Anda di halaman 1dari 28

Teori

Kepribadian
Kelly dan
Ellis
Kelompok 10

Adinda Dwi Wulandari 111611133016


Rr. Wina Ayudya Anggraini 111611133021
Cessa Aprila Putri D. 111611133043
Raihan Yura Dwiutami 111611133099

KEPRIBADIAN A-1
George A. Kelly
+ George A. Kelly lahir pada tanggal 28 april 1905 di
Perth, Kansas.
+ Kelly adalah seorang ahli fisika, matematika,
sosiologi, pendidikan, dan psikologi klinis.
+ Teori kepribadian Kelly memiliki dasar dengan
pikiran individu (kognitif). Proses kognitif
sebagai pusat kepribadian individu, dimana pikiran
ini menentukan perilaku individu, selain perilaku
yang dipengaruhi oleh lingkungan.
Pandangan Kelly Terhadap Kepribadian
+ Person as Scientist
Saat melakukan sebuah kegiatan seperti belajar, menurut Kelly hal itu sama
dengan ilmuan yang melakukan sebuah eksperimen. Letak kesamaan pada saat
menyusun hipotesis, menguji hipotesis yang dibuat, menyipulkan dan
memprediksi masa depan berdasarkan kesimpulan yang telah dibuat.
+ Scientist as Person
Ilmuan dianggap sebagai orang biasa pada umumnya, ketika melakukan
eksperimen yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Artinya, kehidupan
tiap individu akan diinterpretasikan secara berbeda oleh orang-orang sekitarnya.
Konstruk dalam kepribadian
manusia
Dalam Kehidupan (kepribadian
Membuat Hipotesis
manusia)

Mengembangkan Hipotesis &


Menguji hipotesis
membangun Teori

Mengembangkan Bukti
Contd...
+ Constructive Alternativism :
Individu memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan apakah mereka
akan mengubah atau mengganti konstruk dengan alternatif lain yang
dibutuhkan dalam menginterpretasi suatu kejadian, menyesuaikan situasi.
Teori Kelly
+ Kunci teori kepribadian Kelly adalah konstruk
personal.

+ Konstruk personal : struktur kognitif yang digunakan


individu untuk memprediksi dan menginterpretasi
suatu kejadian

+ Kepribadian individu dapat dipahami melalui


kumpulan konstruk personal yang digunakan untuk
menginterpretasikan dunia.
FUNDAMENTAL POSTULATE
Proses psikologis kita diarahkan oleh cara kita
mengantisipasi kejadian

Gagasan Kelly tentang konstruk adalah sebagai


antisipasi
11 COROLLARIES
+ Construction Corollary Kemiripan di antara kejadian yang berulang
Individu mengantisipasi suatu kejadian dengan menafsirkan replikasinya.

+ Individuality Corollary Perbedaan individu dalam menginterpretasi kejadian


Manusia yang satu dengan yang lain memiliki konstruk yang berbeda, sehingga mereka juga
memiliki perbedaan dalam menginterpretasikan kejadian-kejadian.

+ Organization Corollary Hubungan di antara konstruk


Manusia mengatur konstruk personalnya ke dalam sebuah pola. Seseorang akan membuat pola
tersebut dalam sebuah hierarki, di mana beberapa konstruk membawahi konstruk-konstruk
lainnya.

+
+ Dichotomy Corollary Dua alternatif yang terpisah
Sistem konstruk pribadi seseorang terdiri atas sejumlah konstruk dikotomis atau bipolar.
Misalnya, kejujuran vs ketidakjujuran.

+ Choice Corollary Kebebasan memilih


Individu akan memilih sendiri pilihan alternatif dan tindakan yang dapat dipertimbangkan
berdasarkan keinginannya untuk memperjelas atau memperluas sistem konstruknya.

+ Range Corollary Rentang kemudahan


Konstruk personal seseorang memiliki suatu rentang kemudahan. Beberapa dapat
diterapkan dalam banyak situasi, sementara yang lain hanya untuk satu orang atau satu
situasi saja
+ Experience Corollary Mengalami pengalaman baru
Individu mengubah konstruk-konstruk lama yang sudah tidak valid dan menyesuaikannya
dengan pengalaman baru.

+ Modulation Corollary Beradaptasi dengan pengalaman baru


Konstruk yang permeabel akan memudahkan elemen-elemen baru untuk diterima dalam
rentang kemudahan, sehingga dapat diubah. Sebaliknya, apabila suatu konstruk itu kaku,
maka akan sulit untuk menyesuaikan dengan pengalaman-pengalaman baru.
+ Fragmentation Corollary Kompetisi di antara konstruk
Konstruk baru yang telah dibangun seseorang dapat konsisten dengan konstruk lama pada
suatu kejadian tertentu. Namun, seiring dengan adanya perubahan kejadian yang dialami,
maka konstruk seseorang akan menjadi inkonsisten.

+
+ Commonality Corollary Kesamaan di antara orang-orang dalam
menginterpretasi kejadian
Terkadang orang-orang menggunakan sebuah konstruk yang mirip dengan yang
digunakan oleh orang lain dalam menginterpretasi kejadian.

+ Sociality Corollary Hubungan interpersonal


Ketika seseorang dapat menafsirkan proses konstruksi orang lain, mereka akan
dapat mengantisipasi bagaimana orang lain memprediksikan suatu kejadian.
Assesment Teori Kelly
+ Wawancara
Sikap dalam wawancara ini menggunakan sikap yang mudah percaya. Ini bertujuan
untuk menentukan konstruk dari orang tersebut.

+ Sketsa Karakter Diri


Meminta individu untuk menulis sketsa karakteristik diri dimana untuk
mempelajari bagaimana seseorang mempersepsi diri mereka dalam hubungan
dengan orang lain.
+ Role Construct Repertory Test (The REP Test)
- Metode ini dirancang oleh Kelly guna mengungkapkan konstruk yang
diterapkan pada orang-orang terpenting dalam kehidupan. Dalam tes ini diminta
untuk menuliskan elemen yang terpenting dalam kehidupannya.
- Interpretasi REP test bergantung pada kemampuan dan pelatihan dari psikolog
yang melaksanakan. Kelly merancang metode ini sebagai cara menilai konstruk
sebagai tahap yang diperlukan dalam psiko-terapi dimana menyebabkan
seseorang mengungkapkan konstruk yang mereka gunakan pada dunianya.
- Asumsi yang mendasari REP Test adalah seseorang dapat menafsirkan sebuah
kejadian menurut dichotomy corollary.
Figur yang Sama Konstruk Kemiripan Figur yang Berbeda Konstruk yang Berbeda

Diri, Ayah Penekanan Pada Kebahagiaan Ibu Penekanan Pada Kegunaan

Guru, Orang yang Kalem Saudara perempuan Cemas


bahagia
Teman wanita, teman Pendengar yang baik Kawan lama Sulit mengekspresikan perasaan
pria
Orang yang tidak Memanfaatkan orang lain Orang yang disukai Mempertimbangkan orang lain
disukai, Majikan untuk kepentingan diri

Ayah, orang yang sukses Aktif dalam komunitas Majikan Tidak aktif dalam komunikasi

Orang yang tidak Merendahkan orang lain Saudara perempuan Menghormati orang lain
disukai, Majikan
Albert Ellis (1913-2007)
+ Berasal dari Pennsylvania, Amerika Serikat.

+ Pelopor teori REBT

+ Albert Ellis menggagas berdirinya Institut


Terapi Rasional Emotif di New York (1959)
yang kemudian di ubah nama Institu Rational
Emotif Behavioral (1993) karena kognitif,
emotif, dan behaviorl sangatlah erat dengan
pengalan manusia.
premi
s
Tujuan utamanya adalah kebahagiaan
Hidup tidak selalu memungkinkan kita untuk selalu mendapatkan
apa yang kita inginkan.
Bila tujuan kita terblokir, kita bisa menanggapinya dengan cara
yang sehat dan bermanfaat, atau kita bereaksi dengan cara yang
tidak sehat atau tiak membantu.
Individu terganggu bukan dikarenakan oleh sebuah kejadian,
melainkan karena pandangan yang mereka ambil terhadap
kejadian tersebut.
Tiga Pilar Konsep Pembangunan Kepribadian
Manusia
+Antecedent Event (A) Dispute (D)
Latar belakang kehidupan individu Kesangsian
+Belief (B) Effect (E)
Rational belief Efek yang baik dari
keyakinan rasional
Irrational belief
+Emotional Consequence (C)
Konsekuensi dari setiap event yang diberi belief
Keyakinan Irrasional Menurut Ellis
1. Rasa ingin dicintai dan mendapat dorongan dari orang terdekat (Significant
Other)
2. Pandangan bahwa tidakan tertentu itu jahat dan yang melakukan tidakan itu akan
terkutuk
3. Tidak senang atas kejadian yang tidak diharapkan
4. Memandang semua masalah selalu disebabkan oleh faktor eksternal dan melalui
orang lain
5. Memandang jika sesuatu berbahaya maka tidak akan berhenti memikirkannya
dan akan terganggu
6. Memandang bahwa kita lebih mudah menghindari kesulitan dalam hidup
daripada harus menghadapinya
7. Memandang bahwa kita membutuhkan bantuan orang lain yang lebih besar atau
kuat daripada diri kita dan berserah pada orang tersebut
8. Memandang bahwa kita seharusnya kompeten, inteligen, dan mencapai
kemungkinan yang menjadi perhatian kita
9. Memandang bahwa pengalaman masa lalu dibuat sebagai pelajaran dan tidak
terlalu terpaku dengan peristiwa tersebut
10. Memandang bahwa kebahagian dapat diperoleh dengan santai tanpa berbuat
apapun
11. Memandang bahwa kita harus memiliki kepastian dan pengendalian yang
sempurna untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang ada.
12. Memandang bahwa kita dapat mengontrol perasaan buruk jika kita mau
mengubah pengandaian-pengandaian
13. Tidak akan dapat dilakukan secara efektif kepada individu yang mengalami
beberapa gangguan atau keterbatasan mental seperti Schizophrenia
REBT (Rational Emotive
Behavior)
+ Berpikir secara rasional akan membuat individu efektif,
bahagia, dan lebih kompeten.
+ Irrasional membuat individu tidak logis, emosional, dan
berpikiran negatif.
PROSES REBT
+ Tahap I : membina hubungan konselor-klien dengan teknik
mendengar secara empatik dan menciptakan suasana yang
kondusif.
+ Tahap II : membimbing klien supaya memaparkan perilaku
emotif dan behavioral di bawah system model ABC.
+ Tahap III : konselor membantu membedakan antara
kepercayaan rasional yang akan membawa hasil posotif dan
irasional menciptakan hasil negatif.
+ Tahap IV : memakai teknik debat dari waktu ke waktu, untuk
melatih klien agar dapat menantang kepercayaan
irasionalnya.
TUJUAN REBT
+ Membantu klien untuk menyadari bahwa mereka
dapat hidup rasional dan produktif.
+ Membantu klien agar tidak memberikan tanggapan
emosional melebihi yang selayaknya terhadap suatu
peristiwa.
+ Mendorong klien untuk lebih toleran terhadap diri
sendiri atau orang lain.
ACCEPTANCE
Manusia yang sehat secara emosional akan mengembangkan
penerimaan yang realitas meskipun dalam kenyataan yang tidak
menyenangkan.

3 Jenis Penerimaan :
1. Unconditional self-acceptance.
2. Unconditional other-acceptance.
3. Unconditional life-acceptance.
Kritik Teori Kognitif Kelly dan
Ellis
+ Beberapa konsepnya terlalu abstrak, dan tidak jelas untuk di bedakan
dengan konsep yang lainnya.

+ Tidak ada kejelasan apa kita perlu untuk memperkenalkan konsep ini
dalam memperhitungkan perbedaan individu dalam perilakunya.

+ Pertanyaan dasar tentang bagaimana dengan berbagai struktuf


kognitif berhubungan satu sama lain dan bagaimana (atau bahkan
jika) mereka diwujudkan dalam proses otak belum dapat di jawab.

Thank you
Daftar Pustaka
+ Cloninger, S. C. (2004). Theories of Personality Understanding Persons
Fourth Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.
+ Ellis, A., & Dryden, W. (1997). The Practice Of Rational Emotive Behavior
Therapy. New York: Spinger Publishing.
+ Feist, J., & Feist, G. (2009). Theoris Of Personality. Amerika Serikat:
McGraw-Hill Company.
+ Mappiare, A. A. (2009). Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT
Grafindo Persada.
+ Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2015). Teori Kepribadian Ed 10. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Pertanyaan ...
+ audi (134) : apa bedanya persepsi dan konstruk?
+ amadea (202) : Kelly dan ellis assesmentnya
melalui wawancara sehingga ada keterikatan antara
konselor-klien. Bagaimana cara menyelesaikan
masalah klien melalui metode tersebut?