Anda di halaman 1dari 11

PRESENTASI KASUS

PNEUMOTHORAKS

Disusun oleh:
NADHIA PUTRI A
ANATOMI PLEURA Pleura merupakan membran serosa yan
meliputi parenkim paru, mediastinum dan
diafragma.
Terdiri dari 2 lapisan :
1. pleura parietalis : pleura yang berada
disebelah dindin toraks. Diinervasi oleh saraf
simpatis dan parasimpatis sehingga sensitif
terhadap rasa nyeri. Vaskularisasi berasal
dari sistemik
2. pleura viseralis : pelura yan berada
disamping parenkim paru. Diinervasi oelh
saraf otonom dan vaskularisasi berasal dari
sirkulasi pulmoner
Gambar 1. Struktur Pleura Diantara 2 lapisan tersebut terdapat cavum
pleura. Yang normalnya, berisi cairan pleura
ANATOMI PLEURA
Cairan pleura mengandung 1.500-
4.500 sel/mL, yang terdiri dari
makrofag (75%), limfosit (3%), sel
darah merah , mesotel bebas, dan
protein.
Fungsi pleura sebagai lubrikanns untuk
mengurani gesekan saat paru-paru
mengembang dan meneruskan tekanan
negatif thoraks ke dalam paru sehinga
poru-paru dapat mengembang.

Gambar 1. Struktur Pleura


PNEUMOTHORAKS
Pneumothoraks merupakan suatu keadaan dimana terjadinya akumulasi udara/gas didalam
cavum pleura.

Klasifikasi

1. Pneumothoraks Spontan : Primer dan Sekunder


2. Pneumothoraks traumatik
3. Tension Pneumothoraks
Pneumothoraks Spontan
Pneumothoraks yang terjadi secara tiba-tiba
1. Primer : pneumotoraks yang terjadi tanpa
riwayat penyakit paru sebelumnya ataupun
trauma. Biasanya terjadi pada perokok
akibat ruptur bleb (suatu kantung berisi
udara yang terdapat pada subpleura).
Sehingga udara dapat bocor ke rongga
pleura dan terjadi pneumothoraks.
2. Sekunder : pneumothoraks yang didasari
oleh penyakit paru seperti PPOK, Tb, Infeksi
paru.
Pneumothoraks Trauma
Pneumothoraks yang terjadi akibat trauma. Hal
ini bisa disebabkan oleh luka dada akibat luka
tembak atau luka pisau. Mungkin juga
disebabkan oleh kecelakaan.

Tension Pneumothorax
Medical emergency dimana akumulasi udara
dalam rongga pleura akan bertambah setiap
kali bernapas. udara dapat masuk ke rongga
pleura tetapi tidak dapat keluar.
MANIFESTASI KLIINIS
1. Sesak nafas mendadak
2. Nyeri dada
3. Disertai dengan penyakit paru
4. Adanya jejas atau trauma

Tension pneumothorax : disertai dengan tanda hipotensi, hipoxia, distensi vena


jugularis dan takikardi
DIAGNOSIS
Terdapat takipnea
Pemeriksaan fisik paru :
- Inspeksi : pergerakan nafas tertinggal, sela iga melebar
- Palpasi : fremitus melemah, kadang terdapat deviasi trakea ke arah yang sehat
- Perkusi : hipersonor
- Auskultasi : suara nafas melemah/ tidak terdengar
3. Pemeriksaan Penunjang
Rontgen Toraks
-Tampak adanya hiperlusen
-Tidak tampak jaringan paru pada bagian
Hiperlusen (avaskular)
-Pleural line

-Pemeriksaan penunjang lainnya : CT-Scan


TATALAKSANA
1. Simptomatik dan keadaan masih stabil : simple aspiration
2. Jika sudah mengganggu hemodinamik : tube thoracostomi
3. Pemasangan wsd
- Diagnostik : menentukan perdarahan dari pembuluh darah besar atau kecil,
sehingga dapat ditentukan perlu operasi torakotomi atau tidak, sebelum
penderita jatuh dalam shok.
- Terapi : Mengeluarkan darah,cairan atau udara yang terkumpul di rongga
pleura
TERIMA
KASIH