tukar pendapat
Menyenangkan Legitimasi
orang lain
Tukar pendapat Seruan pribadi
Legitimasi Koalisi
Leader power
3
1

2
Influence
Leader ooutcomes:
influence Commitment
behaviour Compliance
Resistance
High-level Three dimensions of
superiors leadership power
and influence
Achieve
upward
influence
based on
personal
power
Achieve lateral
influence
Peers
Leader based on and
emphasising
personal power outsiders
Achieve
downward
influence
based on
position and
personal
power

Subordinates
Sumber Proses Kemampuan Kondisi yang
Kekuasaan Kekuasaan Mempengaruhi Target Diperlukan
yang
Diperlukan
Penghargaan Ingin mendapat perlakuan Agen harus
Koersif yg menyenangkan; ingin memilki
Pemenuhan
Kontrol tujuan menghindari hukuman dari pengawasan thdp
akhir agen target

Referensi Menemukan hubungan yg


Agen harus
memuaskan diri sendiri dg
menonjol; agen
Identifikasi agen; ingin membangun
Daya tarik harus menguasai
dan menjaga hubungan dg
kesadaran target
agen
Keahlian Sejalan dg agen karena
Agen harus
Legitimasi Internalisasi konsistensi dg nilai-2
memiliki relevansi
Kredibilitas internal
Menurut pendapat saudara, di dalam
organisasi di mana saudara bekerja,
bagaimana perilaku (behaviour) yang
tepat dalam menghasilkan pengaruh
yang besar kepada anak buah, teman
sekerja, dan atasan saudara? Jelaskan!
POLITIK ORGANISASI
1. Perilaku Politik
2. Organisational Politics
3. Functions of Organisational Politics
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Politik
5. Pentingnya Aspek Politik Kekuasaan
6. Strategi Politik utk Mendapatkan Kekuasaan dlm
Organisasi
7. Strategic Contigencies for Sub-units to Gain Power
8. Politik Tergantung dari Siapa yang Memandang
9. Tanggapan Karyawan Terhadap Politik Organisasi
10. Perilaku-2 Defensif dlm Politik Organisasi
11. Teknik-2 Pengelolaan Kesan dlm Politik Organisasi
Farrel & Peterson: Perilaku politik (political
behaviour) dlm organisasi adalah aktivitas
yang tdk dipandang sebagai bagian dari
peran formal seseorang di dlm organisasi,
tetapi yang mempengaruhi, atau berusaha
mempengaruhi, distribusi keuntungan dan
kerugian di dlm organisasi.
Perilaku politik yang sah: politik sehari-
hari yang normal.
Perilaku politik yang tidak sah: perilaku
politik berat yang menyimpang dari aturan
main yang telah ditentukan.
Organisational politics is the management
of influence to obtain ends not sanctioned
by the organisation or to obtain sanctioned
ends through non-sanctioned influence
means.
A persons behaviour becomes political
when actions are taken to acquire,
develop and use power and other
resources to obtain ones preferred
outcomes in a situation in which there is
uncertainty or differences about choices.
1. Overcome personnel inadequacies.
(mismatches between people and
positions in organisations).
2. Cope with change. (changes in the
environment and thechnology).
3. Channel personal contacts. (we need to
influence individuals throughout the
organisation).
4. Substitute for formal authority. (to maintain
operations and achieve task continuity in
circumstances where the failure of formal
authority may otherwise cause problems.
Faktor-faktor individu:
Kemampuan merefleksi diri yg
baik
Pusat kendali internal
Kepribadian lincah
Investasi organsasi
Alternatif pekerjaan yang
diyakini ada
Harapan akan kesuksesan Hasil yg
menguntungkan
Perilaku politik
Imbalan
Faktor-faktor organisasi: Rendah Tinggi
Hukuman yg
Realokasi sumber daya dihindari
Peluang promosi
Tingkat kepercayaan rendah
Ambiguitas peran
Sistem evaluasi kinerja tidak
jelas
Praktik-praktik imbalan zero-
sum
Pengambilan keputusan yg
demokratis Faktor-faktor yang
Tekanan kinerja tinggi Mempengaruhi perilaku Politik
Para pemimpin senior yg egois
Jeffrey Pfeffer: Organisasi, khususnya
organisasi besar, adalah seperti politik
fundamental pemerintah yg nyata
kehadirannya Untuk bisa memahaminya,
seseorang harus memahami politik
organisasi; ketika berusaha memahami
pemerintah, politik pemerintahan juga
harus dipahami.
Ferns & Kacmar: Politik organisasi hanyalah
sebuah fakta kehidupan. Pengalaman pribadi,
dugaan-2, dan bukti-2 anekdot sudah
bertahun-tahun mendukung keyakinan umum
yg menyatakan bahwa perilaku individu dlm
organisasi dan perilaku organisasi itu sendiri
merupakan sifat dasar organisasi. Lebih jauh
lagi, beberapa riset konseptual dan empiris
telah ditambahkan utk mendukung
pernyataan ini.
1. Menerima nasihat
2. Mempertahankan kemampuan manuver
3. Mengembangkan keterbatasan komunikasi
4. Menunjukkan keprcayaan diri
5. Mengontrol akses thdp informasi dan manusia
6. Membuat aktivitas sentral yg tdk bisa
digantikan
7. Membentuk hubungan sponsor-protg
8. Menstimulasi kompetisi antarkaryawan
ambisius
9. Menetralkan pihak oposisi yg berpotensi
10. Membuat strategi pemindahan
11. Mengubah yg tdk berkomitmen menjadi
berkomitmen
12. Membentuk koalisi yg menguntungkan
13. Mengembangkan keahlian
14. Membentuk orang yg ahli di bidangnya
15. Mengusahakan imbal balik
16. Riset data utk mendukung cara pandang
seseorang
17. Melarang komunikasi dg tujuan yg baik
18. Menghindari perselisihan yg tidak
berguna
1. Scarce resources
2. Ability to cope with uncertainty
3. Centrality in the flow of work
4. Substitutability of activities
No Label politis Label Manajemen yg efektif
1 Menyalahkan orang lain vs Membenahi tanggung jawab
2 Menjilat vs Mengembangkan hubungan kerja
3 Memuji-muji vs Memperlihatkan loyalitas
4 Melempar tanggung jawab vs Mendelegasikan wewenang
5 Menutupi kekurangan vs Mendokumentasikan keputusan
6 Menciptakan konflik vs Mendorong perubahan dan inovasi
7 Membentuk koalisi vs Memfasilitasi kerja tim
8 Melaporkan kesalahan vs Meningkatkan efisiensi
9 Membuat skema vs Membuat rencana ke depan
10 Melampaui batas vs Kompeten dan cakap
11 Ambisius vs Selalu berpikiran ke karier
12 Opportunistis vs Cerdik
13 Licik vs Berpikiran praktis
14 Arogan vs Percaya diri
15 Perfeksionis vs Memperhatikan detail-detail
Kepuasan kerja
menurun

Kecemasan dan stres


meningkat
Politik organisasi
bisa mengancam
karyawan
Tingkat perputaran
karyawan meningkat

Kinerja menurun
Menghindari aksi
Terlalu tunduk pada aturan. Secara ketat menafsirkan tanggung
jawab Anda dg mengatakan seperti, Aturan dengan jelas
menyatakan atau Beginilah kita selalu melakukannya.

Melempar tanggung jawab. Mengalihkan tanggung jawab atas


pelaksanaan tugas atau keputusan kepada orang lain.

Membisu. Menghindari tugas yg tdk diinginkan dg pura-pura tidak


tahu atau tidak mampu.

Mengulur-ngulur waktu. Memperlama suatu tugas sehingga


kelihatan sibuk.

Menipu. Bersikap mendukung di depan umum padahal secara


pribadi hanya berbuat sedikit atau tidak berbuat sama sekali.
Menghindari dipersalahkan
Memoles. Inilah istilah yang halus utk menunjuk pada
upaya menutupi kelemahan anda. Di sini, yang dilakukan
adalah secara cermat dan saksama mendokumentasikan
aktivitas yang memproyeksikan citra kompetensi dan
ketelitian.

Bermain aman. Menghindari situasi-2 yang bisa


menunjukkan kelemahan. Cara ini termasuk mengambil
proyek-2 dg kemungkinan berhasil tinggi saja, meminta
keputusan-2 beresiko yg disetujui atasan, membatasi
ungkapan penilaian, dan mengambil posisi netral dlm
konflik.
Menghindari dipersalahkan (cont)
Membenarkan. Menyusun penjelasan-2 yg mengurangi
tanggung jawab seseorang atau suatu hasil negatif
dan/atau memaafkan utk menunjukkan penyesalan.

Mencari kambing hitam. Menyalahkan hasil negatif pd


faktor-2 eksternal yg tdk selayaknya dipersalahkan.

Misrepresentasi (tdk menampilkan yg sebenarnya).


Manipulasi informasi dg distorsi, menambah-nambah
biar bagus, penipuan, presentasi selektif, atau
pembingungan.
Menghindari Perubahan
Pencegahan. Mencoba mencegah terjadinya perubahan yg
dirasa mengancam.

Perlindungan diri. Bertindak dg berbagai cara utk


melindungi kepentingan pribadi seseorang selama perubahan
dg menjaga informasi atau sumber-2 daya lainnya.

Perilaku defensif. Perilaku reaktif dan protektif utk


menghindari aksi, dipersalahkan, atau perubahan.

Pengaturan kesan. Proses yg dengannya individu-2 berupaya


mengendalikan kesan yg dibentuk orang lain terhadap diri
mereka.
Keselarasan. Sepakat dg pendapat seseorang utk
mendapatkan persetujuannya.
Alasan. Penjelasan mengenai sesuatu kejadian yg
menyebabkan situasi sulit dg maksud utk
meminimalkan kerumitan kerumitan situasi sulit
tersebut.
Permintaan maaf. Mengakui tanggung jawab atas
kejadian yg tdk diharapkan, sekaligus minta maaf atas
tindakan tersebut.
Promosi-diri. Menyoroti sifat-2 terbaik, meremehkan
kekurangan, dan menonjolkan prestasi diri sendiri.
Pujian. Menyenangkan orang lain dg menyebut
kebaikan mereka agar diri sendiri tampak perseptif
dan disukai.
Sesuatu yg menyenangkan. Melakukan sesuatu yg
menyenangkan seseorang utk mendapatkan
persetujuan orang tersebut.
Asosiasi. Menaikkan atau melindungi citra seseorang
dg mengatur informasi ttg orang dan hal-2 yg
dengannya orang diasosiasikan.
Menurut pendapat saudara, apakah
politik organisasi terjadi di dalam
organisasi saudara? Kalau ya, seperti
apa bentuknya? Apakah hal tersebut
menguntungkan atau justru
merugikan organisasi?
IMPLIKASI POLITIK
ORGANISASI BAGI
KEPEMIMPINAN
1. Efek Negatif dari Politik Organisasi
2. Political Power of Subunits
3. An Integrated Sructure for Analysing Political
Behaviour in Organisations
4. Ethical Criteria for Political Behaviour
5. Pemimpin dan Politik Kekuasaan
6. Mengatasi Dampak Negatif dari Politik
Organisasi
Selain memberikan efek ekstrem,
implikasi etika kekuasaan dan politik
juga membawa efek disfungsional
seperti mundurnya nilai moral,
munculnya para pemenang dan
korban, dan terkurasnya energi dan
waktu karena menyusun rencana
serangan atau serangan balasan,
bukannya berkonsentrasi pada
pekerjaan.
Politik memainkan peran penting dlm
keputusan mengenai gaji pokok
maupun gaji insentif.
Mereka yg menggunakan politik
organisasi lebih memiliki kesempatan
utk dipromosikan, tetapi relatif kurang
efektif dlm mengatasi kepuasan
karyawan, komitmen serta kinerja
unitnya.
Subunits with unique expertise in solving
critical problems gain more power to
influence the organizations strategic
decisions.
The most powerful subunit is often able to
get one of its members selected in the top
position.
However, in some circumstances, a subunit
still retains power even after changes in the
environment make its expertise less
critical.
Some leaders and managers may interpret events
in a biased manner, to magnify the importance of
their expertise, and justify their policies.
They often exaggerate the success of past
decisions and cover up mistakes.
They deny others the resources and opportunity
needed to demonstrate their superior expertise.
This situation will lead the organizations
performance decline, and then if the competition
is high, the organization will go bankrupt or be
taken by outsiders.
Is the act acceptable according to the
three ethical criteria:
Utility. Does the act optimise the
Gather the facts
satisfactions of all constituensies?
surrounding the
Rights. Does the act respect the rights of
political act
the individuals involved?
Justice. Is the act consistent with the
canons of justice?

An integrated No Yes
sructure for
analysing political
behaviour in Are there any overwhelming
factors: double effects?
organisations Incapacitating factors?

No Yes

The political act is The political act


not ethical is ethical
1. Criterion of utilitarian outcomes. The behaviour
results in optimisation of satisfactions of people
inside the organisation; that is, it produces the
greatest good for the greatest number of people.
2. Criterion of individual rights. The behaviour
respects the rights of all affected parties; that is, it
respects basic human rights of free consent, free
speech, freedom of conscience, privacy and due
process.
3. Criterion of distributive justice. The behaviour
respects the rules of justice; that is, it treats people
equitably and fairly as opposed to arbitrarily.
Jika ingin membuat segala sesuatu terlaksana, anda
perlu memiliki kekuasaan.
Tidak banyak karyawan yg puas dlm kedudukan
mereka yg tdk berkuasa dlm pekerjaan dan
organisasi mereka.
Kembangkan dan gunakan basis kekuasaan karena
keahlian Anda.
Pemimpin yg efektif menerima sifat politis organisasi.
Dengan menilai perilaku dlm kerangka politik, Anda
dapat memprediksi secara lebih baik tindakan-2
orang lain dan menggunakan informasi ini utk
merumuskan strategi politik yg akan mendatangkan
keuntungan bagi Anda dan unit kerja Anda.
1. Tetap mempertahankan keterbukaan
komunikasi.
2. Model-aturan etika dan perilaku
nonpolitik.
3. Waspada thdp para pemain yg hanya
berakting demi mendapatkan
keuntungan pribadi.
4. Melindungi minat privasi individu.
5. Selalu menggunakan penilaian Adilkah
ini?.
Menurut pendapat saudara, di dalam
organisasi saudara, apakah perlu
dibuat kriteria etika secara resmi
dalam kaitannya dengan politik
organisasi? Jelaskan!
Tugas kelompok @ 3 orang
Jawab pertanyaan 1 sampai dengan 4,
masing-masing soal 1 halaman.
Diketik, A4, 1.5 spasi.
Kumpulkan pada Kaprodi tanggal 24 Juli
2017.