Anda di halaman 1dari 31

PROSES PERUBAHAN

KESEIMBANGAN CAIRAN,
ELEKTROLIT DAN ASAM BASA
Pengantar...
Volume CIS ditentukan oleh tekanan osmotik ekstrasel melalui
membran sel yg bebas dilalui air
Tekanan osmotik - air keluar dari sel (sel mengkerut)
Tekanan osmotik - air masuk ke dalam sel
Tekanan osmotik dipengaruhi oleh ion Na dan K
Transport K+ ke dalam sel dan Na+ keluar sel terjadi secara
aktif (perlu energi)
Volume cairan intravaskuler (plasma) dipertahankan oleh
keseimbangan antara filtrasi dan tekanan onkotik pada sistem
kapiler
Tekanan onkotik ditentukan oleh albumin.
Misalnya pada sindroma nefrotik, protein tek onkotik
intravaskuler vol cairan interstitial , akibatnya terjadi udem
jaringan
PROSES EDEMA
Definisi

Udem atau Edema yaitu pembengkakan yg terjadi akibat


penumpukan cairan yg berlebihan dlm ruang jaringan
(interstisial) & kavum serosa

Edema adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam


jaringan tubuh
Cont
Pada umumnya edema berarti pengumpulan cairan berlebihan
pada sela-sela jaringan atau rongga tubuh. Secara garis besar
cairan edema ini dapat dikelompokkan menjadi edema
peradangan atau eksudat dan edema non radang atau
transudat. Sesuai dengan namanya eksudat timbul selama proses
peradangan dan mempunyai berat jenis besar (> 1,20). Cairan ini
mengandung protein kadar tinggi sedangkan transudat
mempunyai berat jenis rendah (<1,15) dan mengandung sedikit
protein.
Edema dapat bersifat setempat atau umum. Edema yang
Bersifat Umum Dinamakan Anasarka , yang menimbulkan
pembengkakaan berat jaringan bawah kulit. Edema yang terjadi
pada rongga serosa tubuh diberi nama sesuai dengan tempat
yang bersangkutan.
pe permeabilitas
kapiler (mis.
Pelepasan zat2 kimia
inflamatorik)
Pe tekanan osmotik
akibat
hipoproteinemia (mis.
gagal hepar) Obstruksi sistem
limfatikus (mis.
Etiologi Kelainan malignitas)

pe tekanan
hidrostatik vena (mis.
Gagal jantung)
Proses Odem
Edema bisa disebabkan krn kelebihan cairan tubuh. Kelebihan cairan
Tubuh hampir selalu disebabkan o/ pe jumlah natrium dlm serum.
Kelebihan cairan terjadi akibat overload cairan/adanya ggn mekanisme
homeostatis pd proses regulasi keseimbangan cairan
Pe natrium krn sifat natrium yg dpt mengikat/menarik Air , shg bisa
menyebabkan terjadi perpindahan cairan/air
Edema radang disebabkan o/ pe permeabilitas kapiler. Dpt juga terjadi
akibat ggn pertukaran natrium/keseimbangan elektrolit
Edema dapat timbul akibat tekanan koloid osmotik plasma yg me atau
tekanan hidrostatik kapiler yang me.
Tekanan osmotik plasma adlh tekanan yg mempertahankan cairan di
dlm pembuluh darah dgn cara menarik cairan dari ruang intersrtitial
Tekanan hidrostatik adlh tekanan yg mendorong cairan dari plasma ke
ruang interstitial
KLASIFIKASI BERDASARKAN ETIOLOGI

Edema Bilateral Edema Unilateral

Gagal jantung kongesif Obstruksi limfatik


Gagal hati Obstruksi vena
Gagal ginjal Selulitis
Sindrom nefrotik Rupturnya kista Baker
Malnutrisi Imobilitas lokal, mis.
Imobilitas hemiparesis
Obat-obatan (OAINS,
bloker kanal kalsium)
Klasifikasi lain Edema

berdasarkan tempat terakumulasinya cairan dibagi menjadi 2, yaitu :


1. Edema Intraselular (Nonpitting Edema)
Keadaan yg memungkinkan terjadinya edema adalah proses metabolik
jaring & tidak adanya nutrisi sel yg adekuat
Kegagalan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sel akibat aliran darah
berkurang akan mengakibatkan gangguan kerja pompa ion, kelebihan
elektrolit dlm sel akan meningkatkan tekanan osmotik di dlm sel
sehingga menyebabkan terjadinya pergerakan cairan dari luar ke dlm sel
2. Edema Eksrtaselular (Pitting Edema)
Pada dasarnya ada 2 jenis penyebab edema yg paling sering dijumpai
yaitu kebocoran abnormal cairan dari plasma ke ruang interstisial dan
melintasi kapiler & kegagalan limfatik untuk mengembalikan cairan dari
interstisial ke dalam darah
Berdasarkan proses patofisiologi, edema dibagi
berdasarkan penyebabnya

Penurunan konsentrasi protein plasma, sbg contoh pd pasien


gagal ginjal, penyakit hati, luka bakar, & malnutrisi
Peningkatan Permeabilitas Dinding Kapiler , sbg contoh
kerusakan jaringan, & rx alergi
Peningkatan tekanan vena (venus pressure), Sbg contoh gagal
jantung kongestif, & kehamilan
Penyumbatan saluran Limfe , sebagai contoh filariasi
Kompensasi Tubuh

Tiga cara tubuh mengkompensasi edema :


Komplians interstisial yg rendah ketika tekanan cairan
interstisial berada dlm batas tekanan negatif
Kemampuan aliran Limfe untuk meningkat 10-50 kali lipat
Penurunan konsentrasi protein cairan interstisial yg akan
menurunkan tekanan osmotik
HIPER DAN HIPO
ELEKTROLIT
HIPERELEKTROLIT

Kondisi dimana terjadi kelebihan elektrolit didalam tubuh


Kondisi ini bisa disebabkan karena asupan/intake yg berlebih,
gangguan metabolisme elektrolit di dalam tubuh.
Kelebihan elektrolit bisa berupa :
1. Hipernatremia
2. Hiperkalemia
3. Hiperkalsemia
4. Hipermagnesia
5. Hiperkloremia
6. Hiperfosfatemia
Hipernatremia

Keadaan kelebihan Na dlm CES yg menyebabkan tekanan


osmotik ekstrasel meningkat. Sehingga menyebabkan cairan
intrasel bergerak keluar

Tanda & gejala : kulit & mukosa bibir kering, turgor kulit buruk,
permukaan kulit membengkak, oligouria/anuria, konvusi, suhu
tubuh tinggi, & lidah kering serta kemerahan.

Hipernatremia disebabkan oleh asupan Na yg berlebihan,


kerusakan sensasi haus, diare, disfagia, poliuria krn diabetes
insipidus, & kehilangan cairan berlebihan dr paru-paru
Hiperkalemia
Keadaan kelebihan kadar kalium dlm CES. Pd pemeriksaan EKG
terdpt gelombang T memuncak, QRS melebar, & PR memanjang

Tanda & Gejala : rasa cemas, iritabilitas, hipotensi, parastesia,


mual, hiperaktivitas sistem pencernaan, kelemahan & aritmia. Hi
Perkalemia berbahaya krn dpt menghambat tramsmisi impuls
jantung & menyebabkan serangan jantung.

Hiperkalemia dpt terjadi pd pasien luka bakar, penyakit ginjal, &


asidosis metabolik. Jika terjadi hiperkalemia, salah 1 upaya yg dpt
dilakukan u/ menormalkan kadar kalium adalah dgn pemberian
insulin, krn insulin dpt mendorong kalium masuk ke dlm sel

Pada asidosis metabolik terjadi perpindahan K+ dari intraseluler ke


ekstraselular (serum) sebagai ganti dari ion Na yang hilang
bersama tinja.
Hiperkalsemia
Kondisi kelebihan kadar kalsium pd CES
Hiperkalsemia ditandai dgn penurunan kemampuan otot,
mual, muntah, anoreksia, kelemahan & letargi, nyeri pd
tulang, & serangan jantung. Kondisi ini dpt terjadi pd pasien yg
mengalami pengangkatan kelenjar gondok & mengkonsumsi
Vit. D secara berlebihan

Hipermagnesia
Kondisi kelebihan kadar magnesium dlm darah
Hipermagnesia ditandai dgn depresi saluran pernapasan,
aritmia jantung, & depresi refleks tendon profunda
Hiperkloremia
Kondisi kelebihan ion klorida dlm serum
Sering dikaitkan dgn hipernatremia, terutama pd kasus
dehidrasi & masalah ginjal
Hipokloremia menyebabkan pemurunan bikarbonat
sehingga menyebabkan ketidakseimbangan asam basa. Jika
berlangsung lama dpt menyebabkan kelemahan, letargi, &
pernapasan kussmaul

Hiperfosfatemia
Kondisi peningkatan kadar ion fosfat di dlm serum
Ditandai dgn peningkatan eksistabiitas SSP, spasme otot,
konvulsi & tetani, peningkatan gerakan usus, gangguan
kardiovaskuler, & osteoporosis. Kondisi ini dpt terjadi pd kasus
gagal ginjal atau pd saat kadar parathormon menurun
HIPOELEKTROLIT

Hipoelektrolit yaitu kondisi dimana terjadi kekurangan


elektrolit dalam tubuh
Kekurangan elektrolit dlm tubuh bisa berupa :
1. Hiponatremia
2. Hipokalemia
3. Hipokalsemia
4. Hipomagnesia
5. Hipokloremia
6. Hipofosfatemia
Hiponatremia

Keadaan kekurangan Na dlm CES yg menyebabkan


perubahan tekanan osmotik. Penurunan Na menyebabkan
cairan berpindah dr ruang ekstrasel ke cairan intrasel
sehingga sel menjadi bengkak
Tanda & gejala : rasa haus berlebihan, Nadi cepat, hipotensi
postural, konvulsi, membran mukosa kering, cemas, postural
dizziness, mual,muntah, & diare.
Hiponatremia umumnya disebabkan oleh lehilangan cairan
tubuh scr berlebihan mis. ketika terjadi diare atau muntah
terus-menerus dlm jangka waktu yg lama
Hipokalemia

Keadaan kekurangan kadar kalium dlm CES yg


menyebabkan kalium berpindah keluar sel. Pd pemeriksaan
EKG terdpt gelombang T datar & depresi segmen ST.
Hampir semua K+ berada di intraselular maka hipokalemia
bisa disebabkan karena perpindahan kalium yaitu dari
serum ke semisalnya pada alkalosis akut, sehingga kadar
kalium dlm serum akan menurun
Hipokalemia ditandai dgn kelemahan, keletihan, &
penurunan kemampuan otot. Selain itu ini jg ditandai dgn
distensi usus, penurunan bising usus, denyut jantung (aritmia)
tdk beraturan, penurunan TD, tdk nafsu makan & muntah-
muntah
Hipokalsemia
Kondisi kekurangan kadar kalsium dlm CES. Pd kondisi ini terjadi
pemanjangan interval Q-T pd pemeriksaan EKG
Hipokalsemia ditandai dgn terjadinya kram otot & kram perut,
kejang (spasme) & tetani, peningkatan mortilitas gastointestinal,
gangguan kardiovaskuler, & osteoporosis

Hipomagnesia
Kondisi kekurangan kadar magnesium dlm darah
Hipomagnesia ditandai dgn iritabilitas, tremor, hipertensi,
disorientasi, konvulsi, halusinasi, kejang, kram pd kaki & tangan,
refleks tendon profunda yg hiperaktif, serta takikardia.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh konsumsi alkohol yg
berlebihan, malnutrisi, gagal hati, absorpsi usus yg buruk, & DM
Hipokloremia
Kondisi kekuragan ion klorida dlm serum
Ditandai dgn gejala yg menyerupai alkalosis metabolik, yaitu
kelemahan, apatis, gangguan mental, pusing, &n kram.
Kondisi ini dpt terjadi krn tubuh kehilangan sekresi
gastrointestinal scr berlebihan, mis, karena muntah, diare,
diuresis, at/ pengisapan nasogastrik

Hipofosfatemia
Kondisi penurunan kadar ion fosfat di dlm serum
Hipofosfatemia antara lain ditandai dgn anoreksia, parastesia,
kelemahan otot, & pusing.
Kondisi ini dpt terjadi karena pengonsumsian alkohol scr
berlebihan, malnutrisi, hipertiroidisme, & ketoasidosis diabetes
ASIDOSIS & ALKALOSIS
Pengantar..

pH darah adalah resultan 2 komponen : komponen metabolik


dan komponen respiratorik.
pH normal: 7.35 7.45
BE (base akses) merupakan komponen metabolik yaitu
jumlah basa yg perlu dikoreksi. Normal = 2.3 mEq/ L
BE (+) : kelebihan basa
BE () : kekurangan basa/kelebihan asam
pCO2= merupakan komponen respiratorik status asam basa.
Normal = 35 45 mmH
KLASIFIKASI GANGGUAN ASAM BASA

Asidosis metabolik
Asidosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Asidosis respiratorik
ASIDOSIS METABOLIK
Asidosis metabolik ggg keseimbangan asam basa yg ditandai
dgn pH yg bkn disebabkan oleh kelebihan CO2 Dlm cairan
tubuh. Kondisi ini ditandai dgn HCO3- plasma, sedangkn kadar
CO2 normal.
Sebab: Produksi ion H+ berlebihan, Meningkatkan metabolisme
(demam, distress pernapasan, kejang, dll), Meningkatkan asam
organik (dehidrasi, hipoxia, hipoperfusi), Ketosis (DM, kelaparan),
Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase
ileostomi, Pemberian asam (HCl, asam amino), Kegagalan ginjal
untuk mengeluarkan asam yg berlebihan
Kompensasi; pernapasan kusmaul; kelelahan (malaise);
disorientasi.
Kompensasi : ginjal menahan bikarbonat & mengeluarkan
hidrogen; paru meningkatkan pengeluaran CO2 dgn bernapas
cepat & dlm
ASIDOSIS RESPIRATOTIK

Asidosis respiratorik ggg keseimbangan asam basa yg


ditandai dgn pH akibat retensi CO2. Krn jumlah karbon
dioksida (CO2) yg keluar melalui paru berkurang sehingga
terjadi peningkatan H2CO3 yang menyebabkan peningkatan
Hidrogen (H+) sehingga pH menurun
Gejala klinis : ggg pernaapasan (hipoventilasi); ggg kesadaran
& disorientasi; pH plasma < 7,35; PCO2 tinggi (>45 mmHg).
Kompensasi : ginjal akan meningkatkan pengeluaran
hidrogen & mempertahankan bikarbonat
ALKALOSIS METABOLIK

Alkalosis metabolik kadar penurunan jumlah ion hidrogen dlm


plasma yg disebabkan oleh defisiensi relatif asam-asam non-karbonat.
Pd kondisi ini, pe HCO3- tdk diimbangi dgn peningkatan CO2.
Alkalosis metabolik, terjadi penurunan kadar ion H dalam plasma
karena defisiensi asam non-karbonat. Akibatnya konsentrasi
bikarbonat meningkat. Hal ini terjadi karena kehilangan ion H
karena muntah- muntah dan minum obat-obat alkalis. Hilangnya ion
H akan menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk menetralisir
bikarbonat, sehingga kadar bikarbonat plasma meningka
Gejala klinis : nilai bikarbonat plasma >26 mEq/L & pH >7,45; apatis;
ggg mental (letargi, bingung, & gelisah); lemah; kram; pusing.
Kompensasi : ginjal menahan ion hidrogen & mengekskresikan lbh
banyak HCO3- ; napas menjadi lambat & dangkal
ALKALOSIS RESPIRATORIK

Alkalosis respiratorik ggg keseimbangan asam basa yg ditandai dgn


pH karena pengeluaran CO2 berlebih akibat hiperventilasi. Peningkatan
jumlah udara yg masuk ke paru-paru akan menyebabkan pengeluaran
juga meningkat, pengeluaran yg berlebihan inilah yg menyebabkan
penurunan kadar CO2
Gejala klinis : pH plasma >7,35; baal & kesemutan pd ujung jari tangan &
kaki; kemampuan konsentrasi terganggu.
Kompensasi : Ginjal akan meningkatkan ekskresi/pengeluaran bikarbonat
& menahan hidrogen.
Gangguan Keseimbangan Asam Basa..

Gangguan Asam Basa pH PCO2 HCO3-

Asidosis Respiratorik /N
Asidosis Metabolik /N
Alkalosis Respiratorik /N
Alkalosis Metabolik /N

Rumus : Nilai Normal AGD Arteri


:
pH = HCO3- pH : 7,35 7,45
PCO2 : 35 45
PCO2 PO2 : 80 100
HCO3 : 22 26
Ket :
Tot. CO2: 23 27
Murni Jika Salah Satu Normal Antara HCO3- Atau PCO2 O2 % : 95 100 %
Terkompensasi Sebagian Jika Semua Mengalami masalah BE : 2,3
Terkompensasi sempurnah jika pH Normal
Jika pH Normal, maka Nilai BE yg digunakan untuk menentukan asidosis
atau alkalosis
Setiap perubahan akan terjadi.. Baik fisik maupun
psikis.. Setiap org akan berubah..
Entah ke arah yg baik atau tidak..Tergantung apa yg
diadopsi org tersebut...

Jika perubahan keseimbangan cairan bisa terjadi


karena penyakit... Maka jangan jadikan Penyakit Hati
mengubahmu ke arah yg Buruk

ALWAYS BE POSITIFE THINKING...!!