Anda di halaman 1dari 32

Aspek Legal & Kompetensi Profesional

Flebotomi
Seminar Flebotomi Up Date
Tanjungpinang, 17
Desember 2016
Dewan Pimpinan Pusat
Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia
Web site : www.patelki.or.id Email : sekretariat.dpp@patelki.or.id
Nama : Entuy Kurniawan
TTL : Tasikmalaya, 11-11-1968
Pekerjaan : Dosen
Unit Kerja : Politeknik Kesehatan
Kemenkes Bandung
Pendidikan :
AAK Depkes Bandung, 1991
SI Kimia UNJANI Cimahi, 2001
S2 Mutu Layanan Kesehatan
FKM UI, 2008
Organisasi :
PATELKI Ketua Umum : 2009-2013
2013-2017
AIPTAKI Sekretaris Umum: 2012-2015
Alamat
Istana Gardenia Regency
Jl. Gardenia Amanda I No. 11
Cimahi
Telp (022) 87774706 HP.
Pengertian
Phlebotomy berasal dari Bahasa Yunani : Phleb :
vena,Tomia : mengiris/memotong
Flebotomi cara kuno
Cupping (mangkuk khusus dengan
alat hisap)
dry cupping
wet cupping
Penorehan vena (venesection) dan
ditampung pada mangkuk
Gigitan lintah (leeches biting)
Flebotomi masa kini
Tusukan vena Tusukan kulit
(veni puncture) (skin puncture)

4
(venesection) is the act
Phlebotomy
of drawing or removing
blood from the
circulatory system
through a cut (incision)
or puncture in order to
obtain a sample for
analysis and diagnosis

5
Flebotomi
Suatu tindakan (intervensi tubuh, efek samping,
alat medis)
Tujuan :
Pemeriksaan Laboratorium -> skrining,
diagnosis dan evaluasi terapi
Pengobatan/terapi :
Flebotomi terapeutik
Obat intravena
Transfusi/Donor darah
Flebotomi Untuk Pemeriksaan
Laboratorium
Tujuan adalah memperoleh sampel darah dalam
volume yang cukup untuk pemeriksaan laboratorium.
Hal yang harus diperhatikan :
Pencegahan interferensi preanalisis
Prosedur standar (SOP)
Memperhatikan keselamatan (safety)
Sesedikit mungkin menimbulkan
ketidaknyamanan pada pasien.
Meminimalkan kesalahan hasil pemeriksaan
laboratorium
8
4
Error Rate in the Total Testing Process
.
3
2
%
(
W
(15.1%) Pasien tidak
i
w
puas dengan prosedur
a
n pengambilan darah
i
t
k
(15,0%) Tidak
Analitik
i
t
Post Analitik 4.35% (Wiwanitkit, 2001); 7.3%
11.13% (Wiwanitkit, 2001);
tercatat di rekam medis
,
(Westgard, 2006).
47.2% (Westgard
2
0
13-32%
2010)
; 7.9% (Goswami et al,
, 2006). 15% (Goswami et al, 2010) (Howanitz, 2005).
0
1 (76.60%) hasil Px
)
; laboratorium tidak
4
5 dikomunikasikan
. (Bonini et al, 2002)
5
%
Total Testing Process
Implications of errors

Errors made in the may influence and compromise


period prior to the the quality of the the diagnosis
analysis of the final measured and treatment
sample ... results ... of the patient

No result is better than bad result


Standardisasi Laboratorium Medik
(SNI ISO 15189:2012)
5.4. Prosedur Pra Analitik
5.4.1 Formulir permintaan
5.4.2 Prosedur pengambilan dan penanganan sampel
5.4.3 Pedoman pengambilan sampel
5.4.4 Pedoman pengambilan sampel termasuk dalam
pengendalian dokumen
5.4.5 Sampel primer harus dapat ditelusuri
5.4.6 Monitor transportasi sampel
5.4.7 Catatan penerimaan sampel
5.4.8 Kriteria penolakan, catatan untuk sampel yang tidak
memenuhi syarat
5.4.9 Kaji ulang persyaratan volume sampel
Flebotomi
Informasi tindakan (70%) hak pasien
Mempengaruhi persepsi pasien (internal
dan eksternal) dampak secara
personal dan laboratorium
Prosedur standar close system
Aspek legal (peraturan
per UU an) aspek pidana
Persepsi Pasien

Laboratorium bersih dan rapih bila terlihat baju lab yang


dipakai petugas bersih dan rapih

Laboratorium akan memproses specimen darah dengan hati2


dan penuh tanggung jawab bila petugas memakai sarung
tangan selama proses flebotomi

Staf laboratorium cakap, dan sangat perhatian bila petugas


menyapa dan menerangkan dengan jelas

Staf laboratorium bersahabat dan peduli bila petugas ramah


dan senyum

Staf bekerja dengan serius dan hasil tidak akan tertukar bila
setelah flebotomi, petugas memberi label identitas pada
sampel darahnya
Prosedur Standar
OPEN SYSTEM

CLOSE SYSTEM

15
Perbandingan close dan open system
Perbandingan Open Close
Kecepatan Proses Kurang cepat Cepat
Pengambilan dalam volume Tidak bisa Bisa
banyak
Perbandingan anticoagulant Tidak Sempurna Sempurna

Kemungkinan terjadi pembekuan Mungkin Di minimalisir


darah
Pengaruh hasiil dari proses Besar Di minimalisir
Preanalitical
Untuk pemeriksaan Koagulasi Tidak bisa Bisa
Bahaya tertusuk jarum Mungkin Kecil kemungkinanya
Bahaya terpercik darah Mungkin Tidak mungkin
UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

Tenaga kesehatan berwenang untuk


menyelenggarakan pelayanan kesehatan
(Pasal 23 : 1)
Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan
kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang
dimiliki (Pasal 23 : 2)

UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan

Tenaga Kesehatan dalam menjalankan praktik harus


dilakukan sesuai kewenangan yang didasarkan
pada kompetensi yang dimilikinya (Pasal 62 : 1)
TENAGA KESEHATAN
(UU No. 36 Tahun 2014)

Mengabdikan diri Tenaga Kesehatan kualifikasi


dalam bidang
kesehatan pendidikan minimum D3
Asisten Tenaga Kesehatan :
Memiliki pengetahuan Kualifikasi minimum
dan/atau keterampilan
melalui pendidikan pendidikan menengah
bidang kesehatan
bidang kesehatan
Memerlukan
Asisten tenaga kesehatan
kewenangan untuk
melakukan upaya
dapat bekerja dibawah
kesehatan supervisi tenaga kesehatan
Bagaimana Kompetensi Flebotomi?
(Standar Kompetensi ATLM)
DAFTAR KETERAMPILAN
AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
Kategori Jenis Sub Tingkat
Keterampilan Keterampilan Keterampilan Kemampuan

Kemampuan Kemampuan 1. Pengambilan 4


mempersiap melakukan darah vena
kan dan pengambilan
menganalisis spesimen 2. Pengambilan 4
bahan biologis sesuai darah kapiler
prosedur yang 3. Pengambilan 2
tepat darah arteri
TINGKAT KEMAMPUAN
Kompetensi Flebotomi?
PROFIL
Pendidikan (D3) Ahli Madya Teknologi
Laboratorium Medik yang
mempunyai kemampuan dalam
melakukan pengambilan
spesimen darah, penanganan
cairan dan jaringan tubuh
manusia untuk pemeriksaan
laboratorium medik
Kurikulum D3 & D4 TLM
Bobot 2 SKS (T, P)
Praktek : 50 vena dan 20 kapiler
pasien (loogbook)
Pelatihan & Sertifikasi FLEBOTOMI
Lulus Pendidikan Institusi Pendidikan
Institusi Pelayanan (STR) (Kurikulum, sarana /
Prasarana, dosen,
Tingkat dasar (vena & kapiler) dan
instruktur terstandar)
tingkat lanjut (arteri)

SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
PELATIHAN KOMPETEN
PELATIHAN
SI

Meningkatkan kompetensi
ATLM dalam pengambilan
Lulus Pelatihan Teknisi Flebotomi
dan penanganan spesimen
darah terstandar secara
Sertifikat PATELKI Lembaga Sertifikasi
nasional (close system) Akreditasi (SKP) DPP Profesi PATELKI
PATELKI 5 Tahun
Lembaga Sertifikasi Flebotomi
Nasional : Internasional :
Lembaga sertifikasi :
ACA, ASCPi, NCA,
ASPT, NHA, NCCT,
AMT
Kategori sertifikasi :
Phlebotomy Technician
(PBT) dan Donor
Lembaga Sertifikasi Profesi Phlebotomy Technician
PATELKI (DPT)
Wewenang
Harold Koontz dan Cyril ODonnel :
Authority is legal or right full power, right to
command or to act
Wewenang adalah kekuasaan yang sah, suatu
hak untuk memerintah atau bertindak.
Merupakan dasar untuk bertindak, berbuat,
dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam
suatu organisasi.
PRAKTIK
Tenaga Kesehatan (ATLM)

Pasal 65 UU No.36/2014
ttg Nakes :
MANDAT
Tenaga Kesehatan dalam
melakukan pelayanan
kesehatan, dapat
menerima pelimpahan
tindakan medis dari DELEGATIF
tenaga medis
Permenkes No.42 Tahun 2015
Kewenangan Delegatif
Mengatur kewenangan D3 (ahli Madya) dan
D4 (Sarjana Terapan)
Diluar kewenangan, bersifat mandat dari
pimpinan unit kerja
Pekerjaan bersifat by order (tenaga medis,
bidan, peneliti, dan penyidik)
SIP berlaku di 2 tempat
Kewenangan Flebotomi
ASISTEN TEKNISI LABORATORIUM MEDIK
melakukan verifikasi formulir pemeriksaan laboratorium;
melakukan entry data pasien;
mempersiapkan pasien untuk pengambilan specimen;
mempersiapkan alat dan bahan untuk pengambilan specimen
AHLI MADYA (D3) SARJANA TERAPAN (D4)
Mempersiapkan pasien untuk Mempersiapkan pasien untuk
pemeriksaan laboratorium pemeriksaan laboratorium
khusus dan canggih
Pengambilan dan penanganan Pengambilan, penanganan
spesimen darah serta serta menilai kualitas spesimen
penanganan cairan dan laboratorium untuk
jaringan tubuh lainnya pemeriksaan khusus & canggih
Flebotomi : Tanggung Jawab Hukum

Tanggung jawab hukum melanggar


hukum atau yang merugikan pasien
Sifatnya pun dapat merupakan
kesengajaan ataupun kelalaian
Pelanggaran hukum dapat berupa
tindakan tanpa persetujuan dengan
pasien, pelanggaran susila, pengingkaran
atas janji atau jaminan, dan lain-lain
Setiap tindakan ada resiko praktek
sesuai standar (SOP)
Perlindungan Hukum
(UU No. 36 Tahun 2014)

Tenaga kesehatan dalam menjalankan


praktek berhak memperoleh
Perlindungan Hukum sepanjang
melaksanakan tugas sesuai standar
profesi, standar pelayanan profesi, dan
standar prosedur operasional
(Pasal 57 point (a))
SURYA Online, MAGETAN - RSUD dr Sayidiman dilaporkan ke Polsek Magetan oleh Sapari (45)
warga Perumahan Taman Asri, Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan karena
dianggap telah lalai menugaskan karyawan yang bukan tenaga medis mengambil sample darah

Kasus Flebotomi?
yang menyebahkan pecahnya pembuluh darah hingga menyebabkan seluruh tangan kirinya
bengkak menghitam.

Kasus kelalai itu berawal ketika Sapari peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) itu
melakukan check up kesehatan di poliklinik nomor 5 spesialis penyakit dalam, Senin
(24/11/2014) saat itu dia diambil darahnya lewat tangan kirinya.

"Pengambilan sample darah itu setelah saya periksa di poli penyakit dalam. Namun, sepulang
saya dari check up di RSUD dr Sayidiman itu tangan saya panas, menghitam dan rasanya sakit
sekali, malam baru terlihat membengkak,"kata Sapari kepada Surya, seusai melapor ke Polsek
Magetan, Selasa (25/11).

Setelah bengkak disertai rasa sakit yang luar biasa itu, korban oleh keluarganya dibawa ke
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Sayidiman. Setelah diperiksa di IGD, korban diarahkan ke
dokter spesialis penyakit dalam di Poliklinik setempat.

"Di Poliklinik penyakit dalam itu saya diperiksa dokter Mahatma spesialis penyakit dalam, dan
hanya diberi resep untuk menebus obat,"jelas Sapari.

Dirumah sakit itu Sapari dapat kabar kalau bagian laboratorium yang mengabil sample darah itu
bukan tenaga medis, tapi karyawan bagian administrasi.

"Karena sudah saya anggap melakukan kelalaian, RSUD dr Sayidiman saya laporkan ke Polisi.
Masak, bukan tenaga medis dimnta check Up dan mengambil darah,"kata Sapari, sambil
mengatakan sesuai keterangan medis di IGD, pembengkakan ditangan kiri itu akibat pembuluh
darah pecah.

"Tenaga Laboratorium yang melakukan pengambilan sample darah bernama Jumirah, sesuai
keterangan karyawan RSUD dr Sayidiman. Tapi biar polisi yang mengusut siapa yang menugaskan
dia yang bukan tenaga medis melakukan tugas medis,"kata Sapari sambil mengeluh sakit
ditangannya sampai ke gigi gerahamnya.

Dirut RSUD dr Sayidiman, dr Mahatma Sp Internis yang dikonfirmasi siap bertanggungjawab


Safari (45) warga Panekan Kab. kalau itu dianggap kesalahan RSUD.

Magetan melaporkan pihak RSUD "Ini bukan membela diri, tapi memang ada beberapa orang yang memiliki pembuluh darah yang
mudah pecah. Soalnya kalau jarum yang digunakan sama ukurannya,"kata Dirut Mahatma

Dr Sayyidiman Magetan karena kepada Surya, Selasa (24/11/2014).

Terkait adanya kesalahan petugas yang melakukan pengambilan sample darah karena bukan
dianggap lalai menangani tindakan tenaga medis, Mahatma membantah.

medis (sumber : SURYA Online) "Tidak mungkin kalau petugas saya sembrono. Itu karena tadi saya sebutkan adanya beberapa
orang yang pembuluh darahnya mudah pecah dan kami siap mengobati bengkak itu,"tandas
Mahatma
TERIMA KASIH