Anda di halaman 1dari 29

INVAGINASI

ETIOLOGI
Hipertrofi Payers patch di ileum
merangsang peristaltik usus
sebagai upaya mengeluarkan
massa tersebut invaginasi.
Adenovirus (50% kasus invaginasi)
Invaginasi idiopatik (usia 6 -36
bulan)
JENIS INTUSUSEPSI

Ileo-colica Ileo-ileal Ileo-caecal


TRIAS INVAGINASI
THE BRIGHTON COLLABORATION
INTUSSUSEPTION WORKING GROUP
GAMBAR.INVAGINASI ILEO-ILEAL
FOTO POLOS ABDOMEN
BARIUM ENEMA
USG
CT-SCAN
DIAGNOSA BANDING
Gastroenteritis,

DivertikulumMeckel

Disentriamoeba

Enterokolitis

ProlapsusrectiatauRectalprolaps
TATA LAKSANA

Pertolongan kurang dari 24 jam


dari serangan pertama
prognosis yang lebih baik
1. Reduksi dengan barium
enema
2. Reduksi dengan operasi
Sebelum dilakukan tindakan
reduksi:

a)Dipuasakan
b)Resusitasi cairan
c)Dekompressi dengan
pemasangan pipa lambung.
TATA LAKSANA (2)
1. Reduksi dengan barium enema
Berfungsi sebagai diagnostik dan terapi
Barium enema dapat diberikan bila tidak dijumpai
kontra indikasi seperti :
- Adanya tanda obstruksi usus yang jelas baik
secara klinis maupun pada foto abdomen
- Dijumpai tanda tanda peritonitis
- Gejala invaginasi sudah lewat dari 24 jam
- Dijumpai tanda tanda dehidrasi berat
- Usia penderita diatas 2 tahun
Teknik diagnostik
1.Kateter yang telah diolesi pelicin dimasukkan
ke rektum dan difiksasi dengan plester
2.Melalui kateter bubur barium dialirkan dari
kontainer yang terletak 3 kaki di atas meja
penderita dan aliran bubur barium dideteksi
dengan alat floroskopi sampai meniskus
intussusepsi dapat diidentifikasi dan dibuat
foto.
TATA LAKSANA (3)
2. Reduksi dengan operasi
A.Memperbaiki keadaan umum
Perfusi jaringan telah baikproduksi urine sekitar
0,5 1 cc/kg BB/jam.
HR < 120 x/menit
RR tidak > 40 x/menit
Akral yang tadinya dingin dan lembab telah berubah
menjadi hangat dan kering
Turgor kulit mulai membaik
S tidak > 38o C.
Usaha memperbaiki keadaan umum
adalah :
a. Pemberian cairan dan elektrolit
untuk rehidrasi (resusitasi).
b. Tindakan dekompresi abdomen
dengan pemasangan sonde
lambung.
B. Tindakan untuk mereposisi usus
Reposisi manual dengan cara
milking dilakukan dengan halus
dan sabar
Insisi operasi untuk tindakan ini
dilakukan secara transversal (melintang)
Pada anak anak < 2 tahun : insisi
transversal supraumbilikal
Insisi transversal infraumbilikal : lebih
mudah untuk eksplorasi malrotasi usus,
mereduksi invaginasi dan tindakan
apendektomi bila dibutuhkan.
Setelah usus direseksi anastomosis
end to end, apabila hal ini
memungkinkan, bila tidak mungkin
maka dilakukan exteriorisasi atau
enterostomi.
PROGNOSIS

Mortalitas sangat rendah jika


penanganan dilakukan dalam
24 jam pertama dan
meningkat dengan cepat
setelah waktu tersebut,
terutama setelah hari kedua