Anda di halaman 1dari 31

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

SUCTION

Dosen Pembimbing : Aan Dwi Sentana, M.Kep

Disusun oleh kelompok 4 :


Bustanul Arifin (P07120116054)
Eli Erfiana (P07120116058)
Hafizin Saputra (P07120116065)
Ida Ayu Made Sundari A.M (P07120116069)
Muhammad Jauhari (P07120116077)
Mursid Arham (P07120116079)
Rani Lestari Putri (P07120116086)
Suriyanah (P07120116092)
TUJUAN

Mempertahankan
kepatenan jalan nafas.

Membersikan jalan Mendapatkan


nafas dari sekresi sampel/sekret untuk
tujuan diagnosa.

Membebaskan jalan nafas


dari secret/ lendir yang
menumpuk
PRINSIP

Tekhnik steril, agar mikroorganisme tidak mudah masuk ke


faring, trakeal dan bronki.

Komplikasi:
1. Hipoksia
2. Trauma jaringan
3. Meningkatkan resiko infeksi
4. Stimulasi vagal dan bronkospasm
1. Klien mampu batuk secara efektif
tetapi tidak mampu membersihkan
sekret dengan mengeluarkan atau
menelan

2. Ada atau tidaknya secret yang


menyumbat jalan nafas. Nadi dan laju
pernafasan meningkat, ditemukannya
INDIKASI mucus pada alat bantu nafas.

3. Klien yang kurang responsive atau


koma yang memerlukan pembuangan
secret oral.
Hal yang harus diperhatikan

1. Kelengkapan alat penghisap lender


dengan ukuran selang yang tepat
2. Menggunakan satu selang
penghisap lendir steril untuk satu
klien.
3. Menggunkan slang penghisap
lendir yang lembut.
4. Penghisapan dilakukan dengan
gerakan memutar dan intermitten.
5. Observasi tanda-tanda vital.
Persiapan
1. Lingkungan
a. Penjelasan pada keluarga
b. Pasang skerem/ tabir
c. Pencahayaan yang baik

2. Klien
a. Penjelasan terhadap tindakan yang akan
dilakukan
b. Atur posisi klien
c. Klien sadar : posisi semi fowler kepala miring
ke satu sisi (oral suction) dan posisi
d. dengan leher ekstensi (nasal suction) Klien
tidak sadar baringkan klien dengan posisi
lateral menghadap pelaksana tindakan
(oral/nasal suction)
3. Alat alat
a. Regulator vakum set
b. Kateter penghiap steril sesuai
ukuran
c. Air steril/ normal salin
d. Hanscoon steril
NEXT
e. Pelumas larut dalam air
f. Selimut/ handuk
g. Masker wajah
h. Tong spatel
i. Tisu
j. Pengalas
k. Botol Pengumpul lendir
Fase Orientasi

Salam terapeutik

validasi

Kontrak
Fase kerja

1. Sction oral
a. Tahap persiapan
1) Siapkan alat alat termasuk ektrakateter.
Hubungkan botol pengumpul lender dan tube ke sumber vakum
1) Suction siap dengan mengopserpasi pernapasan, dan mengauskultasi paru-
paru
2) Cuci tangan
3) Hidupkan mesin suction untuk memeriksa apakah system dan pengaturan
berfungsi dengan baik.
4) Isi kom steril dengan air steril air destilasi steril.
5) Posisikan kepala klien dengan kepala lebih redah.
6) Pakai sarung tangan steril.
7) Sambungkan kateter ke tube suction, gunakan sarung tangan jika
memegang kateter.
8) Masukan ujung kateter ke dalam basin dan isap air steril tersebut.
a. Tahap Kerja

1) Atur posisi pasien

2) Gunakan tongue spatel untuk memisahkan gigi atas dan gigi bawah, biarkan vent

terbuka hingga kontak dengan udara bebes saat mendorong kateter masuk

kedalam bagian yang akan di hisap.

3) Tutup vent dengan ibu jari dan Tarik secara perlahan sambil memutarkan kateter

tersebut antara ibu jari dan jari lainnya. Jika hisapan terlalu kuat maka lepaskan

ibu jari dari vent.

4) Masukan kateter kedalam basin dan angkat kembali kemudia nisapkan air steril

melalui kateter tersebut untuk membersihkannya.

5) Ulangi 1-4 kali sesuai yang di butuhkan, tetapi setiap priode sction tidak boleh

lebih dari 10 detik dan jeda waktu antara priode sekitar 1-3 menit.
6) Matikan mesinsction, lepaskan kateter dari tube dan
bungkus tube dengan handuk steril.
7) Posisikan klien dengan senyaman mungkin dan lakukan
perawatan mulut.
8) Mengkaji efeksivitas dengan mengopservasi dan
mengauskultasi paru-paru.
9) Rapikan alat.
10) Lepas handscoon dan cuci tangan.
11) Catat karaktristrik secret, apakah ada pendarahan, dan
reaksi klien terrhadap sction.
c. Fase Terminasi

1) Evaluasi terhadap tindakan yanmg telah


dilakukan

2) Rencana tindak lanjut

3) Kontrak yang akan dating

4) Pendokumentasian

5) Pengkajian sebelum dan sesudah suction,


ukuran kateter, lama tindakan, secret
(warna,bau,jumlah dan konsistensi), toleransi
klien terhadap tindakan yang dilakukan
2. Suction Nasofaring
a. Tahap periapan
pada suction nasofaring ini sama dengan
persiapan suction oral. Hanya saja hal yang perlu
diperhatikan adalah menentukan seberapa dalam
kateter dimasukan ke dalam nasofaring. Oleh
karna itu perlu di ukur panjang dengan cara
menentukan panjang kateter dari hidung klien ke
tragus telinga.
1) Siapkan alat alat termasuk ektrakateter. Hubungkan botol pengumpul lender
dan tube ke sumber vakum

2) Suction siap dengan mengopserpasi pernapasan, dan mengauskultasi paru-paru

3) Cuci tangan

4) Hidupkan mesin suction untuk memeriksa apakah system dan pengaturan


berfungsi dengan baik.

5) Isi kom steril dengan air steril air destilasi steril.

6) Posisikan kepala klien dengan kepala lebih redah.

7) Pakai sarung tangan steril.

8) Sambungkan kateter ke tube suction, gunakan sarung tangan jika memegang


kateter.

9) Masukan ujung kateter ke dalam basin dan isap air steril tersebut.
b. Tahap Kerja
1) Atur Posisi PAsien
2) Biarkan vent kateter terbuka, naikan ujung hidung,
dan masukan kateter pada dasar dari hidung
3) Jika ada sumbatan jangan di paks, tapi cobalah
masukan lagi melaluai sudut/sisi lain dari hidung
atau pada lubang hidung lainnya.
4) Tutup vent dengan ibu jari dan Tarik secara perlahan
sambil memutarkan kateter tersebut antara ibu jari
dan jari lainnya. Jika hisapan terlalu kuat maka
lepaskan ibu jari dari vent.
5) Masukan kateter kedalam basin dan angkat kembali
kemudia nisapkan air steril melalui kateter tersebut
untuk membersihkannya.
6) Ulangi 1-4 kali sesuai yang di butuhkan, tetapi setiap priode sction tidak boleh
lebih dari 10 detik dan jeda waktu antara priode sekitar 1-3 menit.
7) Matikan mesin suction, lepaskan kateter dari tube dan bungkus tube dengan
handuk steril.
8) Posisikan klien dengan senyaman mungkin dan lakukan perawatan mulut.
9) Mengkaji efeksivitas dengan mengopservasi dan mengauskultasi paru-paru.
10) Rapikan alat.
11) Lepas handscoon dan cuci tangan.
12) Catat karaktristrik secret, apakah ada pendarahan, dan reaksi klien terrhadap
sction.
c. Fase Terminasi

1) Evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan

2) Rencana tindak lanjut

3) Kontrak yang akan dating

4) Pendokumentasian

5) Pengkajian sebelum dan sesudah suction, ukuran kateter,


lama tindakan, secret (warna,bau,jumlah dan konsistensi),
toleransi klien terhadap tindakan yang dilakukan
3. Suction Nasotrakhea

a. Tahap Persiapan

1) Siapkan alat alat termasuk ektrakateter. Hubungkan botol


pengumpul lender dan tube ke sumber vakum

2) Suction siap dengan mengopserpasi pernapasan, dan


mengauskultasi paru-paru

3) Cuci tangan

4) Hidupkan mesin suction untuk memeriksa apakah system dan


pengaturan berfungsi dengan baik.

5) Atur kekuatan suction sesuai kebutuhan


6) Pastikan bahwa sumber oksigen tersedia

7) Gunakan tehnik aseptic, isi kom steril dengan air steril

8) Posisikan kalien dengan kepala agak ekstensi

9) Buka bungkus kateter steril, sambungkan kateter tersebut


pada tabung suction.

10) Letakkan ujung kateter pada kom steril dan isapkan air steril
b. Tahap Pelaksanaan
1) Biarkan vent kateter terbuka, tinggikan ujung hidung lalu
masukan kateter menyisiri dasar hidung
2) Jika terjadi sumbatan jangan dipaksa, tetapi lepaskan kemudian
masukan pada sisi yang lain atau lubang hidung sebelahnya
3) Gerakan kateter ke depan secara perlahaan sampai masuk ke
trachea
4) Ketika kateter didalam trachea tutup vent dengan ibu jari dan
tarik kateter secara perlahan lahan dengan gerakan memutar
diantara ibu jari dengan jari yang lainnya
5) Lepaskan ibu jari dari vent untuk beberapa detik antara inspirasi
6) Masukan dan keluarkan kateter kedalam kom steril dan isap air
steril untuk membersihkannya
7) Ulangi prosedur ini sesuai yang dibutuhkan, tetapi setiapperiode suction tidak boleh
lebih dari 10 detik dan jeda waktu antara 1 3 menit.

8) Matikan mesin suction, lepaskan kateter dari tube dan bungkus tube dengan handuk
steril.

9) Posisikan klien dengan senyaman mungkin dan lakukan perawatan mulut.

10) Mengkaji efeksivitas dengan mengopservasi dan mengauskultasi paru-paru.

11) Rapikan alat.

12) Lepas handscoon dan cuci tangan.

13) Catat karaktristrik secret, apakah ada pendarahan, dan reaksi klien terrhadap sction.

14) Berikan oksigen jika dibutuhkan dan tergantung kondisi pasien


c. Fase Terminasi

1) Evaluasi terhadap tindakan yanmg telah dilakukan

2) Rencana tindak lanjut

3) Kontrak yang akan dating

4) Pendokumentasian

5) Pengkajian sebelum dan sesudah suction, ukuran kateter, lama


tindakan, secret (warna,bau,jumlah dan konsistensi), toleransi
klien terhadap tindakan yang dilakukan
4. Suctin Trakheostomi
a. Indikasi
1) Bila sekresi dapat terlihat atau suara sekresi yang
terdengar dengan atau tanpa menggunakan stetoskop.
2) Setelah prosedur fisiotrapi dada
3) Setelah prosedur pengobatan bronchodilator
4) Peningkatan atau popping off dari puncak tekanan jalan
nafas terhadap klien yang sedang menggunakan ventilasi
mekanik.
b. Tahap Persiapan
1) Jelakan prosedur ke klien dan keluarga
2) Dekatkan Troli ke klien
3) Tutup Sampiran
4) Siapkan alat - alat
5) Nyalakan peralatan pengisap dan atur regulator vakum pada
tekanan negative yang sesuai
6) Jika dindikasikan tingkatkan oksigen tambahan sampai 100% atau
sesuai program dokter
7) Cuci tanagn
c. Tahap Kerja

1) Atur posisi pasien

2) Letakkan handuk diatas dada pasien

3) Kenakan sarung tangan steril

4) Lepaskan ventilator pada klien lalu letakkan konektor ventilator diatas handuk steril

5) Ventilasikan dan beri oksigen melalui ambu bag 4 5 kali disesuaikan dengan volume

tidal klien

6) Lumasi ujung kateter dengan dengan jelly lalu dengan seksama masukan kateter

suction sejauh mungkin ke dalam jalan napas buatan tanpa melakukan pengisapan.

7) Lakukan suction dengan gerakan memutar kateter secara cepat bersamaan dengan

menarik kateter keluar.

8) Batasi waktu suction 10 25 detik. Hentikan suction apabila denyut jantung

meningkat.
9) Ventilasikan pasien dengan ambu bag setelah suction tiap periodenya.

10) Jika sekresi sanagat pekat, maka dicairkan dengan memasukan NaCl steril 3 5 cc
ke dalam jalan nafas buatan.

11) Bilas kateter diantara setiap pelaksanaan suction.

12) Lakukan procedure ini sampai jalan nafas bersih terhadap pengumpulan secret
yang ditandai denagn hasil auskultasi paru normal.

13) Setelah selesai hubungkan kembali klien dengan ventilator.

14) Rapikan alat

15) Rapikan pasien

16) Dokumentasikan tindakan.


d. Fase Terminasi

1) Evaluasi terhadap tindakan yanmg telah dilakukan

2) Rencana tindak lanjut

3) Kontrak yang akan dating

4) Pendokumentasian

5) Pengkajian sebelum dan sesudah suction, ukuran kateter, lama


tindakan, secret (warna,bau,jumlah dan konsistensi), toleransi klien
terhadap tindakan yang dilakukan
Suction (Pengisapan Lendir) merupakan tindakan pengisapan
yang bertujuan untuk mempertahankan jalan napas, sehingga
memungkinkan terjadinya proses pertukaran gas yang adekuat dengan
cara mengeluarkan secret dari jalan nafas, pada klien yang tidak
mampu mengeluarkannya sendiri. Suction merupakan suatu metode
untuk mengeluarkan secret jalan nafas dengan menggunakan alat via
mulut, nasofaring, atau trakeal

KESIMPULAN