Anda di halaman 1dari 18

ISSUSILANINGSIH S,KEP Ns

Alam perasaan :
Adalah keadaan emosional yang
berkepanjangan.
Mempengaruhi seluruh kepribadian dan
kehidupan seseorang
Ditandai dengan :
Syndrom depresif sebagian / penuh.
Kehilangan minat beraktifitas
Kehilangan minat untuk rekreasi
Ggn alam perasaan terjadi karena :
Ketidak seimbangan eletrolit ( natrium,
kalium dalam neuron )
Perubahan biokimia ( norepinefrin;
dopamin, serotonin ) rendahnya
kadar norepinefrin dan dopamin
individu mengalami DEPRESI ,
Sedangnya norepinefrin dan dopamin
akan mengakibatkan MANIAK
Respon adaptif Respon maladaptif

Responsif Reaksi kehilangan yg Supresi Reaksi kehilangan


wajar yg memanjang
depresi/mania
Responsif :
Respon emosional individu yang terbukan
dan sadar akan perasaannya.individu
mampu berinteraksi dengan dunia
ekternal/internal

Reaksi kehilangan :
Reaksi kehilangan yg wajar individu
menghadapi realita dari kehilangan dan
mengalami proses kehilangan
Supresi
:
Merupakan tahap awal dari respons
emosional yang maladafptif, individu
menyangkal, menekan atau
menginternalisasi semua aspek
perasaannya terhadap lingkungan

Reaksi berduka yang memanjang :


Penyangkalan yang menetap dan
memanjang, tetapi tidak nampak reaksi
emosional terhadap kehilangan. Bisa
terjadi sampai beberapa tahun.
Mania
Ggn alam perasaan ditandai : alam perasaan yang
meningkat, meluas, atau keadaan emosional yang
mudah tersinggung dan terangsang. Kondisi ini
dapat diiringi : peningkatan kegiatan, banyak
bicara, ide ide yang meloncat, tertawa berlebihan,
penyimpangan seksual.

Depresi
Ggn alam perasaan yang ditandai dengan
perasaan sedih, berduka yang berlebihan dan
berkepanjangan.
Teori agresi berbalik pd diri sendiri
Teori Faktor Genetik
Teori Kehilangan
Teori kognitif
Model belajar ketidak berdayaan
Model perilaku
Model Biologis
Kehilangan kasih sayang
Kejadian penting dlm kehidupan
Banyaknya peran & konflik peran
Sumber koping & status sosial ekonomi
Ketidak seimbangan metabolisme
Mekanisme koping pada reaksi kehilangan
yang memanjang adalah :
Denial
Supresi
Mekanisme koping pada Depresi
Represi
Supresi
Mengingkari
Disosiasi
Tingkah laku mania
Afektif :
Gembira berlebihan
Harga siri meningkat
Tidak tahan kritik

Kognitif
Ambisi
Ilusi
Mudah terpengaruh
Mudah beralih perhatian
Flight of ideas
Gangguan penilaian
Fisik :
Dehidrasi
Nutrisitidak adekuat
Berkurangnya kebutuhan tidur /istirahat
Berat badan menurun

Tingkah laku :
Agresif, hiperaktif
Aktifitas motorik meningkat
Kurang bertanggung jawab
Irritable atau suka berdebat
Bicara bertele - tele
Afektif :
Sedih, cemas, apatis, murung
Kebencian, kekesalan, marah
Perasaan ditolak, perasaan bersalah
Merasa tidak berdaya, putus asa
Merasa sendiri, rendah diri, merasa tak berharga

Kognitif :
Ambivalen, bingung dan ragu ragu
Tidak mampu berkonsentrasi
Hilang perhatian dan motivasi
Menyalahkan diri sendiri
Fisik :
Sakit perut, anoreksia, mual, muntah
Gangguan pencernakan, konstipasi
Lemah, lesu, nyeri kepala, pusing
Perubahan berat badan, gangguan selera badan
Tidak berespon terhadap seksual

Tingkah laku :
Agresif, agitasi, tidak toleran
Gangguan tingkat aktifitas
Penurunan psikomotot
Menarik diri, isolasi sosial, kurang spontan
Berkesan menyedihkan, gangguan kebersihan
Ketidak berdayaan
Berduka disfungsional
Risiko tinggi terhadap cidera
Perb nutrisi : k/d kebutuhan
Defisit perawatan diri
Gangguan pola tidur
Risiko mencederai diri
Diagnosa Keperawatan pada kiien Mania
Risiko terjadi cidera berhubungan dengan hiperaktif
dan penilaian yang kurang
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan meningkatnya aktifitas, kurang tidur/istirahat,
kurangnya asupan

Diagnosa terjadi pada klien Depresi


Risiko tinggi mencederai diri berhubungan dengan
keputusasaan
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan gangguan selera makan
Difokuskan pada lingkungan
Bina hub saling percaya
Intervensi Afektif
Intervensi Kognitif
Intervensi perilaku
Intervansi fisiologis
Selamat
belajar