Anda di halaman 1dari 23

Elastisitas

1. Elastisitas merupakan watak dasar suatu medium yang banyak


dipelajari dalam mekanika medium kontinyu. Medium dengan
parameter-parameter elastiknya mencerminkan sifat-sifat
kelenturan, kekuatan, dan daya tahan medium tersebut.

2. Apabila dapat diukur kecepatan gelombang P dan S, maka dapat


diturunkan atau ditentukan persamaan parameter elastisitas yang
berupa tetapan Lame , Modulus geser , Poisson rasio, Modulus
elastisitas Young E dan Modulus bulk K.

08/20/17 1
08/20/17 2
Stress
/Tekanan
Bila suatu medium berada dalam kesetimbangan statik, maka stress-
stressnya harus seimbang, berarti xx, yx dan zx yang bekerja pada
muka OABC harus sama dan berlawanan arah terhadap stress yang
bekerja pada muka yang berlawanan DEFG

Pasangan shearing stress, seperti yx cenderung memutar elemen


volume tersebut terhadap sumbu-z yang besar momen-nya,
gaya x lengan = (yx. dy.dz). dx (1)
Begitu pula untuk permukaan yang lain, misal untuk shearing stress xy,
maka momen putarnya sebesar,
gaya x lengan = (xy. dx.dz). dy (2)
Karena elemen volume tersebut berada dalam kondisi setimbang, maka
jumlah momen putarnya sama dengan nol, sehingga
yx = xy
atau secara umum
i,j = j,i (3)
08/20/17 3
Strain/
regangan
Jika sebuah benda elastik dikenakan stress, maka akan terjadi perubahan
bentuk dan dimensi. Perubahan titik-titik tersebut dinamakan strain

Misal besarnya pergeseran u sebagai fungsi (x,y), ditulis sebagai u = u(x,y) dan
besarnya pergeseran v sebagai fungsi (x,y) juga, ditulis sebagai v = v(x,y), maka
koordinat rusuk-rusuk PQRS dan P'Q'R'S' adalah,

Koordinat PQRS Koordinat P'Q'R'S'


P(x, y) P'(x+u, y+v)
Q(x+dx, y) Q'(x+dx+u+( u/ x)dx, y+v+( v/ x)dx)
S(x, y+dy) S'(x+u+( u/ y)dy, y+dy+v+( v/ y)dy)

R(x+dx, y+dy) R'(x+dx+u+( u/ x)dx+( u/ y)dy,


y+dy+v+( v/ x)dx +( v/ y)dy)

Umumnya perubahan dalam u dan v selalu lebih kecil dari pada dx dan dy, sehingga
( u/ x), ( u/ y) dan lainnya cukup kecil dan bentuk perpangkatan serta perkaliannya dapat
diabaikan.

08/20/17 4
Dengan asumsi tersebut maka,
1. PQ menjadi bertambah panjang dengan ( u/ x)dx.
PS menjadi bertambah panjang dengan ( v/ y)dy.
Oleh katena itu ( u/ x) dan ( v/ y) adalah fraksi (bagian)
pertambahan panjang dalam arah masing-masing sumbu (x dan y).

2. Sudut 1 dan 2 masing-masing adalah


1 = ( v/ x) dan 2 = ( u/ y) (5)
3. Sudut siku pada titik P berkurang sebesar
( 1 + 2) = ( v/ x) + ( u/ y) (6)
4. Dengan demikian segiempat tersebut secara keseluruhan telah
dipuntir pada arah berlawanan arah jarum jam melalui sudut
(7) ( 1 2 ) (v / x ) (u / y )
dengan ( 1 > 2).
2 2

Sehingga strain, dengan kata lain dapat dikatakan sebagai perubahan


bentuk relatif (yaitu perubahan fraksinya) suatu benda.

08/20/17 5
Beberapa pengertian dasar di atas dapat ditarik pengertian :

Besaran (u/x) dan (v/y) adalah pertambahan panjang relatif


dalam arah x dan y, disebut sebagai strain normal, dinotasikan
dengan xx atau yy.

(v/x)+(u/y) atau (1 + 2) adalah jumlah sudut pengurang dari


sudut siku pada bidang xy pada saat stress dikenakan. Nilai
tersebut merupakan pengukur perubahan bentuk dari medium
tersebut, dan dikenal sebagai shearing strain dinotasikan xy.
( 1 2 ) (v / x ) (u / y )

Bentuk 2 2, merupakan sudut putaran benda
terhadap sumbu-z yang tidak menyangkut prubahan bentuk benda,
sehingga ia bukan strain, dinotasikan dengan z.

08/20/17 6
Di dalam analisis 3 dimensi dengan posisi titik P(x,y,z) dan komponen
pergeserannya adalah (u,v,w), maka strain-strainnya adalah,
normal strain xx = (u/x)
yy = (v/y) (8)
zz = (w/z)
shearing starin xy = yx = (v/x) + (u/y)
yz = zy = (w/y) + (v/z) (9)
zx = xz = (w/x) + (u/z)
dan sudut rotasinya (sudut putar)
x = [(w/y) - (v/z) /2
y = [(u/z) - (w/x) /2 (10)
z = [(v/x) - (u/y) /2

Persamaan sudut putar tersebut dapat dituliskan dalam bentuk vektor


sebagai, x
xi y j z k ; u i + v j + w k; = ( / x, / y, / z )
2
08/20/17 7
Perubahan Volume akibat
stress
Perubahan pertambahan volume per satuan volum dinotasikan dengan
, jika volume mula-mula adalah (dx.dy.dz), maka setelah mengalami
strain volumenya menjadi,
dx + xx dx = dx (1 + xx)
dy + yy dy = dy (1 + yy) (12)
dz + zz dz = dz (1 + zz)

Dengan demikian akan terjadi perubahan volume per satuan volum ,


sebesar (dengan pendekatan)
= xx + yy + zz = (u/x) + (v/y)+ (w/z) = . (13)

08/20/17 8
Hukum Hooke
ii 2 ii ( i = x, y, z )
ij ij ( i, j = x , y , z ; i j ) (14)
Persamaan (14) sering dituliskan dalam bentuk persamaan matrik sebagai,
=C (15)
atau xx 2 0 0 0 xx

yy 2 0 0 0 yy (16)
atau sering dituliskan sebagai zz 2 0 0 0 zz


xy 0 0 0 0 0 xy
yz 0 0 0 0 0 yz
zx 0 0 0 0 0 zx

=S (17)
dengan S = C-1. Komponen C atau S disebut sebagai Compliance atau Stiffness, dan
dan adalah tetapan Lame. Bila persamaan rheologi di atas ditulis dalam bentuk ij
= ij/, maka nampak nilai ij semakin kecil untuk semakin besar. Sehingga
merupakan hambatan pada regangan geser (shearing strain) dan sering disebeut
sebagai modulus of rigidity atau incompressibilty atau shear modulus.
Pada rambatan gelombang seismik hukum Hooke hanya berlaku pada strain kecil
yaitu sekitar 10-8, dan untuk 10-3 - 10-4 pada batuan akan terjadi rupture atau failure
(runtuh).

08/20/17 9
Definisi Tetapan Elastik
Tetapan-tepatan elastisitas lainnya dapat diturunkan dari relasi hukum Hooke
dengan definisinya masing-masing, seperti,

Modulus Young : E = ii/ ii (18)


Poisson Ratio : = - ii/ jj (19)
(tanda negatif diberikan agar selalu positif.)
Bulk Modulus : K = -P/ ; dengan = V/V (20)
1/K = -/P disebut sebagai Kompresibilitas

Untuk fluida non-viskos, modulus geser = 0 dan K = . disebut sebagai fluid


incompressibility. Semua tetapan elatisitas benilai posistif (>0). Nilai poission
ratio antara 0 dan 0,5, untuk batuan amat keras 0,05 dan batuan amat lunak 0,45.
Untuk cairan (liquid) tidak mempunyai hambatan geser sehingga = 0 dan = 0,5.
Kebanyakan batuan mempunyai nilai-nilai tetapan E, K dan berkisar antara 20
GPa (2.1010 N/m2) sampai 120 GPa (120.1010 N/m2) dengan E untuk nilai terbesar
dan untuk nilai terkecil.

08/20/17 10
08/20/17 11
08/20/17 12
Energi Strain
Jika stress xx menghasilkan pergeseran xx , dengan menganggap stress bertambah
(meningkat) secara seragam dari nol sampai xx, maka stress rata-ratanya adalah xx/2.
Sehingga energi E-nya adalah,
E = kerja yang dilakukan persatuan volume
= energi per satuan volume
= ( xx xx/2) (21)

Dengan menjumlahkan efek-efek semua stress yang independen akan diperoleh energi total
dari sisten tersebut, yaitu
1 1
E ij ij 2 ( xx xx yy yy zz zz xy xy yz yz zx zx )
2 i j

(22)
1
= 2 ii ii 2ij , (i j )
2 i i j
1 2
=
2
1

2xx 2yy 2zz 2xy 2yz 2zx
2

E
2 xx xx
xx
atau E E (23)
xy xy ; secara umum ij ; (i, j = x, y, z )
xy ij
08/20/17 13
Persamaan gelombang skalar
Apabila keberadaan stress pada elemen volume tidak setimbang , maka stress yang berada di
permukaan bagian belakang masing-masing adalah, xx , yx dan zx. Sedangkan untuk stress yang
berada di permukaan bagian depan masing-masing adalah,
xx yx zx
xx dx , yx dx, dan zx dx (24)
x x x
Stress-stress tersebut berlawanan arah terhadap stress di permukaan bagian
belakang. Bila dijumlahkan diperoleh stress netto sebesar,
xx yx zx
dx , dx , dan dx (25)
x x x
Stress netto ini bekerja pada luasan (dy.dz) dan mempengaruhi volume (dx.dy.dz), sehingga
dapat diperoleh gaya total persatuan volum pada arah sumbu x , y dan z yang masing-masing
besarnya,
( xx/x); ( yx/x) dan ( zx/x).
Dengan cara yang sama dapat diperoleh untuk permukaan yang lain, sehingga dapat dicari dan
dikumpulkan gaya total dalam arah sumbu -x saja yang besarnya adalah
xx xy xz
(26)
x y z

Menurut hukum Newton, bahwa adanya ketidaksetimbangan gaya ini akan menimbulkan gerak
yang besarnya sama dengan massa kali percepatan ( F = m.a ). Sehingga persamaan gerak
sepanjang sumbu -x adalah,
2U xx xy xz
(27)
t 2
x y z dengan adalah densitas.
08/20/17 14
Persamaan (27) telah mengkaitkan besaran pergeseran yang dinyatakan dalam percepatan
( 2U/t 2) dan besaran stress dalam bentuk ( xx/x).
Apabila hukum Hooke, persamaan (14) mensubstitusikan stress dengan strain, kemudian
menyatakan strain dalam bentuk persamaan (8) dan persamaan (9) sehingga diperoleh
persamaan gerak yang langkah-langkahnya adalah,
2U xx xy xz
2
t x y z
xy (28)
2 xx xz
x x y z
(29)
2u 2 v 2 u 2 w 2 u
2 2 2 2
x x x y y x z z
u v w
2U
x x x y z

( ) 2 U
x
yang merupakan persamaan gerak pada arah x. Dengan cara yan sama diperoleh untuk y dan z,

2V 2W
2 ( ) 2V 2 ( ) 2W
t y t z

08/20/17 15
Untuk memperoleh persamaan (gerak) gelombang, dapat dilakukan pen-deferensial-
an ketiga persamaan gerak tersebut (28), (29) dan (30) terhadap masing-masing
arah geraknya yaitu, x, y dan z. Kemudian hasil pen-deferensial-an itu dijumlahkan,
sehingga memberikan bentuk sebagai

2 u v w 2 2 2 u v w (31)
2 ( ) 2 2 2 2
t x y z x y z x y z
2
atau 2 ( 2 ) 2
t
atau 1 2 ( 2 ) (32)
2 ; dengan
2

t
2 2

persamaan (32) merupakan persamaan gelombang P dengan kecepatan rambat .
Bila dilakukan pengurangan terhadap hasil pen-deferensial-an dalam dimensi bidang
(y,z), akan diperoleh,
2 w v w v
2 2
t y z y z
(33)
1 2 x
atau 2 x
t
2 2

yang merupakan persamaan gerak gelombang S pada arah x dengan kecepatan


rambatnya
=(/)1/2
08/20/17 16
08/20/17 17
Persamaan Gelombang Vektor
Persamaan gerak gelombang dapat juga diperoleh dengan menggunakan metode
vektor. Persamaan (28), (29) dan (30) adalah ekivalen dengan persamaan
gelombang vektor
(34) 2
2 ( ) 2
tdivergensi,
Jika persamaan (34) dikenakan operator

div grad = = 2 (35)


maka akan diperoleh persamaan (32) yaitu persamaan gerak gelombang P.
Jika persamaan (34) dikenakan operator Curl (atau rot),
() () - 2
() = 0 (36) =0
akan memberikan persamaan gelombang vektor S, sebagai
yang ekivalen dengan tiga persamaan gerak gelombang skalar,
1
2

2
t
2 2

(37) 1 2 i
2
i ; (i = x, y, z )
t
2 2

08/20/17 18
08/20/17 19
08/20/17 20
08/20/17 21
08/20/17 22
Hubungan antar Parameter
Gelombang Elastisitas - Reservoar

08/20/17 23