Anda di halaman 1dari 76

OTITIS MEDIA

Michael Tambunan
1161050130
Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia
CASE REPORT
2.1 IDENTITAS
Nama : An. Carisa Arlinda
Usia : 8 thn
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Siswi
Alamat : KP 4 RT 03/RW 03 Kota Tarakan
Pembiayaan : BPJS
No RM : 099910
Masuk Poli THT : 14 November 2016
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesa pada tanggal
22 November 2016 di Loby RSUD Tarakan.
1 Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan keluar cairan di
telinga kanan semenjak 1 Minggu sebelum datang ke Poli
2 Keluhan tambahan
Ibu Pasien juga mengeluh anak merasa sulit
mendengar
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Os mengeluh keluar cairan pada telinga kiri
sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Cairan tersebut
berwarna putih kekuningan dan berbau. Keluhan ini baru
pertama kali dirasakan. Os juga mengeluh adanya nyeri
telinga bagian dalam dan adanya penurunan fungsi
pendengaran. Keluhan berupa telinga berdenging,
berdengung ataupun rasa penuh di telinga disangkal. Riwayat
panas badan disertai batuk pilek dirasakan sejak 2 minggu
sebelum keluar cairan dari telinga.. Tidak ada keluhan pada
telinga kiri, Os. Keluhan sakit tenggorokan, nyeri menelan,
benjolan di leher disangkal
4 Riwayat Penyakit Dahulu
Os tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. Os sering
menderita batuk & pilek. Riwayat trauma, keluar darah dari
hidung, suka mengorek telinga, dan sering berenang disangkal.
5 Riwayat Penyakit Keluarga
Os mengaku tidak ada keluarga yang pernah sakit seperti ini.
Riwayat alergi dan asma pada keluarga disangkal penderita.
6 Riwayat Kebiasaan
Riwayat alergi seperti bersin-bersin dan gatal-gatal ketika terkena
debu, atau setelah memakan makanan tertentu disangkal. Riwayat
asma juga disangkal.
Pemeriksaan Fisik
1 Status Generalis
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda Vital : Dalam batas normal
Kepala : Normocephali, tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva anemis -/- , sklera ikterik -/-
Leher : KGB tidak teraba membesar
Thorax : tidak dilakukan
Abdomen : tidak dilakukan
Ekstremitas : edema -/-
2 Status Lokalis (THT)

Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Kelainan kongenital - -
Preaurikula Radang dan tumor - -
Trauma - -
Kelainan kongenital - -
Aurikula Radang dan tumor - -
Trauma - -
Edema - -
Hiperemis - -
Nyeri tekan - -
Retroaurikula
Sikatriks - -
Fistula - -
Fluktuasi - -
Nyeri pergerakan aurikula - -
Palpasi Nyeri tekan tragus
- -
Kelainan kongenital - -
Kulit Hiperemis Tenang
Sekret + -
Serumen + -
Canalis Acustikus
Edema - -
Externa
Jaringan granulasi - -
Massa - -
Cholesteatoma -

Warna Hiperemis Putih Keabu-abuan


Intak (-) (+)
Retraksi (-) (+)
Refleks cahaya (-) (+)
Perforasi (+) (-)
MembranaTimpani
HIDUNG
Rhinoskopi Cavum nasi kanan Cavum nasi kiri
anterior
Mukosa hidung Hiperemis (+), sekret (-), Hiperemis (+), sekret (-), massa (-)
massa (-)

Septum nasi Deviasi (-), dislokasi (-) Deviasi (-), dislokasi (-)

Konka inferior dan Edema (+), hiperemis (+) Edema (+), hiperemis (+)
media

Meatus inferior Polip (-) Polip (-)


dan media
Orofaring
Bagian Kelainan Keterangan
Mukosa mulut Tenang
Lidah Bersih, basah,gerakan normal kesegala arah
Tenang, simetris
Palatum molle Caries (-)
Gigi geligi Simetris
Mulut
Uvula (-)
Halitosis

Mukosa Tenang
Besar T1 T1
Kripta : Normal - Normal
Detritus : (-/-)
Perlengketan (-/-)
Tonsil

Mukosa Tenang
Granula (-)
Faring Post nasal drip (-)
Maksilofasial
Bentuk :Simetris
Nyeri tekan :-
Leher
Kelenjar getah bening : Tidak teraba pembesaran KGB
Massa : Tidak ada

IV. DIAGNOSIS BANDING


Otitis Media Akut (OMA)
Otitis Media Supuratif Kronik ( OMSK )

V. DIAGNOSIS
Otitis media akut stadium perforasi auris sinistra
VI. PENGELOLAAN DAN TERAPI

Pembersihan liang telinga dengan suction


Pemberian obat Hydrocortison

Pemberian obat oral:


Amoxicillin 3 x 200mg ( Antibiotik )
Metil prednisolon ( Kotikosteroid )
Vit C 1 x 1g

VII. PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
TELINGA
Telinga Tengah
Telinga tengah berbentuk kubus dengan :
Batas luar : membran timpani
Batas depan : tuba eustachius
Batas bawah : vena jugularis (bulbus jugularis)
Batas belakang : auditus ad antrum, kanalis fasialis
pars vertikalis
Batas atas : tegmen timpani (meningen/ otak)
Batas dalam : berturut-turut dari atas ke bawah,
kanalis semi sirkularis horizontal,
kanalis fasialis, tingkap lonjong
(oval window), tingkap bundar
(round window), & promontorium.
Tinjauan Pustaka
Otitis Media
Membran Timpani
Tuba Eustachius
Menghubungkan rongga telinga tengah nasofaring.
Bagian lateral bagian yang bertulang
2/3 medial bersifat kartilaginosa.
Origo otot tensor timpani sebelah atas bagian
bertulang
kanalis karotikus terletak di bagian bawahnya.
Bagian bertulang rawan berjalan melintasi dasar
tengkorak masuk ke faring di atas otot levator
palatinum dan tensor palatinum disarafi pleksus
faringeal dan saraf mandibularis.
Menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi
membrana timpani.
OTITIS MEDIA
Definisi
Otitis media adalah peradangan sebagian atau
seluruh mukosa telinga tengah, tuba
Eustachius, antrum mastoid dan sel-sel
mastoid.
Patifisiologi
Klasifikasi
Otitis Media Supuratif : Akut (OMA) dan Kronis
(OMSK)
Otitis Media Non-Supuratif / Serosa :
Akut dan Kronis
OMSK : tipe benigna dan malignant
Otitis media spesifik : otitis media tuberkulosa, otitis
media sifilitik, dan otitis media adhesiva.
OTITIS MEDIA AKUT
Definisi OMA
Peradangan telinga tengah yang mengenai sebagian atau
seluruh periosteum dan terjadi dalam waktu kurang dari 3
minggu.
Etiologi
Otitis Media Supuratif Akut (OMA)
- Sumbatan tuba Eustachius
- ISPA
- Kuman penyebab OMA (bakteri piogenik) :
Streptococcus Pneumoniae (38%)
Haemophilus Influenzae (27%)
Staphylococcus aureus (2%)
Moraxella Catarrhalis
- Anak-anak : ISPA >> kemungkinan OMA >>
- Bayi : OMA dipermudah karena posisi tuba
Eustachius pendek, lebar dan horizontal.
Patogenesis dan Patofisiologi

Patofisiologi otitis media akut 1


Patofisiologi otitis media akut 2
Stadium OMA
Stadium Oklusi Tuba Eustachius
Stadium Hiperemis (Stadium pre-supurasi)
Stadium supurasi
Stadium perforasi
Stadium resolusi
Retraksi membran timpani, kadang membran
Stadium oklusi tuba eustachius timpati tampak normal / berwarna keruh pucat

Nyeri dan rasa penuh di telinga, demam,


Stadium hiperemis pemeriksaan otoskop : injeksi PD membran
timpani (hiperemis)
Sakit dan panas >>, muntah , kejang (bayi dan
anak-anak), pendengaran berkurang, pemeriksaan
Stadium supurasi otoskop : membran timpani merah,menebal,
cembung, refleks cahaya mulai hilang
Keluar sekret dari telinga, sakit , demam ,
Stadium perforasi gangguan pendengaran , pemeriksaan otoskop :
sekret + ruptur membran timpani

Bila daya tahan tubuh baik / virulensi kuman


Stadium resolusi rendah resolusi dapat terjadi walaupun tanpa
pengobatan
GEJALA KLINIS
Otitis Media Supuratif
Otitis Media Supuratif Otitis Media Supuratif
Akut : Kronis :
Nyeri Sekret telinga yang bau,
mukopurulen
Demam
Malaise Penurunan pendengaran
Otalgia
Nyeri kepala di samping
nyeri telinga (kadang) Vertigo dan tinitus (jarang)
Anoreksia (anak)
Seluruh/sebagian membran
timpani merah dan menonjol
Rasa penuh di telinga dan
penurunan pendengaran
Pemeriksaan Fisik
otoskopi: otitis media serosa membrane timpani tampak
berwarna kekuningan sedangkan otitis media mukoid
tampak kusam dan keruh. Maleus tampak pendek, retraksi
dan berwarna putih kapur. Air fluid level tanda cairan
serous di cavum timpani, pantulan cahaya yang
berkurang/menghilang
Penilaian Imobilitas membrane timpani dengan otoskop
penumatik dengan memberikan tekanan negative dan
positif.
Rinoskopi
Pemeriksaan garpu tala
Pemeriksaan Penunjang

Radiologi: CT Scan atau MRI


Kultur untuk memastikan apakah otitis media serosa atau
otitis media supurativa tapi jarang dilakukan karena
anemesis dan pemeriksaan fisik sudah cukup sensitive dan
spesifik.
Diagnosis Banding
Otitis media supurativa
Otitis media non supurativa
PENATALAKSANAAN
Otitis Media Supurativa akut
Terapi :
Antibiotik : perhatikan resistensi kuman.
Simtomatik : antipiretik, analgetik,
Nasal dekongestant / terapi alergi
Operasi : miringotomi u/ drainage
mastodektomi pd std koalesen dan std komplikasi.
(mastoidektomi simpleks)
Management Otitis Media Akut

Initial Management :
Otitis Media Akut limited episode First line antibiotic
Persistent infection Second line or broad spectrum
antibiotic
Pertimbangkan : tympanocentesis jika tidak responsive
Recurrent episodes (> 3 episodes in 6 months)
Antibiotic prophylaxis
Antimikroba untuk Otitis Media Akut
First line
Amoxicillin
Second line
Amoxicillin-clavulanate
Trimethoprim-sulfamethoxazole
Erythromycin-sulfamethoxazole
Broad spectrum
Cefixime, Azithromycin, Clarithromycin
Penatalaksanaan
Terapi OMA tergantung pada stadiumnya.
Penatalaksanaan Stadium Oklusi
tujuan terapi: membuka kembali tuba eustachius.
obat tetes hidung HCl efedrin 0,5% dalam larutan fisiologik
untuk anak <12 thn
obat tetes hidung HCl efedrin 1% dalam larutan fisiologik untuk
anak yang berumur >12 thn atau dewasa
sumber infeksi juga harus diobati dengan memberikan
antibiotik.
Penatalaksanaan Stadium Presupurasi
Antibiotik
penisilin atau eritromisin, jika terdapat resistensi, dapat diberikan
kombinasi dengan asam klavunalat atau sefalosporin.
terapi awal diberikan penisilin IM agar konsentrasinya adekuat di
dalam darah.
Untuk Antibiotik diberikan minimal selama 7 hari.
Pada anak diberikan ampisilin 4x50-100 mg/KgBB, amoksisilin
4x40 mg/KgBB/hari, atau eritromisin 4x40 mg/kgBB/hari.
Obat tetes hidung
Analgesik.
Bila membran timpani sudah hiperemi difus, sebaiknya
dilakukan miringotomi.
Penatalaksanaan Stadium Supurasi
antibiotik
pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila
membran timpani masih utuh.
analgesik juga perlu diberikan agar nyeri dapat berkurang.
Penatalaksanaan Stadium Perforasi
obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari
antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu.
Penatalaksanaan Stadium resolusi
biasanya akan tampak sekret mengalir keluar.
Pada keadaan ini dapat dilanjutkan antibiotik sampai 3
minggu
namun bila masih keluar sekret diduga telah terjadi
mastoiditis.
Otitis Media Supuratif Kronis
Definisi

Otitis media supuratif kronik (OMSK) = Otitis Media Perforata


(OMP) = congek.
Infeksi kronis di telinga tengah dgn perforasi membran timpani
dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau
hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau
berupa nanah.
Epidemiologi
Kondisi sosial, ekonomi, suku, tempat tinggal yang padat,
hygiene dan nutrisi yang jelek.

Prevalensi OMSK Setiap Negara Populasi


oleh WHO Regional
Classification Kategori
Paling tinggi ( >4% ) Tanzania, India, Solomon Islands, Guam, Australian
Aborigines,
Greenland
Tinggi ( 2-4% ) Nigeria, Angola, Mozambique, Republic of Korea,
Thailand,
Philippines, Malaysia, Vietnam, Micronesia, China,
Eskimos
Rendah (1-2% ) Brazil, Kenya
Paling rendah ( <1% ) Gambia, Saudi Arabia, Israel, Australia, United
Kingdom,
Denmark, Finland, American Indians
Di Indonesia
Survei pada 7 propinsi di Indonesia pada tahun 1996
Otitis Media Supuratif Kronis sebesar 3% atau 6,6 juta
penderita OMSK dari 220 juta penduduk.
ETIOLOGI

Lingkungan
Genetik
Otitis media sebelumnya
Infeksi saluran nafas atas
Alergi
Gangguan fungsi tuba eustachius
Etiologi
Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK)
Faktor yang menyebabkan OMA OMSK :
- terapi yang terlambat diberikan
- terapi yang tidak adekuat
- virulensi kuman tinggi
- imunitas rendah
- gizi kurang
- higiene kurang
Jenis-Jenis Perforasi
Jenis OMSK

BENIGNA
MALIGNA
OMSK Benigna
OMSK Maligna
Berdasarkan aktivitas sekret yang keluar :

1. OMSK aktif, merupakan OMSK dengan sekret


yang keluar dari kavum timpani secara aktif.
2. OMSK tenang, ialah OMSK yang keadaan kavum
timpaninya terlihat basah atau kering.
Patofisiologi

Didahului dari OMA biasanya disebabkan oleh Infeksi di Saluran


Nafas Atas (ISPA), umumnya terjadi pada anak

ISPA menyebabkan edema pada mukosa saluran nafas termasuk


mukosa tuba eustakius dan nasofaring tempat muara tuba
eustakius Edema ini akan menyebabkan oklusi tuba yang
berakibat : gangguan fungsi tuba eustakius yaitu fungsi ventilasi,
drainase dan proteksi terhadap telinga tengah.

Jika proses peradangan ini tidak mengalami resolusi dan penutupan


membran timpani setelah 6 minggu maka OMA beralih menjadi
OMSK.
Diagnosis
Anamnesis (history-taking)
Terjadi perlahan dan penderita seringkali datang dgn gejala-gejala
penyakit yang sudah lengkap.
Telinga berair, sekret di liang telinga yang pada tipe tubotimpanal
sekretnya lebih banyak dan seperti berbenang (mukous), tidak
berbau busuk dan intermiten, sedangkan pada tipe atikoantral,
sekretnya lebih sedikit, berbau busuk, kadangkala disertai
pembentukan jaringan granulasi atau polip, maka sekret yang
keluar dapat bercampur darah.
Keluhan kurang pendengaran atau telinga keluar darah
Pemeriksaan otoskopi
Pemeriksaan otoskopi akan menunjukan adanya dan letak perforasi.

Pemeriksaan radiologi
- Radiologi konvensional, foto polos radiologi,
- Posisi Schller berguna untuk menilai kasus kolesteatoma
- CT scan dapat lebih efektif menunjukkan anatomi
tulang temporal dan kolesteatoma.

Pemeriksaan audiologi audiogram


Gejala Klinis

Telinga Gangguan
Berair
(Otorrhoe) Pendengaran

Otalgia
(Nyeri Vertigo
Telinga)
Terapi
Tipe Benigna
Prinsip terapi ialah konservatif atau dengan
medikamentosa.
Bila sekret yang keluar terus menerus, maka diberikan
obat pencuci telinga, H2O2 3 % selama 3-5 hari. Setelah
sekret berkurang, maka terapi dilanjutkan dengan
memeberikan obat tetes telinga yang mengandung
antibiotika dan kortikosteroid.
Tipe Maligna
Prinsip terapi ialah pembedahan, yaitu mastoidektomi
dengan atau tanpa timpanoplasti.

Terapi konservatif dengan medikamentosa terapi


sementara sebelum dilakukan pembedahan.
Jenis Pembedahan pada OMSK
Mastoidektomi sederhana
- Dilakukan pada OMSK tipe benigna
- Tujuannya supaya infeksi tenang dan
telinga tidak berair lagi
Mastoidektomi radikal
- Dilakukan pada OMSK maligna dengan infeksi
atau kolesteatom yang sudah meluas
- Tujuan operasi ini ialah membuang semua
jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke
intrakranial
Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
- Dilakukan pada OMSK dengan kolesteatom di daerah atik
- Tujuan operasi ialah membuang semua jaringan patologik dari
rongga mastoid
Miringoplasti
- Dilakukan pada OMSK benigna yang sudah tenang
- Tujuannya adalah mencegah berulangnya infeksi telinga tengah
pada OMSK tipe benigna dengan perforasi menetap
Timpanoplasti
- Dilakukan pada OMSK benigna dengan kerusakan
lebih berat atau OMSK benigna yang tidak bisa dg
konservatif
- Tujuan menyembuhkan penyakit serta
memperbaiki pendengaran
Pendekatan ganda timpanoplasti (Combined approach
tympanoplasty)
- Dilakukan pada kasus Maligna dan Benigna
dengan jaringan granulasi yang luas.
- Tujuan menyembuhkan penyakit serta
memperbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik
mastoidektomi radikal
Komplikasi
A. Komplikasi ditelinga tengah :
1. Perforasi persisten membrane timpani
2. Erosi tulang pendengaran
3. Paralisis nervus fasial
B. Komplikasi telinga dalam
1. Fistel labirin
2. Labirinitis supuratif
3. Tuli saraf (sensorineural)
C. Komplikasi ekstradural
1. Abses ekstradural
2. Trombosis sinus lateralis
3. Petrositis
D. Komplikasi ke susunan saraf pusat
1. Meningitis
2. Abses otak
3. Hindrosefalus otitis
Otitis Media Efusi
Definisi
Otitis media efusi (OME) adalah peradangan telinga
tengah dan mastoid yang ditandai dengan akumulasi cairan
nonpurulen di telinga tengah tanpa disertai tanda atau
gejala infeksi akut dengan membran timpani utuh.
Epidemiologi
OME adalah salah satu penyakit yang paling sering terjadi
pada anak. Statistik menunjukkan 28-38% anak prasekolah
pernah menderita OME.
Merupakan penyebab tersering gangguan pendengaran
pada anak usia sekolah.
Faktor Risiko
1. Faktor resiko anatomi: anomali kraniofasial, down
syndrome, celah palatum, dan hipertrofi adenoid.

2. Faktor resiko fungsional: serebral palsy, down syndrome,


dan imunodefisiensi.

3. Faktor resiko lingkungan: bottle feeding, menyandarkan


botol di mulut pada posisi tengadah (supine position),
perokok , status ekonomi rendah, banyaknya anak yang
dititipkan di fasilitas penitipan anak.
Diagnosis
Diagnosis OME seringkali sulit ditegakkan karena
prosesnya sendiri yang kerap tidak bergejala
(asimptomatik), atau dikenal dengan silent otitis media.
Gejala yang dapat ditemukan :
Pendengaran berkurang
Displacusis binauralis
Kadang terasa seperti ada cairan yang bergerak dalam telinga
saat posisi kepala berubah.
Rasa sedikit nyeri
Diagnosis
pemeriksaan fisik telinga lazimnya ditemukan cairan di
belakang MT yang normalnya translusen.

Pemeriksaan otoskop dapat memperlihatkan:


- MT yang retracted (tertarik ke dalam), dull, dan opaque.
- Warna MT bisa merah muda cerah hingga biru gelap.
- Terlihat gelembung udara atau adanya level udara-cairan
(air fluid level) membuat diagnosis lebih nyata.
Tuli konduktif dapat dibuktikan dengan garputala
Diagnosis
Pemeriksaan penunjang lain
Pneumatic otoscope
Impedance audiometry (tympanometry)
Pure tone Audiometry
Tympanometry
Pure tone Audiometry
Penatalaksanaan
Konservatif
Medika mentosa
Antihistamin atau dekongestan
Mukolitik
Antibiotik
Kortikosteroid
Pembedahan
Miringotomi
TERIMA KASIH