Anda di halaman 1dari 23

Tugas mandiri

Tugas kolaborasi/kerjasama
Tugas ketergantungan/merujuk
Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan
Menyusun rencana kerja
Mengelola kegiatan-kegiatan pelayanan
kesehatan masyarakat
Mengkoordinir, mengawasi dan membimbing
kader, dukun atau petugas kesehatan lain
Mengembangkan strategi untuk meningkatkan
kesehatan masyarakat
Menggerakkan, mengembangkan kemampuan
masyarakat dan memelihara kesehatannya
Mempertahankan, meningkatkan mutu dan
keamanan praktik profesional
Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah
dilaksanakan
Bekerjasama dengan puskesmas, institusi lain
sebagai anggota tim dalam memberikan asuhan
kepada klien
Membina hubungan baik dengan dukun, kader
kesehatan/PLKB dan masyarakat.
Melaksanakan pelatihan, membimbing dukun bayi,
kader dan petugas kesehatan lain.
Membina kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat
yang berkaitan dengan kesehatan.
Memberikan pendidikan dan penyuluhan
kesehatan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat tentang
penanggulangan masalah kesehatan
khusus yang berhubungan dengan pihak
terkait mengenai kesehatan anak dan
KB.
Mendokumentasikan semua kegiatan
dan hasil pendidikan/penyuluhan
kesehatan masyarakat secara lengkap
dan sistematis.
Melatih dan membimbing kader
termasuk siswa bidan dan keperawatan
serta membina dukun di wilayah atau
tempat kerjanya.
Melakukan investigasi atau
penelitian terapan dalam
bidang kesehatan baik secara
mandiri maupun secara
kelompok
Tanggung jawab terhadap peraturan
perundang-undangan
Tanggung jawab terhadap pengembangan
kompetensi
Tanggung jawab terhadap penyimpanan
catatan kebidanan
Tanggung jawab terhadap keluarga yang
dilayani
PERAN, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB
BIDAN

KOMPETENSI
: kewenangan yang didukung oleh
kemampuan untuk menentukan
(memutuskan sesuatu)
Kompetensi inti bidan Berdasarkan Permenkes
572 tahun 1996 tentang Registrasi dan Praktik
Bidan :

Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan


keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan
masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari
asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya,
untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya
Bidan memberikan asuhan yang bermutu
tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap
terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh
dimasyarakat dalam rangka untuk
meningkatkan kehidupan keluarga yang
sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan
menjadi orang tua.
Bidan memberi asuhan antenatal
bermutu tinggi untuk mengoptimalkan
kesehatan selama kehamilan deteksi
dini pengecatan atau rujukan
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi,
tanggap terhadap kebudayaan setempat selama
persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih
dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan
tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan
bayinya yang baru lahir
Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan
menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap
terhadap budaya setempat

1. Pengetahuan Dasar
2. Keterampilan tambahan
3. Keterampilan dasar
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi,
komprehensif pada bayi baru lahir sehat sampai
dengan 1 bulan.

1. Pengetahuan dasar
2. Pengetahuan tambahan
3. Keterampilan dasar
4. Keterampilan tambahan
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi,
komprehensif pada bayi dan balita sehat
(1bulan-5 bulan)

1. Pengetahuan Dasar
2. Keterampilan dasar
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi
dan komprehensif pada keluarga, kelompok
dan masyarakat sesuai dengan budaya
setempat.

1. Pengetahuan dasar
2. Pengetahuan tambahan
3. Ketrampilan dasar
4. Keterampilan tambahan
Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita
ibu dengan gangguan sistem reproduksi

1. Pengetahuan dasar
2.Keterampilan dasar
3.Keterampilan tambahan
4.Pengetahuan tambahan
5.Keterampilan tambahan
Adalah penerapan ilmu kebidanan dalam
memberikan pelayanan / asuhan kebidanan
kepada klien dengan pendekatan manajemen
kebidanan secara profesional.
Harus memiliki Surat Ijin Praktek Bidan (SIPP)
Dalam menjalankan praktik profesionalnya
bidan wajib melakukan pencatatan dan
pelaporan.
Dalam menjalankan praktik profesionalnya
harus sesuai dengan kewenangan yang
diberikan
Dalam menjalankan praktik profesionalnya
harus menghormati hak pasien,
memperhatikan kewajiban bidan, merujuk
kasus yang tidak dapat ditangani
Bidan yang praktik perorangan harus
memenuhi persyaratan yang meliputi tempat
dan ruangan praktik, tempat tidur, peralatan,
obat-obatan dan kelengkapan administrasi.
Kepmenkes 900/MENKES/SK/Vn;2002

Tindakan yang boleh dilakukan bidan

1. Memberikan imunisasi.
2. Memberi suntikan pada penyulit kehamilan, persalinan
dan nifas.
3. Mengeluarkan plasenta secara manual
4. Bimbingan senam hamil.
5. Pengeluaran sisa jaringan konsepsi.
6. Episiotomi.
7. Penjahitan luka episiotomi dan luka jalan lahir
sampai tingkat II.
8. Amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari
4 cm.
9. Pemberian infus.
10. Kompresi bimanual.
11. Versi ekstraksi gemeli pada kelahiran bayi
kedua dan seterusnya.

Anda mungkin juga menyukai