Anda di halaman 1dari 26

NAMA : BQ.

TINA AGUSTIANA

NIM : 032001D12061

TINGKAT : 1.B
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA YANG
DIGUNkN UNTUK KELANSUNGAN
METABOLISME SEL TUBUH HIDUP
DAN AKTIVITAS BERBAGAI ORGAN
ATAU SEL
SALURAN PERNAPASAN BAGIAN ATAS
hidung
Faring
Laring epiglotis
SALURAN PERNAPASAN BAGIAN BAWAH
Trakea
Bronkus
Bronkiolus
Paru-paru.
Ventilasi
Difusigas
Transportasi gas
Ventilasi pulmonal : Masuk keluarnya udara
antara atmosfir dengan alveoli paru.
Prinsip fisika; udara mengalir dari tempat
tekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah.(
paru adalah struktur elastis - dapat
mengembang dan mengempis seperti balon,
sesuai perubahan volume rongga dada.
hukum Boyle (tekanan pada ruangan tertutup
berbanding terbalik dengan volumenya).
Paru dikelilingi lapisan tipis cairan pleura
yang berfungsi sebagai pelumas bagi
pergerakan paru dalam rongga thorax.
Dibentuk dalam jumlah yang sama dengan
yang dikeluarkan ke saluran limfatik.
Bola rongga dada mengembang vol. Paru akan
meningkat dan tekanan udara paru akan turun
maka udara luar akan masuk paru ( Inspirasi )
Bila volum thorax menurun, volume paru juga
menurun, dan tekanannya meningkat sehingga
udara keluar dari paru-paru.(ekspirasi)
Pd pernafasan normal (quiet breathing =
eupnea), inspirasi berlangsung aktif oleh
kontraksi otot.Pd ekspirasi berlangsung pasif
oleh daya elastisitas (elastic recoil) jaringan.
Saat latihan atau secara sadar melakukan
ekspirasi lebih kuat, terdapat tambahan
aktifitas kontraksi otot.
difusi
oksigen dari alveoli ke
pembuluh darah paru dan difusi
karbondioksida dalam arah
sebaliknya mel. membran pernafasan
Difusi Gas Berdasarkan Molekul
Makin tinggi tekanan gas makin rapat molekul
gas, makin besar energi untuk saling
berbenturan.
Difusi Netto Gas dalam Satu Arah - Efek
Gradien Konsentarsi
Difusi mengalir dari tempat dg konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah
Tekanan Parsial dari Masing-Masing
Gas dalam Campuran Gas
Disebabkan pukulan konstan gerakan kinetis
molekul-molekul melawan permukaan. Oleh
karenanya tekanan gas seimbang dg jumlah
kekuatan pukulan dari molekul permukaan,
atau kekuatan hasil benturan antar permukaan
molekul2. Berarti tekanan total berbanding
langsung dengan konsentrasi molekul-molekul
gas.
PENGANGKUTAN(TRANSPOR)
OKSIGEN DAN KARBON DIOKSIDA
DI DALAM DARAH DAN CAIRAN
TUBUH
Bila oksigen telah berdifusi dari alveoli ke dalam
darah paru, oksigen terutama ditranspor dalam
bentuk gabungan dengan hemoglobin ke kapiler
jaringan kemudian adanya hemoglobin yang ada di
dalam sel darah merah memungkinkan darah untuk
mengangkut 30 sampai 100 kali jumlah oksigen
terlarut di dalam cairan darah (plasma).
. Karbon dioksida sama seperti oksigen juga
bergabung dengan bahan-bahan kimia
dalam darah yang meningkatkan transportasi
karbon dioksida 15-20 kali lipat dibanding yg
terlarut.
Saraf otonomik
Ormon dan obat
Derivat catecholamine, obat yang tertgolong para simpatis
dapat menyebabkan pelebaran saluran napas. Obat golongan
beta dapat menyebabkan penyempitan sal napas.
Alergi pada saluran pernapasan
Debu, serbuk benag sari, bulu binatang, kapuk, makanan, dll
Perkembangan
Karena kekurangan pembentukan surpaktan
Lingkungan
Ketinggian tanah, suhu, mempengaruhi kemampuan adaptasi.
Prilaku
Merokok, aktivitas, makanan.
Pernapasan eksternal
Pernapasan internal
Pertukaran gas antar sel jaringan dan cairan
sekitar yang melibatkan proses metabolisme
tubuh mencapai kapiler dan menghasilkan
karbondioksida sebagai sisa bunganya.
Volume pasang surut merupakan jumlah udara keluar
masuk paru pada saat terjadinya pernapasan biasa. Pada
orang sehat, besaranya volume pasang surut adalah 500cc
Volume cadangan hisap merupakan jumlah udadea yang
masih bisa hirup secara maksimal setelah menghirup udara
pada pernapasan biasa, pada orang dewasa, besarnya
volume cadangan hisap adalah 3000cc
Volume cadangan hembus merupakan jumlah udara yang
masih bisa hembuskan secara maksimal setelah
menghembuskan udara pada pernapasan biasa, pada orang
dewasa, besarnya volume cadangan hembus dapat
mencapai 1100cc
Volume sisa merupakan jumlah udara yang masih tertinggal
di dalam paru meskipun telah menghembuskan napas
secara maksimal. Pada orang dewasa besaran volumenya
adalah 1200cc
Hipoksia
tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen
dlam tubuh akibat defisiensi oksigen atau
peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel,
ditandai dengan warna kebiruan (sianosis)
Perubahan pola pernapasan
Tachypnea
Pernapasan yang memiliki frekwensi lebih dari 24 kali per menit
..proses ini terjadi karena paru dalam keadaan atelektasis atau
terjadinya emboli.
Bradypnea
Pola pernapasan yang lambat dan kurang dari 10 kali permenit. Pola
napas ini biasanya ditemukan dalam keadaan peningkatan tekanan
intrakranial yang disertai narkotik dan sedetatip.
Hiperventilasi
Cara tubuh untuk kompensasi penigkatan jumlah o2 dalam paru
agar per lebih cepat dan dalam di tandai nadi menigkat, napas
pendek, adanya nyeri dada.
Kusmaul
Pola napas yang cepat dan dangkal yang dapat ditemukan pada orang yang
dalam keadaan asidosis metabolik.
Hipoventilasi
Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida yang cukup yang dilakukan
pada saat ventilasi alveiolar serta tidak cukupnya penggunaan oksigen yang
ditandai nyeri kepala, penurunan kesadaran, disorientasi,ketidak seimbangan
elektrolit akibat lumpuhnya otot-otot pernapasan, defresi pusat pernapasan,
serta menurunya compliance paru dan torak.
Dispnea
Perasaan sesak dan berat pada saat pernapasan. Hal ini dapat disebabkan oleh
kadar gas dalam darah/jaringan, kerja berat, dan pengaruh psikis.
Orthopnea
Merupakan kesulitan bernapas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri dan
pola ini sering ditemukan pada3 orang kongestif paru.
Chyne stokes
Merupakan siklus pernapasan ayng amplitudo mula naik, turun, berhenti,
kemudian mulai dari siklus baru.
Pernapasan paradoksial
Pernapasan yang ditandai dengan pergerakan dindining paru yang
berlawanan arah dari keadaan normal, dan ditemukan pada keadaan
atelektaksisi.
Biot
Pernapasan yang mirip dengan chyne stokes tapi amplitudonya tidaak teratur
dan ditemukan pada tekanan intarakranial yang meningkat, trauma kepala, dll
Stridor
Pernapasan bising karena penyempitan saluran napas umumnya ditemukan
pada kasus spasme trachea atau obstruksi laring.
A. pengkajian keperawatan
1. riwayat keperawatan :
Ada/tidaknya riwayat gangguan pernapasan, seperti
epiktaksis, obstruksi nasal, dan keadaan lain yang
menyebabkan gangguan pernapasan hal lain yang perlu
diperhatikan infeksi kronis dari hidung, kenaikan suhu tubuh,
sakit kepala lemas, hingga muntah-muntah, faring bewarna
merah dan adanya edema.
Pola batuk dan produksi sputum
Menilai apakah ada batuki kering, keras dan kuat dengan suara
mendesing, berat, dan apakah klien mengalami sakit pada
bagian tenggorokan , pengkajian pasien apakah merokok,
tempat tinggal, pengkajian sputum apakh bercampur darah
terhadap seputum yang dikeluarkan.
Pemeriksaan fisik
Inspeksi
Palpasi
perkusi
Auskultasi.
Pemeriksaan HB, Leukosit, pemeriksaan sputum
rutin untuk melihat kuman secara mikroskopis.
Pemeriksaan diagnostik
Rotgen dada.
Fluoroskopi
Bronkograpi
Angiograpi
Endoskopi
Radio isotop.
Mediatinoskopi.
Bersihan jalan napas tidak epektif berhubungan dengan
Produksi sekresi yang kental atau berlebihan akibat penyakit infeksi
Imobilisasi, statis sekresi, batuk tidak epektifakibat penyakit sistem
saraf, defresi susunan saraf pusat, CVA.
Defresi refleks batuk
Penurunan oksigen dalam udara inspirasi.
Pola napas tidak efektif b/d
Penyakit infeksi pada paru
Defresi pusat pernapasan
Lemahnya otot pernapasan
Turunnya ekspansi paru
Obstruksi trakhea.
Kerusakaan pertukaran gas berhubungan dengan
Perubahan supali oksigen
Obstruksi saluaran pernapasan
Adanya penumpukan cairan dalam paru
Adeanya edema paru
Tindakan pembedahan paru
Tujuan
Mempertahankanm jalan napas agar epektif
Mempertahankan jalan napas agar kembali epektip
Mempertahankan pertukaran gas
Memperbaiki ferpusi jaringan.
Rencana tindakan
Mempertahankan jalan napas
Awasi perubahan status jalan napas dengan memonitor, jumlah,
bunyi, atau sttus kebersihanya.
Berikan humidifier (pelembab).
Lakukan tindakan pembersihan jalan napas dengan claping,
fibrasi, atau postural drainase (jika perlu lakukan suction)
Ajari cara batuk yang efektip
Pertahankan jalan napas agar tetap terbuka dengan memasang
jalan napas buatan, seperti nasoparingeal airway. Intubasi
endoktrakea, atau trakeostomi sesuai dengan indikasi.
Kerjasama dengan tim medis daslam memberikan obat
bronkhodilator `
Mempertahankan pola napas kembali
efektip
Awasi perubahan status pola pernapasan
Atur posisi sesuai dengan kebutuhan (semifowlers)
Berikan oksigenasi
Ajarkan tekhnik bernapas dan relaksasi yang benar.
Mempertahankan pertukaran gas
Awasi status perubahan pernapasan
Berikan oksigenasi lakukan suction bila perlu
Berikan diit tinggi protein dan rendah lemak
Ajarkan tekhnik bernapas dan relaksasi yang benar
Perahankan berkembangnya paru dengan
memasang ventilasi mekanis, chest tube, dan chest
drainase seuai dengan indikasi.
Merupakan tindakan keperawatan dengan
cara me
mberikan oksigen ke dalam paru-paru
melalui saluran pernapasan dengan
menggunakan alat bantu oksigen.
Pemberian oksigen pada pasien dapat
dilakukan melalui tiga cara
Melaluli kanul/kateter kanul
Biksnul
Masker.
Tabung oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier
nasal kateter, kanul, masker
vaselin/jeli
Prosedur kerja
Cuci tangan
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
Cek flowmeter dan umidifier
Hidupkan tabung oksigen
Atur posisi pasie pada posisi semifowlers ataui sesuai dengan
kondisi pasien
Berikan oksigen melalui kanul nasal atau masker
Apabila menggunakan kateter terlebih dahulu ukur jsrsk
hidung dengan telinga , setelah itu beri jeli dan masukkan
Catat pemberian dan lakukan observasi
Cuci tangan.
Sekian
Ada ????????????????????????