Anda di halaman 1dari 12

PANDANGAN DAN DUKUNGAN PT

TERHADAP SKS DI SMA PADA PMBPT

Rochmat Wahab
Ketua Umum SNMPTN-SBMPTN 2015-2016)
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta
Ketua Forum Rektor Indonesia

Diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas,


di Jakarta, 26 Oktober 2016
PENGANTAR

STANDAR ISI MERUPAKAN SALAH SATU STANDAR NASIONAL


PENDIDIKAN YANG MEMILIKI KEDUDUKAN STRATEGIS.
STANDAR ISI SECARA KONVENSIONAL DAPAT DIWUJUDKAN
DENGAN SISTEM PAKET.
PADA HAKEKATNYA SETIAP INDIVIDU MEMILIKI BAKAT,
KEMAMPUAN DAN MINAT YANG BERBEDA.
UU NO 20 TAHUN 2003 TENTANG SPN MENJAMIN BAHWA
SEMUA ANAK DENGAN RAGAM BAKAT DAN KEMAMPUANNYA
BERHAK MEMPEROLEH PENDIDIKAN YANG SESUAI.
BEBAN BELAJAR TIDAK CUKUP DENGAN SISTEM PAKET,
MELAINKAN PERLU JUGA DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER.
PENTINGNYA SKS

SECARA KONSTITUSIONAL, UUSPN MEMBERIKAN LANDASAN


YANG SANGAT KUAT UNTUK LAHIRNYA KEBIJAKAN BEBAN
BELAJAR DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER DI SMA.
SECARA PSIKOLOGIS, SETIAP INDIVIDU MEMILIKI KEMAMPUAN
YANG BERBEDA-BEDA.
SECARA SOSIOLOGIS, INDIVIDU YANG MENDAPATKAN LAYANAN
YANG SESUAI AKAN MENJAMIN KEHIDUPAN SOSIAL YANG
HARMONI, TETAPI SEBALIKNYA AKAN MENIMBULKAN
PERSOALAN SOSIAL.
SECARA PEDAGOGIS, INDIVIDU YANG MENDAPAT LAYANAN
PENDIDIKAN YANG SESUAI DIHARAPKAN MAMPU MENJAMIN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL.
SECARA DEDAKTIS, INDIVIDU DENGAN RAGAM
KEMAMPUANNYA PERLU MODEL PEMBELAJARAN YANG SESUAI
DAN KONDUSIF..
MEMAHAMI SKS

SISTEM KREDIT SEMESTER MERUPAKAN PILIHAN LAIN DATI


PAKET PEMBELAJARAN YANG DIKAITKAN DENGAN BEBAN
BELAJAR.
SKS MEMBERIKAN RINCIAN YANG JELAS ANTARA BELAJAR
TERSTRKTUR, TAK TERSTRUKTUR DAN MANDIRI
PEMBELAJARAN BAIK BAGI SISWA MAUPUN GURU.
SCOPE KURIKULUM MATA PELAJARAN ANTARA SISTEM PAKET
DAN SKS HARUS SAMA.
URUTAN ISI KURIKULUM YANG MENGGUNAKAN SKS HARUS
DIJAGA DENGAN BAIK, BAIK DALAM SATU MATA PELAJARAN
MAUPUN ANTAR PELAJARAN YANG TERKAIT.
IPS 1

Jalur_ Std.
Tahun masuk Mean N Deviation Median Minimum Maximum Skewness
2011 SBMPTN 3.08 2660 0.54 3.18 0.10 4 -2.42

SNMPTN 3.15 789 0.51 3.23 0.13 4 -3.30

2012 SBMPTN 3.10 3005 0.52 3.20 0.09 4 -2.62

SNMPTN 3.14 494 0.49 3.21 0.08 4 -2.65

2013 SBMPTN 3.09 2248 0.58 3.21 0.09 4 -2.58

SNMPTN 3.14 2086 0.54 3.24 0.10 4 -2.74

2014 SBMPTN 3.12 2166 0.63 3.26 0.08 4 -2.64

SNMPTN 3.19 1833 0.46 3.28 0.10 4 -3.18


IPS 2

Std.
Tahun Jalur Masuk Mean N Deviation Median Minimum Maximum Skewness
2011 SBMPTN 3.04 2576 0.58 3.17 0.08 4 -2.30

SNMPTN 3.18 768 0.40 3.24 0.35 4 -2.63

2012 SBMPTN 3.05 2925 0.63 3.20 0.05 4 -2.37

SNMPTN 3.10 497 0.66 3.24 0.10 4 -2.71

2013 SBMPTN 3.00 2241 0.67 3.19 0.01 4 -2.11

SNMPTN 3.05 2027 0.62 3.20 0.08 4 -2.47

2014 SBMPTN 3.02 1981 0.72 3.23 0.01 4 -2.26

SNMPTN 3.17 1762 0.56 3.30 0.01 4 -2.77


IPK

Std.
Tahun Jalur_masuk Mean N Deviation Median Minimum Maximum Skewness
2011 SBMPTN 3.05 2657 3.20 0.09 3.94 -2.38
0.59
SNMPTN 3.21 787 3.29 0.03 3.97 -3.70
0.47
2012 SBMPTN 3.09 3110 3.27 0.03 4.00 -2.49
0.64
SNMPTN 3.24 510 3.38 0.44 4.00 -2.60
0.50
2013 SBMPTN 3.09 2310 3.25 0.08 4.00 -2.72
0.60
SNMPTN 3.19 2042 3.28 0.09 4.00 -2.85
0.44
2014 SBMPTN 3.09 2164 3.25 0.05 4.00 -2.55
0.60
SNMPTN 3.20 1832 3.29 0.13 3.95 -3.00
0.43
IPK

Std. Skewnes
tahun jalur_masuk Mean N Deviation Median Minimum Maximum s
2011 SBMPTN 3.05 2657 3.20 0.09 3.94 -2.38
0.59
SNMPTN 3.21 787 3.29 0.03 3.97 -3.70
0.47
2012 SBMPTN 3.09 3110 3.27 0.03 4.00 -2.49
0.64
SNMPTN 3.24 510 3.38 0.44 4.00 -2.60
0.50
2013 SBMPTN 3.09 2310 3.25 0.08 4.00 -2.72
0.60
SNMPTN 3.19 2042 3.28 0.09 4.00 -2.85
0.44
2014 SBMPTN 3.09 2164 3.25 0.05 4.00 -2.55
0.60
SNMPTN 3.20 1832 3.29 0.13 3.95 -3.00
0.43
KOMPARASI MEKANISME SELEKSI
antara SNMPTN dan SBMPTN
Dari sisi : PARAMETER YANG DIGUNAKAN
SNMPTN menggunakan 9 (sembilan) parameter di POB (tapi tidak semuanya
menggunakan; bahkan dengan persentase yang berbeda). Pengukuran setiap paramater
dimaknai berbeda-beda antar PTN. Misal : nilai rapor, masalah rangking, indeks sekolah dll.
SBMPTN menggunakan instrumen yang setara (ada beberapa kode) dengan bobot yang
sama.
Dari sisi : PROSES SELEKSI
Seleksi jalur SNMPTN dilakukan di masing-masing PTN dengan kriteria dari masing-masing
PTN (masih dalam ruang lingkup POB) dengan waktu seleksi yang berbeda-beda (dalam
range yang ditentukan). Hasil skor dari proses seleksi hanya dimiliki oleh PTN (selama ini
Panitia Pusat tidak memiliki SKOR dari hasil seleksi SNMPTN)
SBMPTN dilakukan terpusat, seleksi serentak. Setiap peserta dapat di sort sesuai dengan
hasil/skor sehingga bisa diperbandingkan.
Dari sisi : PILIHAN PRODI YANG DITAWARKAN
Seleksi jalur SNMPTN ada kecenderungan hanya memilih pada prodi pilihan pertama.
Seleksii jalur SBMPTN lebih jelas distribusi pilihan prodi antara pilihan prodi pertama, kedua
dan ketiga.
Hasil Evalbang DAMPAK DI
MASA
2015 dan 2016 MENDATANG

Ada kecenderungan pada


PROFESI tertentu
jalur SNMPTN, proporsi
akan didominasi
perempuan yang diterima
oleh perempuan
lebih besar

Pada SBMPTN, tidak Sebagai contoh:


terjadi diambil beberapa
prodi tertentu
120%
100%
80% 33% 31% 37% 35% 34%
49% 47% 47% 48% 46%
60%
40%
67% 69% 63% 65% 66%
20% 51% 53% 53% 52% 54%

0%
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2011 2012 2013 2014 2015 2016
SNMPTN SBMPTN

Perempuan Laki-Laki
CATATAN AKHIR
BEBAN BELAJAR PADA PRINSIPNYA DIWUJUDKAN DALAM BENTUK
SISTEM PAKET DAN SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS).
TIDAK ADA PERLAKUAN YANG BERBEDA TERHADAP SISTEM PAKET
SEPANJANG DIWUJUDKAN SECARA KONSISTEN.
PERGURUAN TINGGI SANGAT MENGHARGAI SISTEM PENILAIAN YANG
DIBERLAKUKAN DI PENDIDIKAN MENENGAH.
UNTUK MENJAMIN FAIRNESS TERHADAP LULUSAN PENGELOLAAN
PENDIDIKAN MENENGAH PERLU DIMANTAPKAN SISTEMNYA,
SEHINGGA DAPAT MEMBERIKAN KEPASTIAN BAGI SEMUA.
PROGRAM STUDENT EXCHANGE DIPERLAKUKAN SECARA EFEKTIF
SEPANJANG DIMANAJ DENGAN BAIK.
TERIMA KASIH