Anda di halaman 1dari 59

MUSYAWARAH

MASYARAKAT
DESA/KELURAHAN
PUSKESMAS WOLIO
TAHUN 2017
PENGERTIAN...
Musyawarah masyarakat Desa/ Kelurahan
ad/Musyawarah yg dihadiri oleh perwakilan
masyarakat u/ membahas masalah-masalah
terutama yang erat kaitannya dngn
kemungkinan KLB, Kegawatdaruratan, dan
bencana yg ada di Desa/Kelurahan serta
merencanakan penanggulangannya
TUJUAN :
Agar masyarakat mengenal
masalah kesehatan yg dihadapi
dan dirasakan diwilayahnya agar
masyarakat sepakat untuk
bersama2 menanggulanginya
HASIL SMD PUSK. WOLIO KEL.
BATULO
Demografi RW RW RW RW RW RW
Kependudukan
dan Jumlah
Rumah
TOTAL
I II III IV V VI
No
KELURAHAN

n n n N n n n

1 RUMAH 154 152 177 108 95 163 849

2 TTL KK 159 218 145 141 104 188 955

3 TOTAL JIWA 543 747 547 499 372 746 3454


LANJUTAN
Kelompok RW RW RW RW RW RW Total
Umur Kelurahan
I II III IV V VI
Penduduk Batulo
Kelurahan
No Batulo
n % n % n % n % n % n % n %

1 0-23 Bulan 15 3 18 2 15 3 33 7 7 2 16 2.1 104 3.0

2 02-5 Tahun 41 8 61 8 45 8 41 8 25 7 54 7.2 267 7.7

3 6-14 Tahun 144 27 124 17 83 15 96 19 76 20 74 9.9 597 17.3

4 15-44 Tahun 343 63 321 43 161 29.4 240 48 202 54 218 29.2 1368 39.6

5 45-59 Tahun 48 9 76 10 188 34.4 66 13 32 9 243 32.6 653 18.9

> 60
6 69 13 147 20 55 10.1 23 5 30 8 141 18.9 465 13.5
Tahun
Jumlah 543 100 747 100 547 100 499 100 372 100 746 100.0 3454 100
LANJUTAN
Pada tabel diatas menunjukan bahwa umur
dengan distribusi terbanyak penduduk
Kelurahan Batulo yang pertama ada pada
kelompok umur 15 44 tahun sebanyak 1368
(39,6%) penduduk, yang kedua kelompok umur
45 59 tahun sebanyak 653 ( 18,9%), yang ketiga
dari kelompok umur 6 14 tahun sebanyak 597
(17,3%), yang ke empat dari golongan umur >
60 tahun sebanyak 465 (13,5%), yang ke lima
dari kelompok umur 02 5 Tahun sebanyak 267
(7,7 %) dan terakhir dari kelompok umur 0 23
bulan sebanyak 104 (3,0%) penduduk.
LANJUTAN
Jenis RW RW RW RW RW RW
Pekerjaan
Penduduk
Kelurahan
Batulo I II III IV V VI Jenis Pekerjaan
Penduduk
No
Kelurahan Batulo
n % n % n % n % n % n % n %

1 PNS 64 39 83 33 69 39 361 77 35 32 92 34.8


704 48.96

2 TNI/Polri 6 4 7 3 6 3 4 1 2 2 12 4.55
37 2.57

3 Wirasasta 92 56 125 50 93 52 91 19 59 54 134 50.8


594 41.31

Tenaga
4 Magang 3 2 37 15 11 6.15 13 3 13 12 26 9.85
(Honorer)
103 7.16
Jumlah 165 100 252 100 179 100 469 100 109 100 264 100

1438 100
LANJUTAN
Tabel diatas menunjukan bahwa jenis
pekerjaan yang terbanyak pada masyarakat
Kelurahan Batulo adalah yang pertama
Wiraswasta yaitu 594 (41,31%), yang kedua
PNS sebanyak 704 (48,96%), yang ketiga
Tenaga Magang/ Honorer 103 (7,16%) dan
yang ke empat TNI/ Polri sebanyak 37
(2,57%).
LANJUTAN
Penghasilan RW RW RW RW RW RW
Perbulan Penghasilan
angota Perbulan angota
keluarga I II III IV V VI keluarga
Kelurahan Kelurahan
Batulo Batulo
No
n % n % n % n % n % n % n %

1 1 Juta/Bln 70 48 79 47 54 42 21 15 30 29 26 13.5
280 31.93

2 2 Juta/Bln 14 10 27 16 20 15 37 27 11 11 57 29.7
166 18.93
3 2juta /Bln 61 42 63 37 56 43 80 58 62 60 109 56.8
431 49.14
Jumlah 145 100 169 100 130 100 138 100 103 100 192 100
877 100
LANJUTAN,..
Berdasarkan tabel diatas rata rata
penghasilan masyarakat Kelurahan
Batulo terbanyak ada pada 2juta
/Bln sebanyak 431 jiwa menyusul
tingkat penghasilan 1 Juta/Bln
sebanyak 280 dan yang terakhir
adalah penghasilan perbulan 2
Juta/Bln sebanyak 166 jiwa.
LANJUTAN
No Asuransi RW RW RW RW RW RW
Kesehatan

I II III IV V VI

n % N % n % n % n % n %

100 63 126 57.8 105 72.4 108 76.6 79 76 135 71.8


1 BPJS / KIS

2 1 3 1.38 1 0.69 0 0 15 14.4 25 13.3


Asuransi
2 Swasta

57 36 89 40.8 39 26.9 33 23.4 10 9.62 28 14.9

Tidak
mengikuti
3 sama sekali
Jumlah 159 100 218 100 145 100 141 100 104 100 188 100
Dari tabel di atas menunjukan bahwa masyarakat
mengikuti asuransi kesehatan BPJS/KIS pada RW I
sebanyak 100 (63%), asuransi swasta 2 (1%), dan tidak
mengikuti asuransi sama sekali 57 (36%), RW II
sebanyak 126 (57,8%), asuransi swasta 3 (1,38%), dan
tidak mengikuti asuransi sama sekali 89 (40,8%), RW III
sebanyak 105 (72,4%), asuransi swasta 1 (0,68%) tidak
mengikuti asuransi sama sekali 39 (26,9%), RW IV
sebanyak 108 (76,6%), dan tidak mengikuti asuransi
sama sekali 33 (23,4%), RW V sebanyak 79 (76%),
asuransi swasta 15 (14,4%), dan tidak mengikuti
asuransi sama sekali 10 (9,62%), RW VI sebanyak 135
(71,8%), asuransi Swasta 25 (13,3%), dan tidak
mengikuti asuransi sama sekali 28 (14,9%).
LANJUTAN
No Rencana RW RW RW RW RW RW
penolong
persalinan I II III IV V VI
ibu hamil
n % n % n % n % n % n %

1 Dokter 3 16 0 0 5 26 9 25 22 81 7 26.9

2 Bidan 14 74 2 100 9 47 27 75 4 15 19 73.1

3 Dukun 2 11 0 0 4 21 0 0 1 4 0 0

Sendiri/
4 0 0 0 0 1 5.26 0 0 0 0 0 0
keluarga

Jumlah 19 100 2 100 19 100 36 100 27 100 26 100


LANJUTAN
Pada tabel diatas menujukan rencana pertolongan
ibu hamil dalam proses bersalin atau melahirkan
ditolong oleh tenaga Dokter pada RW I sebanyak 3
(16%), bidan 14 (74%), tenaga Dukun 2 (11%), RW II
ditolong oleh tenaga bidan sebanyak 2 (100%), RW
III ditolong tenaga dokter sebanyak 5 (26%) bidan
9 (47%), dukun 4 (21%) dan keluarga sendiri 1
(5,26%), RW IV tenaga dokter 22 (81%), bidan 4
(15%), dukun 1 (4%), RW V ditolong oleh tenaga
dokter sebanyak 22 (81%), bidan 4 (15%) dukun 1
(4%), RW VI ditolong oleh tenaga dokter sebanyak
7 (26,9%) bidan 19 (73,1%).
LANJUTAN
No Pemeriksaan RW RW RW RW RW RW

Kehamilan 4
kali I II III IV V VI

n % n % n % n % n % n %

1 Ya 23 72 49 100 41 98 49 96 24 86 27 96.4

2 Tidak 9 28 0 0 1 2 2 4 4 14 1 3.57

Jumlah 32 100 49 100 42 100 51 100 28 100 28 100


LANJUTAN
Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa Kunjungan
pemeriksaan kehamilan ibu hamil 4 kali pada fasilitas
kesehatan yaitu pada RW I 23 (72%), tidak memeriksakan
kehamilan pada fasyankes sebanyak 9 (28%), RW II
memeriksakan kehamilan 4 kali sebanyak 49 (100%), RW III
memeriksakan kehamilan 4 kali sebanyak 41 (98%), dan
tidak memeriksakan sebanyak 4 kali terdapat 1 (2%), RW IV
memeriksakan kehamilannya 4 kali sebanyak 49 (96%) dan
tidak memeriksakan 4 kali sebanyak 2 (4%), RW V sebanyak
24 (86%), memeriksakan kehamilannya 4 kali pada
fasyankes dan 4 (14%) tidak memeriksakan kehamilannya
sebanyak 4 kali, RW VI memeriksakan sebanyak 27 (96,4%),
Sedangkan yang tidk memeriksakan kehamilannya sebanyak
4 kali selama masa kehamilanya sebanyak 1 (3,57%).
LANJUTAN
No Gangua RW RW RW RW RW RW
n
Kehamil
an
I II III IV V VI

n % n % n % n % n % n %

1 Ya 3 10 2 4 3 7 9 16 0 0 3 11.1

2 Tidak 28 90 48 96 40 93 48 84 28 100 24 88.9

Jumlah 31 100 50 100 43 100 57 100 28 100 27 100


LANJUTAN
Pada tabel diatas menjelaskan bahwa kasus
ganguan kehamilan ibu hamil pada RW I yang
mendapatkan gangguan sebanyak 3 (10%) dan
yang tidak sebanyak 28 (90%), RW II dengan
gangguan sebanyak 2 (4%), tidak ada ganguan
sebanyak 48 (96%), RW III dengan ganguan 3
(7%) tanpa ganguan 40 (93%), RW IV dengan
ganguan 9 (16%) tanpa gangguan 48 (84%). RW
V dengan gangguan tidak ada dan kondisi
kehamilan normal sebanyak 28 (100%). RW VI
dengan gangguan 3 (11.1%) tanpa gangguan 24
(88,9%).
LANJUTAN
No Bayi RW RW RW RW RW RW
BBLR
2500
gram I II III IV V VI

n % n % n % n % n % n %

1 Ya 6 18 22 44 0 0 1 2 0 0 8 28.6

2 Tidak 28 82 28 56 38 100 49 98 28 100 20 71.4

Jumlah 34 100 50 100 38 100 50 100 28 100 28 100


Dari tabel diatas menunjukan bahwa bayi berat
lahir rendah pada RW I terdapat 6 bayi (18%) dan
berat normal 28 bayi (82%), RW II terdapat 28
orang bayi dengan berat badan lahir rendah
sebanyak 28 bayi (56 %) dan bayi berat normal
sebanyak 22 bayi (44%), RW III bayi dengan berat
lahir rendah sebanyak 38 bayi (100%), RW IV bayi
lahir berat badan rendah sebanyak 49 bayi (98%)
dan normal sebanyak 1 orang bayi (2 %), RW V
bayi berat badan lahir rendah sebanyak 28 (100%),
RW VI terdapat 20 bayi (71,4%) bayi berat badan
lahir rendah dan berat normal sebanyak 8 orang
bayi (28,6%).
LANJUTAN

No Balita RW RW RW RW RW RW
ditimban I II III IV V VI
g 8 kali
n % n % n % n % n % n %
di
posyandu

1 Ya 30 88 47 98 40 95 46 96 24 86 30 100

2 Tidak 4 12 1 2 2 5 2 4 4 14 0 0
Jumlah 34 100 48 100 42 100 48 100 28 100 30 100
LANJUTAN
Dari tabel diatas menunjukan jumlah kunjungan 8
kali balita di posyandu pada RW I sebanyak 30 anak
(88%) dan 4 anak (12%) tidak cukup 8 kali. RW II 47
anak dengan 8 kali kunjungan (98%) dan 1 (1%) anak
tidak berkunjung sebanyak 8 kali. Pada RW III ada
40 (95%) anak berkunjung 8 kali dan 2 (5%) anak
tidak berkunjung sebanyak 8 kali. RW IV terdapat
46 (96%) anak berkunjung 8 kali dan 2 (4%) anak
tidak berkunjung 8 kali. RW V ada 24 (86%) anak
berkunjung 8 kali dan 4 anak (14%) tidak
berkunjung 8 kali. RW VI terdapat 30 (100%) anak
memanfaatkan posyandu dan berkunjung sebanyak
8 kali.
LANJUTAN
N balita RW RW RW RW RW RW
o gizi
I II III IV V VI
buruk/B
MG n % n % n % n % n % n %

3.3
1 Ya 3 8 20 47 1 2 6 12 15 54 1
3

96.
2 Tidak 33 92 23 53 42 98 45 88 13 46 29
7
Jumlah 36 10 43 10 43 10 51 10 28 10 30 10
0 0 0 0 0 0
LANJUTAN
Dari tabel di atas menjelaskan bahwa balita
gizi buruk/ bawah garis merah pada kartu
kontol menuju sehat (KMS) pada RW I terdapat
3 balita (8%) status gizi buruk dan 33 (92%)
balita sehat, RW II terdapat 20 balita gizi
buruk/BGM (47%) dan 23 (53%) balita kondisi
sehat. RW III terdapat 1 (2%) balita gizi buruk
dan 42 balita sehat. RW IV terdapat 6 (12%)
balita gizi buruk dan 45 balita sehat, RW V
terdapat 15 (54%) balita gizi buruk dan 13 (46
%) balita sehat. RWVI terdapat 1 (3,33%) balita
gizi buruk dan 29 balita sehat.
LANJUTAN

N Asi RW RW RW RW RW RW
o eklusif I II III IV V VI
6 n % n % n % n % n % n %
bulan
pada
bayi

80.
1 Ya 20 67 8 30 11 42 41 79 24 86 25
6
19.
2 Tidak 10 33 19 70 15 58 11 21 4 14 6
4
Jumlah 30 10 27 10 26 10 52 10 28 10 31 100
0 0 0 0 0
LANJUTAN
Pada tabel diatas menjunjukan bahwa pemberian ASI
eksluksif 6 bulan pada bayi yaitu pada RW I ada 20 bayi
(67%) mendapatkan ASI ekslisif dan 10 (33%) bayi tidak
mendapatkan ASI ekslusif, RW II ada 8 (30%) bayi
mendapatkan ASI ekslusif dan 19 (70%) bayi tidak
mendapatkan ASI ekslusif, RW III ada 11 (42%) bayi
mendapatkan ASI ekslusif dan 15 (58%) bayi tidak
mendapatkan ASI ekslusif, RW IV ada 41 (79%) bayi
mendapatkan ASI ekslusif dan 11 (21%) bayi tidak
mendapatkan ASI ekslusif, RW V ada 24 (86%) bayi
mendapatkan ASI ekslusif dan 4 (14%) bayi tidak
mendapatkan ASI ekslusif, RW VI ada 25 (80,6%) bayi
mendapatkan ASI ekslusif dan 6 (19,4%) bayi tidak
mendapatkan ASI ekslusif.
LANJUTAN
No Pengguna RW RW RW RW RW RW
an alat I II III IV V VI
Kontrase
psi n % n % n % n % n % n %

19.
1 Ya 50 41 65 43 32 30 29 23 19 19 36
3

80.
2 Tidak 71 59 86 57 75 70 97 77 80 81 151
7
Jumlah 12 10 15 10 10 10 12 10 99 10 187 100
1 0 1 0 7 0 6 0 0
LANJUTAN
Dari tabel diatas menjelaskan bahwa penggunaan alat
kontrasepsi pada keluarga menikah dan sehat secara
reproduksi adalah pada RW I terdapat 43 (39%) pasangan
menggunakan alat kontrasepsi dan 66 (61%) pasangan tidak
menggunakan, RW II terdapat 65 (43%) pasangan
menggunakan alat kontrasepsi dan 66 (61%) pasangan tidak
menggunakan, RW III terdapat 32 (30%) pasangan
menggunakan alat kontrasepsi dan 75 (70%) pasangan tidak
menggunakan, RW IV terdapat 29 (23%) pasangan
menggunakan alat kontrasepsi dan 97 (77%) pasangan tidak
menggunakan, RW V terdapat 19 (19%) pasangan
menggunakan alat kontrasepsi dan 80 (81%) pasangan tidak
menggunakan, RW VI terdapat 36 (19,3%) pasangan
menggunakan alat kontrasepsi dan 151 (80,7%) pasangan tidak
menggunakan alat kontrasepsi dalam mengatur kehamilan.
LANJUTAN
RW RW RW RW RW RW
Jamban I II III IV V VI
No
keluarga n % n % n % n % n % n %

Ada
sarana
95
1 dan 112 93 180 90 121 91 136 97 83 86 179
.2
memenuh
i syarat
Ada
sarana,
4.
2 tidak 5 4 9 5 4 3 4 3 14 14 9
79
memenuh
i syarat

Tidak
3 3 3 10 5 8 6 0 0 0 0 0 0
adasarana
Jumlah 120 100 199 100 133 100 140 100 97 100 188 10
0
LANJUTAN
Dari tabel di atas menjelaskan bahwa kondisi kepemilikan sarana jamban
keluarga dan sarana jaga MS dan TMS adalah pada RW I terdapat 112 (93%)
masyarakat telah memiliki sarana Jaga yang memenuhi syarat kesehatan, 5
(4%) masyarakat telah memiliki sarana jaga namun belum memenuhi syarat
kesehatan dan terdapat 3 (3%) kepala keluarga belum memiliki sarana Jaga
sama sekali. RW II terdapat 180 (90%) masyarakat telah memiliki sarana Jaga
yang memenuhi syarat kesehatan, 9 (5%) masyarakat telah memiliki sarana jaga
namun belum memenuhi syarat kesehatan dan terdapat 10 (5%) kepala
keluarga belum memiliki sarana Jaga milik sendiri. RW III terdapat 121 (91%)
masyarakat telah memiliki sarana Jaga yang memenuhi syarat kesehatan, 4
(3%) masyarakat telah memiliki sarana jaga namun belum memenuhi syarat
kesehatan dan terdapat 8 (6%) kepala keluarga belum memiliki sarana Jaga
sama sekali. RW IV terdapat 136 (97%) masyarakat telah memiliki sarana Jaga
yang memenuhi syarat kesehatan, 4 (3%) masyarakat telah memiliki sarana jaga
namun belum memenuhi syarat kesehatan dan. RW V terdapat 83 (86%)
masyarakat telah memiliki sarana Jaga yang memenuhi syarat kesehatan, 14
(14%) masyarakat telah memiliki sarana jaga namun belum memenuhi syarat
kesehatan. RW VI terdapat 179 (95,2%) masyarakat telah memiliki sarana Jaga
yang memenuhi syarat kesehatan, 9 (4,79%) masyarakat telah memiliki sarana
jaga namun belum memenuhi syarat kesehatan.
LANJUTAN
RW RW RW RW RW
R

W
Pembua
ngan I II III IV V V

No limbah I
kamar
mandi
n % n % n % n % n % n %

1 Tergena 4 3 19 10 11 9.24 1 0.77 14 9.79 4 2


ng di .
pekaran 3
gan 7
2 3
Ke .
67 45 58 31 19 16 2 2 2 1 6
selokan/ 5
sungai 5
3 Dibuatka
n sarana 9
pembua 4
78 52 113 59 89 75 127 98 127 89 159
ngan .
khusus/S 1
LANJUTAN
Pada tabel di atas menujukan bahwa ketersediaan sarana
pembuangan air limbah rumah tangga (SPAL) pada RW I dibuatkan
SPAL sebanyak 78 rumah (52%), di buang ke selokan /Got sebanyak
67 (45%) dan di biarkan tergenang di pekarangan rumah sebanyak 4
rumah (3 %). RW II dibuatkan SPAL sebanyak 113 rumah (59%), di
buang ke selokan /Got sebanyak 31 (19%) dan di biarkan tergenang
di pekarangan rumah sebanyak 10 rumah (11 %), RW III dibuatkan
SPAL sebanyak 89 rumah (75%), di buang ke selokan /Got sebanyak
19 (16%) dan di biarkan tergenang di pekarangan rumah sebanyak 11
rumah (9,24%), RW IV dibuatkan SPAL sebanyak 127 rumah (98%), di
buang ke selokan /Got sebanyak 2 (2%) dan di biarkan tergenang di
pekarangan rumah sebanyak 1 rumah (0,77%), RW V dibuatkan SPAL
sebanyak 127 rumah (98%), di buang ke selokan /Got sebanyak 2
(1%) dan di biarkan tergenang di pekarangan rumah sebanyak 4
rumah (9,79%), RW VI dibuatkan SPAL sebanyak 159 rumah (94,1%),
di buang ke selokan /Got sebanyak 6 (3,55%) dan di biarkan
tergenang di pekarangan rumah sebanyak 4 rumah (2,37%).
LANJUTAN
Pembuangan RW RW RW RW RW RW
sampah I II III IV V VI
rumah n % n % n % n % n % n %
No
tangga

Tersedia
tempat
1 pembuangan 57 39 126 64 67 51 34 24 61 59 62 30
sampah yang
tertutup

Tersedia
tempat
pembuangan
2 76 51 62 31 58 44 29 20 32 31 75 36.2
sampah yang
tidak
tertutup
Tidak
3 15 10 9 5 7 5 80 56 10 10 70 33.8
tersedia
Jumlah 148 100 197 100 132 100 143 100 103 100 207 100
LANJUTAN
Pada tabel diatas menjelaskan bahawa ketersediaan
sarana pembuangan sampat rumah tangga (TPS)
menujukan pada RW I ketersediaan TPS tertutup
sebanyak 57 (39%), TPS tidak tertutup sebanyak 76 (51%)
dan tidak tersedia sebanyak 15 (10%) rumah tangga yang
ada, RW II TPS tertutup sebanyak 126 (64%), TPS tidak
tertutup 62 (31%) dan tidak tersedia 9 (5%), RW III TPS
tertutup sebanyak 67 (51%), TPS tidak tertutup 58 (44%)
dan tidak tersedia 7 (5%), RW IV TPS tertutup sebanyak
34 (24%), TPS tidak tertutup 29 (20%) dan tidak tersedia
80 (56%), RW V TPS tertutup sebanyak 61 (59%), TPS
tidak tertutup 32 (31%) dan tidak tersedia 10 (10%), RW
VI TPS tertutup sebanyak 62 (30%), TPS tidak tertutup
75 (36,2%) dan tidak tersedia 70 (33,8%).
LANJUTAN
Pembuang RW RW RW RW RW RW
an air I II III IV V VI
limbah
No n % n % n % n % n % n %
dapur

Tersedia 13 14 13 95.
1 87 76 48 57 99 88 85 179
SPAL 1 2 7 2

Tidak
tersedia 4.7
3 20 13 46 24 36 43 2 1 15 15 9
dan 9
terbuka
Jumlah 15 10 18 10 84 10 13 10 10 10 188 100
1 0 8 0 0 9 0 3 0
LANJUTAN
Pada tabel diatas menunjukan kondisi pembuangan
air limbah yang dihasilkan dari kegiatan dapur pada
rumah tangga RW I di buatkan SPAL sebanyak 131
(87%) , tidak tersedia dan terbuka sebanyak 20 (13%),
RW II di buatkan SPAL sebanyak 142 (76%) , tidak
tersedia dan terbuka sebanyak 46 (24%), RW III di
buatkan SPAL sebanyak 48 (57%) , tidak tersedia dan
terbuka sebanyak 36 (43%), RW IV di buatkan SPAL
sebanyak 137 (99%) , tidak tersedia dan terbuka
sebanyak 2 (1%), RW V di buatkan SPAL sebanyak 88
(85%), tidak tersedia dan terbuka sebayak 15 (15%),
RW VI di buatkan SPAL sebanyak 179 (95,2%) , tidak
tersedia dan terbuka sebanyak 9 (4,79%).
LANJUTAN
TOGA RW RW RW RW RW RW
dan
P3K I II III IV V VI
No

n % n % n % n % n % n %

4
Ya 17 46 121 79 13 15 8 19 35 47 29 21.6

5
Tidak 20 54 33 21 76 85 35 81 39 53 105 78.4

Jumlah 37 100 154 100 89 100 43 100 74 100 134 100


Pada tabel 35 diatas menunjukan penggunaan TOGA dan
ketersediaan P3K dalam rumah tangga masyarakat Kelurahan
Batulo menunjukan pada RW I memiliki dan memanfaatkan TOGA
dan tersedia P3K sebanyak 17 (46%) dan tidak memiliki TOGA dan
ketersediaan P3K sebanyak 20 (54%), RW II memiliki dan
memanfaatkan TOGA dan tersedia P3K sebanyak 121 (79%) dan
tidak memiliki TOGA dan ketersediaan P3K sebanyak 33 (21%),
RW III memiliki dan memanfaatkan TOGA dan tersedia P3K
sebanyak 13 (15%) dan tidak memiliki TOGA dan ketersediaan
P3K sebanyak 76 (85%), RW IV memiliki dan memanfaatkan TOGA
dan tersedia P3K sebanyak 8 (19%) dan tidak memiliki TOGA dan
ketersediaan P3K sebanyak 35 (81%), RW V memiliki dan
memanfaatkan TOGA dan tersedia P3K sebanyak 35 (47%) dan
tidak memiliki TOGA dan ketersediaan P3K sebanyak 39 (53%),
RW VI memiliki dan memanfaatkan TOGA dan tersedia P3K
sebanyak 28 (21,6%) dan tidak memiliki TOGA dan ketersediaan
P3K sebanyak 105 (78,4%).
LANJUTAN..
RW RW RW RW RW RW

Perilak I II III IV V VI
u
No n % n % n % n % n % n %
Meroko
k

32.
1 Ya 83 53 77 40 75 56 59 40 48 46 60
4

67.
2 Tidak 74 47 117 60 58 44 90 60 56 54 125
6
Jumlah 157 100 194 100 133 100 149 100 104 100 185 100
Pada tabel diatas menjunkan perilaku merokok pada
keluarga di Kelurahan Batulo adalah pada RW I
perilaku merokok terdapat 83 (53%) keluarga dan
tidak merokok sebanyak 74 (47%) keluarga, RW II
perilaku merokok terdapat 77 (40%) keluarga dan
tidak merokok sebanyak 117 (60%) keluarga, RW III
perilaku merokok terdapat 75 (56%) keluarga dan
tidak merokok sebanyak 58 (45%) keluarga, RW IV
perilaku merokok terdapat 59 (40%) keluarga dan
tidak merokok sebanyak 90 (60%) keluarga, RW V
perilaku merokok terdapat 48 (46%) keluarga dan
tidak merokok sebanyak 56 (54%) keluarga, RW VI
perilaku merokok terdapat 60 (32,4%) keluarga dan
tidak merokok sebanyak 125 (67,6%) keluarga.
LANJUTAN..

RW RW RW RW RW RW
Perilaku I II III IV V VI
minum n % n % n % n % n % n %
No
Miras /
Narkoba

6.5
1 Ya 13 10 35 18 21 14 2 1 0 0 12
2
11 16 13 13 10 10 93.
2 Tidak 90 82 86 99 172
5 1 3 8 4 0 5
Jumlah 12 10 19 10 15 10 14 10 10 10 184 100
8 0 6 0 4 0 0 0 4 0
Pada tabel 40 di atas menunjukan perilaku masyrakat Kelurahan
Batulo terhadap memakaian minuman keras adalah pada RW I
terdapat 13 (10%) masyarakat berperilaku meminum, minuman
beralkohol dan tidak berperilaku meminum, minuman beralkohol
sebanyak 115 (90%) masyarakat, RW II terdapat 35 (18%)
masyarakat berperilaku meminum, minuman beralkohol dan tidak
berperilaku meminum, minuman beralkohol sebanyak 161 (82%)
masyarakat, RW III terdapat 21 (14%) masyarakat berperilaku
meminum, minuman beralkohol dan tidak berperilaku meminum,
minuman beralkohol sebanyak 133 (86%) masyarakat, RW IV
terdapat 2 (1%) masyarakat berperilaku meminum, minuman
beralkohol dan tidak berperilaku meminum, minuman beralkohol
sebanyak 138 (99%) masyarakat, RW V tidak berperilaku
meminum, minuman beralkohol sebanyak 104 (100%) masyarakat,
RW VI terdapat 12 (6,52%) masyarakat berperilaku meminum,
minuman beralkohol dan tidak berperilaku meminum minuman
beralkohol sebanyak 172 (93,5%) masyarakat.
RW RW RW RW RW RW

I II III IV V VI
Perilaku PSN
(Pemberantasa n % n % n % n % n % n %
No n sarang
Nyamuk 1
minggu sekali

1 Ya 88 58 132 63 75 56 123 87 104 100 142 75.9

2 Tidak 65 42 77 37 59 44 18 13 0 0 45 24.1

Jumlah 153 100 209 100 134 100 141 100 104 100 187 100
Pada tabel diatas menjelaskan bahwa perilaku
masyarakat terhadap kegiatan pemberantasan sarang
nyamuk (PSN) seminggu sekali adalah pada RW I
terdapat 88 (58%) masyarakat melakukan dan 65 (42%)
masyarakat tidak melakukan PSN, RW II terdapat 132
(63%) masyarakat melakukan dan 77 (37%) masyarakat
tidak melakukan PSN, RW III terdapat 75 (56%)
masyarakat melakukan dan 59 (44%) masyarakat tidak
melakukan PSN, RW IV terdapat 123 (87%) masyarakat
melakukan dan 18 (13%) masyarakat tidak melakukan
PSN, RW V terdapat 104 (100%), RW VI terdapat 142
(75,9%) masyarakat melakukan dan 45 (24,1%)
masyarakat tidak melakukan PSN.

LANJUTAN..
RW RW RW RW RW RW
Perilak I II III IV V VI
u
n % n % n % n % n % n %
Buang
No Air
besar
di
jamban

13 17 13 10 14 10 10 10 98.
1 Ya 85 88 186
1 4 4 0 0 0 4 0 9

1.0
2 Tidak 24 15 23 12 0 0 0 0 0 0 2
6
Jumlah 15 10 19 10 13 10 14 10 10 10 188 100
5 0 7 0 4 0 0 0 4 0
Pada tabel diatas menunjukkan bahwa
perilaku masyarakat buang air besar di jamban
pada RW I melakukan sebanyak 131 (85%) dan
tidak melakukan 24 (24%), RW II melakukan
sebanyak 174 (88%) dan tidak melakukan 23
(12%), RW III melakukan sebanyak 134 (100%),
RW IV melakukan sebanyak 140 (100%), RW V
melakukan sebanyak 104 (100%), RW VI
melakukan sebanyak 186 (98,9%) dan tidak
melakukan 2 (1,06%).
LANJUTAN
RW RW RW RW RW RW

Perilaku I II III IV V VI
cuci
tanga
No pakai
sabun
n % n % n % n % n % n %
setelah
BAB

11 17 13 14 10 10 10 18 10
1 Ya 78 91 99
5 4 4 0 0 4 0 8 0

2 Tidak 32 22 18 9 1 1 0 0 0 0 0 0
Jumlah 14 10 19 10 13 10 14 10 10 10 18 10
7 0 2 0 5 0 0 0 4 0 8 0
Pada tabel diatas menjelaskan
bahwa perilaku cuci tangan pakai
sabun setelah buang air besar (BAB)
pada RW I melakukan 115 (78%), tidak
melakukan 32 (22%), RW II melakukan
174 (91%), tidak melakukan 18 (9%),
RW III melakukan 134 (99%), tidak
melakukan 1 (1%), RW IV melakukan
140 (100%), RW V melakukan 104
(100%), RW VI melakukan 188 (100%).
LANJUTAN
RW RW RW RW RW RW
Perilaku I II III IV V VI
membua
ng
No sampah
pada n % n % n % n % n % n %
tempatny
a

11 17 13 13 10 10 95.
1 Ya 74 87 99 96 179
9 5 1 4 4 0 2

4.7
2 Tidak 42 26 27 13 1 1 6 4 0 0 9
9
Jumlah 16 10 20 10 13 10 14 10 10 10 188 100
1 0 2 0 2 0 0 0 4 0
Pada tabel diatas menjelaskan bahwa
perilaku membuang sampah pada
tempatnya pada RW I melakukan 119 (74%),
tidak melakukan 42 (26%), pada RW II
melakukan 175 (87%), tidak melakukan 27
(13%), pada RW III melakukan 131 (99%),
tidak melakukan 1 (1%), pada RW VI
melakukan 134 (96%), tidak melakukan 6
(4%), pada RW V melakukan 104 (100%),
pada RW VI melakukan 179 (95,2%), tidak
melakukan 9 (4,79%).
LANJUTAN
RW RW RW RW RW RW
Perilaku I II III IV V VI
melakuk
an
aktifitas
fisik/olah
No
raga
minimal n % n % n % n % n % n %
30 menit
tiap
hari ?

15 10 58.
1 Ya 52 53 82 98 73 83 59 96 108
4 0 7
41.
2 Tidak 47 47 33 18 36 27 57 41 4 4 76
3
Jumlah 99 10 18 10 13 10 14 10 10 10 184 100
0 7 0 4 0 0 0 4 0
Pada tabel diatas menujukan bahwa perilaku
melakukan aktifitas fisik /olah raga minimal 30
menit setiap harinya, pada RW I melakukan 52
(53%), tidak melakukan 47 (47%), RW II
melakukan 154 (82%), tidak melakukan 33
(18%), RW III melakukan 98 (73%), tidak
melakukan 36 (27%), RW IV melakukan 83
(59%), tidak melakukan 57 (41%), RW V
melakukan 100 (96%), tidak melakukan 4 (4%),
RW VI melakukan 108 (58,7%), tidak melakukan
76 (41,3%).
LANJUTAN
RW RW RW RW RW RW
Terdapa I II III IV V VI
t
Posyand
N
u Lansia
o
di n % n % n % n % n % n %
Tempat
anda

14 10 18.0
1 Ya 40 58 55 87 9 39 8 27 31
7 0 2
81.9
2 Tidak 29 42 0 0 8 13 14 61 22 73 141
8
Jumlah 69 10 14 10 63 10 23 10 30 10 172 100
0 7 0 0 0 0
Pada tabel diatas menjelaskan bahwa di ketahuinya
adanya posyandu lansia di lingkungan masyarakat Kelurahan
Batulo adalah pada RW I mengetahui terdapat posyandu
lansia di lingkungannya sebanyak 40 (58%) lansia, tidak
mengetahui sebanyak 29 (42%) lansia, RW II mengetahui
terdapat posyandu lansia di lingkungannya sebanyak 147
(100%), RW III mengetahui terdapat posyandu lansia di
lingkungannya sebanyak 55 (87%) lansia, tidak mengetahui
sebanyak 8 (13%) lansia, RW IV mengetahui terdapat
posyandu lansia di lingkungannya sebanyak 9 (39%) lansia,
tidak mengetahui sebanyak 14 (61%) lansia, RW V
mengetahui terdapat posyandu lansia di lingkungannya
sebanyak 8 (27%) lansia, tidak mengetahui sebanyak 22
(73%) lansia, RW VI mengetahui sebanyak 31 (18,02%) dan
tidak mengetahui sebanyak 141 (81,98%) lansia.
LANJUTAN
RW RW RW RW RW RW

Apakah Lansia I II III IV V VI


memanfaatkan
No
posyandu n % n % n % n % n % n %
lansia

1 Ya 20 29 97 66 5 9 2 9 2 7 31 22

11
2 Tidak 49 71 50 34 50 91 21 91 28 93 78
0

Jumlah 69 10 14 10 55 10 23 10 30 10 14 10
0 7 0 0 0 0 1 0
Pada tabel diatas menunjukan pemanfaatan posyandu lansia oleh
individu lansia adalah sebagai berikut, pada RW I lansia memanfaatkan
posyandu lansi yang ada sebanyak 20 (29%) orang lansia, sedangkan lansia
yang tidak memanfaatkan sarana posyandu lansia yang ada sebanyak 49
(71%) orang lansia, RW I lansia memanfaatkan posyandu lansia yang ada
sebanyak 20 (29%) orang lansia, sedangkan lansia yang tidak
memanfaatkan saran posyandu lansia yang ada sebanyak 49 (71%) orang
lansia, RW I lansia memanfaatkan posyandu lansia yang ada sebanyak 20
(29%) orang lansia, sedangkan lansia yang tidak memanfaatkan saran
posyandu lansia yang ada sebanyak 49 (71%) orang lansia, RW I lansia
memanfaatkan posyandu lansi yang ada sebanyak 20 (29%) orang lansia,
sedangkan lansia yang tidak memanfaatkan saran posyandu lansia yang
ada sebanyak 49 (71%) orang lansia, RW I lansia memanfaatkan posyandu
lansia yang ada sebanyak 20 (29%) orang lansia, sedangkan lansia yang
tidak memanfaatkan saran posyandu lansia yang ada sebanyak 49 (71%)
orang lansia, RW I lansia memanfaatkan posyandu lansia yang ada
sebanyak 20 (29%) orang lansia, sedangkan lansia yang tidak
memanfaatkan saran posyandu lansia yang ada sebanyak 49 (71%) orang
lansia.
LANJUTAN..
RW RW RW RW RW RW
I II III IV V VI Total
Penderita
Penderita
ganguan Jiwa Kel.
jiwa Batulo
N dirawat dan n % n % n % n % n % n % n %
o mendapatka
n
pengoobata
n

33.
1 Ya 3 75 0 0 2 22 0 0 0 0 0 0
5 33
10 10 66.
2 Tidak 1 25 0 0 7 78 0 0 1 1
0 0 10 67
Jumlah 4 10 0 0 9 10 0 0 1 10 1 10
0 0 0 0 15 100
Pada tabel diatas menunjukan menunjukan
penangganan kasus pasien dengan gangguan jiwa
tertanggani dan mendapatkan pengobatan adalah,
pada RW I mendapatkan perawatan dan pengobatan
sebanyak 3 (75%) kasus pasien jiwa dan 1 (25%)
orang belum mendapatkan perawatan dan
pengobatan, RW III, 2 (22%) orang dengan ganguan
jiwa mendapatkan perawatan dan pengobatan dan
terdapat 7 (78%) orang penderita ganguan jiwa tidak
mendapatkan pengobatan dan perawatan, RW V
terdapat 1 (100%) orang dengan ganguan jiwa belum
mendapatkan perawatan dan pengobatan, RW VI
terdapat 1 (100%) orang dengan ganguan jiwa belum
mendapatkan perawatan dan pengobatan.
TERIMA
KASIHHHHH