Anda di halaman 1dari 28

Pengertian

Sistem pernapasan merupakan sistem yang berfungsi untuk


mengabsorbsi oksigen dan mengeluarkan karbondioksida
dalam tubuh, fungsinya disebut respirasi
Organ Sistem Pernapasan

Sistem respirasi atau sistem pernafasan mencakup semua


proses pertukaran gas yang terjadi antara atmosfir
melalui rongga hidung faring laring trakea
bronkus paru-paru alveolus sel-sel melalui
dinding kapiler darah.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
A. Influenza
Influenza ( flu ) adalah suatu
infeksi virus yang
menyebabkan demam, hidung
meler, sakit kepala, batuk,
tidak enak badan ( malaise )
dan peradangan pada selaput
lendir hidung dan saluran
pernafasan.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
A. Influenza
Demam Hidung meler Sakit kepala Batuk

Tidak enak badan Peradangan selaput lendir hidung


Kelainan pada Sistem Pernapasan
A. Influenza

Penyebab Virus influenza tipe A atau B. Virus ditularkan


melalui air liur terinfeksi yang keluar pada saat penderita
batuk atau bersin atau melalui kontak langsung dengan
sekresi (ludah, air liur, ingus) penderita.
Gejalanya timbul dalam waktu 24-48 jam setelah
terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba
Kelainan pada Sistem Pernapasan
B. Bronkhitis

(Bronchitis; Inflammation - bronchi) adalah suatu


peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).
Kelainan pada Sistem Pernapasan
B. Bronkhitis

Penyebab Bronkitis infeksiosa adalah virus, bakteri dan


(terutama) organisme yang menyerupai bakteri
(Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia).
Kelainan pada Sistem Pernapasan
B. Bronkhitis

Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh :


Berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia,
beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur
dioksida dan bromin, polusi udara yang menyebabkan
iritasi ozon dan nitrogen dioksida, tembakau dan rokok
lainnya
Kelainan pada Sistem Pernapasan
C. Asma

Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun)


yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada
paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding
rongga bronchiale sehingga mengakibatkan
penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang
mengalami sesak nafas .
Kelainan pada Sistem Pernapasan
C. Asma
Penderita asma saluran
pernapasannya memiliki sifat
yang khas yaitu sangat peka
terhadap berbagai rangsangan
(bronchial hyperreactivity =
hipereaktivitas saluran napas)
seperti polusi udara (asap, debu,
zat kimia), serbuk sari, udara
dingin, makanan, hewan berbulu,
tekanan jiwa, bau /aroma
menyengat (misalnya parfum)
dan olahraga.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
D. Polip

Polip Hidung adalah suatu pertumbuhan dari selaput


lendir hidung yang bersifat jinak.
Penyebab Penyebab terjadinya polip tidak diketahui,
tetapi beberapa polip tumbuh karena adanya
pembengkakan akibat infeksi. Polip sering ditemukan
pada penderita : Rinitis alergika Asma Sinusitis kronis
Fibrosis kistik
Kelainan pada Sistem Pernapasan
E. TBC

TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh


bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini
berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga
dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).
Kelainan pada Sistem Pernapasan
E. TBC

Gejala sistemik / umumnya Demam tidak terlalu tinggi


yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari
disertai keringat malam . Kadang-kadang serangan
demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
Penurunan nafsu makan dan berat badan. Batuk-batuk
selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
Perasaan tidak enak (malaise), lemah
Kelainan pada Sistem Pernapasan
F. Sesak Napas

Sesak nafas adalah perasaan sulit bernapas yang terjadi


ketika melakukan aktivitas fisik. Sesak napas merupakan
gejala dari beberapapenyakit dan dapat bersifat akut atau
kronis.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
G. Faringitis

Faringitis merupakan peradangan pada faring sehingga


timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun
kerongkongan terasa kering.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
G. Faringitis

Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus


dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok.
Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah
Streptococcus pharyngitis.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
H. Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan
paru-paru dimana alveolus
biasanya terinfeksi oleh cairan
dan eritrosit berlebihan. Infeksi
disebarkan oleh bakteri dari satu
alveolus ke alveolus lain hingga
dapat meluas ke seluruh lobus
bahkan seluruh paru-paru.
Umumnya disebabkan oleh
bakteri streptokokus
(Streptococcus), Diplococcus
pneumoniae, dan bakteri
Mycoplasma pneumoniae.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
I. Emfisema Paru-Paru

Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas


alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung
yang terdapat dalam paru-paru.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
I. Emfisema Paru-Paru

Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih


besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena
karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-
paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan
kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab
kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
J. Dipteri

Dipteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh


bakteri Corynebacterium diphterial yang dapat
menimbulkan penyumbatan pada rongga faring
(faringitis) maupun laring (laringitis) oleh lendir yang
dihasilkan oleh bakteri tersebut.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
K. Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen


ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-
paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
K. Asfiksi

Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang


tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon
monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih
mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan
oksigen dalam darah berkurang.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
K. Asfiksi

Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel kanker yang


tidak terkendali di dalam jaringan paru-paru. Kanker ini
mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru dan
menjalar ke seluruh bagian tubuh.
Kelainan pada Sistem Pernapasan
K. Asfiksi

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90%


kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% kasus
pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap,
semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-
paru. Tetapi tidak menutup kemungkinan perokok pasif
pun mengalami penyakit ini. Penyebab lain yang memicu
penyakit ini adalah penderita menghirup debu asbes,
kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi.
Daftar Referensi

Kurniawati, Wahyu. 2008. Bahan Ajar IPA1. Yogyakarta:


Universitas PGRI Yogyakarta
www.google.com Kategori : Sistem Pernapasan
www.google.com Kategori : Pengertian Sistem
Pernapasan
www.wiki.org.co.id Kategori : Sistem Pernapasan Pada
manusia
Junqueira LC, Carneiro J. 2007. Histologi Dasar Teks &
Atlas. 10th ed. Jakarta: EGC. p. 335-54.
www.ensiklopediabebas.com
Daftar Referensi

Kuehnel. 2003. Color Atlas of Cytology, Histology, and


Microscopic Anatomy. 4th ed Stuttgart: Thieme. p. 340-51.
www.ensiklopediabebas.com
www.ensiklopediabebas.com | Sistem Pernapasan |
Pernapasan dada & perut
www.ensiklopediabebas.com | Histologi Sistem respirasi |
organ pernapasan | Mekanisme pernapasan
Terimakasih

Any question?