Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN IV

PATOLOGI TENTANG PERDARAHAN


ANTEPARTUM, INTRAPARTUM DAN
POSTPARTUM
Di susun oelh : Zaima Ramdani
Arafah
Pengertian Perdarahan Antepartum
Perdarahan antepartum adalah perdarahan
pada triwulan terakhir kehamilan, yaitu usia
kehamilan 20 minggu atau lebih. Pada
triwulan terakhir kehamilan sebab-sebab
utama perdarahan adalah plasenta previa,
solusio plasenta dan ruptura uteri
Perdarahan yang ada hubungannya
dengan kehamilan
Plasenta previa
Solusi plasenta
Perdarahan antepartum yang tidak jelas
sumbernya (idiopatik)
Plasenta Previa
Plasenta previa (prae = di depan, vias = jalan)
adalah plasenta yang terletak di depan jalan
lahir, implantasinya rendah sekali sehingga
menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri
internum. Implantasi plasenta yang normal
adalah pada dinding anterior atau dinding
posterior fundus uteri.
lanjut
Ada 4 jenis plasenta previa
1. Placenta previa totalis
2. Placenta previa partialis
3. Placenta previa marginalis
4. Low-lying placenta
Faktor Risiko Plasenta-Previa
Wanita lebih dari 35 tahun, 3 kali lebih
berisiko
Multiparitas, apalagi bila jaraknya singkat
Adanya gangguan anatomis/tumor pada rahim
sehingga mempersempit permukaan bagi
penempelan plasenta.
Kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan
minum alkohol
Faktor-faktor yang menentukan
sikap/tindakan persalinan mana yang
akan dipilih adalah :

Jenis plasenta previa


Perdarahan banyak/sedikit tetapi berulang-
ulang
Keadaan janin hidup, gawat atau meninggal
Pembukaan jalan lahir
Paritas atau jumlah anak hidup
Solusio Plasenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian
atau keseluruhan plasenta dari implantasi
normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20
minggu dan sebelum janin lahir.
ada beberapa faktor yang menjadi
predisposisi
Faktor kardio-reno-vaskuler
Faktor trauma
Faktor paritas ibu
Faktor usia ibu
Faktor pengunaan kokain
Faktor kebiasaan merokok
Pengaruh lain, seperti anemia,
malnutrisi/defisiensi gizi, dll.
pengelompokannya menurut gejala
klinis:
Solusio plasenta ringan
Solusio plasenta sedang
Solusio plasenta berat
Penyebab primer solusio plasenta belum diketahui
secara pasti, namun ada beberapa faktor yang menjadi
predisposisi :

1. Faktor kardio-reno-vaskuler
2. Faktor trauma
Trauma yang dapat terjadi antara lain :
Dekompresi uterus pada hidroamnion
Tarikan pada tali pusat
Trauma langsung
Tahap Persalinan
Kala I ( kala pembukaan ).
Kala II (Kala Pengeluaran Janin).
Kala III (Kala Pengeluaran Urin)
Kala IV
Perdarahan Post Partum
Perdarahan postpartum adalah perdarahan
lebih dari 500-600 ml selama 24 jam setelah
anak lahir. Termasuk perdarahan karena
retensio plasenta. Perdarahan post partum
adalah perdarahan dalam kala IV lebih
dari500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan
plasenta lahir
Gejala Klinis berdasarkan penyebab:

Atonia Uteri
Robekan jalan lahir
Retensio plasenta
Tertinggalnya plasenta (sisa plasenta)
Inversio uterus