Anda di halaman 1dari 33

Assalammualaikum

Siska Bradinda Putri Sudirman


1510332018
SIFILIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sifilis merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang
disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis bersifat kronik
dan sistemik karena memiliki masa laten, dapat menyerang hampir
semua alat tubuh, menyerupai banyak penyakit. Sifilis memiliki
dampak besar bagi kesehatan seksual, kesehatan reproduksi, dan
kehidupan sosial.
Secara global pada tahun 2008, jumlah orang dewasa yang
terinfeksi sifilis adalah 36,4 juta dengan 10,6 juta infeksi baru setiap
tahunnya, jumlah kasus baru sifilis di Asia Tenggara pada tahun
2008 adalah 3 juta (WHO, 2009). Insidens sifilis di Indonesia
sebesar 0,61% (Djuanda, 2015).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari sifilis?
2. Apa sajakah fase-fase dari sifilis?
3. Bagaimanakah etiologi dari sifilis?
4. Bagaimanakah diagnosa dari sifilis?
5. Bagaimanakah penatalaksanaan dari sifilis?
1.3 Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui,
1. Pengertian dari sifilis
2. Fase-fase dari sifilis
3. Etiologi dari sifilis
4. Diagnosa dari sifilis
5. Penatalaksanaan dari sifilis
1.4 Manfaat Penulisan:
Dengan diselesaikan tulisan ini, diharapkan nantinya
dapat bermanfaat dan mengetahui infeksi sistim
reproduksi (sifilis) secara umum, penyebab, serta
penatalaksanaannya.
BAB II
Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian dari sifilis

Sifilis penyakit sistemik Treponema pallidum,


dapat mengenai seluruh organ tubuh .

Dapat tanpa manifestasi klinis.

Ditularkan melalui kontak seksual, namun juga dapat


secara vertical pada masa kehamilan.
2.2 Fase-fase dari sifilis
1. Lesi primer sifilis
Tukak pada daerah genitalia eksterna dalam waktu 3
minggu setelah kontak. Kelainan biasanya ditemukan
pada labia mayora, labia minora, fourchette, atau serviks.
Lesi awal biasanya tidak nyeri-nekrosis-ulserasi dengan
tepi yang meninggi, teraba keras, dan berbatas tegas.
Jumlah ulserasi 1/multiple.
2. Lesi sekunder
Ditandai dengan malaise, demam, nyeri kepala, dan
alopesia pada kepala. Lesi kulit biasanya simetris.
T.Pallidum banyak ditemukan pada lesi diselaput lendir
atau lesi basah berupa kondiloma lata.
3. Sifilis laten
Fase tanpa gejala klinis, hanya pemeriksaan serologi
reaktif. Mengindikasikan organisme tersebut masih ada
didalam tubuh, fase ini berjalan selama bertahun-tahun
bahkan seumum hidup.
4. Sifilis tersier
Terjadi berapa bulan hingga beberapa tahun setelah
fase laten dimulai T. Pallidum menginvasi dan
menimbulkan kerusakan SSP , kardiovaskular dan mata,
kulit.
2.3 Etiologi sifilis
Treponema pallidum. Salah satu kelompok spirochaeta.
Berbentuk spiral.
Bersifat motile yang umumnya menginfeksi melalui
kontak seksual langsung, masuk ke dalam tubuh inang
melalui celah di antara sel epitel.
Struktur tubuhnya yang berupa heliks Treponema
pallidum bergerak dengan pola gerakan yang khas untuk
bergerak di dalam medium kental seperti lender
(mucus). Dengan demikian, organisme ini dapat
mengakses sampai ke sistem peredaran darah dan
getah bening inang melalui jaringan dan membran
mucosa.
2.4 Diagnosa sifilis
Diagnosis pasti ditegakkan dengan cara menemuka
T.Pallidum dalam specimen dengan menggunakan
pewarnaan burry/ mikroskop imunofluoresensi.
Pemeriksaan bantu lain dengan menggunakan tes neo
treponemal (tes reagen) untuk melacak IgG dan IgM
terhadap lipid yang terdapat pada permukaan sel
treponema, misalnya Rapid Plasma Reagen (RPR),
Veneral Disease Research Laboratory (VDRL).
2.5 Penatalaksanaan Sifilis
WHO dan CDC :
- Pemberian terapi injeksi penisilin benzatin 2,4 juta MU
untuk sifilis primer, sekunder dan laten dini.
- Laten lanjut, 3x dosis injeksi tersebut.
- Alergi penisilin dan (-) hamil, doksisiklin per oral,
2x100mg/hari selama 30hari.
- Alergi penisilin dan (+) hamil, tetap beri penisilin dg cara
desentilisasi.
Bila x memungkinkan, pemberian eritromisin per oral
4x500mg/hari slm 30 hari.
BAB III
ANALISA KASUS

3.1 Kasus
Ny. S (23th) G1P0A0 UK 28 mg datang ke BPM
Sayang Ibu bersama suaminya. Ibu mengeluhkah nyeri
saat BAK, sering demam, nyeri bagian perut sebelah
bawah dan pegal-pegal. Serta diikuti kemerahan pada
kaki dan tangan. Ibu merasa cemas dengan
keadaannya.
3.2 Varney

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL


23 TAHUN G1 P0 A0,UMUR KEHAMILAN 28 MINGGU
Di BPM Sayang Ibu

No Register : 432
Hari/tanggal : Selasa/ 15 Agustus 2017
Pukul : 10.00
Pengkajian Oleh : Bidan Siska
1. Pengumpulan data
1. Identitas (Data Subjektif)

Nama : Ny. S Nama : Tn. Y


Umur : 23 tahun Umur : 30 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Minang / Indonesia Suku/Bangsa : Minang / Indonesia
Pendidikan : S1 Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Guru Pekerjaan :-
Alamat : Simpang Jalan Alamat : Simpang Jalan
Baru No.50 RT 02 Baru No.50 RT 02
2. Alasan Kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
3. Keluhan Utama
Ibu mengeluh nyeri saat buang air kecil, sering demam,
nyeri di bagian perut bawah dan pegal-pegal, serta
kemerahan pada kaki dan tangan,.
4. Riwayat Menstruasi
- Menarche : 13 tahun
- Siklus : 28 hari
- Lamanya haid : 7 hari
- Sifatdarah : encer
- Dismenorhoe : ada
- Banyaknya : 4x ganti pembalut
5. Riwayat perkawinan
a) Menikah umur : 22 tahun
b) Pernikahan : ke 1
c) Lama pernikahan : 1 tahun

6. Riwayat Kehamilan Sekarang


Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama.
Pergerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20 mg.
Selama 24 jam sebanyak 14x
HPHT = 31 Januari 2017
HPL = 7 Oktober 2017
Keluhan yang dirasakan
1. TM 1 : Morning sickness (ANC 1x tgl 17 Maret 2017)
2. TM 2 : Nyeri pinggang (ANC 1x tgl 06 Mei 2017)
3. TM 3 :-
Imunisasi
1. TT 1 : tanggal 5 Desember 2016
2. TT 2 : tanggal 15 Februari 2017
3. TT 3 : tanggal 8 Desember 2012
7.Riwayat kontrasepsi
Ibu belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.

8. Riwayat Kesehatan
a) Riwayat yang pernah di derita ibu dan suami :
Ibu mengatakan suaminya sedang menderita sifilis sebelum
menikah.
b) Riwayat kesehatan keluarga :
ibu mengatakan baik keluarga dari ibu maupun suami tidak
ada yang menderita penyakit berat,turunan ataupun menular
seperti asma, hepatitis, diabetes, Hiv/Aids dll.
9.Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
a. Pola nutrisi
1. Sebelum hamil :
Makan 3x sehari porsi sedang nasi , mangkok sayur, 1
potong ikan.
Minum 8-10 gelas/hari, air putih
2. Saat hamil :
Makan 3-4x sehari dengan porsi kecil nasi, sayur, 1
potong lauk pauk.
Minum air putih 6-7 gelas/hari
ibu kadang minum susu,
b. Pola eliminasi
1. Sebelum hamil : 2. Saat hamil :
a. BAB a. BAB
Frekuensi : BAB 1x/ hari Frekuensi : BAB 1 x / hari,
Warna : kuning warna : kuning kecoklatan,
Bau : khas konsistensi : lembek,
Konsistensi : lembek bau : khas
keluhan : cepat terasa ingin
b. BAK buang air besar.
Frekuensi : 5-6x/hari b. BAK
Warna : kuning jernih Frekuensi : BAK 3-4 x / hari,
Bau : khas Warna : jernih kekuningan,
Konsistensi : cair Bau : khas
Keluhan : Nyeri saat BAK
c. Pola istirahat
1. Sebelum hamil : Ibu tidur 8 jam.
2. Saat hamil : ibu tidur 6 jam, 1 jam tidur siang
Keluhan : ibu mengeluh tidak nyaman saat tidur.
d. Pola seksualitas
Sebelum hamil : 3x/minggu
Saat hamil : Ibu mengatakan melakukan hubungan
seks 1X /mimggu . Karena tidak nyaman dan
khawatir dalam melakukan hubungan seks.
e. Personal Hygine
Mandi : 2x sehari
Gosok Gigi : 3x sehari
Cuci Rambut : 3x dalam 1 mgg
Ganti pakaian : 3x sehari (sesuai kebutuhan)
f. Aktivitas sehari-hari
Ibu dapat melakukan pekerjaan rumah tangga di bantu suami.
Senam hamil : 1 x Dalam seminggu
Jalan-jalan : setiap pagi
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan
a. Merokok : ibu mengatakan tidak
b. Minum jamu : ibu mengatakan tidak
c. Minum-minuman berakohol : tidak pernah
11. Riwayat psikososial, spiritual, dan ekonomi
Suami beserta keluarganya menginginkan dan mendukung
kehamilannya ini. Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah
suami.
Data Objektif
1. Keadaan umum : baik
Kesadaran : compos mentis
2. Vital sign
a. Suhu : 38 derajat celcius
b. Nadi : 70 x/menit
c. Tekanan darah : 110/80 mmHg
d. Respirasi : 21 x/menit
3. Antropometri
a. BB sebelum/saat : 48/55kg
b. TB : 153 cm
c. Lila : 23,5 cm
II. Pemeriksaan fisik
Kepala :
Bentuk bulat, rambut berwarna hitam, mudah rontok,
alopesia (kebotakan) pada bagian sisi kepala sebelah kanan.
Muka :
Bentuk simetris,
Mata :
Konjungtiva merah muda, sclera tidak ikterik, tidak ada
cloasma gravidarum.
Telinga :
Simetris , bersih, pendengaran baik, tidak ada secret.
Hidung :
pernafasaan lewat hidung baik, bersih, septum utuh dan
mukosa hidung lembab .
Mulut, gigi :
Lidah ada, gigi bersih, dapat berfungsi baik, mukosa bibir lembab.
Leher :
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis.
Payudara
Simetris, areola hiperpigmentasi, dan papilla menonjol, x ada
pembengkakan.
Abdomen
Pembesaran sesuai dengan usia kehamilan, Tidak ada luka bekas
operasi,
Palpasi leopold
Leopold I : TFU 28 cm , Di fundus teraba lunak, bundar, tidak,
melenting, yang kemungkinan bokong.
Leopold II : dinding perut sebelah kiri teraba lebar,memberikan
tahanan yang, besar kemungkinan punggung janin, dinding perut
sebelah kanan teraba bagian kecil yang kemungkinan ekstrimitas.
Leopold III : bagian terbawah janin, teraba keras dan dapat
digoyangkan, yang kemungkinan kepala belum masuk PAP
Leopold IV : -
DJJ : ( + ) , Frekuensi : 140x /menit teratur punctum
maksimum kuadran 4.
TBJ : (28-12) x 155 : (28-12) x 155 =2480 gram
Genitalia
Luka kemerahan dan basah didaerah vagina. Terdapat bintik-
bintik menonjol (kondiloma lata/ kutil) pada daerah vulva.
Anus
Tidak ada infeksi anus dan tidak ada haemoroid.
Ekstrimitas atas dan bawah
Tangan dan kaki semetris, ruam ditelapak kaki dan tangan.
Reflek patella positif (+/+) .
III. Pemeriksaan panggul luar :
Distansia spinarum : 24 cm (normal=23-26 cm)
Distansia cristarum : 27 cm (normal=26-29 cm)
Distansia tuberum : 10,5 cm(normal 10,5-11 cm)
Distansia boudelogue : 18 cm (normal18-20 cm)
Lingkar panggul : 95 cm (normal 90-100 cm)
IV. Pemeriksaan Penunjang
Darah : Hb = 11 gr%
Urine : Protein Urine = Negatif (-)
Glukosa Urine : Negatif (-)
2. Interpretasi Data
Dx : Ny.S G1P0A0 UK 28 mg janin, tunggal, hidup,
intrauterine, KU ibu dan janin baik dengan suspect sifilis
sekunder.
Data dasar :
DS : Suami mengakui bahwa menderita penyakit sifilis sejak
sebelum menikah.
Ibu mengeluhkan nyeri perut bagian bawah, dan
kemerahan pada daerah tangan dan kaki.
DO : Suhu ibu meningkat hingga 38 deracat celcius, pada
kepala terdapat alopesia, genitalia terlihat kemerahan
pada vagina, dan kondiloma pada daerah vulva. Pada
ekstremitas tampak ruam pada telapak kaki dan tangan.
Masalah : Ibu cemas dengan kondisinya dan janinnya.
Kebutuhan : Dukungan moril dari keluarga, pantau kondisi
ibu dan janin secara berkala.
3. Identifikasi diagnose dan masalah potensial
Diagnosa potensial : Sifilis tertier (neurosifilis)
Masalah potensial :-

4. Kebutuhan kolaborasi dan rujukan


Lakukan kolaborasi dengan SPOG dan rujukan
5. Rencana Asuhan
1. Beritahu ibu kondisinya saat ini berdasarkan hasil
pemeriksaan
2. Anjurkan ibu teknik relaksasi dan pengurangan rasa
nyeri
3. Anjurkan ibu banyak minum dan beri kompres
hangat jika suhu ibu meningkat
4. Anjurkan ibu untuk melibatkan keluarga dalam
perawatan.
5. Anjurkan ibu dan suai untuk menghindari hubungan
sex
6. Anjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan labor
dan bersedia dirujuk.
6. Pelaksanaan Asuhan
1. Memberitahu ibu kondisinya saat ini, bahwasanya ibu
kemungkinan mengalami tanda dan gejala dari sifilis setelah
dilakukan anamnesa dan berbagai pemeriksaan sebelumnya.
2. Menganjurkan ibu teknik relaksasi dan pengurangan rasa nyeri
dengan kompres air hangat pada daerah nyeri dan menimalisir
terjadi gesekan pada tempat nyeri.
3. Mengajurkan ibu banyak minum untuk mencegah dehidrasi dan
kompres hangat untuk menurunkan suhu ibu.
4. Menganjurkan ibu dan suami melibatkan keluarga dalam
melakukan perawatan untuk memberi kenyamanan pada ibu
untuk mempercepat proses penyembuhan.
5. Menganjurkan ibu dan suami untuk menghindari hubungan sex
untuk menimalisir berkembangnya bakteri penyebab sifilis.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan labor untuk
memastikan diagnose ibu da bersedia dirujuk.
7. Evaluasi
1. Ibu paham dengan kondisinya dan mencoba
menerima keadannya.
2. Ibu mengerti dan bersedia mengikuti anjuran bidan.
3. Ibu bersedia melaksanakan anjuran bidan.
4. Ibu mengerti dan keluarga bersedia terlibat dalam
perawatan.
5. Ibu dan suami bersedia untuk menghindari hubungan
seks terlebih dahulu.
6. Ibu bersedia dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan
labor.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa kemungkinan
ibu mengalami sifilis, hal ini dapat dilihat dari tanda-gejala yang
dialami oleh ibu. Salah satu penyebab yaitu berasal dari suami ibu
sendiri yang mengaku pernah menderita sifilis sebelum menikah,
sebagaimana kita ketahui bahwa sifilis dapat menular melalui
kontak sex antara ibu dan suaminya.

4.2 Saran
Diharapkan bagi bidan untuk lebih menggalakkan kembali promosi
kesehatan pada calon pengantin guna memperbaiki atau
menciptakan pola kehidupan yang sehat antara sesama catin dan
sama-sama saling terbuka antara calon suami dan calon istri.
Wassalammualaikum