Anda di halaman 1dari 34

Electrical Burn

Case Report
Internship RSUD Kota Bogor
Periode September 2016 September 2017

DPJP : dr. Hadian SpB


Pembimbing : dr. Edward & dr. Fenny
Identitas
Nama : Tn. R
Jenis Kelamin : Pria
Umur : 52 tahun
Pekerjaan : Buruh bangunan
Status Pernikahan : Menikah
Suku/bangsa : Indonesia
Alamat : Kp. Semplak SBJ, Bubulak Bogor
Tgl. Masuk RS : 14 Juli 2017 Pk 11.00
No. RM : 43-07-59
Ruang : Obs IGD-Mawar-Flamboyan
Anamnesis
Keluhan Utama : Luka terbakar listrik

Riwayat Penyakit Sekarang :


OS datang ke RSUD Kota bogor dengan keluhan luka terbakar listrik sekitar
jam SMRS. Kejadian ini terjadi saat OS sedang bekerja merenovasi atap rumah,
OS sedang mengangkat baja ringan tanpa sengaja ujung dari baja mengenai
kabel terbuka yang terhubung ke tiang listrik/sutet. Kemudian OS langsung
terlempar jatuh ke lantai 2 dan tidak sadarkan diri selama kurang lebih 10 menit.
Saat bangun OS merasa dadanya berdebar-debar dan terasa perih serta panas
pada luka. Terdapat kulit terkelupas pada kedua tangan, daerah dada dan
kedua kaki.. Pusing (-) mual (-) muntah (-)

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat penyakit ini sebelumnya, HT, DM, Jantung, Asma, Alergi disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :


HT, DM, Jantung, Asma, Alergi disangkal
Primary survey
A : Bebas, bulu hidung tidak terbakar
B : Spontan, frekuensi nafas 28x/menit, reguler, kedalaman cukup
C : Akral hangat, CRT < 2, frekuensi nadi 116x/menit, suhu 36,8C
D : GCS 15, E4M6V5

Keadaan Umum: Tampak sakit sedang


Kesadaran: Compos mentis
Sianosis: Tidak ditemukan
Edema umum: Tidak ditemukan
Habitus: Atletikus
Tanda vital
TD : 140/90 mmHg
Nadi : 116x/menit
RR : 28x/menit
Suhu : 36.80C

Secondary survey
Kepala & wajah: deformitas (-), bibir edema (-)
Mata: CA -/-, SI -/-
Leher: pembesaran KGB (-) ; THT: sekret (-)
Dada: hiperpigmentasi dan skin erosi
Jantung : BJ I & II normal, murmur (-), gallop (-)
Paru : vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen: datar, supel, NT (-), tdk teraba massa, BU (+) normal, hiperpigmentasi dan skin erosi (+)
ekskoriasi (+)
Ekstremitas: akral hangat, tangan kiri dan kedua kaki terdapat hiperpigmentasi dan skin erosi (+). Pada
telapak tangan kiri dan telapak kaki kanan terdapat luka dengan bagian pinggir meninggi dan tengah
cekung, berwarna putih dan keras.
Status lokalis
Status lokalis
Kepala :0%
Leher :0%
Trunkus anterior :9%
Trunkus posterior :0%
Esktremitas atas kanan :1%
Ekstremitas atas kiri : 5.5 %
Ekstremitas bawah kanan : 10 %
Ekstremitas bawah kiri :9%
Genitalia :0%+
Total : 34,5 %
Laboratorium
Pemeriksaan Hasil Satuaan Nilai Rujukan

Hemoglobin 14,2 g/dl 13,2-17,3

Hematokrit 42,1 % 40,00-52,00

Leukosit 19,32 X10^3uL 4-11

Trombosit 379 X10^3uL 150-440

GDS 139 mg/dL <200

Ureum 19 mg/dL 16-38

Creatinin 0,8 mg/dL 0,7-1,4

SGOT 90 U/L 0-38

SGPT 52 U/L 0-40

Natrium 141 mmol/L 136-145

Kalium 3.0 mmol/L 3,4-4,5

Clorida 110 mmol/L 98-107

Calcium Ion 1.08 mmol/L 1,17-1,29


EKG
Diagnosis Kerja

Electrical Burn 35%


derajat II-III
Tata laksana
O2 nasal kanul 4 lpm
Loading RL dengan rumus Baxter 7700 cc
o 8 jam pertama : 3850 cc
o 8 jam kedua : 1925 cc
o 8 jam ketiga : 1925 cc

Inj Ketorolac 30 mg
Inj Ranitidin 50 mg
Pasang DC
Luka bersihkan dengan NaCL dan burnazin zalf
Tata laksana (2)
Konsul Sp.JP
Loading RL 1500 cc
IVFD RL 40 tpm
Inj Ceftriaxone 2 x 1 gr
Inj Ranitidin 2 x 1 amp
Inj Ketorolac 2 x 1 amp
Follow Up
15/7 16/7 17/7 18/7 19/7 20/7 21/7 22/7
S Nyeri dan panas Nyeri dan panas Nyeri dan panas Nyeri dan panas Nyeri dan panas Nyeri dan panas Nyeri dan panas Nyeri dan panas
pada luka pada luka pada luka pada luka, pada luka pada luka pada luka pada luka
demam

TD : 140/80 mmHG TD : 120/60 mmHG TD : 130/70 mmHG TD : 130/60 mmHG TD : 130/80 mmHG TD : 140/90 mmHG TD : 130/90 mmHG TD : 130/80 mmHG
O N : 100 x/mnt N : 90 x/mnt N : 104 x/mnt N : 88 x/mnt N : 100 x/mnt N : 100 x/mnt N : 86 x/mnt N : 86 x/mnt
RR : 26 x/mnt RR : 20 x/mnt RR : 24 x/mnt RR : 24 x/mnt RR : 24 x/mnt RR : 23 x/mnt RR : 24 x/mnt RR : 20 x/mnt
S : 36,5C S : 36,7C S : 36,6C S : 38C S : 36,6C S : 37C S : 36,2C S : 37,5C

Electrical Burn Electrical Burn Electrical Burn Electrical Burn Electrical Electrical Electrical Electrical
A 35% derajat II- 35% derajat II-III 35% derajat II-III 35% derajat II- Burn 35% Burn 35% Burn 35% Burn 35%
III III derajat II-III derajat II-III derajat II-III derajat II-III

IVFD RL 40 tpm IVFD RL 40 tpm IVFD RL 40 tpm PCT drip 1 gr Inj Ketorolac IVFD RL 40 tpm IVFD RL 40 tpm IVFD RL 40 tpm
P Inj Ceftriaxone 2 x 1 gr Inj Ceftriaxone 2 x 1 gr Inj Ceftriaxone 2 x 1 gr (sebelum GV) Inj Ceftriaxone 2 x 1 Inj Ceftriaxone 2 x 1 Inj Ceftriaxone 2 x 1
Inj Ranitidin 2 x 1 amp Inj Ranitidin 2 x 1 amp Inj Ranitidin 2 x 1 amp IVFD RL 40 tpm Inj PCT (setelah GV) gr gr gr
Ketorolac 2 x 1 amp Ketorolac 2 x 1 amp Ketorolac 2 x 1 amp Inj Ceftriaxone 2 x 1 gr Inj Ranitidin 2 x 1 Inj Ranitidin 2 x 1 Inj Ranitidin 2 x 1
Inj Ranitidin 2 x 1 amp IVFD RL 40 tpm amp amp amp
Ketorolac 2 x 1 amp Inj Ceftriaxone 2 x 1 Ketorolac 2 x 1 amp Ketorolac 2 x 1 amp Ketorolac 2 x 1 amp
gr
Inj Ranitidin 2 x 1
amp
Ketorolac 2 x 1 amp

Diuresis
(cc/kgBB
2.1 0,6 0,9 1,0 0,6 0,7 2,9 1,2
/jam)
Prognosis
ad Vitam : Bonam
ad Functionam : Bonam
ad Sanactionam : Bonam
Tinjauan Pustaka
Burn Injury
Anatomi & fungsi kulit

Fungsi proteksi
Fungsi absorpsi
Fungsi ekskresi
Fungsi persepsi
Fungsi termoregulasi
Fungsi pembentukan pigmen
Fungsi keratinisasi,
Fungsi pembentukan vitamin D
Luka bakar atau combusio adalah suatu bentuk kerusakan dan kehilangan
jaringan disebabkan kontak dengan sumber suhu yang sangat tinggi seperti :

Flame Scald Sunburn Contact Chemical Electricity Radiation Steam


Luka listrik
Merupakan jenis trauma yang disebabkan oleh adanya
persentuhan dengan benda yang memiliki arus listrik, sehingga dapat
menimbulkan luka bakar sebagai akibat berubahnya energi listrik
menjadi energi panas. Dapat membakar jaringan ataupun
menyebabkan terganggunya fungsi suatu organ dalam.

Gambaran makroskopis kerusakan kulit yang kontak langsung


dengan sumber listrik bertegangan rendah disebut electrical mark. Luka
listrik biasanya dapat diamati di titik masuk (entry point) maupun titik
keluar (exit point).2
2 jenis tenaga listrik, yaitu :4
1. Tenaga listrik alam, seperti petir
2. Tenaga listrik buatan, seperti arus listrik searah
(DC) contohnya baterai dan arus listrik
bolak balik (AC) contohnya listrik PLN di
rumah atau pabrik
Total Body Surface Area (TBSA)

Lund and Browder


Klasifikasi berdasarkan kedalaman luka
Luka bakar grade I
Disebut juga luka bakar superficial
Mengenai lapisan luar epidermis, tetapi tidak sampai mengenai daerah dermis. Sering disebut sebagai epidermal burn
Kulit tampak kemerahan, sedikit oedem, dan terasa nyeri.
Pada hari ke empat akan terjadi deskuamasi epitel (peeling).

2. Luka bakar grade II


Superficial partial thickness
Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan atas dari dermis
Kulit tampak kemerahan, oedem dan rasa nyeri lebih berat daripada luka bakar grade I
Ditandai dengan bula yang muncul beberapa jam setelah terkena luka
Bila bula disingkirkan akan terlihat luka bewarna merah muda yang basah
Luka sangat sensitive dan akan menjadi lebih pucat bila terkena tekanan
Akan sembuh dengan sendirinya dalam 3 minggu ( bila tidak terkena infeksi ), tapi warna kulit tidak akan sama seperti
sebelumnya.
Deep partial thickness
Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan dalam dari dermis
disertai juga dengan bula
permukaan luka berbecak merah muda dan putih karena variasi dari vaskularisasi pembuluh darah (bagian yang putih punya
hanya sedikit pembuluh darah dan yang merah muda mempunyai beberapa aliran darah)
luka akan sembuh dalam 3-9 minggu.

3. Luka bakar grade III


Menyebabkan kerusakan jaringan yang permanen
Rasa sakit kadang tidak terlalu terasa karena ujung-ujung saraf dan pembuluh darah sudah hancur.
Terjadi koagulasi protein pad epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar.
Luka bakar meliputi kulit, lemak subkutis sampai mengenai otot dan tulang
Jaringan nekrotik menghasilkan
toksin (lipid kompleks)

SIRS

Kegagalan fungsi organ,


seperti hepar dan paru
Fase Luka bakar
I. Fase awal, fase akut, fase syok
Pada fase ini, masalah utama berkisar pada gangguan yang
terjadi pada saluran nafas yaitu gangguan mekanisme
bernafas
II.Fase sub akut
Masalah utama pada fase ini adalah Systemic Inflammatory
Response Syndrome (SIRS) dan Multi-system Organ
Dysfunction Syndrome (MODS) dan sepsis.
III.Fase lanjut
Fase ini berlangsung setelah penutupan luka sampai
terjadinya maturasi jaringan. Ex: parut hipertrofik, kontraktur
dan deformitas lain
Resusitasi Cairan
Formula Parkland/Baxter
24 jam pertama cairan RL: 4 ml/ kgBB/%luka bakar.
Contoh: Pria dengan berat 55 kg dengan luas luka bakar 35 %
membutuhkan cairan 4 X 35 X 55 = 7700 ml dalam 24 jam pertama.
jumlah cairan >> 3850 ml diberikan dalam 8 jam
jumlah cairan sisanya >> 3850 ml diberikan dalam 16 jam berikutnya
Cara Evans
Luas luka bakar dalam % x berat badan dalam kg = jumlah NaCl/24 jam
Luas luka bakar dalam % x berat badan dalam kg = jumlah plasma/24
jam
2000 cc Dextrose 5 %/24 jam (untuk mengganti cairan yang hilang akibat
penguapan)
Separuh dari jumlah cairan 1+2+3 diberikan dalam 8 jam pertama,
sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya. Pada hari kedua diberikan
setengah jumlah cairan pada hari pertama. Dan hari ketiga diberikan
setengah jumlah cairan hari kedua.
Perawatan Luka
Fungsi penutupan luka Derajat I
Melindungi luka dari Tidak perlu dibalut
kerusakan epitel Pemberian salep antibiotik
Derajat II (superfisial)
Meminimalkan
Perawatan luka setiap hari
munculnya koloni
Diberikan salep
bakteri atau jamur
Dibalut dengan perban katun
Mencegah evaporasi Derajat II (deep) & III
supaya tidak timbul Perlu dilakukan eksisi awal
hipotermi dan cangkok kulit (early
exicision and grafting)
Indikasi Rawat
Penderita syok atau terancam syok
Anak : luas luka >10%
Dewasa : luas luka >15%
Letak luka memungkinkan penderita terancam cacat berat
Wajah, mata, tangan, kaki, dan perineum
Terancam udem laring
Terhirup asap atau udara hangat
Kesimpulan
Luka bakar adalah Penanganan luka bakar
suatu bentuk kerusakan dapat secara konservatif
atau kehilangan seperti
jaringan yang o resusitasi cairan
disebabkan kontak o penggantian darah
dengan sumber panas o perawatan luka bakar,
seperti api, air panas, o Antimikroba
bahan kimia, listrik dan o Analgetik
radiasi. Pemeriksaan o perbaikan nutrisi
penunjang mencakup o Pembedahan
pemeriksaan darah,
Prognosis tergantung dari derajat
radiologi, tes dengan luka bakar, luas permukaan
fiberoptic badan yang terkena luka bakar,
bronchoscopy adanya komplikasi seperti infeksi
dan kecepatan pengobatan
terutama untuk luka medikamentosa.
bakar inhalasi.
Terima kasih