Anda di halaman 1dari 11

Seorang ahli psikologi pendidikan kognitif.

Lahir di NY, 1915

Inti penting dari teori bruner adalah


langkah-langkah bagaimana orang memilih,
mempertahankan dan mentransformasi
secara efektif.
Bruner membagi ranah pendidikan
menjadi 4 tema
1. Pentingnya arti struktur pengetahuan
2. Kesiapan untuk belajar
3. Nilai intuisi dalam proses pendidikan
4. Motivasi atau keinginan untuk belajar dan
cara-cara guru untuk meransang motivasi
siswa
-----Belajar diasumsikan ---
Perolehan pengetahuan merupakan
bentuk proses interaktif karena,
orang yang belajar akan berinteraksi
dengan lingkungannya secara aktif.
Sehingga perubahan yang terjadi
tidak saja pada lingkungannya,
tetapi juga pada orangnya.
-----Belajar diasumsikan ---
setiap orang akan meningkatkan dan
mengembangkan pengetahuannya
dengan menghubungkan informasi
yang masuk dengan informasi yang
telah dimiliki sebelumnya
-----3 proses yang terjadi bersamaan dalam
belajar kognitif---
1. Memperoleh informasi baru, artinya adanya
penghalusan dan penambahan dari informasi yang
dimiliki seseorang sebelumnya.
2. Transformasi informasi. Artinya cara yang dilakukan
seseorang dalam menerapkan pengetahuan barunya
yang sesuai dengan tugasnya.
3. Menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. Disini
adanya pengetahuan mengenai apakah cara kita
memperlakukan pengetahuan sudah cocok dengan
tugas yang ada.
Discovery Learning Bruner
Manfaat Teori Bruner bagi siswa :
1. Pengetahuan yang diperoleh akan dapat
bertahan lama dan lebih mudah diingat
dibandingkan dengan cara mendengarkan
dengan ceramah.
2. Hasil belajar yang dapat mempunyai efek
transfer yang lebih baik dari hasil belajar
lainnya.
3. Dengan metode ini, nalar si pembelajar akan
aktif bekerja dan memiliki peningkatan .
Karena si pembelajar dituntut berfikir secara
bebas
KATEGORI BELAJAR

Tahap enaktif; dalam tahap ini peserta didik di dalam belajarnya menggunakan
atau memanipulasi obyek-obyek secara langsung.

Tahap ikonik; pada tahap ini menyatakan bahwa kegiatan anak-anak mulai
menyangkut mental yang merupakan gambaran dari obyek-obyek. Dalam tahap
ini, peserta didik tidak memanipulasi langsung obyek-obyek, melainkan sudah
dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek. Pengetahuan
disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep (Sugandi,
2004:37).

Tahap simbolik; tahap ini anak memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan
tidak ada lagi kaitannya dengan objek-objek. Anak mencapai transisi dari
pengguanan penyajian ikonik ke penggunaan penyajian simbolik yang didasarkan
pada sistem berpikir abstrak dan lebih fleksibel.
TAHAP-TAHAP BELAJAR MENURUT
JEROME BRUNER
Stimulus
Problem statement
Data collection
Data processing
Verifikasi
Generalisasi
Jerome Bruner membagi alat instruksional dalam
empat macam menurut fungsinya antara lain:
Alat untuk menyampaikan pengalaman vicaorus (sebagai pengganti pengalaman yang
langsung) yaitu menyajikan bahan yang tidak dapat mereka peroleh secara langsung di
sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui film, TV, rekaman suara dan sebagainya;

Alat model yang dapat memberikan pengertian tentang struktur atau prinsip suatu gejala
misalnya model molekul, model bangun ruang;

Alat dramatisasi, yakni mendramatisasikan sejarah suatu peristiwa atau tokoh, film
tentang alam, untuk memberikan pengertian tentang suatu idea atau gejala;

Alat automatisasi seperti teaching machine atau pelajaran berprograma yang menyajikan
suatu masalah dalam urutan teratur dan memberikan balikan ataufeedback tentang
respon siswa (Nasution, 2003:15).