Anda di halaman 1dari 58

Peran Profesi Gizi

Dalam Situasi Gawat


Darurat
Penanggulangan Masalah Gizi Dalam
Keadaan Darurat
Konflik sosial, konflik
politik, bencana alam,
peperangan

Kehidupan
Pengungsian

Tekanan fisik dan


psikologis
BATASAN ISTILAH
PENGUNGSI (Internal Displaced people)
adalah sekelompok orang yang karena
terpaksa (bencana, konflik dll)
meninggalkan tempat tinggalnya
MASALAH GIZI DARURAT adalah keadaan
gizi dmn jumlah kurang gizi pd sekelompok
masyarakat pengungsi meningkat &
mengancam memburuknya kehidupan
BANTUAN DARURAT (RELIEF)
Upaya untuk memberikan bantuan berkaitan
dengan pemenuhan kebutuhan dasar berupa
pangan, sandang, hunian sementara,
perlindungan, pelayanan kesehatan, sanitasi
dan air bersih
PENGELOLAAN BANTUAN BENCANA
Upaya pengumpulan, penyimpanan dan
penyaluran bantuan bencana baik berasal dari
dalam maupun luar negeri yang berbentuk
uang, barang dan / atau personel relawan
Tujuan
A. TujuanUmum : mencegah memburuknya
dan meningkatkan status gizi pengungsi

B. Tujuan Khusus :
1. Terpantaunya perkembangan status gizi
pengungsi melalui surveilens gizi
2. Terselenggaranya pelayanan gizi
3. Terciptanya koordinasi lintas program
dan lintas sektor
Sasaran Intervensi Gizi

Seluruh pengungsi terutama kelompok rentan


yaitu balita, bumil, busui dan usia lanjut
Strategi
1. Melaksanakan profesionalisme tenaga lapangan
orientasi & pelatihan
2. Memperhatikan prevalensi, keadaan penyakit,
ketersediaan sumber daya, kebijakan yang ada,
kondisi penampungan, latar belakang sosek,
faktor kejiwaan pengungsi
3. Melakukan surveilens gizi
4. Koordinasi lintas program & sektoral
5. Pemberdayaan pengungsi di bidang pemenuhan
kebutuhan pangan
6. Bila pengungsi berada di pemukiman penduduk
koordinasi dg pelayanan kesehatan setempat
Pengungsi tiba di lokasi (surveilans : Regristrasi pengungsi)
FASE I TAHAP
Fase I Tahap Penyelamatan Dimulai (dapur umum diberikan jika perlu)
PENYELEMATAN

Maksimum 5 hari

Fase II Tahap Penyelamatan Dimulai


FASE II TAHAP
Dapur umum dihentikan, diganti dengan ransum
PENYELEMATAN
(surveilans : Pengumpulan Data Dasar Gizi)
Maksimum 14 hari

Data Dasar Status Gizi dan Penyakit Pengungsi TAHAP TANGGAP


Selesai Dianalisis DARURAT

Prevalensi GK>15% atau GK 10 - Prevalensi GK 10 - 14,9% atau GK 5 Prevalensi GK< 10% atau GK < 5%
14,9% disertai faktor pemburuk - 9,9% disertai faktor pemburuk disertai faktor pemburuk

Surveilans : Surveilans : Penapisan Gizi Kurang


Penapisan Gizi Buruk dan Gizi Buruk

Darurat Perlu diperhatikan Normal


-Ransum - PMT Darurat -PMT darurat terbatas Tidak perlu intervensi khusus
-PMT terapi -PMT Terapi (melalui pelayanan rutin)

SURVEILANS : PEMANTAUAN DAN EVALUASI


Kegiatan
1. TAHAP PENYELAMATAN
Terdiri dari :
Fase I (maks 5 hari)
Belum ada perencanaan pemberian
makanan terinci semua gol umum
menerima bahan makanan yg sama
Fase II (5 hr 14 hr)
Perencanan pemberian bahan makanan
sdh lebih rinci
Pd umumnya bantuan bhn mkn cukup
tersedia
2. TAHAP TANGGAP DARURAT

Tahap ini dimulai selambat-lambatnya pd


hari ke 20
P M. sesuai jenis intervensi pd tahap 1 fase
2
Kelompok rentan diberikan PMT darurat
terbatas, PMT terapi
PRINSIP PENANGGULANGAN
Menentukan kebutuhan pangan sesuai
standar kecukupan gizi
Diusahakan untuk menggunakan bahan
pangan setempat
Sistem distribusi melibatkan keluarga utk
menyiapkan makanan sendiri
Menjalin koordinasi dgn program & sektor
Melibatkan scr aktif tenaga ahli gizi
Makanan matang dipersiapkan
jangka waktu singkat
Pemberian makanan mentah
diberikan hingga keadaan sudah
tidak membahayakan lagi
Syarat- syarat Makanan Darurat
1. Harus sederhana mungkin
2. Dapat dengan cepat dikerjakan
3. Praktis & mudah dibagikan
4. Perencanaan menu dibuat berdasarkan
bahan yang tersedia / diterima
5. Bentuk makanan yang disediakan:
Makanan biasa
Makanan Lunak / bubur
6. Bhn mkn yg tak banyak membuat sampah

7. Harus mengenyangkan ( cukup Kalori)


BENTUK BANTUAN
Memberikan makanan (WET RATION) yg
dimasak di dapur umum dan langsung
dimakan. Setiap sasaran hrs datang setiap kali
makan setiap hari
Memberikan bahan pangan mentah untuk
dibawa pulang (DRY RATION) dan dimakan di
rumah. Bahan pangan biasanya diberikan
sekali seminggu
Paket Bantuan Pangan (ransum) :
Pangan diusahakan sesuai kebiasaan &
ketersediaan setempat, mudah diangkut,
disimpan dan didistribusikan
Setiap orang diperhitungkan menerima
ransum untuk :
Energi = 2100 kkal
Protein 50 gram
Lemak 40 gram
PMT pada PENGUNGSI

PMT DARURAT
PMT DARURAT TERBATAS
PMT TERAPI
PMT DARURAT
Diberikan scr blanket tanpa melihat status gizi
Setiap orang menerima paket bantuan dgn
jmlh yg sama 2100 Kalori
Diberikan dlm bahan pangan dgn nilai gizi
seimbang & dpt diterima oleh anak dan
kelompok resiko lain
Bhn pangan diusahakn sesuai dgn kebiasaan
Contoh Standar Ransum
Tahap Penyelamatan Fase 1

Bahan makanan Kebut per org hari (g) URT


Biskuit 100 10-12 bh
Mie Instant 320 3 gls/4 bks
Sereal (instan) 50 5 sdm/2 sachet
Blended food 50 10 sdm
Susu balita 40 8 sdm
Energi (kkal) 2.138
Protein (g) 53
Lemak (g) 40
Catatan :
Contoh stdr ransum mrpkn perencanaan scr
keseluruhan, pembagian anggota keluarga
tergantung kebut
Perkiraaan balita 10% blended food &
susu balita
Penditribusian hrs terpusat melalui dapur
umum
Setiap perhitungan bhn mkn + 10% utk hal
tak terduga/kehilangan
Contoh perhitungan bhn mkn pada
fase 1

Jika jumlah pengungsi sebesarnya 1500 org,


maka perhit kebut bhn mkn pada fase 1
(selama 5 hari) ???
Cara perhitungan : kebut perorang/hari x
jumlah pengungsi x jangka waktu
penyelamatan + 10 %
Bahan Kebut per Kebut bhn Kebut bhn Penambah
makanan org/hr (g) mkn 1500 mkn 1500 an kebut
org/hri (Kg) org/hri bhn mkn
(Kg) 10% (Kg)
biskuit 100 150 750 825

Mie 320 48 240 264


instant
sereal 50 7.5 37.5 41.25

Blended 50 7.5 37.5 41.25


food

susu 40 6.0 30 33
Contoh standar ransum tahap
penyelamatan fase II

Contoh ransum type 1,2,3,4,5 merupakan


alternatif apabila ada faktor-faktor
kebiasaan serta ketersediaan pangan
setempat
Cara menghitung kebut bhn sama dgn fase
1
Bahan makanan Jmlh per org per hari (gram)
Type 1 Type 2 Type 3 Type 4 Type 5
sereal 400 420 350 420 450
kac2an 60 50 100 60 50
Minyak gor. 25 25 25 30 25
Ikan/dg klg - 20 - 30 -
gula 15 - 20 20 20
Garam beryod 5 5 5 5 5
Buah & sayur - - - - 100
Blended food 50 40 50 - -
bumbu - - - - 5
Energi (kkal) 2113 2108 2087 2092 2116
Prot (g : %TE) 58g : 11% 60g: 11% 72g: 14% 45g : 9% 51g: 10%
Lemak (g : %TE) 43g : 18% 47g: 20% 43g: 18% 38g:16% 41g:17%
!!!Dapur Umum
ASPEK PERBEKALAN
a. Penyediaan bahan makanan kering relatif
lebih mudah
b. Penyediaan bahan makanan basah cukup
sulit
c. Penyediaan alat makan disposible
d. Peralatan makan permanen digunakan pada
H+7
ASPEK
ASPEK PERENCANAAN
PERENCANAAN MENU
MENU
Menu darurat diberlakukan sampai H + 7
Prediksi pemesanan bahan makanan sampai
H + 7 sering tidak akurat
Variasi menu kurang
Pola menu terdiri dari : makanan pokok, l.
hewani, l. nabati dan sayur sampai H+5
Bentuk makanan biasa semua sampai H+5,
setelah itu px dengan diit L dapat dilayani dan
px DM dilayani pada H+7
ASPEK PRODUKSI MAKANAN
Teknik Pemasakan sampai H+5 hanya boiling
dan frying
Sistem produksi makanan : Cook serve dan
continous
ASPEK
ASPEK DISTRIBUSI
DISTRIBUSI MAKANAN
MAKANAN
Sentralisasi
Waktu distribusi 4 sampai 5 kali lebih lama
dari waktu biasa dengan jumlah pasien dan
penunggu 15.000 orang
Pengemasan dengan kertas bungkus sampai
H+5 , setelah itu menggunakan trayfoam
ASPEK PENYAJIAN MAKANAN
Sampai H+20 pasien masih banyak yang
dirawat di zona terbuka sehingga makanan
langsung diletakkan di dkt tempat tidur
Fasilitas delivery terbatas sehingga untuk
mengantar makanan menggunakan kantong
plastik sampai H+10
ASPEK SDM
a. Jml SDM tdk sebanding dengan jml korban
bencana
b. Jml relawan cukup banyak pada masa
tanggap darurat
c. Karakteristik relawan heterogen
d. Pengaturan dinas karyawan dan relawan
terpisah
e. Jml relawan antar shift bervariasi
CONTINUE

f. Relawan dari pendidikan kualitas pekerjaanya


lebih bagus
g. Relawan mendapat sertifikat
h. Dibentuk paguyuban relawan untuk
memudahkan akses antar relawan bila terjadi
bencana
i. Semua pegawai mendapat reward dari
direktur dalam bentuk insentif khusus
PMT DARURAT TERBATAS
(targeted supplementary feeding programe)

Pemberian makanan tambahan kepada


kelompok rentan yang menderita gizi
kurang mis : bumil, anak balita
TUJUAN

MENURUNKAN PREVALENSI
GIZI KURANG DAN KEMATIAN
PADA BALITA DAN KELOMPOK
RESIKO LAIN
Contoh PMT darurat TERBATAS utk bumil
& buteki

Bahan makanan Berat (gr) URT


Sereal (beras, terigu, 100 gls
jagung dll
biskuit 80 10 bh
gula 20 2.5 sdm
susu 40 8 sdm
Energi (kkal) 1000
Protein (g) 28
Contoh PMT darurat TERBATAS utk anak
balita
Bahan makanan Jumlah per orang per hari (gram)
Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3
Blended Food fortifed 100 - -
Sereal - 125 60
Skim Milk - - 45
Biji-bijian - 30 -
Minyak 30 20 30
Gula 20 - 15
Garam - 5 -
Energi (kkal) 725 700 700
Protein (% energi) 10 11 12.5
PMT Terapi
(therapeutic feeding programme)

Pemberian makanan tambahan dengan terapi diet


gizi buruk
Diberikan berdsrkan pedoman tata laksana
penanggulangan gizi buruk
Bahan makanan yg diberikan disesuaikan
bahan lokal
Dpt diberikan di RS, klinik dan feeding center
KEBUTUHAN ZAT GIZI
(ANAK GIZI BURUK MENURUT FASE PEMBERIAN MAKANAN)
ZAT GIZI STABILISASI TRANSISI REHABILITASI
(hari ke 1-2) (hari ke 3-7) (minggu ke 2-6)

Energi 80 100 kkal/kgBB/hr 100 150 kkal/kgBB/hr 150 220 kkal/kgBB/hr

Protein 1 1,5 g/kgBB/hr 2 3 g/kgBB/hr 3 4 g/kgBB/hr

Cairan 130 ml/kgBB/hr atau 100 150 ml/kgBB/hr 150 200 ml/kgBB/hr
ml/kgBB/hr bila edema
berat

Fe - - Beri tiap hari selama 4


minggu (anak umur 6
bulan sampai 5 tahun)
Umur Dosis
Vitamin A < 6 bulan 50.000 SI (1/2 kapsul biru)
6 11 bulan 100.000 SI (1 kapsul biru)
1 5 tahun 200.000 SI (1 kapsul merah)
Vit C, vit B kompleks, Asam folat 5 mg/hr pada hari pertama, selanjutnya 1 mg/hr

Mineral Zn, K, Na, Mg, Cu Diberikan dalam bentuk larutan elektrolit


Pedoman Pemberian Formula Pada Anak Gizi Buruk
Jumlah yang harus diberikan sesuai BB anak dalam sehari
Karakteristik BB<7 kg BB 7-8 kg BB 9-10 kg BB 11-13 kg

A. Jenis Makanan
1. Formula tempe 1 resep 2 resep 2 resep 3 resep
2. Formula ikan 1 resep 1 resep 1 resep 2 resep
3. Formula kacang hijai 1 resep 2 resep 2 resep 3 resep
4. Formula kacang hijau dan kuning telur 1 resep 2 resep 2 resep 2 resep
5. Formula kacang hijau dan susu 1 resep 2 resep 2 resep 3 resep
6. Formula tahu ayam 1 resep 1 resep 2 Resep 2 resep
7. Formula kentang 1 resep 2 resep 2 resep 3 resep
8. Formula tempe wortel 1 resep 2 resep 2 resep 3 resep
9. Formula tim hati ayam 3 resep 3 resep 4 resep 5 resep
10. Formula jagung pipil dan ikan 3 resep 4 resep 4 resep
11. Formula jagung segar dan ikan 4 resep 5 resep 6 resep
B. Bentuk Makanan Cair Saring Lunak Padat
C. Frekuensi Pemberian 8 kali 6 kali 5 kali 5 kali
RESEP MAKANAN FORMULA
1. Makanan Formula Tempe
(1 resep)
Bahan :
Tempe 100 gram tempe (4 potong sedang)
Terigu / tepung beras 40 gram (4 sendok makan penuh)
Gula 25 gram (2 sendok makan rata)
Minyak goreng 5 gram (1/2 sendok makan)
Garam beryodium dan air secukupnya

Cara pembuatan :
Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya
Tempe dipotong-potong, kemudian direbus 10 menit lalu
dihaluskan
Semua bahan dicampur, tambahkan satu gelas belimbing air, aduk
menjadi satu
Kemudian dimasak di atas api kecil sambil diaduk-aduk selama
kira-kira 5 10 menit
RESEP MAKANAN FORMULA
2. Makanan Formula Kacang Hijau
dan Susu
Bahan : (1 resep)
Kac hijau/kac merah/kac nasi 50 gram (5 sendok makan rata)
Tepung beras 35 gram (5 sendok makan rata)
Susu 10 gram (1 sendok makan penuh)
Gula 10 gram (1 sendok makan rata)
Minyak goreng 5 gram (1/2 sendok makan)
Garam beryodium dan air secukupnya
Cara pembuatan :
Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya
Kacang hijau direbus dengan empat gelas air (800 cc) hingga matang (30
menit)
Hancurkan dengan saringan kawat
Campurkan tepung beras, susu, gula, minyak, garam dan air dingin
sebanyak 50 cc (1/4 gelas)
Masukkan ke dalam rebusan kacang hijau yang sudah dihancurkan
Kemudian aduk menjadi satu dan lakukan pengadukan berulang-ulang di
atas api kecil hingga masak (5 menit)