Anda di halaman 1dari 17

Mekanisme Pengaturan Emosi

dan Memori pada Otak


Jeffry Rulyanto M. S
102011414
Skenario

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan


keluhan berdebar sejak seminggu yang lalu. Diketahui bahwa ia baru
saja kehilangan suaminya yang meninggal tiba-tiba, di duga karena
serangan jantung. Pada pemeriksaan fisik dokter tidak menemukan
kelainan apa-apa, jantung dan paru-paru dalam keadaan baik.
Otak
Otak besar (Cerebrum) Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan
semua aktifitas mental. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna
kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) dan area asosiasi
yang menghubungkan area motor dan sensorik.

Otak tengah (Mesensefalon). Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan


lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata,
dan juga merupakan pusat pendengaran.

Otak kecil (Cerebelum). Serebelum mempunyai fungsi utama dalam


koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan
posisi tubuh.
Saraf
Sistem saraf
Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis

Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf
sumsum tulang belakang, 12 pasang saraf otak akan menuju ke organ
tertentu, mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang
keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan
bagian-bagian tubuh, antara lain kaki, tangan, dan otot lurik.

Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit,


sistem saraf pusat, dan otot-otot rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar
Sistem saraf otonom
Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf
yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak
khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri
dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ
dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot
polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah
Respon autonomik
Fungsi Parasimpatik Fungsi Simpatik
Mengecilkan pupil Mengecilkan pupil
Menstimulasi aliran ludah Menstimulasi aliran ludah
Memperlambat denyut jantung Memperlambat denyut jantung
Membesarkan bronkus Membesarkan bronkus
Menstimulasi sekresi kelenjar Menstimulasi sekresi kelenjar
pencernaan pencernaan
Mengerutkan kantung kemih Mengerutkan kantung kemih
Sistem limbik
Sistem ini mencakup bagian berikut ini:
Lobus-lobus korteks serebrum, nukleus basal, talamus, dan
hipotalamus. Jaringan interaktif yang kompleks ini berkaitan dengan
emosi, pola-pola perilaku sosioseksual dan kelangsungan hidup dasar,
motivasi, dan belajar. Konsep emosi mencakup perasaan emosional
subjektif dan suasana hati (misalnya rasa marah, rasa takut, dan
kebahagiaan) ditambah respons fisik yang nyata yang berkaitan
dengan perasaan tersebut
Hipothalamus
Hipothalamus terletak di sisi inferior thalamus dan salah satu bagian
bawah dari diensefalon serta bagian bawah lateral dinding ventrikel
ketiga.
Fungsi
Berperan penting dalam pengendalian aktivitas SSO yang melakukan
fungsi vegetatif penting untuk kehidupan, seperti pengaturan
frekuensi jantung, tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan air,
selera makan, pusat tidur jaga,&saluran pencernaan
Memori
Memori memiliki klasifikasi secara umum yaitu :
Ingatan Jangka pendek. Ingatan yang berlangsung beberapa detik-
beberapa menit.
Ingatan Jangka Menengah. Ingatan yang berlangsung beberapa hari
sampai beberapa minggu.
Ingatan Jangka panjang.Ingatan yang sekali disimpan, dapat diingat
kembali selama bertahun-tahun kemusian ataubahkan seumur hidup
Mekanisme penyimpanan memori
Dalam penyimpanan memori struktur otak yang berperan adalah
hipokampus & amigdala.
Proyeksi ketalamus & hipotalamus dan akan membentuk sirkuit
memori.
Perangsangan pada hipokampus menyebabkan salah satu dari
berbagai pola perilaku.
Amigdala berproyeksi pada jalur sistem limbik seseorang dalam
membuat respon perilaku seseorang sesuai dengan tiap kedaan.
Memori Sistem Limbik Emosi Respon Sistem Saraf

Respon sistem saraf pada tubuh berupa peningkatan kerja saraf-


saraf simpatis pada SSO sehingga menghasilkan respon berupa
jantung yang berdetak lebih cepat.
Kesimpulan
Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan jantung berdebar dapat
dipengaruhi oleh emosi yang merupakan suatu rangsangan melalui
persarafan otonom. Karena, fungsi hipothalamus adalah pusat emosi
dan pusat SSO. Maka sistem saraf otonom dapat distimulasi oleh
emosi.
Fungsi sistem saraf ini membantu tubuh berespon terhadap emosi
maka kerja saraf-saraf simpatis pada SSO akan meningkat sehingga
menghasilkan respon berupa jantung yang berdetak lebih cepat.
THANKYOU!