Anda di halaman 1dari 10

HUBUNGAN ISPA PADA BALITA

DENGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN


FAKTOR FAKTOR LAIN
DI KABUPATEN LANNY JAYA TAHUN 2016

Oleh :
Ansarti Dalien Yigibalom
Nim : 102013230
LATAR BELAKANG
ISPA merupakan salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh
lingkungan. Menurut Sharma et al(1998) dalam Triska Susilo
dan Lilis Sulistyorini (2005) bahwa host, lingkungan dan
sosiokultur merupakan variabel yang dapat mempengaruhi
insiden dan keparahan penyakit infeksi saluran pernafasan akut.
Sosiokultur adalah lingkungan sosial masyarakat yang
berpengaruh pada tingkat pengetahuan, sikap dan praktek
masyarakat dalam bidang kesehatan.
ADA BEBERAPA FAKTOR YANG MENGAKIBATKAN
MENINGKATNYA JUMLAH PENDERITA ISPA KHUSUSNYA
BALITA DI KABUPATEN LANNY JAYA YAITU :

- Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal (Rumah)


- Perilaku Merokok Dari Orang Tua (Ayah) Dan Sebagainya.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah penelitian adalah
sebagai berikut: Bagaimana peningkatan jumlah penderita ISPA pada
Balita di Kabupaten Lanny Jaya
Bagaimana pengaruh pola hidup masyarakat asli yang masih tinggal di
rumah adat (Honai), lingkungan tempat tinggal terhadap Perkembangan
Balita yang menyebabkan jumlah Balita penderita ISPA semakin tinggi ?
Apakah ada pengaruh perilaku lain dari orang tua yang juga menjadi
penyebab Balita mengidap ISPA ?
HIPOTESIS
Ada Hubungan Antara Kualitas Fisik Lingkungan Rumah (Jenis
Lantai,jenis Dinding,jenis Atap,ventilasi,kepadatan
Hunian,suhu,kelembaban,dan Pencahayaan ) Dengan Kejadian
ISPA Pada Balita Di Kabupaten Lanny Jaya Tahun 2016

Ada Hubungan Antara Karakteristik Keluarga (Perilaku


Merokok,bahan Bakar Memasak,tingkat Sosial Ekonomi Keluarga
Balita,pendidikan Ibu ) Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di
Kabupaten Lanny Jaya Tahun 2016.

Ada Hubungan Karakteristik Responden (Status Imunisasi Dan


Status Gizi) Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Kabupaten Lanny
Jaya Tahun 2016.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum :
Untuk Mengetahui Adanya Pengetahuan Masyarakat Tentang Pola
Hidup,lingkungan Tempat Tinggal Dan Perilaku Masyarakat Yang
Mengakibatkan Meningkatnya Jumlah Balita Penderita ISPA.

Tujuan Khusus :
Mengetahui Gambaran ISPA Pada Balita Di Kabupaten Lanny Jaya
Tahun 2016.
Mengetahui Gambaran Kondisi Fisik Rumah Balita Di Kabupaten
Lanny Jaya Tahun 2016,terkait Jenis Lantai,jenis Dinding,jenis
Atap,ventilasi,kepadatan Hunian,suhu,kelembaban,dan
Pencahayaan.
Mengetahui Gambaran Karakteristik Keluarga Balita Di Kabupaten
Lanny Jaya Tahun 2016 Terkait Perilaku Merokok,bahan Bakar
Memasak,tingkat Sosial Ekonomi Keluarga Balita,dan Pendidikan
Ibu.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian ISPA :
ISPA Adalah Radang Akut Saluran Pernapasan
Atas Maupun Bawah Yang Disebabkan Oleh
Infeksi Bakteri, Virus,maupun Jamur Tanpa Atau
Disertai Radang Parenkim Paru (Hood Alsagaff,
2006:110)

ETIOLOGI ISPA
o Virus
o Bakteri
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISPA :

Faktor Intrinsik Faktor Ekstrinsik


o Status Gizi Balita o Status Ekonomi
o Pendidikan
o Imunisasi Balita
o Pengetahuan
o Riwayat BBLR
o Pemberian ASI eksklusif
o Umur Balita
o Keberadaan Anggota Keluarga yang
Menderita ISPA
o Perilaku Merokok
o Penggunaan obat nyamuk/ Bahan bakar
memasak
KLASIFIKASI ISPA :
Kelompok umur < 2 bulan Kelompok Umur 2 Bulan - < 5
diklasifikasikan atas: tahun, diklasifikasikan atas:

1) Pneumonia berat 1) Pneumonia sangat berat

2) Bukan pneumonia 2) Pneumonia berat


3) Pneumonia
4) Bukan pneumonia persisten
KONDISI FISIK RUMAH
Pengertian Rumah
Dalam undang-undang nomer 1 tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman
disebutkan bahwa rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai
tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat
dan martabat penghuninya serta asset bagi pemiliknya. Rumah adalah tempat
untuk tumbuh dan berkembang biak secara jasmani, rohani dan sosial (Juli
Soemirat, 2000:143). Pemukiman dirumuskan dirumuskan sebagai tempat tinggal
yang permanen, berfungsi sebagai tempat bermukim, beristirahat, berekreasi
(bersantai), dan sebagai tempat berlindung dari pengaruh lingkungan yang
memenuhi persyaratan fisiologi, psikologi dan bebas dari penularan penyakit
(Mukono, 2000:155).
PENGARUH KONDISI FISIK RUMAH
TERHADAP KESEHATAN
1) Jenis Lantai
2) Jenis Dinding
3) Jenis Atap
4) Ventilasi
5) Kepadatan Hunian
6) Suhu
7) Kelembaban
8) Pencahayaan