Anda di halaman 1dari 34

OSTEOARTRITIS

Edu Tehupeiory

Sub-Bagian Reumatologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam


RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
Fakultas Kedokteran UNHAS
Makassar
OSTEOARTRITIS

Pendahuluan

- Perkembangan terjadinya osteoartritis (OA) selalu


disebabkan karena kerusakan kartilago (rawan sendi).
- Kartilago tak disuplai oleh pembuluh darah.
- Karena itu sel chondrosit dalam kartilago tak menerima
nutrient (makanan) dan darah.
- Condrosit tergantung dari substansi yang dihasilkan
oleh sel dalam membrana sinovia.
Patogenesis

- Sudah banyak diketahui tentang patogenesis.


- Joint failure analog deng renal atau cardiac
failure.
- Pada OA semua jaringan sendi terkena.
- Kelainan kartilago adalah kelainan primer.
- OA secara biokimiawi berhubungan dengan
penurunan Glicosaminoglikan ( chondroitin
sulfat, keratan sulfat dan hialuronat =unsur
proteoglikan).
- Peningkatan unsur air (unsur pokok kartilago
adalah air) meningkatkan aktivitas enzim
matrix metalloproteinase (MMP).
- Enzim MMP berperan pada degradasi matrix
ekstraseluler dan kartilago.
Activator

Extracellular
IL-1 Chrondrocyte Pro=MMPs Active MMPs Matrix
degradation

IL-1 menginduksi berbagai faktor katabolik, termasuk matrix metalloprotease (MMP),


yang Merupakan penyebab utama kerusakan rawan sendi

Martel-Pelletier J, et all 1998


- Hasil akhir degradasi matrix akan difagositosis oleh sel
PMN.
- Akibatnya timbul inflamasi.
- Selanjutnya terjadi pelepasan interleukin 1 (iL 1)
dan tumor Nekrosis Faktor alfa (TNF ).
- iL 1 dan TNF melalui reseptor pada chondrosit
stimulasi reaksi sbb. :
1. Aktivasi dari matriks metalo proteinase (MMP)
inaktif
2. Aktivasi dari sintesis chondrotin matriks
metalo proteinase.
3. Peningkatan dalam sintesis dan ekspresi dari
reseptor iL 1 dan TNF .
4. Sintesis dan lepasan iL 1 dan TNF oleh
chondrosit sendiri.
5. Sintesis dan lepasan dari oksida nitrit via inducible
nitrit oksida sintase (iNOS).
Nitrit oksida didapat 3 bentuk isoform, yaitu :
constitutive expressed NOS (cNOS), inducible NOS
(iNOS) dan endothelial NOS (ecNOS). Adapun
cNOS dan ecNOS bersifat fisiologis, sedangkan
iNOS bersifat patologis.
6. Depresi anabolisme chondrosit.
7. Terjadi apoptosis.
Biomechanical trigger

Chondrocytes

Matrix Matrix
Degradation Synthesis
- Cytokines - Insulin-like growth factor-1
- Enzymes - Transforming growth factor-
- Nitric oxide

Loss of matrix integrity

Osteoarthritis

Faktor pemicu yang pasti dari OA belum bisa ditentukan, tetapi diperkirakan dengan
aktifnya kondrosit dalam rawan sendi yang akan menimbulkan gangguan metabolisme
yang nantinya memicu proses destruksi
Pelletier JP et all , 2001
Activator

iNOS

NO

Cartilage Cell death Inflammation


damage swelling and pain

Telah terbukti juga bahwa IL-1 juga menginduksi sintesa Nitrit Oksida (NO), dimana
NO ini bertanggungjawab pada eksaserbasi berbagai reaksi katabolik. NO juga dapat
menginduksi proses inflamasi, destruksi jaringan dan kematian sel.

Pelletier JP et all , 1998


Faktor lain mempengaruhi fisiologis kartilago :

- Umur : (Penurunan anabolisme chondrosit).


- Pengrusakan genetik (Fiberkolagen, Komponen
proteoglikan).
- BB.
- Stress pekerjaan.
- Melemah otot, trauma diet dan menopause.
- Gejala Klinik
Causes of pain in osteopathritis
Possible causes of pain in OA :
Potential sites and mechanisms of local pain generation in OA.
Brandt KD et al.
Oxford Med. Publ OA 1998
- Distribution of OA of the knee joint.
- OA of the knees can affect any combination of the three main
compartments of each knee.
- The most frequently involved are the medial tibiofemoral and
and patello femoral
Huskisson EC et al. Ann Rheum Dis 1979
Distribution of OA of the hands
Swanson AB, Swanson G. Clin Rheum Dis 1985
Diagnosis
- Plain radiologi (Kellgren & Lawrence)
Grading system :
0 = Normal
1 = kemungkinan lepping Osteofit.
2 = Osteofit definite, mungkin sudah ada penyempitan
sendi.
3 = Moderate atau multiple Osteofit, Definite JSN
(penyempitan sendi ).
4 = Osteofit besar, JSN yang hebat, Sclerosis berat,
tulang menjadi haus ( eburnasi ).
Tatalaksana OA

- Banyak variasi pengobatan OA.


- Tujuan pengobatan : menghilangkan gejala,
optimalisasi fungsi sendi dan peningkatan
kualitas hidup (QOL)
- Pedoman pengobatan oleh Davatchi F (2000) :
1. Istirahat dan obat Non Steroid Anti Inflamasi (NSAID)
untuk serangan inflamasi akut. Pemakain NSAID
sebaiknya untuk waktu singkat dan mencegah efek yang
merusak pada pemakaian jangka panjang. Pemakaian
analgesik sebaiknya dihindari karena analgesik hanya
mengurangi rasa sakit yang mengakibatkan penderita
terus memakai sendinya walaupun ada OA. Akibatnya
terjadi overuse dari sendi tersebut, dan terjadi
kerusakan bertambah.
2. Pemakaian obat Structure Modifying Osteoarthritis
Drugs (SMOAD). Pemakaian glucosamin sulfat (GS)
dengan dosis 300 mg/hari selama 6 bulan. Kemudian
dilanjutkan dengan dosis 1500 mg/hari. Reginster dkk
melakukan penelitian prospektif, double blind
placebo kontrol terhadap 212 penderita OA.
Penderita menerima 1500 mg GS selama 3 tahun.
Penelitian ini memberi hasil yang cukup baik, yaitu
mencegah terjadi kerusakan struktural sendi lutut
dibandingkan dengan placebo.
3. Diet yang adekuat untuk kontrol berat badan dan
penyediaan mikro nutrient.
4. Olahraga yang adekuat untuk perbaikan
kekuatan otot dan refleks untuk mencegah
mikro trauma.
5. Memperbaiki kondisi kerja.
6. Pemberian hormon untuk wanita yang
menopause (Hormone Replacement
Theraphy).
OSTEOARTRITIS: TINJAUAN UMUM
Degradasi kartilago: hilangnya integritas matriks
Peran berbagai sitokin, enzim dan oksida nitrat

Umur adalah faktor risiko paling kuat

Faktor risiko lain: obesitas, cedera, kelemahan otot

Lutut dan panggul merupakan tempat yang paling


sering terkena
Nodus Heberden dan Bouchard

Nyeri mekanik, tidak ada gejala sistemik


SENDI NORMAL vs. OA
Lutut Normal Lutut Osteoartritik

penebalan kapsul
kapsul
Pembentukan kista
kartilago sklerosis tulang
subkondral
sinovium
fibrillated cartilage

tulang hipertrofi sinovial

pembentukan osteofit
PENATALAKSANAAN OSTEOARTHRITIS
Non-Farmakologi
Terapi pemanasan atau dingin
Proteksi sendi misalnya penurunan berat badan ortotik,
alat-alat bantu
Latihan, misalnya isometrik, sepeda statis
Farmakologi
Analgesik - sistemik and topikal
Obat antiinflamasi non-steroid (terutama COX-2
Specifik Inhibitors)
Steroid Intra-artikuler
Hyaluronat Intra-artikular
?Disease-modifying drugs
Operasi
PENATALAKSANAAN OA LUTUT
Pengobatan Nonfarmakologik

Pertimbangkan aspirasi cairan efusi dan steroid & steroid intra artikuler

Asetaminofen; bila perlu, berikan krim capsaicin

Bila tidak adekuat, beri ibuprofen dosis rendah atau salisilat tak terasetilasi

Bila tidak adekuat, gunakan OAINS dengan protektan lambung dosis penuh

Bila tidak adekuat, bilas sendi, atau debridement artroskopik

Bila tidak adekuat, operasi


PERTIMBANGAN LATIHAN PADA
OSTEOARTHRITIS PANGGUL DAN LUTUT-I

Pertahankan berat yang sesuai


Pertahankan range of motion dan fleksibilitas

Latihan dalam air, dengan sepeda atau mesin


dayung
Lakukan aktivitas weight-bearing dan non-weight-
bearing secara bergantian
Gunakan taruk pada sisi kontralateral
PERTIMBANGAN LATIHAN PADA
OSTEOARTHRITIS PANGGUL DAN LUTUT-II

Jangan membawa beban lebih dari 10% berat tubuh


Sesedikit mungkin menaiki tangga, berdiri satu kaki atau
duduk di kursi rendah
Kecepatan berjalan jangan membuat gejala-gejala sendi
kambuh
Pilih sepatu dan sol yang menahan goncangan

Pemanasan sebelum melakukan latihan jalan