Anda di halaman 1dari 34

1

PROSES INDUSTRI KIMIA

POLIETILENA

Presentation Loading
Identitas

WE ARE
POLINEMA-
ers
POLITEKNIK NEGERI MALANG
1 Sejarah

Pengertian 2

3 Struktur Molekul
Jenis Polietilen dan
Katalisnya 4

Polietilena 5 Proses Pembuatan

Diagram Proses 6

7 Dampak
Produk dalam
8
Negeri
9 K3 dalam Industri
1 Sejarah
pertama kali disintesis oleh ahli kimia
Jerman bernama Hans von Pechmann
yang melakukannya secara tidak sengaja
pada tahun 1989 ketika sedang
memanaskan diazometana
Kegiatan sintesis polietilena secara
industri pertama kali dilakukan oleh
Eric Fawcett dan Reginald Gibson
pada tahun 1933 di fasilitas ICI di
Northwich, Inggris. Ketika
memperlakukan campuran etilena
dan benzaldehida pada tekanan
yang sangat tinggi, mereka
mendapatkan substansi yang sama
seperti yang didapatkan oleh
Michael Perrin, ahli kimia ICI Pechmann.
lainnya, berhasil mensintesisnya sesuai
harapan pada tahun 1935, dan pada
tahun 1939 industri LDPE pertama
2 Pengertian
Polietilena (disingkat PE) (IUPAC:
Polietena) adalah termoplastik
yang digunakan secara luas
oleh konsumen produk
sebagai kantong plastik.

Polietilene

Polietilena adalah
polimer yang terdiri
dari rantai panjang
monomer etilena
(IUPAC: etena).
3 Struktur Molekul
Polietilena merupakan hasil polimerisasi dari etena (C2H4), sehingga rumus
molekulnya (C2H4)n, dan rumus bangun polietilena.
Jenis Polietilen dan
4
Katalisnya
Dicirikan dengan densitas
yang melebihi atau sama Katalis
Polietilena dengan 0.941 g/cm3. HDPE kromium/silika, k
berdensitas memiliki derajat rendah atalis Ziegler-
tinggi (High density dalam percabangannya dan Natta,
polyethylene) (HDPE) memiliki kekuatan antar atau katalis metal
molekul yang sangat tinggi locene
dan kekuatan tensil.

Dicirikan dengan densitas 0.9100.940 g/cm3. LDPE


Polietilena memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai
berdensitas panjang dan pendek, yang berarti tidak akan
rendah (Low density berubah menjadi struktur kristal. Ini juga
polyethylene) mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan
(LDPE) antarmolekul yang rendah.Ini mengakibatkan LDPE
memiliki kekuatan tensil yang rendah .LDPE
diproduksi dengan polimerisasi radikal bebas

Dicirikan dengan densitas antara


Polietilena linier 0.9150.925 g/cm3.LLDPE adalah
berdensitas polimer linier dengan percabangan Katalis M-1
rendah (Linear low rantai pendek dengan jumlah yang Katalis S-2
density LLDPE memiliki kekuatan tensil yang Katalis F-3
polyethylene) lebih tinggi dari LDPE, dan memiliki
(LLDPE) ketahanan yang lebih tinggi terhadap
tekanan.
5 Proses Pembuatan
SEPARATION OF HYDROCARBON
MOLECULES USING VERY HIGH
TEMPERATURE

STEAM CRACKING TECHNOLOGY

(750-900C) with Catalytic Cracking (Zeoolite Catalyst+500C)


High Presure Process Autoclav
e
High Reaktor
Presure
Process Tubular
Reaktor

Autoclav
e
Proses Suspension Process
Pembuatan (Slurry)
Process
Loop
Reactor
Process

Gas Phase
Process
Tekanan
High Presure Process operasinya Waktu
antara 150-200
tinggal 30-60
Mpa (typical)
detik (typical)

Autoclave
reaktor
Tekanan
operasi yang
digunakan Temperatur
antara 200- tergantung
250 Mpa jenis
(typical) inisiator
Tubul oksigen
ar
Reakt
or
Suspension (Slurry)
Process

Temperatur
Tekanan operasinya
reaksinya antara 80-
0.5-1 Mpa (typical)
900 oC (typical)

Autoclave
Process
Katalis yang
Diluent yang
digunakan dicampur
digunakan adalah
dengan alkyl
hexane
alumunium
Temperatur
reaksinya antara
80-100 oC
(typical)
Tekanan operasi
Poison catalyst :
yang digunakan
TiCl4 ditambah
antara 0.7-2
co catalyst
Mpa (typical)

Gas
Phase
Process
6 Diagram Proses
Diagram proses
polietilen (proses
Ziegler)
Diagram proses
polietilen (proses
phillip)
Diagram proses
polietilen (proses CX)
Dampak terhadap
7 Lingkungan
Menyebabkan
pencemaran
Dapat
tanah
menghasilkan gas
beracun jika
dibakar

Sangat sukar
diuraikan

Menurunkan
kesuburan tanah

Dapat mengangu
jalur air
Menyebabkan
kematian
ekosistem
lingkungan
8 Produk Dalam Negeri
PT. TITAN
Petrokimia
Nusantara
Polimerisasi

Proses Zieggl
er
Proses Pembuatan
Polietilen di PT
Titan
Proses Phillips

Proses Standar
Oil
Polimerisasi

Polimerisasi tekanan tinggi


dengan radikal bebas.
Proses Zieggl
Polimerisasi tekanan menengah er yang digunakan
Katalis
dengan katalis oksida logam
transisi :
adalah Alumunium tri Proses Philli
ethyl dan titanium tetra
Oksidasi Molibdenum chloride. ps
Katalis yang digunakan adalah
Oksida Chromiun Terjadi polimerisasi yang chrome oxide yang disupport
Polimerisasi tekanan rendag dan berlangsung dengan suhu pada silica atau alumunium.
menengah dengan memakai 50-75C dan tekanan Ethylene dipolimerisasi dalam
halide logam transisi dan atmosfer -80 pSi. slurry dalam suhu 100 175 C
senyawa alkil alumunium Untuk mengontrol berat dan tekanan 400 500 pSi.
molekul digunakan Chain Modifier seeperti isobutana
Terminator yang hasilnya ditambahkan untuk mengontol
berupa slurry. reaksi
Proses Zieggler ini dalam Proses
dilakukan secara batch
atau continue. Standar Oil
Katalis yang digunakan Metal
oxide, alumunium, Titania.
Katalis tersebut diaktifkan oleh
metal hydrida (NaH / CaH2)
Polimerisasi berlangsung pada
suhu 230- 270C dan tekanan
40-80 atm.
PT. Chandra Asri
yaitu:
PT. Chandra Asri merupakan 1. Ethylene Plant yang
salah satui ndustri yang berfungdi untuk
berbahan baku minyak dan memproduksi ethylene
gas bumi. Di industri ini yang sebagian
terdapat berbagai macam
digunakan kembali
proses dan berbagai macam
peralatan yang digunakan untuk menghasilkan
untuk proses tersebut. polyethylene pada
HDPE Plant dan LLDPE
Plant, dan sebagian
lagi langsung dijual.
2. HDPE Plant yang
berfungsi untuk
menghasilkan
polyethylene yang
mempunyai densitas
yang tinggi.
3. LLDPE Plant yang
berfungsi untuk
menghasilkan
polyethylene yang
mempunyai densitas
yang rendah
9 K3 dalam Industri
Syarat
Kesehatan Kebisinga
n
Ruangan

Faktor
Nilai
Kimia
Ambang
Batas

Gas
Pencem
ar
Keadaan
Pabrik
Tinggi atap dari lantai minimal 2.5 meter.
Suhu udara >30 perlu menggunakan alat
Syarat penata udara seperti AC, kipan angin, dll
Suhu udara luar < 18 C perlu
Kesehatan menggunakan pemanas ruangan
Kelembaban udara ruang kerja > 95%
perlu menggunakan alat dehumidifier
Kelembaban udara ruang kerja < 65%
perlu menggunakan alat humidifier
(misalnya : mesin pembentuk aerosol)

Waktu kerja tiap hari tidak lebih dari 8 jam


dan 4o jam seminggu
Waldron (1989) menyatakan bahwa
kebisingan dapat dikontrol melalui :
Pengendalian pada sumber kebisingan.
1. Meningkatkan jarak antara sumber dan
penerima kebisingan
Kebisingan di 2. Mengurangi waktu paparan
dalam kebisingan.
3. Menempatkan barrier antara sumber
ruangan dan pekerja yang terpapar.
4. Pemakaian alat pelindung telinga (ear
muff, ear plug).
Sumber kebisingan di industri, dapat
dihasilkan oleh heater, mesin produksi
dan segala sistemnya, mesin daur
Nilai
ulang, suara mesin, alat/mesin
Ambang bertekanan tinggi, pengelolaan
Batas material. Di pabrik plastik, sumber
kebisingan yang paling mendominasi
berasal dari ruang daur ulang. Paparan
dalam jangka waktu panjang dapat
menyebabkan gangguan kesehata Efek
kebisingan terhadap kesehatan
Hal ini karena hazard kimia
disamping jumlahnya yang beredar
di sektor industri sangat banyak,
maka pengaruhnya terhadap
kesehatanpun sangat bervariasi.
Mulai dari yang dapat
menimbulkan gangguan
kesehatan, luka, alergi, smapai
menimbulkan penyakit, malah
Faktor Kimia dalam konsentarsi tertentu bahan
kimia yang masuk ke dalam tubuh
dapat langsung menimbulkan
Gas adalah bentuk zat yang
tidak mempunyai bangun
tersendiri, melainkan mengisi
ruangan tertutup pada
Gas kondisi suhu dan tekanan
normal. Bentuknya dapat
Pencemar berubah menjadi cair pada
kondisi suhu dan tekanan
yang tinggi. Gas pencemar
itu sendiri berarti gas yang
mencemari udara, dan
menyebabkan beberapa
gangguan kesehatan pada gas-gas pencemar pada
Sumber
manusia pabrik plastik terdapat pada :
proses pembakaran (gas CO,
NO, HC), proses peleburan,
proses pembuangan limbah
(gas methan dan H2S), dapat
menyebabkan pencemaran
udara bagi masyarakat sekitar
yaitu
Keadaan di gangguan kesehatan ,
Pabrik tergantung dampak dan
konsentrasi paparan pada tubuh
manusianya, dan dampak
terhadap globalnya yaitu
kerusakan lapisan ozon yang
menyebabkan pemanasan