Anda di halaman 1dari 29

INVAGINASI

Rahmatul Dwi Hutriawan


Rauzia Azalia

Pembimbing:
Dr. Muntadhar, Sp. B., Sp. BA.
PENDAHULUAN
DEFINISI

Invaginasi adalah keadaan masuknya


segmen usus proksimal
(intesusceptum) kerongga lumen
usus yang lebih distal (intussucipient)
yang akan menimbulkan gejala
obstruksi berlanjut strangulasi usus.
EPIDEMIOLOGI
ETIOLOGI

90-95% penyebabnya idiopatik.


5-10% terdapat kelainan anatomis
(pada usia > 2 tahun : tumor seperti
limfoma, polyp, hemangioma dan
divertikulum meckel).
Faktor lain akibat terjadinya
perubahan diet makanan dan
enteritis akut
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSIS

Penemuan klinis tergantung dari lamanya


invaginasi terjadi:
TRIAS INVAGINASI
Palpasi :
teraba sausage shape, dances sign
Perkusi :
timpani
Auskultasi :
bising usus terdengar meninggi selama
serangan kolik, normal kembali diluar
serangan.
RT :
teraba ujung invaginat, seperti pada portio
(pseudoportio) bila invaginasi sudah
mencapai recto-sigmoid. Sarung tangan
terdapat darah dan lendir.
Foto polos abdomen 3 posisi :
Tanda obstruksi dengan gambaran air fluid
level. Distribusi udara dalam usus tidak
merata.
Barium Enema, berfungsi sebagai:
a. Diagnosis : cupping sign/ coil spring
appearance
b. Terapi :
reposisi dengan tekanan tinggi, bila belum
ada tanda-tanda obstruksi, tidak ada tanda-
tanda peritonitis dan kejadian <24 jam.
Reposisi dianggap berhasil bila setelah rectal
tube ditarik dari anus barium keluar bersama
feses dan udara.
TERAPI
TINDAKAN REPOSISI USUS

Dapat dengan enema barium bila tanda-


tanda obstruksi / peritonitis (-).
Operatif, yaitu dengan laparotomi:
Tergantung penemuan intra operasi
reposisi manual dengan cara milking reseksi
usus bila perforasi dan ganggren.
Kemudian dilakukan anastomose (bila
memungkinkan), jika tidak dilakukan exteorisasi
atau ileostomi.
PROGNOSIS
Laporan kasus
IDENTITAS PASIEN

Nama : Isranul Badiri


Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 4 bulan
No. CM : 1-13-24-50
Alamat : Bireuen
Agama : Islam
Tgl Masuk : 16/06/2017
Tgl Pemeriksaan : 21/06/2017
ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien rujukan dari RS bireun dengan keluhan
nyeri perut dan BAB berlendir disertai darah.
Nyeri perut 1 hari SMRS. Ketika nyeri perut
os menjadi rewel dan kemudian tenang
kembali. Riwayat muntah (+), warna muntah
kekuningan. Selama ini pasien minum ASI dan
susu formula.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga :
Pasien anak ketiga dari tiga bersaudara, anak
pertama atau keluarga pasien tidak pernah
mengalami keluhan yang sama dengan pasien.
Riwayat Kebiasaan Sosial :
Pasien lahir secio sesaria dengan ANC teratur.
Riwayat Pengobatan :
Ketika mengalami keluhan pasien sudah berobat
di bidan desa, tetapi ibu pasien lupa nama obat.
Kemudia pasien dibawa ke RS bireun dan sudah
berobat namun tidak ada perbaikan dan dirujuk ke
RSUDZA untuk dilakukan operasi.
VITAL SIGN

GCS : E4M6V5
Kesadaran : Compos Mentis
HR : 100 x/i
RR : 26 x/i
T : 36 C
BB : 6,7 kg
Pemeriksaan Fisik Kulit : Turgor baik, anemis
(-), ikterik (-), sianosis (-)
Leher :JVP meningkat (-), Mata : CA (-/-), SI (-/-), reflex
trakea terdorong kekanan pupil (+/+), isokor 3 mm/3
(-), pembesaran KGB leher mm
(-) Kepala : Normocephali,
rambut terdistribusi
merata, sukar dicabut
THT : DBN ; Mulut : DBN
Paru :
I: Normal,
Pa: Sf ka> Sfki Jantung :
Pe: sonor I: IC tak tampak
A: Vesikular (+/ +), Rh Pa: IC teraba di ICS V
(-/-), Wh (-/-) Midclavicula
A: BJ1>BJ2, Bising(-)

Abdomen :
Ekstremitas : I: Distensi (+), darm contour
Edema : -/- -/- Sianosis : -/- -/- (+)
akral hangat: +/+ +/+ Darm stefung (+)
Pembesaran KGB: axilla -/- A: BU (+) kesan meningkat
inguinal -/- Pe: Timpani (+)
Pa: teraba massa, nyeri
tekan (+) Hepatomegali(-)
Splenomegali (-)
Pemeriksaan Penunjang
Jenis Pemriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

Hematologi
Hemoglobin 12,6 10,5-12,9 g/dl

Hematokrit 36* 53-63 %

Eritrosit 4,8 4,4-5,8 106 /mm3


Leukosit 11,3 5,0-19,5 103/mm3
Trombosit 158 150-450 103/mm3
Hitung Jenis
Eosinofil 2 0-6 %
Basofil 0 0-2 %
Netrofil Batang 1* 2-6 %
Netrofil Segmen 46* 50-70 %
Limfosit 40* 20-40 %
Monosit 11* 2-8 %
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

Kimia Klinik

Hati & Empedu

Protein Total 3,60* 6,4-8,3 g/dl

Elektrolit-Serum

Natrium (Na) 130 129-143 mmol/L

Kalium (K) 2,4** 3,6-5,8 mmol/L

Klorida (Cl) 112 93-112 mmol/L


DIAGNOSIS KERJA

Invaginasi
TATA LAKSANA

IVFD 4 : 1 670 cc/ 24 jam


KCL 15 cc/ 24 jam
Inj Ceftriaxon 335 mg/ 12 jam (POD 1-3)
Inj. Metamizole sodium 70 mg/8 jam (POD 1-3)
Drip metronidazole 50 mg/8 jam (POD 1-3)
Diet ASI ad libitum
Prognosis
Quo ad vitam : Dubia at bonam
Qua ad functionam : Dubia at bonam
Qua ad Sanationam : Dubia at bonam
Pembahasan

26
Holcomb, George W, Patrick J Murphy, Daniel J Ostlie.2014.Ascrafts Pediatric Surgery. London.Elsevier
27 Jay L, James A. ONeill Jr, Arnold G Coran. 2006.Pediatric Surgery, London.Elsevier
Grosfel,
28 Perm,puri,Michael horwath.2009.Pediatric surgery diagnosis and
management.New York:Springer
TERIMA KASIH