Anda di halaman 1dari 10

Nilai Kalori dan Fuel Ratio

Nilai Kalor ( Calorific Value)


Menyatakan nilai batubara sebagai bahan bakar
Nilai kalori ditentukan dari kenaikan suhu pada saat sejumlah tertentu batubara
dibakar dalam alat bom calorimeter dengan udara berlebih
Gross Calorific Value (GCV) : menyatakan bahang total yang diperoleh dari suatu
batubara melalui pengukuran standar dan semua produk pembakaran dikembalikan
ke suhu ruangan
Net Calorific Vaue (NCV) : menyatakan bahang yang dapat dimanfaatkan dari suatu
batubara
Formula untuk penentuan net calorific value sebagai berikut (ASTM D 407 )

N CV = GCV - 0,024 (9{H} + M) , MJ/kg,


Keterangan :
H = kadar hidrogen dalam batubara, tidak termasuk kadar air-lembab
M = kadar air-lembab total (% TM) dalam batubara.
NCV dapat juga dihitung dengan persamaan Dulong :
NCV = 81[C] + 340 ([H]-[O]/8) + 22 [S]- 5,84(9[H]+[M]) kcal/ kg

data analisa proksimat juga dapat digunakan untuk menghitung nilai


kalori bahan bakar tersebut dengan menggunakan rumus sebagai berikut
:

GCV = 20,0 x (1 A M), MJ/kg,


A = kadar abu (A)
M = kadar air-lembab (M).
Nilai Kalori
dapat dinyatakan dalam
satuan yang berbeda :
Calorific Value (CV)(kcal/kg)
Specific Energy (SE) .(Mj/kg)
Higher Heating Value (HHV) = Gross CV
Lower Heating Value (LHV)= Net CV
British Thermal Unit = Btu/lb
Konversi Nilai Kalori

Desired
Btu/Lb Kcal/kg MJ/kg
Given

Btu/Lb 1 0.5555 0.002326


( Btu/Lb / 1.8) ( Btu/Lb / 429.923)

Kcal/kg 1.8 1 0.004187


( Kcal/kg / 238.85)

MJ/kg 429.923 238.846 1


Sumber : PT. GEOSERVICES, LTD 6

Pengujian Nilai kalori Batubara


O2
Sumber : PT. GEOSERVICES, LTD 7

Proses Pembakaran
..\VIDEO ANALISA
BATUBARA\Bombkalori

Electrode
Fuel Ratio

Perbandingan antara Fixed carbon dan Volatile


matter
Merupakan indikasi awal reaktifitas batubara
Semakin kecil perbandingan antara FC/VM,
maka batubara semakin reaktif
Parameter untuk menentukan tingkat reaktifitas
batubara :
1. Fuel Ratio ( FC/VM)
2. Oksigen
3. Swelling Indeks

Semakin kecil fuel ratio, reaktifitas batubara


semakin tinggi
Semakin banyak oksigen di dalam batubara,
reaktifitas semakin tinggi
Swelling indeks dibawah 2, memiliki reaktifitas
yang tinggi.
Contoh Hasil Pelaporan
Analyses ParametersTanito Harum Coal

Proksimat
Air lembab (% adb) 11,05
Abu (% adb) 2,61 2,92 (db)
Zat terbang (% adb) 40,66 45,54 (db)
Karbon padat (% adb) 45,23--

Ultimat
Karbon (% daf) 79,52
Hidrogen (% daf) 5,31
Nitrogen (% daf) 1,68
Total sulfur (% daf) 0,22
Oksigen (% daf) 13,27
Rasio atom O/C 0,1252
Rasio atom H/C 0,8017

Nilai kalor (kal/g, adb) 6437


Nilai Muai Bebas (FSI) 0