Anda di halaman 1dari 16

FIQH ZAKAT

KLASIK DAN KONTEMPORER

By :
Mugiyono, S.Ag, M.Hum

Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM)


Palembang Sumsel.
Definisi Zakat
Menurut Bahasa
Bahasa Arab: zakkaa-yuzakkii-tazkiyatan-zakaatan
(menyucikan). Arti lain:
- barakah (keberkahan),
- namaa (pertumbuhan dan perkembangan),
- thaharah (kebersihan), dan
- shalah (keberesan dan amal shalih).
Menurut Istilah
Sebagian harta yang wajib dikeluarkan untuk menyucikan
yang lainnya menurut aturan syariat, yang diperuntukkan
bagi mustahiq zakat, setelah genap haul (batas waktu satu
tahun) dan nishab (batas ukuran minimum).
Al-Hafidz Ibnu Hajar: Zakat adalah memberikan sebagian
dari harta yang sejenis yang sudah sampai nishab selama
setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya
(mustahiq zakat) yang bukan dari keturunan Bani Hasyim
dan Bani Muthalib.
Zakat Merupakan Ibadah
Ibadah adalah segala sesuatu yang dilakukan dalam
rangka mentaati Allah SWT. Harta zakat yang
dikeluarkan muzakki adalah dalam rangkan mentaati
Allah SWT untuk menggapai keridhaan-Nya. Karena itu
pada hakekatnya zakat adalah ibadah.
Selain salah satu dari rukun Islam, zakat juga dapat
digunakan sebagai parameter ketaatan seseorang
kepada Allah SWT.
Zakat merupakan indikator dari keislaman seseorang
(QS.9: 5), persaudaraan muslim (QS.9: 11), mukmin
yang sukses dan bahagia (QS.23: 1-4), orang-orang
yang berhak memakmurkan masjid (QS.9: 18), orang
yang akan mendapatkan pertolongan Allah (QS.22: 40-
41), orang yang benar-benar bertaqwa (QS.2: 177),
orang yang mendapatkan rahmat Allah (QS.9: 71), dan
orang yang akan mendapatkan ampunan Allah (QS.5:
12).
Hukum Menunaikan Zakat
Zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang sudah memenuhi syarat
yang bersifat mengikat, bukan anjuran. Kewajiban zakat ini terdapat
dalam al-Quran dan al-Sunnah, dengan dilengkapi keterangan
berdasarkan Ijma ulama.
Firman Allah SWT, Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat, yang demikian itulah agama yang lurus
(QS. Al-Bayyinah: 5).
Sabda Rasulullah Saw, Islam dibangun di atas lima dasar: bersaksi
bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad
adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat,
haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan
Muslim).
Awalnya, ketika Rasulullah masih berada di Mekkah, zakat diwajibkan
secara mutlak tanpa ada batasan dan rincian yang jelas (QS. Al-
Dzariyat: 19), kemudian setelah tahun ke-2 H. Allah menerangkan soal
hukum zakat secara lebih rinci (Macam harta, kadar nishab dan jumlah
yang harus dikeluarkan zakatnya), lalu setelah tahun ke-9 H. (ketika
sudah banyak wilayah yang masuk Islam) Rasulullah mengirim petugas
ke-wilayah-wilayah Islam untuk memungut zakatnya.
Jenis Zakat
Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim
kaya atau miskin, laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun
anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir, sebelum memasuki Hari
Raya Idul Fitri, atau tepatnya sebelum dilaksanakan Shalat Idul Fitri.
Jumlah zakat yang dikeluarkan sebanyak 2,5 kg atau 3,5 liter
makanan pokok masyarakat setempat.
Kata fitri diambil dari kata fitrah (asal-usul penciptaan jiwa manusia),
sehingga setiap jiwa yang lahir ke dunia wajib dikeluarkan zakat
fitrahnya.
Zakat Maal (Harta)
Maal menurut terminologi bahasa adalah segala sesuatu yang
selalu diinginkan oleh manusia untuk disimpan, dimiliki dan
dimanfaatkan. Menurut istilah syariah, maal adalah segala macam
benda (materi) berupa kekayaan yang dapat dimiliki (dikuasai) dan
dapat dipergunakan atau dimanfaatkan menurut kelazimannya.
Artinya, segala sesuatu baru dapat dikatakan sebagai harta
kekayaan jika bisa dimiliki, dihimpun, dikuasai, disimpan dan bisa
dimanfaatkan, seperti rumah, pabrik, mobil, uang, emas-perak, hasil
perkebunan, hasil peternakan, hasil pertanian, hasil pertambangan
dan lainnya.
Syarat Kekayaan Wajib Zakat
1. Milik penuh
2. Berkembang
3. Cukup senisab
4. Lebih dari kebutuhan biasa
5. Bebas dari hutang
6. Berlalu setahun
Jenis Zakat Maal
dalam Perspektif Fiqh Klasik
Zakat hewan ternak
Zakat emas, perak dan uang
Zakat perniagaan/dagang
Zakat pertanian
Zakat rikaz (harta terpendam)
Jenis Zakat Maal
dalam Perspektif Fiqh Kontemporer
Zakat penghasilan dan profesi
Zakat perusahaan
Zakat barang tambang, hasil laut dan
perikanan
Zakat hasil manfaat
Zakat macam lainnya
Syarat Zakat Hewan Ternak
Mencapai nishab, yaitu jumlah minimal hewan
ternak yang dimiliki; 5 ekor untuk unta, 30 ekor
untuk sapi, dan 40 ekor untuk kambing, domba
dan biri-biri.
Melewati haul, yaitu ternak yang mencapai
jumlah nishab dan melewati satu tahun dimiliki.
Digembalakan di tempat penggembalaan umum.
Hewan ternak tersebut tidak digunakan untuk
keperluan pribadi atau sebagai hewan pekerja,
seperti mengangkut barang, membajak sawah
dan lainnya.
Zakat Emas dan Perak
Emas dan perak sebagai perhiasan
Perhiasan wanita dan perhiasan
lainnya (ukiran, souvenir, perhiasan
pria dan lainnya).
Emas dan perak sebagai uang (alat
tukar).
uang emas (dinar) dan uang perak
(dirham).
Nishab dan Besaran Zakat
Menurut penelitian Yusuf Al-Qaradhawy,
ketentuan nishab zakat emas, perak dan uang,
yaitu 85 gram emas dan 200 gram perak.
Nishab uang setara dengan 85 gram emas,
dengan pertimbangan nilai emas jauh lebih
stabil dari pada perak.
Setiap uang milik penuh, sudah sampai senisab,
bebas dari hutang, dan merupakan kelebihan
dari kebutuhan pokok, maka wajib dikeluarkan
zakatnya 2,5 %, sekali dalam setahun.
Zakat Perniagaan/Dagang
Harta perniagaan adalah seluruh jenis harta yang diperjual-belikan, dalam bentuk
apa pun, seperti makanan/minuman, perhiasan, pakaian, peralatan dan
sebagainya. Dapat berbentuk perdagangan, industri, agroindustri, ataupun jasa.
Syarat harta perniagaan wajib dizakati, sama dengan zakat emas dan perak.
Rasulullah Saw bersabda :
Kain-kain yang disediakan untuk dijual, wajib dikeluarkan zakatnya (HR.Hakim).
Dari Samurah, Rasulullah Saw memerintahkan kepada kami, agar kami menge-
luarkan zakat barang yang disediakan untuk dijual (HR.Daruqutni dan Abu
Daud).
Syarat perniagaan wajib zakat: ada kepemilikan harta baik pribadi atau bersama,
ada niat berniaga, tidak untuk kebutuhan sehari-hari, sudah sampai nishab, dan
melewati haul.
Perniagaan dihitung dari mulainya niaga, setelah cukup satu tahun (haul) dan
cukup senishab wajib dikeluarkan zakatnya.
Nishab harta perniagaan dihitung dari modalnya. Kalau modalnya emas,
nisabnya seperti emas, dan jika modalnya perak nisabnya seperti perak. Nishab
zakat perniagaan juga seperti emas dan perak, yaitu 2,5 %.
Cara menghitungnya: (modal diputar + keuntungan + piutang yang dapat
dicairkan sewaktu-waktu) (hutang + kerugian) x 2,5% = harta yang dikeluarkan
sebagai zakat.
Zakat Pertanian
Maksudnya: hasil komoditi pertanian yang diperoleh dari tanaman pangan
dan hortikultura yang memiliki nilai ekonomis atau komersial, seperti biji-
bijian, buah-buahan, umbi-umbian, sayur-mayur, tanaman hias, rumput-
rumputan, dedaunan dan jenis tetumbuhan lainnya.
Besarnya nishab komoditas pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan
653 kg. Nishab tersebut untuk hasil pertanian makanan pokok, seperti
beras, gandum, jagung dan kurma. Hasil pertanian yang bukan makanan
pokok nishabnya disetarakan dengan makanan pokok yang paling umum di
daerah setempat, misalnya di Indonesia yaitu beras.
Jumlah besarnya zakat pertanian yang dikeluarkan ada 2 macam, yaitu:
Jika hasil dari pertanian yang diairi hujan atau air alami seperti sungai, danau
dan mata air, kadar zakat yang diwajibkan 10 %.
Jika pengairan menggunakan peralatan atau pengairan buatan yang
membutuhkan biaya, kadar zakat yang diwajibkan 5 %.
Waktu penunaian zakat pada saat panen atau pemetikan. Zakat dikeluarkan
setelah dikurangi pembiayaan selama perawatan atau pembudidayaannya
dan sewa tanah atau peralatan lainnya jika menyewa.
Cara menghitungnya: (hasil pertanian biaya pembudidayaan) x 5 % atau
10 % = harta yang dikeluarkan sebagai zakat.
Zakat Rikaz
Menurut jumhur ulama, harta rikaz adalah harta yang terpendam
di perut bumi dalam kurun waktu lama atau dari zaman dahulu,
biasanya disebut dengan harta karun. Termasuk juga harta rikaz
adalah harta yang ditemukan tanpa pemilik atau tidak ada yang
mengakuinya.
Firman Allah SWT, Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah
(di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan
sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu,
dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu
nafkahkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya,
melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Ketahuilah
bahwa Allah maha kaya lagi maha terpuji (QS.Al-Baqarah/2:
267).
Kewajiban mengeluarkan zakat harta rikaz ini tidak dikenakan
syarat nishab dan haul. Waktu mengeluarkan zakat ini adalah
ketika harta tersebut diperoleh. Besarnya zakat yang dikeluarkan
adalah seperlima atau 20 % dari total harta yang ditemukan.
Dalam Hadits diriwayatkan: dari Abu Hurairah ra Rasulullah Saw
bersabda, Zakat rikaz itu adalah seperlima bagian (HR.Bukhari
dan Muslim).
Zakat Penghasilan dan Profesi
Zakat penghasilan dan profesi merupakan kajian dalam fiqh zakat
kontemporer tidak ada dalam fiqh zakat klasik. Hal ini merupakan
ijtihad ulama dalam rangka menentukan hukum yang jelas
mengenai kedudukan harta penghasilan dan profesi.
Penetapan zakat penghasilan dan profesi untuk menghilangkan
keragu-raguan terhadap harta yang diperoleh melalu profesi:
Apakah itu terkait dengan kewajiban zakat? Bila ya, berapa
besarnya? Berapa nisabnya? Bagaimana cara pembayarannya?
Bentuk penghasilan yang paling menyolok dewasa ini adalah harta
yang diperoleh berupa penghasilan suatu profesi, baik yang
tergantung kepada orang lain seperti pegawai (negeri atau swasta),
atau yang tidak tergantung kepada pihak lain (professional), seperti
dokter, advokat, penjahit, seniman, dan lainnya. Jenis pekerjaan ini
mendatangkan penghasilan baik berupa gaji, upah ataupun
honorarium.
Perbedaan pendapat di antara para ulama tentang kewajiban zakat
harta penghasilan dan profesi ini sudah berlangsung sejak lama.
Beberapa ulama kontemporer beranggapan bahwa upaya
menemukan hukum pasti terhadap zakat jenis ini sangat mendesak,
karena sekarang jenis penghasilan ini yang paling banyak dijumpai.