Anda di halaman 1dari 18

SRITEX

(PT Sri Rejeki Isman Tbk.)


Anggota Kelompok
Affandi mboh sopo
Irsyad Harvidiyan 041411331189
Dede Prastha Y. 041411331191
Fabian Dimas P. 041411331205
Profil perusahaan
PT Sri Rejeki Isman (Sritex) adalah salah satu pabrik tekstil terbesar
di Asia Tenggara dan memasok pakaian militer ke 26 negara.
Karyawan bekerja di pabrik tekstil Sritek di Sukoharjo, Jawa Tengah,
22 Mei 2013. PT Sri Rejeki Isman (Sritex) adalah salah satu pabrik
tekstil terbesar di Asia Tenggara. Sritex telah berdiri sejak 1966 oleh
pengusaha setempat Muhammad Lukminto, yang dulunya hanya
seorang pedagang di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Kini Sritex
memiliki tiga pabrik tenun, sembilan pabrik pemintalan, tiga pabrik
percetakan dan tujuh pabrik garmen. Kini mempekerjakan 16.000
orang. Sritex memasok pakaian militer ke 26 negara dan telah
ditunjuk sebagai mitra resmi untuk negara-negara NATO untuk
memproduksi seragam militer
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi
SRITEX melakukan bisnis internasional
Kompetitif
Lini Produk PT Sritex lebih luas, tidak hanya
memproduksi seragam militer tetapi juga
produk Fashion. Untuk produk militer terdapat
sedikit persaingan sehingga banyak lembaga
besar yang melakukan pemesanan seperti
seragam dinas NATO, Tentara Saudi Arabia dll.
Sedangkan produk fashion persaingan cukup
ketat sehingga pihak manajemen mengakui
kesulitan dalam menembus pasar Internasional
terutama Eropa.
Distributif
Distributif
Hingga kini, PT Sritex telah mampu memasok
seragam di 30 negara di antaranya Jerman,
Austria, Belanda, Malaysia, Singapura, Kroasia,
Kosovo, Saudi Arabia, Qatar, dan Bahrain.
Setiap negara memesan berbeda-beda, negara
besar bisa 150 ribu seragam per tahun,
sedangkan negara kecil 30-60 ribu seragam per
tahun. Sritex juga memproduksi seragam untuk
pasukan NATO (North Atlantic Treaty
Organization). Untuk Indonesia PT Sritex
memproduksi seragam kesatuan TNI dan Polri
misalnya Brimob, Paskhas, dan Marinir.
Financial
Berdasarkan laporan keuangan semester I/2014,
laba Sritex tercatat Rp138,67 miliar dari
sebelumnya Rp182,78 miliar pada semester
I/2013. Pendapatan perseroan naik 55,9%
menjadi Rp3,26 triliun dari Rp2,09 triliun.
Sementara itu, beban pokok penjualan naik lebih
tinggi yakni 61,34% menjadi Rp2,68 triliun dari
Rp1,66 triliun. Sehingga, laba kotor perseroan
naik 35,19% menjadi Rp588,55 miliar dari
Rp435,36 miliar. Hal ini disebabkan bahan baku
yang naik cukup signifikan ditambah kenaikan
UMR yang cukup tinggi.
Economical
Sejak awal dirintis, pasar utama Sritex adalah
pakaian militer. Dari aspek bisnis, pasar ini
memiliki keuntungan tersendiri. Pertama, militer
tidak mengenal krisis ekonomi. Dalam kondisi
krisis ekonomi, militer tetap diperlukan dan
personilnya tetap harus menggunakan pakaian
seragam. Kedua, instansi militer tidak mengenal
bangkrut seperti umumnya perusahaan atau
instansi swasta. Kalau militer menjadi customer
Sritex, maka ia merupakan captive market dan
akan terus menerus memesan (repeat order)
Socio-Economic
Ketidakstabilan situasi perburuhan tekstil di
Kamboja dan Bangladesh mendorong
perusahaan fesyen global mengalihkan
pesanannya ke Indonesia, sehingga berpotensi
menguntungkan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau
Sritex (SRIL). Peningkatan penjualan juga bakal
didukung oleh lonjakan kapasitas produksi
Legal
Pemerintah Indonesia yang masih membolehkan
izin importir produsen (IP) yang diberikan kepada
sejumlah produsen garmen di dalam negeri
membuat gerah industri garmen dalam negeri.

Pasalnya, dengan pemberian izin IP tersebut saat ini


banyak produsen garmen yang justru enggan
memproduksi produk garmen di dalam negeri
karena lebih memilih impor produk jadi dari China.
Faktor
Internal

Faktor-faktor eksternal yang


mempengaruhi PT Sritex melakukan bisnis
internasional
Production
Sritex adalah pabrik tekstil dan manufaktur
garmen yang terintegrasi dan merupakan yang
terbesar di Asia Tenggara dengan 10
pabrik spinning, 3 pabrik tenun, 3
pabrik dyeing/printing, dan 10 pabrik garmen
yang menempati area seluas sekitar 130 ha di
Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, Indonesia dan
mempekerjakan sekitar 25.000 orang
teknologinya mampu memproduksi berbagai jenis kain.
Antara lain katun, T/C and blended spun, spun polyester,
single-georgette, tissued faille dan crinkle georgette. Divisi
yang memproduksi kain-kain loreng tentara adalah divisi
dyeing-printing-finishing mampu memproduksi beragam
cetakan loreng dengan berbagai metode dan finishing.
Dengan ragam bahan kain dan kemampuan untuk
memenuhi berbagai kebutuhan, Sritex mampu menembus
industri mode internasional dan melayani klien-klien
terkenal seperti JC Penny, Sears, Wal-Mart, Timberland,
GUESS, Quicksilver, Gymboree, Charles Vogele, Okaidi, Zara,
dll. Sritex juga menyediakan produk-produk untuk
kebutuhan profesional (industri dan korporat).
Activity

Dapat dilihat dari rasio aktivitas di atas


Return to Asset : 6.77
Asset Turnover : 1.03
Artinya aktivitas perusahaan cukup baik
produk