Anda di halaman 1dari 35

Laporan Kasus

ERBS
PARALYSIS

Oleh:
dr. Niluh Putu Wida Pangestika

Pembimbing :
dr. Sucipta, Sp.A
IDENTITAS

Nama : By NKM
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 1 hari
Agama : Hindu
C
Alamat : Br Ceningan, Badung
Tanggal Masuk IGD : 30 Mei 2017
Tanggal Periksa : 30 Mei 2017
Ruangan : Ruang Perinatologi RSUD Wangaya
ANAMNESIS

Keluhan utama : Lengan kiri lemah

Heteroanamnesis (Ibu pasien)


Pasien rujukan dari klinik Cahaya Bunda. Pasien datang dengan
keluhan lemah pada lengan kiri C
dan tangis merintih setelah
dilahirkan. Bayi riwayat lahir dengan vakum ekstraksi diklinik
Cahaya Bunda pada tanggal 30 Mei 2017 pukul 00.20. Cukup
bulan, tidak segera menangis, A-S : 3-5. Ketuban hijau (+). BBL
4600 g, PB 52 cm, LK/LD 36/37 cm.
ANAMNESIS
RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
Pasien merupakan anak kelima. Saat hamil ibu pasien mengatakan
tidak pernah menderita sakit. Namun ibu pasien merupakan orang
dengan obesitas. ANC dilakukan di dokter spesialis klinik Cahaya
Bunda.
Bayi lahir dengan vakum ekstraksi di Klinik Cahaya Bunda tgl
30/05/2017 pukul 00.20 WITA, cukup bulan, tidak segera mengangis AS
3-5, Ketuban hijau (+) BBL 4600 g, PB 52 cm, LK/LD 36/37 cm.
RIWAYAT IMUNISASI
BCG : -
Hep B : 1
Polio : -
PEMERIKSAAN FISIK

STATUS PRESENT

Keadaan umum : Tampak lemah


Kesadaran : E4V5M6 (compos mentis)

Tanda vital
Nadi : 142 x/menit, teratur, isi cukup
Pernapasan : 40x/menit, teratur
Suhu axilla : 36,8oC
SaO2 : 95%
PEMERIKSAAN FISIK

STATUS PRESENT

Pemeriksaan Antropometri
Panjang Badan : 52 cm
Berat Badan Sekarang : 4600 gram
Lingkar kepala : 36 cm
Lingkar Dada : 37 cm
Kurva Lubchenco : diatas persentil 90 (Aterm BMK)
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Kepala : Normocephali, UUB datar
Mata : Anemis (-), sclera ikterus (-),
Reflek pupil +/+ isokor

THT
Telinga : Membran timpani intak, sekret (-)
C
Hidung : Nafas cuping hidung (-), sianosis (-), sekret (-)
Tenggorokan : Faring hiperemi (-), Tonsil T1/T1

Mulut : Oral thrush (-)


Bibir : Sianosis (-)
Leher : Benjolan (-), bendungan vena jugularis (-)
Pembesaran kelenjar getah bening (-), kaku kuduk (-)
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS

Thoraks
Jantung
Inspeksi : iktus kordis tidak tampak, precordial bulging (-)
Palpasi : iktus kordis teraba di apex, thrill (-),kuat angkat (-)
Auskultasi : S1S2 tunggal reguler murmur (-).
C
Paru
Inspeksi : simetris, retraksi (-)
Palpasi : gerakan dada simetris
Perkusi : sonor, batas jantung paru dalam batas normal
Auskultasi : bves +/+, ronkhi +/+, wheezing -/-
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Abdomen
Inspeksi : Distensi (-)
Auskultasi : Bising Usus (+) normal
Palpasi : Turgor kulit kembali cepat
Perkusi : Timpani (+) C
Ekstremitas : Hangat + / + Tenaga 5555 / 1111
+/+ 5555 / 55555

Tonus ++ / ++ Tropik - / -
++ / ++ -/-
LABORATORIUM
Darah Lengkap (30 Mei 2017)
Parameter Result Unit Normal Range
WBC 17,53 103/uL 9,0-30,0
Neutrofil 68,2 % 40-80
Limfosit 17,9 % 20-40
Monosit 12,5 % 5-15
Eusinofil 0,7 % 0-4
Basofil 0,7 % 0-1
RBC 5,08 106/uL 4,80-6,90
HGB 18,1 g/dL 18,0-26,0
HCT 54,7 % 42,00-64,00
MCV 107,7 fL 94,00-118,00
MCH 35,6 Pg 31,00-37,00
PLT 281 103/uL 200,00-400,00
IT RATIO 0,09 <0,20
LABORATORIUM
Kimia Darah (30 Mei 2017)
Parameter Result Unit Normal Range
Glukosa Sewaktu 75 mg/dL 80-200
RADIOLOGI
BABY GRAM (30 Mei 2017)
COR : CTR < 60%
PULMO : Corakan bronkovaskuler norma
Tampak infiltrat pada parahiler dan basal
Tak tampak penebalan hilus
Sinus kostofrenikus kanan-kiri lancip C
Diafragma normal
Tampak udara pada gaster dan lumen usus normal
Hepar dan lien tampak normal

KESAN : COR : NORMAL


PULMO : OBSERVASI PNEUMONIA EC ASPIRASI?
TAK TAMPAK FRAKTUR PADA TULANG EKSTREMITAS
DIAGNOSIS

NCB (BMK)
ERBS PARALYSIS
PNEUMONIA NEONATAL
C
PENATALAKSANAAN

Puasakan Bayi 6 jam (Observasi)


Kebutuhan cairan 276 cc/hari
Coba minum ASI 5-10 / 2 jam
Cefotaxime 230 mg @ 12 jam (Hari I)
Imobilisasi lengan kiri C

Rencana fisioterapi usia 7 hari


FOLLOW UP
31/05/2017
Thoraks : simetris
S : KU bayi lemah
Cor : S1S2 tunggal reguler murmur (-).
Gerak aktif
Pulmo : bves +/+, ronkhi +/+, wheezing -/-
Tangis kuat
Reflek hisap baik
Abdomen : Distensi (-), Bising Usus (+) normal
Minum ASI (+)
BAB (+), BAK (+)
Ekstremitas : Hangat + / + Tenaga 5555 / 1111
Lengan kiri masih tampak lunglai
+/+ 5555 / 55555
O : HR : 146 x/mnt
Tonus ++ / ++ Tropik - / -
RR : 47 x/mnt
++ / ++ -/-
Tax : 36,70C
SaO2 : 95%
A : NCB (BMK)
ERBS PARALYSIS
STATUS GENERALIS
PNEUMONIA NEONATAL
Kepala : Normocephali, UUB datar
P : Kebutuhan cairan 322 cc/hari
Mata : Anemis (-), sclera ikterus (-), Minum ASI 15-20 / 2 jam
Reflek pupil +/+ isokor Cefotaxime 230 mg @ 12 jam (Hari II)
THT : Nafas cuping hidung (-) Imobilisasi lengan kiri
Rencana fisioterapi usia 7 hari
FOLLOW UP
01/06/2017

Thoraks : simetris
S : KU bayi lemah
Cor : S1S2 tunggal reguler murmur (-).
Gerak aktif
Pulmo : bves +/+, ronkhi +/+, wheezing -/-
Tangis kuat
Reflek hisap baik
Abdomen : Distensi (-), Bising Usus (+) normal
Minum ASI (+)
BAB (+), BAK (+)
Ekstremitas : Hangat + / + Tenaga 5555 / 1111
Lengan kiri masih tampak lunglai
+/+ 5555 / 55555
O : HR : 150 x/mnt
Tonus ++ / ++ Tropik - / -
RR : 48 x/mnt
++ / ++ -/-
Tax : 36,50C
A : NCB (BMK)
SaO2 : 95%
ERBS PARALYSIS
PNEUMONIA NEONATAL
STATUS GENERALIS
Kepala : Normocephali, UUB datar P : Kebutuhan cairan 368 cc/hari
Minum ASI 25-30 / 2 jam
Mata : Anemis (-), sclera ikterus (-), Cefotaxime 230 mg @ 12 jam (Hari III)
Reflek pupil +/+ isokor Imobilisasi lengan kiri
THT : Nafas cuping hidung (-) Rencana fisioterapi usia 7 hari
APS
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi Plexus Brachialis
Plexus brachialis adalah anyaman (Latin: plexus)
serat saraf yang berjalan dari tulang belakang C5-
T1, kemudian melewati bagian leher dan ketiak,
dan akhirnya ke seluruh lengan (atas dan bawah).

Serabut saraf yang ada akan didistribusikan ke


berberapa bagian lengan. Ramus anterior saraf
spinal C5 sampai T1 bergabung membentuk pleksus
brakialis.

C5 dan C6 berbgabung membentuk trunk superior,


C7 membentuk trunk medial, dan C8 dan T1
bergabung membentuk trunk inferior.
ANATOMI PLEXUS BRACHIALIS
EPIDEMIOLOGI
Menurut WHO prevalensi terjadinya brachial plexus paralysis sekitar
1-2% dengan jumlah yang lebih banyak berada pada negara
berkembang. Angka insiden Erbs palsy yang melibatkan saraf C5 dan
C6 mencapai 40% sampai 50% dari semua kasus brachial plexus
paralysis, sedangkan yang melibatkan saraf C5, C6, dan C7 mencapai
C
20% sampai 25% kasus brachial plexus paralysis.
ETIOLOGI
Faktor saat
Faktor Maternal Faktor Janin
kelahiran

Diabetes Distorsia
Makrosomia
Gestational bahu

Peningkatan berat Alat bantu


Presentasi bokong
badan berlebihan kelahiran seperti
atau kaki
selama hamil forsep dan vakum

Kala dua memanjang atau


kala dua terlalu singkat
PATOLOGI

Cedera pada selubung


Peregangan serabut Tingkat gangguan
saraf, pembengkakan Impuls saraf impuls saraf tergantung
saraf pada plexus saraf dan pendarahan
pada kuat ringannya
brachialis disekelilingnya sampai terganggu
suatu regangan.
dengan rusaknya akson
JENIS CEDERA
BRACHIAL PLEXUS PARALYSIS
Avulsi : Robeknya saraf dari spinal Ruptur : Peregangan yang
cord. Cidera saraf yang paling serius.
berlebihan sehingga saraf
Avulsi dapat diperbaiki dengan cara
menyambungkan kembali saraf yang tersebut robek. Tidak bisa
robek dengan donor dari saraf lain. sembuh dengan sendirinya.

JENIS
Neuroma : Cidera peregangan yang
menyebabkan beberapa saraf rusak Neurapraksia : Cidera peregangan
dan menimbulkan jaringan parut yang tidak menyebabkan
yang dapat menekan saraf lain yang robeknya saraf. Dapat sembuh
masih sehat. Dapat menghilang dengan sendirinya biasanya
dengan sendirinya. dalam waktu 3 bulan.
Brachial
Plexus Palsy

Erbs Paralysis

Klumpke Paralysis
ERBS PARALYSIS
Erbs paralysis adalah kelumpuhan pada
lengan yang disebabkan oleh adanya
cedera pada kelompok saraf lengan atas,
khususnya C5-C6 yang merupakan
bagian dari plexus brachialis.

Cidera ini menyebabkan kelemahan dan


kelumpuhan pada otot deltoid, otot
biceps brachii, otot brachialis dan otot
brakhioradialis.
ERBS PARALYSIS
Gejala Klinis
Lengan lemas

Bahu mengalami internal rotasi

Ekstensi siku secara penuh

Lengan bawah mengalami pronasi

Jari-jari dan pergelangan tangan mengalami fleksi.

Posisi sperti ini sering disebut porter/ waiter tip.


ERBS PARALYSIS

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan radiologi dilakukan untuk


menentukan lokasi dan eksistensi cidera saraf
seperti avulsi atau ruptur ekstraforaminal.

Rontgen, Myelografi, CT myelografi dan MRI.


TATALAKSANA
ERBS PARALYSIS
Beberapa cedera pleksus brakialis menyembuhkan
sendiri. Anak-anak dapat puih atau sembuh dengan 3
sampai 4 bulan.

Tujuan untuk mempercepat penyembuhan serabut


saraf dan mencegah komplikasi seperti kontraksi otot.

Imobilisasi selama 1 2 minggu yang kemudian diikuti


program fisioterapi, dalam beberapa kasus,
pembedahan.

Lengan yang sakit difiksasi dalam posisi abduksi 90


disertai eksorotasi pada sendi bahu, fleksi 90.
TATALAKSANA
ERBS PARALYSIS

Latihan fisik dilakukan pada kasus brachial


plexus paralysis yang tidak disertai fraktur.
Tatalaksana brachial plexus paralysis dibagi
Latihan fisik digunakan untuk menjaga range
menjadi 2 yaitu, tindakan bedah dan non
of movement dari sendi. Gerakan yang
bedah. Tindakan non bedah dapat berupa
dilakukan dalam latihan fisik berupa gerakan-
latihan fisik atau fisioterapi. Sedangkan untuk
gerakan pasif terutama pada sendi
tindakan bedah bisa berupa microsurgery,
glenohumeral terhadap scapulothoracic agar
osteotomi, transfer tendon, capsulorraphy,
tidak terjadi deformitas dan kaku. Selain
dan transfer otot.
latihan motorik, perlu dilakukan stimulasi
taktil untuk melatih sensorik anggota gerak.
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
TEORI KASUS
Erbs paralysis adalah kelumpuhan pada Pada kasus bayi didiagnosis erbs paralysis
lengan yang disebabkan oleh adanya cedera sesuai dengan gejala klinis. Pasien datang
pada kelompok saraf lengan atas, dengan keluhan lemah pada lengan kiri.
khususnya C5-C6 yang merupakan bagian
dari plexus brachialis.
STATUS GENERALIS
Cidera ini menyebabkan kelemahan dan
kelumpuhan pada otot deltoid, otot biceps
Ekstremitas :
brachii, otot brachialis dan otot Hangat + / + Tenaga 5555 / 1111
brakhioradialis. +/+ 5555 / 55555
Gejala Klinis : lengan lemas, bahu
mengalami internal rotasi, ekstensi siku Tonus ++ / ++ Tropik - / -
secara penuh, lengan bawah mengalami ++ / ++ -/-
pronasi, jari-jari dan pergelangan tangan
mengalami fleksi.
PEMBAHASAN
TEORI KASUS
ETIOLOGI : Pada kasus, faktor yang ada pada pasien
Faktor Maternal meliputi :
Diabetes Gestational Faktor maternal : ibu pasien merupakan
Peningkatan berat badan berlebihan orang dengan obesitas.
selama hamil Faktor saat kelahiran : alat bantu kelahiran
Faktor saat kelahiran berupa vakum ekstraktor.
Distorsia bahu Faktor janin : bayi makrosomia dimana
Alat bantu kelahiran seperti forsep dan berat lahir bayi adalah 4600 gram.
vakum
Kala dua memanjang atau kala dua terlalu
singkat
Faktor Janin
Makrosomia
Presentasi bokong atau kaki
PEMBAHASAN
TEORI KASUS
Pemeriksaan Penunjang BABY GRAM (30 Mei 2017)
Pemeriksaan radiologi dilakukan untuk COR : CTR < 60%
menentukan lokasi dan eksistensi cidera PULMO : Corakan bronkovaskuler norma
saraf seperti avulsi atau ruptur Tampak infiltrat pada parahiler dan
ekstraforaminal. basal
Rontgen, Myelografi, CT myelografi dan Tak tampak penebalan hilus
MRI. Sinus kostofrenikus kanan-kiri lancip
Diafragma normal
Tampak udara pada gaster dan lumen usus
normal
Hepar dan lien tampak normal
KESAN : COR : NORMAL
PULMO : OBSERVASI PNEUMONIA
TAK TAMPAK FRAKTUR
PEMBAHASAN
TEORI KASUS
Beberapa kasus cidera pleksus brakialis dapat TERAPI :
menyembuhkan sendiri. Anak-anak dapat puih Puasakan Bayi 6 jam (Observasi)
atau sembuh dengan 3 sampai 4 bulan. Kebutuhan cairan 276 cc/hari
Imobilisasi selama 1 2 minggu yang kemudian
Coba minum ASI 5-10 / 2 jam
diikuti program fisioterapi, dalam beberapa kasus,
Cefotaxime 230 mg @ 12 jam (Hari I)
pembedahan.
Fisioterapi digunakan untuk menjaga range of Imobilisasi lengan kiri
movement dari sendi. Gerakan yang dilakukan Rencana fisioterapi usia 7 hari
dalam latihan fisik berupa gerakan-gerakan pasif.
Selain latihan motorik, perlu dilakukan stimulasi
taktil untuk melatih sensorik anggota gerak.
Tindakan bedah bisa berupa microsurgery,
osteotomi, transfer tendon, capsulorraphy, dan
transfer otot.
TERIMA KASIH