Anda di halaman 1dari 23

OS EPISKLERITIS NODOSA

Oleh :
Sitti Rahmah
10542 0147 09

Pembimbing :
dr. Hj. Rahasiah Taufik, Sp. M
LAPORAN KASUS II
Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. SS
Janis Kelamin : Perempuan
Umur : 37 Tahun
Agama : Islam
Suku : Makassar
Pekerjaan : IRT
Alamat : Graha matahari
No. Register : 37 66 02
No. HP : 0823 201 718 **
Tgl Pemeriksaan : 28 November 2015
Rumah Sakit : RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa
ANAMNESIS
Keluhan Utama : Terdapat benjolan di mata kiri

Anamnesis Terpimpin :
Dirasakan 1 bulan yang lalu. Hal ini dialami secara
perlahan-lahan. Awalnya benjolan tumbuh pada bagian
pinggir mata dalam ukuran kecil dan lama kelamaan
membesar. Pasien merasa pada mata kiri mengganjal (+)
dikarenakan adanya benjolan, perih (+) mata merah (+), air
mata berlebih (+), kotoran mata (-), rasa silau (+),
penglihatan kabur (-), riwayat pasien sering terpapar sinar
matahari dan debu (+), riwayat penggunaan kacamata (-).
Riwayat Penyakit Terdahulu :

Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama sebelumnya (+) sekitar 2


tahun yang lalu.
Riwayat diabetes melitus (-) riwayat hipertensi (-), riwayat alergi (-)
Riwayat Rheumatoid arthritis, tuberkulosis, herpes zooster disangkal

Riwayat Pengobatan :
Pasien pernah berobat sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga dan sosial


Tidak ada riwayat penyakit yang sama pada keluarga pasien.
Foto pasien
Pemeriksaan Oftalmologi :
Pemeriksaan Inspeksi
OD OS

Palpebra Edema (-) Edema (+)

Silia Normal, sekret (-) Normal, sekret (-)

Apparatus Lakrimasi (-) Lakrimasi (+)


Lakrimalis

Konjungtiva Hiperemis (-) Hiperemis(+).

Bola mata Normal Normal

Kornea Jernih Jernih

Bilik Mata Kesan Normal Kesan Normal


Depan

Iris Coklat, Kripte (+) Coklat, kripte (+)

Pupil Bulat, Sentral Bulat, Sentral


Lensa Jernih Jernih

Mekanisme muscular Ke segala arah Ke segala arah


2. Pemeriksaan Palpasi

Palpasi OD OS
Tensi Okuler Tn Tn
Nyeri tekan (-) (-)
Massa tumor (-) (-)
Glandula preaurikuler Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran

3. Tonometri
Tidak dilakukan pemeriksaan

4. Visus
VOD : 20/20
VOS : 20/20
5. Pemeriksaan Slit Lamp
SLOD : konjungtiva hiperemis (-), kornea jernih, BMD kesan normal, iris
coklat, kripte (+), pupil bulat, sentral, RC (+), lensa jernih.
SLOS : konjungtiva hiperemis (+), tampak nodul dibagian nasal (+), kornea
jernih, BMD kesan normal, Iris coklat, kripte (+), pupil bulat sentral RC
(+), lensa jernih.

6. Pemeriksaan laboratorium
Tidak dilakukan pemeriksaan.

7. Pemeriksaan Oftalmoskopi
Tidak dilakukan pemeriksaan.
III. RESUME

Seorang perempuan berumur 37 tahun datang


ke RSUD Syekh yusuf Gowa dengan keluhan utama ada
benjolan di mata kiri dan sedikit perih. Dirasakan 1 bulan
yang lalu. Awalnya benjolan tumbuh pada bagian pinggir mata
dalam ukuran kecil dan lama kelamaan membesar. Pasien
merasa pada mata kiri mengganjal dikarenakan adanya
benjolan, mata merah, air mata berlebih, kotoran mata
berlebih, rasa silau. Pasien sering terpapar sinar matahari
dan debu. Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama
sebelumnya (+) sekitar 2 tahun yang lalu.
Pada pemeriksaan oftalmologi OS didapatkan
inspeksi tampak palpebra superior dan inferior
edema, terdapat nodul dibagian nasal, disertai
dengan konjungtiva yang hiperemis, dan lakrimasi.
Pada pemeriksaan palpasi tidak ditemukan kelainan.
Pada Pemeriksaan visus VOD 20/20 dan VOS 20/20.
IV. Diagnosis
OS Episkleritis Nodosa
V. Diagnosis Banding
Konjungtivitis flikten
Skleritis
VI. Terapi
Non medikamentosa : kurangi pajanan debu, sinar matahari,
menggunakan kaca mata pelindung.
Medikamentosa : topikal kortikosteroid, vasokonstriktor.
VII. Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam
EPISKLERITIS
Anatomi Sklera

Gambar 1. Anatomi Sklera


DEFINISI
Episkleritis merupakan suatu peradangan pada
episklera. Sklera terdiri dari serat-serat jarigan ikat
yang membentuk dinding putih mata yang kuat.

Sklera dibungkus oleh episklera yang merupakan


jaringan tipis yang banyak mengandung pembuluh
darah untuk memberi nutrisi pada sklera. Di bagian
depan mata, episklera dibungkus oleh konjungtiva.
Gambar 2. Gambaran Episkleritis
ETIOLOGI
Penyebab episkleritis belum diketahui, namun
penyakit ini sering dihubungkan dengan arthritis
rheumatoid, sifilis, herpes zoster, dan tuberkulosis
KLASIFIKASI
Episkleritis dibagi menjadi 2 tipe,
yaitu :
Episkleritis simple/difusa (tanpa nodul)
Episkleritis nodosa (ada nodul/sel radang).
Patologi

Pada pemeriksaan histopatologi ditemukan


adanya pelebaran pembuluh darah, serbukan sel sel
limfosit dan edema. Pada episkleritis noduler
terdapat kumpulan sel raksasa dan sel mononuklear
dengan serbukan sel limfosit dan sel plasma
sekitarnya.
Gejala Klinis

Gejala episkleritis meliputi:


1. sakit mata dengan rasa nyeri ringan
2. Mata merah pada bagian putih mata
3. Kepekaan terhadap cahaya
4. Tidak mempengaruhi visus
Jika pasien mengalami episkleritis nodular, pasien
mungkin memiliki satu atau lebih benjolan kecil atau
benjolan pada daerah putih mata.
Diagnosis

Anamnesa untuk menanyakan beberapa gejala-


gejala yang dialami pasien dan melakukan
pemeriksaan pada mata pasien membantu
penegakan diagnosa. Pemeriksaan lebih lanjut
seperti melakukan beberapa tes lebih lanjut, seperti
tes darah, untuk mengetahui apakah episkleritis
terkait dengan kondisi kesehatan yang
mendasarinya.
Diagnosis Banding

1. Konjungtifitis flikten
2. Skleritis
Terapi
Non medikamentosa : kurangi pajanan debu, sinar
matahari, menggunakan kaca mata pelindung.
Medikamentosa :
Topikal Kortikosteroid, AINS (NSAID Oral,

Topikal) Vasokonstriktor.
Oral : AINS

Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam
Referensi
1. Ilyas S., 2005. Penuntun Ilmu Penyakit Mata edisi ke-3. Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.
2. PERDAMI. 2006. Ilmu Penyakit Mata untuk Dokter Umum & Mahasiswa
Kedokteran, PERDAMI.
3. Roy Sr H , episkleritis,
http://emedicine.medscape.com/article/1228246-
overview.Medscape Mar 2, 2012.
4. Vaughan, D.G. Oftalmologi Umum, Edisi 14, Cetakan I, Widya Medika,
Jakarta, 2000: Hal 165-167.
5. Watson PG, Hayreh SS. Scleritis dan episkleritis. Br J Ophthalmol.
1976; 60:163-91.

Anda mungkin juga menyukai