Anda di halaman 1dari 20

Pusat Teknologi Material - BPPT

Optimasi Proses Sintering Elektrolit GDC


untuk Pembuatan Symmetric Cells
GDC/LSCF-GDC
oleh :
Ridha Faturachmi 1513015
Wisnu Yan Purnomo 1513035
Pembimbing :
Ir. Roosmariharso, MBA
Fitria Ika Aryanti, S.T, M. Eng

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA POLIMER


POLITEKNIK STMI JAKARTA
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
JAKARTA
2017
OUTLINE
1. PENDAHULUAN

2. TINJAUAN PUSTAKA

3. METODE PENELITIAN

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

5. KESIMPULAN DAN SARAN

2
Pendahuluan
Latar Belakang Menipisnya
ketersediaan
bahan bakar
fosil
Kurangnya
Pencemaran
ketersediaan
lingkungan
energi

Fuel Perangkat elektrokimia


cell yang terdiri dari
elektroda dan elektrolit

Sumber: Fuel Cell & Hydrogen Energy Association 3


(http://www.fchea.org)
Efisiensi tinggi
Temperatur
Operasi tinggi,
Solid Oxide Fuel Cell Emisi rendah
degrradasi material
(SOFC) Bahan bakar
fleksible

(-) (+)

Penurunan temperatur operasi.

Material berharga murah tapi memiliki


kinerja yang baik, konduktivitas ionik
elektrolit dan elektroda yang tinggi.

LSCF-
GDC
Symmetric
cells
GDC/LSCF-
GDC
GDC10

4
Rumusan Masalah
1. Bagaimana membuat symmetric cells GDC/LSCF-GDC dengan menggunakan metode sol-gel pada
sintesis elektrolit GDC10 ?
2. Bagaimana metode pelapisan pasta katoda LSCF-GDC di elektrolit GDC10?
3. Bagaimana karakteristik serbuk elektrolit GDC10 dan pengaruh variasi holding time terhadap porositas
dan densitas pelet GDC10?

Tujuan Penelitian
1. Menghasilkan symmetric cells GDC/LSCF-GDC dengan menggunakan metode sol-gel pada
sintesis sel elektrolit GDC10.
2. Mengetahui metode pelapisan pasta katoda LSCF-GDC di elektrolit GDC10.
3. Mengetahui karakteristik serbuk elektrolit GDC10 dan pengaruh variasi holding time terhadap
porositas dan densitas pelet GDC10.

Manfaat Peneltian
Dapat memberikan kontribusi kepada pihak terkait mengenai sintesis sel elektrolit Gadolinium
Doped Cerium (GDC) dan symmetric cells dari GDC/LSCF-GDC untuk penggunaan SOFC ( Solid
Oxide Fuel Cell ) sebagai salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan yang menjanjikan untuk
dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
5
Tinjauan Pustaka
Solid Oxide Fuel Cell Fuel cell yang menggunakan
keramik padat sebagai elektrolit

katoda
Reaksi reduksi oksigen :
O2 + 4e- 2O2-

elektrolit
Sebagai media untuk mengalirkan proton

anoda Reaksi oksidasi bahan bakar :


2H2 + 2O2- H2O + 4e-

Metode Sol-gel
Sintering Proses pemadatan material serbuk.

6
Metodologi Penelitian
Bahan : Alat :

Cerium nitrat heksahidrat Beaker glass 100 ml


(Ce(NO3)3.6H2O) Beaker glass 1000 ml
Gadolinium nitrat heksahidrat Spatula
(Gd(NO3)3.6H2O) Kertas timbang
Asam sitrat monohidrat (C6H8O7.H2O) Timbangan analitik
Aqua DM Hot plate
Acrysol Magnetic stirrer
Etanol Termometer
Lanthanum Strontium Cobalt Ferrite - Oven
Gadolinium doped Ceria (LSCF-GDC) furnace
Terpineol Alumunium foil
Polietilen Glikol 400 (PEG 400) Ball mill
Alat press hidrolik
TGA
FTIR

7
Metodologi Penelitian
Preparasi bahan

Pembuatan serbuk elektrolit GDC10 Pembuatan pasta katoda LSCF-


GDC

Serbuk GDC10
Pasta katoda LSCF-GDC

Pengujian serbuk Pencetakan pelet elektrolit


GDC10

Pelapisan pasta katoda untuk


symmetric cell
Pelet GDC10

Symmetric cell
Pengujian pelet LSCF-GDC/GDC

Penulisan LAPORAN

Diagram Metodologi Penelitian 8


Metodologi Penelitian
Cerium 20 gram Gadolinium 2 gram
0,5 gram acrysol dan 10 ml etanol (setiap beaker
(dalam 50 ml aqua (dalam 50 ml aqua
glass)
DM) DM)
1,5 gram
serbuk GDC10 Pencampuran dan pengadukan selama 10
Pencampuran dan pengadukan bahan yg telah menit diatas magnetic stirrer
dikalsinasi
Asam sitrat dalam beaker glass diatas magnetic stirrer
(untuk setiap
monohidrat 13 beaker glass)
gram (dalam 50 ml
aqua DM) Pemanasan prekursor dengan suhu 100 Pengeringan dalam oven 3 jam dengan
oC diatas magnetic stirrer suhu 110 oC

Dinginkan, lalu masukan sampel ke cetakan


Stirring sampai suhu 80 oCselama 1 pelet
jam, sehingga prekursor menjadi foam
warna kuning
Penyetakan menggunakan alat pencetak
melalui ditekan dengan tekanan 3 ton selama
Dinginkan, lalu oven pada suhu 110 oC
10 detik
dan diamkan selama 24 jam

Sampel dihaluskan dengan mortar. Sintering pelet yang tercetak dengan


Dikalsinasi dengan furnace pada suhu 600 temperatur 1350 dengan variasi holding
oC selama 5 jam time selama 2 jam dan 5 jam

Karakterisasi XRD,

9
Serbuk TGA, FTIR dan SEM- Pelet pengujian
GDC10 EDX GDC10 Densitas

Diagram alir sintesis serbuk sel elektrolit GDC Diagram alir pencetakan pelet elektrolit GDC
Diagram alir pembuatan katoda LSCF/GDC

Diagram alir pelapisan pasta untuk symmetric cells


10
Hasil Penelitian

Pembuatan serbuk elektrolit GDC10

Pelet elektrolit GDC10 Pembuatan pasta katoda LSCF-GDC Symmetric cells

11
Hasil Pengujian
XRD

Hasil uji XRD serbuk GDC10


Pola ini menunjukkan fasa kristal kaya akan Ce (kubik). Hasil rata-rata jarak
antar bidang adalah 1,763 dan ukuran diameter kristal sekitar 25,089 nm.
12
TGA

Hasil uji TGA serbuk GDC10 1200 TG Hasil uji TGA serbuk GDC10 1200 HF

13
FTIR

Pada serbuk elektrolit GDC10 mengandung uluran jenis ikatan NH, C=C, CN dan CO.

14
SEM-EDX

Hasil uji SEM serbuk GDC10 Hasil uji EDX serbuk GDC10

15
Pengujian Densitas

Massa Massa Massa


holding Densitas
No. Pelet Kering dalam Air Saturasi Porositas
time (%)
(gram) (gram) (gram)

1 GDC10 5 jam 1,3970 1,1872 1,3993 0,2305 99,7695

2 GDC10 2 jam 1,4088 1,1993 1,4198 1,1036 98,8964

Hasil pengujian densitas keseluruhan sampel menunjukkan densitas di atas 95% yang
berarti sampel telah memenuhi syarat sel elektrolit untuk SOFC.

16
Kesimpulan & Saran
Kesimpulan
1. Pembuatan symmetric cells GDC/LSCF-GDC berhasil dilakukan dengan melalui
beberapa tahap:
Tahap pertama yaitu mensintesis sel elektrolit GDC10 dengan cara melarutkan cerium
nitrat heksahidrat, gadolinium nitrat heksahidrat dan asam sitrat monohidrat sehingga
menghasilkan serbuk dan dicetak menjadi pelet GDC10.
Tahap kedua yaitu membuat pasta katoda LSCF-GDC menggunakan alat ball mill dan
pelarut PEG 400 dan Terpineol.
Tahap ketiga yaitu pelapisan pasta katoda di pelet GDC10 di atas hot plate setelah itu
disintering..
2. Metode pelapisan pasta katoda LSCF-GDC di elektrolit GDC10 menggunakan basic
coating method yang dilakukan menggunakan alat hot plate, doctor blade dan solatip.

17
3. Pengujian serbuk elekrolit GDC10 sebagai berikut :
Hasil uji karakterisasi XRD serbuk GDC10 menunjukkan adanya fasa yang terbentuk
yaitu fasa gadolinium dan fasa cerium dengan jarak antar bidang rata-rata adalah 1,763
dan ukuran diameter kristal sekitar 25,089 nm.
Hasil uji karakterisasi TGA serbuk GDC10 menunjukkan bahwa terjadi kenaikan massa
pada awal pemanasan lalu mengalami dekomposisi di suhu lebih tinggi.
Hasil uji karaterisasi FTIR menunjukkan dari 6 titik puncak, serbuk GDC10 mengandung
jenis ikatan N-H, C=C, C-N dan C-O.
Hasil uji SEM-EDX menunjukkan bahwa morfologi elektrolit GDC10 memiliki ukuran
partikel besar dan menggumpal dan elemen paling dominan adalah Cerium.
Hasil pengujian densitas dan porositas menunjukkan kedua sampel pelet GDC10
memiliki porositas dan densitas di atas standar yang disyaratkan (95%) yaitu 99.7% dan
98.8%.

18
Kesimpulan & Saran
Saran
Perlu dilakukan pengujian viskositas katoda LSCF-GDC
Pelapisan pasta katoda LSCF-GDC menggunakan metode pelapisan yang lebih
baik dan tepat.
Pelet symmetric cells juga ditambahkan dengan pengujian Electrochemical
Impedance Spectroscopy (EIS) dan Scanning Electron Microscope (SEM)

19
20